Pejabat senior pertahanan Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang berdiskusi dengan sejumlah perusahaan besar mengenai potensi produksi senjata dan perlengkapan militer. Pembicaraan tersebut melibatkan produsen otomotif seperti General Motorsdan Ford Motor, melansir Reuters pada Kamis (16/04).



Pembicaraan awal yang dimulai sebelum konflik Iran itu berlangsung seiring dorongan pemerintahan Donald Trump agar produsen mobil dan manufaktur AS berperan lebih besar dalam produksi senjata.

Selain itu, pejabat pertahanan menilai produsen AS mungkin diperlukan untuk mendukung kontraktor pertahanan tradisional sekaligus melihat apakah mereka dapat cepat beralih ke produksi militer. Pembicaraan tersebut juga melibatkan GE Aerospace serta produsen kendaraan dan mesin Oshkosh Corporation.

Sementara itu, pejabat dari Kementerian Pertahanan AS menegaskan pemerintah berkomitmen memperluas basis industri pertahanan dengan memanfaatkan teknologi dan solusi komersial yang tersedia guna menjaga keunggulan militer AS.

Di sisi lain, Donald Trump bertemu dengan eksekutif dari tujuh kontraktor pertahanan pada Maret ketika Kemenhan AS berupaya mengisi kembali stok senjata yang terkuras akibat serangan AS ke Iran dan operasi militer baru-baru ini.

#GatePreIPOsLaunchesWithSpaceX
#Gate13thAnniversary
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan