Berapa kali kamu pernah mendengar tentang Order Block, FVG, BOS, CHOCH di postingan trading? Aku sendiri sempat merasa istilah-istilah ini membingungkan untuk sementara waktu sampai akhirnya aku memutuskan untuk mempelajarinya dengan serius. Hari ini aku ingin membagikan apa yang telah kupelajari karena aku yakin bahwa memahami order block dengan benar benar-benar bisa membuat perbedaan dalam ketepatan trading kamu.



Mari kita mulai dari prinsip dasar: di pasar kripto, forex, dan saham, pergerakan besar tidak digerakkan oleh trader kecil seperti kita. Yang menggerakkan permainan adalah para paus, yaitu modal besar. Jika kamu benar-benar ingin menghasilkan uang, kamu harus belajar membaca apa yang mereka lakukan.

Order block pada dasarnya adalah cara untuk melacak di mana para paus menempatkan pesanan mereka. Ketika uang besar masuk, mereka meninggalkan jejak di grafik dalam bentuk candle tertentu. Candle inilah yang kita sebut order block. Dan ketika paus ini menciptakan order block yang solid, pasar bergerak dengan cara yang bisa diprediksi.

Ada tiga tipe utama. Bearish order block bertindak sebagai resistance: ketika harga menyentuhnya kembali, biasanya ia memantul ke bawah. Kamu mengenalinya dengan mencari candle hijau terakhir sebelum mega dump. Bullish order block, sebaliknya, berfungsi sebagai support: harga turun ke sana, memantul, lalu naik. Kamu menemukannya dengan menandai area minimum tempat dimulainya pergerakan bullish penting. Lalu ada consolidation order block, yang terlihat saat paus mengakumulasi secara perlahan dengan candle kecil dan ekor panjang.

Sekarang, ada konsep lain yang bekerja bersama dengan order block: Fear Value Gap, atau FVG. Ketika modal besar memasukkan likuiditas dalam jumlah masif, pasar melonjak ke atas sehingga tercipta celah antara harga tertinggi dari candle pertama dan harga terendah dari candle ketiga. Celah ini bekerja seperti magnet: harga cenderung kembali ke sana. Aku pernah melihat harga turun ke dalam FVG dan memantul 54% lebih tinggi. FVG juga bisa bullish atau bearish, dan biasanya kamu menemukannya di area support.

Di sinilah jadi menarik: ketika kamu menggabungkan bullish order block dengan FVG pada level yang sama, kamu menemukan titik masuk yang sempurna. Tandai semua order block di grafik kamu, lalu FVG-nya juga. Saat pasar turun ke level itu, tempatkan order beli kamu tepat di dalam order block. Pasang stop loss 1% di bawah minimum candle, dan take profit di order block bearish berikutnya atau FVG bearish yang kamu temukan di atas.

Aku sudah menguji strategi ini dan hasilnya bekerja pada 75% kasus, dengan rasio risiko-imbal hasil minimal 1:3 pada 90% transaksi. Tentu saja ini bukan sihir: kamu harus selalu menggunakan stop loss, hanya melakukan spot trading, dan menghindari futures, dan yang paling penting, kamu harus melakukan backtesting sebelum mempertaruhkan uang sungguhan.

Hal yang aku suka dari pendekatan ini adalah bahwa ini bukan sekadar tentang candle seperti yang diajarkan orang lain. Ini tentang memahami arus uang, membaca apa yang dilakukan paus, dan menempatkan diri berdasarkan itu. Jika kamu menerapkan order block dengan baik bersama konsep-konsep lainnya, kamu akan melihat ketepatan trading kamu meningkat secara signifikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan