22 Januari, Goldman Sachs secara signifikan meningkatkan perkiraan harga emas, menaikkan target harga emas akhir tahun 2026 dari 4900 dolar menjadi 5400 dolar/ons. Goldman Sachs menunjukkan bahwa investor swasta dan bank sentral dari berbagai negara terus membeli, mendorong kompetisi untuk pasokan emas yang terbatas, diperkirakan jumlah pembelian emas bulanan bank sentral tahun ini sekitar 60 ton, dan di tengah latar belakang penurunan suku bunga Federal Reserve, posisi ETF emas juga akan pulih. Dalam konteks banyak lembaga yang secara kolektif beralih ke optimisme, harga emas telah menembus 4800 dolar/ons, mencatat rekor tertinggi baru. Survei London Bullion Market Association (LBMA) menunjukkan bahwa sebagian besar analis memperkirakan harga emas akan mencapai 5000 dolar tahun ini. Prediksi yang lebih agresif datang dari Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) Standard Bank, yang menyatakan bahwa harga emas dalam skenario ekstrem bisa naik hingga 7150 dolar. Lembaga secara umum percaya bahwa ketegangan geopolitik, penurunan suku bunga riil, dan tren “de-dolarisasi” terus memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai global terakhir.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Goldman Sachs kembali bullish terhadap emas: menaikkan target akhir tahun menjadi 5400 dolar AS, dengan potensi tertinggi di atas 7000 dolar AS
22 Januari, Goldman Sachs secara signifikan meningkatkan perkiraan harga emas, menaikkan target harga emas akhir tahun 2026 dari 4900 dolar menjadi 5400 dolar/ons. Goldman Sachs menunjukkan bahwa investor swasta dan bank sentral dari berbagai negara terus membeli, mendorong kompetisi untuk pasokan emas yang terbatas, diperkirakan jumlah pembelian emas bulanan bank sentral tahun ini sekitar 60 ton, dan di tengah latar belakang penurunan suku bunga Federal Reserve, posisi ETF emas juga akan pulih. Dalam konteks banyak lembaga yang secara kolektif beralih ke optimisme, harga emas telah menembus 4800 dolar/ons, mencatat rekor tertinggi baru. Survei London Bullion Market Association (LBMA) menunjukkan bahwa sebagian besar analis memperkirakan harga emas akan mencapai 5000 dolar tahun ini. Prediksi yang lebih agresif datang dari Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) Standard Bank, yang menyatakan bahwa harga emas dalam skenario ekstrem bisa naik hingga 7150 dolar. Lembaga secara umum percaya bahwa ketegangan geopolitik, penurunan suku bunga riil, dan tren “de-dolarisasi” terus memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai global terakhir.