Panduan lengkap investasi saham perjalanan tahun 2026: Temukan peluang investasi berkualitas yang sesuai denganmu

Industri pariwisata global sedang mengalami pemulihan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seiring berkurangnya pandemi COVID-19, permintaan perjalanan di seluruh dunia kembali melonjak dengan cepat, dan pasar baru di Asia bahkan menjadi mesin pertumbuhan utama. Dalam gelombang investasi ini, หุ้นท่องเที่ยว (saham pariwisata) menjadi pusat perhatian banyak investor. Namun, menghadapi banyak pilihan, investor sering kali tidak tahu ตัวไหนดี (yang mana yang lebih baik). Artikel ini akan secara sistematis menganalisis nilai investasi saham pariwisata, membantu Anda menemukan saham berkualitas tinggi yang benar-benar layak dibeli.

Mengapa saat ini adalah waktu yang baik untuk berinvestasi di saham pariwisata

Pada tahun 2025, industri pariwisata global mencapai tonggak sejarah penting. Menurut data dari World Travel & Tourism Council (WTTC), sektor pariwisata menyumbang USD 11,7 triliun bagi ekonomi dunia, sekitar 10,3% dari PDB global. Pengeluaran wisatawan internasional bahkan mencapai rekor USD 2,1 triliun, melampaui level sebelum pandemi tahun 2019.

Pasar domestik di Amerika Serikat juga menunjukkan performa yang kuat, dengan pengeluaran mencapai USD 1,35 triliun pada tahun 2025, meningkat 3,9% dari tahun sebelumnya. Dari segi lapangan kerja, industri pariwisata menambah 14 juta pekerjaan baru, dan total tenaga kerja di sektor ini mencapai 371 juta orang. Angka-angka ini dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang semakin banyak mengalokasikan waktu dan uang mereka untuk berwisata.

Namun, peluang selalu disertai tantangan. Meskipun prospek secara umum cerah, pertumbuhan industri pariwisata global pada tahun 2025 hanya sekitar 2-5%, jauh di bawah perkiraan awal sebesar 6-9%. Perlambatan ekonomi di AS, gesekan perdagangan internasional, serta fluktuasi nilai tukar mata uang memberi tekanan pada industri ini. Dalam lingkungan seperti ini, pemilihan saham menjadi sangat penting.

Kerangka analisis tujuh lapis untuk memilih saham pariwisata berkualitas tinggi

Agar dapat menemukan pemenang sejati di antara banyak saham pariwisata, investor perlu membangun metode analisis yang sistematis. Pendekatan “top-down” (dari atas ke bawah) yang umum digunakan di industri memberikan standar penilaian yang jelas:

Lapisan pertama: Penilaian lingkungan makroekonomi
Industri pariwisata secara alami adalah indikator ekonomi. Masa ekspansi ekonomi adalah waktu terbaik untuk menempatkan dana di saham pariwisata, karena saat itu konsumen memiliki lebih banyak uang untuk berlibur dan bersantai. Menilai di mana posisi siklus ekonomi global saat ini adalah langkah pertama dalam memilih saham.

Lapisan kedua: Analisis tren pertumbuhan industri
Perhatikan tren konsumsi wisata yang sedang muncul—seperti perjalanan dengan mobil sendiri, wisata petualangan, liburan kerja jarak jauh, wisata lokal, dan bentuk baru lainnya. Perusahaan mana yang mampu memanfaatkan tren ini, mereka akan mampu meraih pertumbuhan yang luar biasa.

Lapisan ketiga: Penilaian kompetisi dan posisi pasar
Di pasar pariwisata yang matang, banyak pesaing bersaing. Carilah perusahaan yang memiliki hambatan kompetitif, posisi pasar yang kokoh, dan mudah membangun keunggulan kompetitif (moat). Misalnya, perusahaan dengan merek kuat, keunggulan teknologi, dan jaringan luas lebih mudah meraih keuntungan.

Lapisan keempat: Tinjauan model bisnis perusahaan
Analisis kekuatan inti dari perusahaan target. Merek yang kuat, layanan yang berbeda dari yang lain, dan penerapan teknologi terdepan adalah indikator penting dalam menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba.

