Krisis utang Wanda menyebar ke sektor keuangan: 5% saham di Beiyin Consumer Finance dibekukan sepenuhnya

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Gambar ini mungkin dihasilkan oleh AI

Belakangan ini, aplikasi Tianyancha menunjukkan bahwa perusahaan keuangan konsumsi berlisensi pertama di dalam negeri — Beiyin Consumer Finance Co., Ltd. menambahkan informasi pembekuan saham, dengan pihak yang dieksekusi adalah Dalian Wanda Group Co., Ltd., jumlah saham yang dibekukan sebesar 50 juta yuan, periode pembekuan selama 3 tahun, dan pengadilan eksekusi adalah Pengadilan Keuangan Shanghai. Pembekuan ini berarti seluruh 5% saham yang dimiliki Wanda Group di Beiyin Consumer Finance telah dikunci, menjadi tanda bahwa krisis utang yang terus memburuk dan aset yang terbatas secara menyeluruh menjadi semakin nyata.

Data publik menunjukkan bahwa Beiyin Consumer Finance didirikan pada Februari 2010, dengan modal terdaftar 1 miliar yuan, dan perwakilan hukum adalah Mo Yi, yang utama menyediakan layanan keuangan konsumsi.

Struktur kepemilikan sahamnya beragam, dengan Bank Beijing memegang 37,5% sebagai pemegang saham terbesar, Grup Lishi dan Santander Consumer Finance masing-masing memegang 20,25% dan 17%, sementara Wanda Group dan Lenovo Holdings serta perusahaan lain masing-masing memegang 5%. Sebagai investor keuangan, Wanda sebelumnya tidak terlibat dalam operasi harian Beiyin Consumer Finance, tetapi pembekuan saham ini tetap akan berdampak berantai terhadap dirinya dan pihak terkait.

Pembekuan saham ini bukanlah kejadian yang terisolasi, melainkan puncak dari risiko utang sistemik Wanda Group.

Sejak gagal IPO di Hong Kong pada tahun 2023, perjanjian taruhan yang ditandatangani dengan investor memicu klausul buyback, yang mengharuskan mereka membeli kembali sekitar 38 miliar yuan dana pinjaman dengan bunga tahunan 8%, dan utang besar yang kaku ini secara langsung memicu krisis likuiditas.

Sejak 2025, pembekuan aset Wanda mencapai puncaknya: pada Agustus, saham senilai 1.98B yuan di Dalian Wanda Commercial Management dibekukan; pada September, saham senilai 8.56B yuan di Shanghai Wanda Network Finance dan 840 juta yuan di Shanghai Wanda Microloan secara berturut-turut dibekukan, total pembekuan melebihi 9,4 miliar yuan. Pembekuan saham Beiyin Consumer Finance ini menandai bahwa krisis telah menyebar dari properti komersial dan keuangan daring ke bidang keuangan konsumsi berlisensi.

Hingga awal 2026, total utang Wanda Group masih sekitar 600 miliar yuan, dengan utang berbunga di Wanda Commercial Management melebihi 140 miliar yuan, dan biaya bunga tahunan mencapai 7-13 miliar yuan, dengan bunga harian lebih dari 20 juta yuan.

Lebih parah lagi, kas di buku hanya sekitar 100 miliar yuan, rasio kas terhadap utang jangka pendek kurang dari 0,2, jauh di bawah garis aman. Bahkan setelah menjual lebih dari 80 pusat Wanda dan mengumpulkan dana lebih dari 900 miliar yuan dalam beberapa tahun terakhir, masih sulit menutup lubang utang. Pembekuan saham yang terus berlangsung semakin mempersempit ruang disposisi aset Wanda, melemahkan kemampuan refinancing secara signifikan, dan memasukkannya ke dalam siklus buruk “default utang — pembekuan aset — hambatan pendanaan — peningkatan default”.

Bagi Beiyin Consumer Finance, kejadian ini relatif terbatas. Sebagai lembaga keuangan konsumsi berlisensi lama di dalam negeri, pengambilan keputusan operasional dan saluran dana utamanya bergantung pada pemegang saham utama, Bank Beijing. Pembekuan 5% saham Wanda tidak akan menggoyahkan fondasi tata kelola perusahaan, dan juga tidak mempengaruhi lisensi keuangan konsumsi maupun kegiatan operasional sehari-hari.

Namun, dalam jangka panjang, jika Wanda tidak mampu membayar utang di masa mendatang, bagian saham ini mungkin akan dilelang secara hukum, memicu perubahan pemegang saham; sekaligus, opini negatif dari pemegang saham juga dapat memberikan dampak kecil terhadap reputasi pasar dan pengembangan kerjasama.

Kejadian ini bukan hanya masalah Wanda sendiri, tetapi juga mencerminkan efek samping dari ekspansi berlever tinggi dari perusahaan properti swasta. Dari properti komersial hingga sektor keuangan, di balik pembekuan aset Wanda yang terus berlanjut adalah gambaran bahwa industri sedang memasuki zona kedalaman pengurangan leverage dan tekanan likuiditas perusahaan.

Bagi pasar, ini juga menjadi peringatan lagi: ekspansi sembarangan dan ketergantungan berlebihan pada utang dalam model pengembangan tidak dapat dipertahankan, dan pengelolaan yang stabil serta menjaga arus kas adalah kunci keberlangsungan perusahaan. Apakah Wanda dapat keluar dari lubang utang ini, tahun 2026 tetap menjadi titik kunci, dan perkembangan disposisi aset serta restrukturisasi utang selanjutnya akan terus mempengaruhi pasar.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan