Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Tantangan komputasi kuantum untuk keamanan Bitcoin
Komputasi kuantum merupakan tantangan baru yang muncul bagi kriptografi yang mendukung Bitcoin dan mata uang digital lainnya. Dalam beberapa bulan terakhir, para ahli yang berkumpul di konferensi internasional seperti ETH Denver telah menyuarakan kekhawatiran yang semakin meningkat tentang bagaimana teknologi ini dapat mengancam keamanan jaringan kripto terpenting di dunia. Pembicaraan ini melampaui teori: dengan kemajuan terbaru dari Google dan laboratorium penelitian lainnya, ancaman ini semakin nyata dirasakan.
Bagaimana komputasi kuantum mengancam Bitcoin?
Analisis mendalam menunjukkan bahwa kerentanan sebenarnya tidak terletak pada algoritma hashing yang melindungi struktur blok. Menurut para ahli yang diwawancarai oleh NS3.AI, titik kritisnya terletak pada tanda tangan digital Bitcoin. Tanda tangan ini berfungsi sebagai bukti kepemilikan: ketika seseorang melakukan transaksi, kunci privat mereka menghasilkan tanda tangan yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar memiliki koin tersebut tanpa mengungkapkan kunci itu sendiri.
Dengan komputasi kuantum, mesin yang cukup kuat berpotensi membalikkan proses ini dan menurunkan kunci privat dari kunci publik. Ini akan menjadi bencana bagi Bitcoin, terutama mengingat jutaan koin yang ditambang di tahun-tahun awal jaringan tetap berada di alamat di mana kunci publik sudah terungkap di blockchain. Dana-dana historis tersebut secara teoretis akan berada dalam risiko.
Tanda tangan digital: titik lemah yang terbuka
Arsitektur kriptografi Bitcoin dirancang pada era di mana komputasi kuantum masih bersifat spekulatif. Kini, asumsi tersebut memerlukan revisi mendesak. Tim pengembang khusus sedang bekerja untuk mengidentifikasi secara tepat berapa banyak Bitcoin yang benar-benar rentan dan seberapa dekat kita dengan mesin kuantum yang mampu mencapai kapasitas tersebut.
Penemuan besar Google dalam komputasi kuantum mempercepat diskusi ini. Meskipun tidak menimbulkan ancaman langsung — para ahli sepakat bahwa dibutuhkan bertahun-tahun sebelum perangkat keras kuantum mampu merusak keamanan Bitcoin — hal ini telah membuat diskusi menjadi kurang bersifat teoretis dan lebih berorientasi pada tindakan.
Solusi yang sedang dikembangkan: BIP 360 dan tim khusus
Komunitas Bitcoin tidak diam saja. Berbagai langkah perlindungan telah diusulkan, salah satunya BIP 360 yang menjadi salah satu usulan paling banyak dibahas untuk meningkatkan ketahanan kriptografi jaringan. Para ahli membentuk kelompok kerja khusus yang fokus mempelajari mitigasi terhadap ancaman kuantum, memodelkan skenario, dan mengembangkan protokol alternatif.
Namun, mencapai konsensus tentang strategi perlindungan terbaik masih menjadi hambatan besar. Ada yang mendukung perubahan bertahap untuk meminimalkan gangguan, sementara yang lain mendesak pembaruan yang lebih radikal. Ketegangan antara keamanan dan stabilitas ini mendefinisikan situasi saat ini terkait komputasi kuantum yang diterapkan pada Bitcoin.
Jendela waktu untuk bersiap memang ada, tetapi semakin menutup. Industri tahu bahwa mereka harus bertindak dengan cerdas dan terkoordinasi jika ingin Bitcoin tetap aman di era komputasi kuantum.