Lapisan kelima: Pemeriksaan kesehatan keuangan
Kondisi keuangan yang sehat adalah benteng untuk menghadapi risiko. Periksa tingkat utang, arus kas, margin laba, dan indikator lain untuk menilai kemampuan perusahaan menghadapi guncangan tak terduga.

Lapisan keenam: Penilaian kemampuan adaptasi
Industri pariwisata sedang berkembang dengan cepat. Digitalisasi pemesanan, rekomendasi berbasis AI, pengalaman yang dipersonalisasi—kemampuan perusahaan beradaptasi dengan perubahan ini menentukan daya saing jangka panjangnya.

Lapisan ketujuh: Identifikasi dan penilaian risiko
Saham pariwisata sangat sensitif terhadap guncangan eksternal. Ketidakstabilan politik, wabah penyakit, bencana alam—semua bisa menghancurkan industri ini. Investor perlu mengenali risiko potensial ini dan menilai kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko tersebut.

9 saham pariwisata berkualitas tinggi yang patut diperhatikan

Berdasarkan kerangka analisis di atas, kami memilih 9 saham pariwisata yang tampil menonjol pada tahun 2025 dan memiliki prospek cerah hingga 2026.

Grup platform perjalanan daring

Trip.com Group Limited (TCOM)
Sebagai perusahaan teknologi pariwisata terkemuka di Asia, Trip.com mengintegrasikan layanan lengkap seperti hotel, tiket pesawat, penyewaan mobil, dan paket wisata di platform online-nya. Didirikan pada 1999 oleh James Liang, Neil Shen, Min Fan, dan Qi Ji, sebelumnya dikenal sebagai Ctrip.com.

Pada tahun 2025, Trip.com tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat berkat pemulihan pasar Asia dan ekspansi internasional. Perusahaan aktif menerapkan teknologi AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna, dan target harga sahamnya diperkirakan naik 66% dari level saat ini. Harga saham saat ini USD 66,38, kapitalisasi pasar USD 43,45 miliar, Forward P/E 15,98, EPS (TTM) USD 3,63, dan dividen yield 0,42%.

Booking Holdings Inc. (BKNG)
Sebagai platform perjalanan daring terbesar di dunia, Booking memiliki merek terkenal seperti Booking.com, Priceline, Agoda, KAYAK, dan OpenTable. Didirikan pada 1997 di Connecticut, AS, kini melayani lebih dari 27.000 pilihan akomodasi di seluruh dunia.

Pada kuartal pertama 2025, pendapatan Booking meningkat 8% secara kuartalan, laba naik 22%, melampaui ekspektasi analis. Barclays memberi peringkat “buy” dan optimistis terhadap kemampuan laba jangka panjang dan keunggulan pasar perusahaan ini. Harga saham saat ini USD 5.216,55, kapitalisasi USD 169,75 miliar, Forward P/E 32,74, EPS USD 162,76, dividen yield 0,70%.

Expedia Group Inc. (EXPE)
Expedia bermula dari sebuah proyek internal Microsoft pada 1996 yang dipimpin Richard Barton. Kini, Expedia menjadi pemain utama dalam pemesanan perjalanan daring global, dengan merek seperti Expedia, Hotels.com, Vrbo, Orbitz, dan Travelocity.

Pada semester pertama 2025, pemesanan hotel di platform Expedia meningkat 6%, dan perusahaan mengumumkan peluncuran dividen kuartalan pertama (USD 0,40 per saham). Setelah CFO baru Scott Schenkel bergabung, organisasi dioptimalkan dan penerapan AI semakin memperbaiki pengalaman pemesanan. Harga saham USD 169,22, kapitalisasi USD 21,51 miliar, Forward P/E 19,95, EPS USD 8,97, dividen yield 0,95%.

