Ubisoft Melampaui Target Kuartalan 305 Juta Euro dengan Penjualan Assassin's Creed yang Kuat

Perusahaan game asal Prancis, Ubisoft, menegaskan kembali target keuangan tahunan mereka setelah kinerja kuartal ketiga yang kuat. Pemesanan perusahaan mencapai 338 juta euro (sekitar $402 juta), meningkat 12% dari tahun ke tahun dan secara signifikan melebihi panduan sebelumnya sebesar 305 juta euro. Momentum positif ini menandakan potensi titik balik bagi penerbit yang telah menghadapi tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Pemesanan Kuartal Ketiga Mengalahkan Panduan Sebelumnya

Kinerja luar biasa ini didorong terutama oleh Assassin’s Creed Shadows, yang diluncurkan di platform Switch 2 pada bulan Desember dan menarik banyak pre-order. Franchise unggulan ini terus menjadi pilar utama pendapatan Ubisoft. Perusahaan tetap berkomitmen pada panduan tahunan, memproyeksikan sekitar 1,5 miliar euro dalam pemesanan sambil menerima kerugian operasional sekitar 1 miliar euro. Pada akhir Maret, Ubisoft memperkirakan cadangan kasnya akan stabil antara 1,25 miliar dan 1,35 miliar euro, memberikan likuiditas yang cukup untuk mengelola kewajiban mendatang.

Strategi Restrukturisasi dan Inisiatif Creative Houses

Penerbit mengungkapkan rencana restrukturisasi pada bulan Januari yang secara mendasar mengubah model bisnisnya. Perusahaan membatalkan pengembangan enam game dan menutup studio di Halifax, Kanada, dan Stockholm, Swedia—langkah tegas yang mencerminkan tantangan yang dihadapi industri game. Di bawah kerangka kerja baru, Ubisoft mendirikan lima “Creative Houses” yang diorganisasi berdasarkan genre game tertentu, dengan penunjukan kepemimpinan yang dijadwalkan dimulai pada bulan Maret. Perusahaan berencana mengundang profesional berpengalaman dari luar industri untuk memimpin divisi-divisi ini, menandai pergeseran menuju keahlian eksternal dan perspektif baru.

Sebelum restrukturisasi ini, Ubisoft memperkirakan pemesanan tahunan sebesar 1,9 miliar euro. Panduan yang direvisi menjadi 1,5 miliar euro mencerminkan tantangan eksekusi dan realitas pasar yang dihadapi perusahaan. Meski begitu, Ubisoft memproyeksikan berbagai mereknya akan mencapai sekitar 130 juta pengguna aktif unik di platform konsol dan PC pada tahun 2025, menunjukkan keterlibatan yang berkelanjutan dengan properti intelektual utamanya termasuk seri Far Cry dan Assassin’s Creed.

Manajemen Utang dan Proyeksi Posisi Kas

Kelangsungan keuangan tetap menjadi fokus utama bagi pimpinan Ubisoft. Pada akhir September, total utang perusahaan mencapai 1,15 miliar euro, dengan obligasi senilai 500 juta euro yang jatuh tempo pada November 2027. Chief Financial Officer Frédérick Duguet mengungkapkan dalam diskusi investor bahwa manajemen sedang “mengeksplorasi berbagai opsi” untuk memperpanjang profil jatuh tempo utang di luar batas waktu tersebut, langkah yang diperlukan mengingat kendala keuangan saat ini. Pendekatan proaktif ini terhadap pengelolaan utang, dikombinasikan dengan posisi kas perusahaan yang solid, menunjukkan Ubisoft mengambil langkah-langkah terukur untuk menstabilkan neraca keuangannya sambil menavigasi industri yang ditandai oleh meningkatnya biaya pengembangan dan permintaan pasar yang tidak pasti.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)