10 Maret, berita menunjukkan bahwa harga transaksi Bitcoin saat ini mendekati $67.300, mengalami penurunan dari puncak terbaru sebesar $74.000. Seorang analis terkenal, PlanB, menyatakan bahwa berdasarkan model kelangkaan, selama siklus halving 2024-2028, harga siklus Bitcoin mungkin sekitar $500.000, dengan kisaran fluktuasi antara $250.000 hingga $1.000.000. Model ini berasumsi bahwa karena laju pasokan Bitcoin melambat akibat peristiwa halving, sementara permintaan tetap stabil atau meningkat, harga akan cenderung naik dalam jangka panjang. Halving terakhir terjadi pada April 2024, dan data historis menunjukkan bahwa setiap kali halving terjadi, biasanya disertai kenaikan harga yang signifikan, yang menjadi salah satu dasar prediksi PlanB.
Namun, tidak semua analis setuju dengan pandangan ini. Bobby A menyebutkan bahwa Bitcoin mungkin mencapai kisaran $200.000 hingga $250.000 antara 2026 dan 2027, meskipun lebih tinggi dari level saat ini, tetapi jauh di bawah prediksi tengah PlanB. Ia berpendapat bahwa model Stock-to-Flow dapat digunakan sebagai acuan tren jangka panjang, tetapi sulit untuk memprediksi pergerakan harga jangka pendek secara akurat, terutama dalam lingkungan pasar yang kompleks, di mana berbagai faktor makro, sentimen investor, dan aktivitas on-chain dapat mempengaruhi harga secara langsung.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga Bitcoin tidak sepenuhnya mengikuti prediksi model rasio stok terhadap aliran, yang menyebabkan sebagian pelaku pasar meragukan keakuratan model ini. Meski begitu, beberapa analis menegaskan bahwa Stock-to-Flow bukanlah alat prediksi harga yang presisi, melainkan kerangka acuan untuk menunjukkan hubungan antara kelangkaan pasokan Bitcoin dan nilai potensialnya. Secara keseluruhan, pasar masih memiliki berbagai interpretasi terkait harga Bitcoin di masa depan, dan investor perlu memperhatikan siklus halving, perubahan pasokan dan permintaan, serta dinamika pasar secara keseluruhan.