Grup operator kapal pesiar

Royal Caribbean Cruises Ltd. (RCL)
Royal Caribbean didirikan tahun 1968 oleh Sigurd Skaugen, Anders Wilhelmsen, Gotaas Larsen dari Norwegia, dan pengusaha AS Ed Stephan. Saat ini, perusahaan memiliki 67 kapal pesiar dan memimpin industri kapal pesiar.

Pada kuartal pertama 2025, laba per saham USD 2,71 dan dividen kuartalan USD 0,75 per saham diumumkan. Permintaan kapal pesiar kelas atas dan kapal besar tetap tinggi. Harga saham USD 251,36, kapitalisasi USD 68,26 miliar, Forward P/E 20,81, EPS USD 12,32, dividen yield 0,97%.

Carnival Corporation & plc (CCL)
Sebagai operator kapal pesiar terbesar di dunia, Carnival didirikan Ted Arison pada 1972. Perusahaan memiliki merek terkenal seperti Carnival Cruise Line, Princess Cruises, Holland America, Seabourn, dan lainnya.

Setelah restrukturisasi utang dan penyesuaian operasional selama pandemi COVID-19, Carnival menunjukkan tanda-tanda pemulihan cepat pada 2025. Pemesanan meningkat, harga rata-rata naik, dan armada baru mengadopsi teknologi hemat energi. Potensi rebound dari titik terendah cukup besar. Harga saham USD 22,99, kapitalisasi USD 29,87 miliar, Forward P/E 15,14, EPS USD 1,62, dividen yield 0,50%.

Grup hotel dan resort

Marriott International (MAR)
Didirikan oleh J. Willard Marriott dan istri, Alice, pada 1927 di Washington DC, awalnya adalah perusahaan kecil penyedia bir “Hot Shoppe”. Pada 1957, beralih ke bisnis hotel. Kini, Marriott menjadi salah satu grup hotel terbesar di dunia.

Pada kuartal pertama 2025, RevPAR (pendapatan per kamar) Marriott meningkat 4,1%. Perusahaan juga mengakuisisi merek hotel butik premium Belanda, citizenM, memperluas segmen menengah atas. Pengumuman dividen kuartalan meningkat 6,3%. Harga saham USD 272,59, kapitalisasi USD 74,66 miliar, Forward P/E 31,22, EPS USD 8,81, dividen yield 0,98%.

Grup hiburan dan pariwisata terpadu

The Walt Disney Company (DIS)
Disney didirikan oleh Walt dan Roy O. Disney pada 1923, awalnya sebagai studio kartun “Disney Brothers”. Dari animasi kreatif, Disney berkembang menjadi salah satu konglomerat hiburan terbesar dunia, dengan bisnis meliputi taman hiburan, streaming, film, dan lainnya.

Pada kuartal kedua 2025, Disney mencatat EPS USD 1,45 dan pendapatan naik 7% secara tahunan, dengan 1,4 juta pengguna baru Disney+. Perusahaan mendapatkan manfaat dari pemulihan taman hiburan, peluncuran konten baru, dan ekspansi internasional. Harga saham USD 112,94, kapitalisasi USD 203,24 miliar, Forward P/E 22,75, EPS USD 4,91, dividen yield 0,89%.

Penyedia layanan transportasi

Uber Technologies (UBER)
Uber lahir dari ide di Paris tahun 2008—Garrett Camp dan Travis Kalanick tidak bisa mendapatkan taksi saat salju turun. Kini Uber menjadi kekuatan utama dalam revolusi mobilitas global, dengan layanan taksi, pengantaran makanan, dan teknologi kendaraan otonom.

Pada kuartal pertama 2025, Uber melaporkan EPS USD 0,83 dan pengguna aktif bulanan global lebih dari 150 juta. CEO Dara Khosrowshahi menegaskan bahwa teknologi kendaraan otonom adalah “peluang terbesar Uber”. Harga saham USD 90,41, kapitalisasi USD 1890,6 miliar, Forward P/E 15,99, EPS USD 5,85.

United Airlines Holdings (UAL)
United Airlines berakar dari jalur penerbangan komersial pertama di AS yang didirikan Walter Varney pada 1926. Sebagai salah satu dari tiga maskapai utama AS, United memiliki hub utama di Chicago, Denver, Houston, dan San Francisco.

