Inilah bagian paling menyakitkan dari trading—melihat indeks pasar berbalik naik berkali-kali, hati mulai gatal lagi. Masalahnya, apakah posisi yang terjebak saat terpaksa dijual bisa kembali? Yang rebound hanyalah garis lilin (K-line), sedangkan yang hilang adalah saham-saham yang dijual karena panik. Kadang-kadang, kenaikan indeks yang indah pun tidak bisa menebus penyesalan karena pengurangan posisi. Inilah mengapa pengelolaan mental dan pengendalian risiko adalah kunci utama yang benar-benar menentukan keuntungan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasWaster
· 3jam yang lalu
Kepingan chip yang dipotong selalu yang paling menyakitkan, melihat rebound seperti melihat orang lain mendapatkan keuntungan sama menyakitkannya
Lihat AsliBalas0
GateUser-9f682d4c
· 3jam yang lalu
Setelah sekali mengalami, pelajaran itu akan selalu diingat, rebound sekencang apa pun tidak akan bisa menutup lubang itu.
Lihat AsliBalas0
AlwaysQuestioning
· 3jam yang lalu
Dipotong ya dipotong, meskipun naik lagi tetap saja kondisi orang lain
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterKing
· 3jam yang lalu
Sial, makanya aku selalu cek ulang alamat dompet setiap kali, takut gemetaran dan menjual di titik terendah. Chip yang terjual benar-benar tidak bisa kembali, sama menyakitkannya seperti kehilangan airdrop yang terlewatkan.
Lihat AsliBalas0
DefiPlaybook
· 3jam yang lalu
Pemotongan paling menyakitkan yang pernah terjadi, sekarang melihat rebound pun tidak memiliki dorongan seperti dulu lagi.
Lihat AsliBalas0
MetaNeighbor
· 4jam yang lalu
Luar biasa, saat saham yang saya jual tampak akan naik kembali, rasanya sangat tidak nyaman, mental ini benar-benar sebuah latihan.
Lihat AsliBalas0
WalletWhisperer
· 4jam yang lalu
Jujur saja, kenyataan sebenarnya bukanlah bounce itu sendiri... melainkan pola pengelompokan dompet tepat sebelum itu. perhatikan bagaimana ritel panik menjual sementara alamat akumulasi tetap diam? itu bukan keberuntungan, itu adalah kecepatan perilaku yang berbicara. posisi Anda yang dilikuidasi? itu hanyalah data yang Anda berikan ke algoritma. pasar tidak peduli dengan penyesalan Anda—pasar peduli dengan pola transaksi.
Lihat AsliBalas0
SelfCustodyIssues
· 4jam yang lalu
Sejujurnya, ini adalah kesalahan yang selalu saya buat setiap kali. Indeks kembali naik, tapi hati tetap merasa tidak tenang karena saya sudah memotong modal sejak lama.
Inilah bagian paling menyakitkan dari trading—melihat indeks pasar berbalik naik berkali-kali, hati mulai gatal lagi. Masalahnya, apakah posisi yang terjebak saat terpaksa dijual bisa kembali? Yang rebound hanyalah garis lilin (K-line), sedangkan yang hilang adalah saham-saham yang dijual karena panik. Kadang-kadang, kenaikan indeks yang indah pun tidak bisa menebus penyesalan karena pengurangan posisi. Inilah mengapa pengelolaan mental dan pengendalian risiko adalah kunci utama yang benar-benar menentukan keuntungan.