Meski ada kekhawatiran perlambatan ekonomi, prediksi laba per saham tahun 2025 adalah USD 11,50–13,50. Maskapai menyesuaikan rute dan mengurangi penerbangan domestik sebesar 4% di kuartal ketiga, tetapi tetap kuat di jalur internasional dan segmen premium. Harga saham USD 78,99, kapitalisasi USD 25,8 miliar, Forward P/E hanya 7,53, EPS USD 11,14.

Perbandingan data keuangan

Nama Perusahaan Kode Kapitalisasi (juta USD) Forward P/E EPS (TTM) Target Harga
Trip.com Group TCOM 43.45 miliar 15,98 3,63 USD 95,06
Royal Caribbean RCL 68,26 miliar 20,81 12,32 USD 272,78
Disney DIS 2032,4 miliar 22,75 4,91 USD 126,83
Booking Holdings BKNG 1697,5 miliar 32,74 162,76 USD 5324,48
Marriott Intl. MAR 746,6 miliar 31,22 8,81 USD 276,60
Carnival CCL 29,87 miliar 15,14 1,62 USD 24,75
Uber UBER 1890,6 miliar 15,99 5,85 USD 96,95
Expedia Group EXPE 215,1 miliar 19,95 8,97 USD 184,08
United Airlines UAL 25,8 miliar 7,53 11,14 USD 106,08

Prospek investasi saham pariwisata: menyeimbangkan peluang dan risiko

Faktor positif yang mendukung prospek

Antusiasme konsumsi tetap tinggi
Meski kondisi makroekonomi penuh ketidakpastian, semangat orang untuk berwisata tidak berkurang. Pada 2025, pengeluaran wisata di AS mencapai USD 1,35 triliun, menunjukkan bahwa kelas menengah masih mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk liburan dan rekreasi.

Peluang kerja terus berkembang
Industri pariwisata menciptakan 14 juta pekerjaan baru, dan total tenaga kerja di sektor ini mencapai 371 juta orang. Peningkatan lapangan kerja ini mendorong pendapatan dan konsumsi, menciptakan siklus positif.

Pertumbuhan jangka panjang yang jelas
WTTC memperkirakan bahwa pada 2035, industri pariwisata akan mencapai USD 16,5 triliun, sekitar 11,5% dari PDB global, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 3,5%, melebihi pertumbuhan ekonomi global sebesar 2,5%. Ini menunjukkan bahwa pariwisata adalah kekuatan ekonomi jangka panjang.

Risiko yang perlu diwaspadai

Bayangan perlambatan ekonomi
Skift Research menurunkan proyeksi pertumbuhan tahun 2025 dari 6-9% menjadi 2-5%. Perlambatan ekonomi di pasar utama seperti AS, China, dan Jerman langsung mengancam permintaan wisata. Saham perjalanan daring sempat mengalami koreksi 5% awal April 2025, dan indeks Skift Travel 200 juga tertekan.

Pemulihan tidak merata di seluruh wilayah
Meski beberapa pasar menunjukkan kekuatan, pemulihan global tidak serentak. Pasar AS belum sepenuhnya pulih, yang berdampak langsung pada proyeksi laba maskapai dan operator kapal pesiar AS.

Ketidakpastian kebijakan makro
Kebijakan tarif dan fluktuasi nilai tukar yang dikeluarkan pemerintah AS yang baru terus mengganggu pasar. Kebijakan ini berdampak negatif terhadap pariwisata internasional, perjalanan bisnis, dan nilai tukar.

Dampak jangka panjang dari suku bunga dan inflasi
Meskipun pasar mengharapkan penurunan suku bunga di semester kedua, lingkungan suku bunga tinggi tetap menekan keinginan konsumsi. Inflasi juga menaikkan biaya perjalanan, secara tidak langsung mengurangi permintaan wisata.

Rekomendasi berdasarkan gaya investasi

Pilihan utama investor pertumbuhan

Trip.com (TCOM) dan Uber (UBER) cocok untuk investor yang mencari pertumbuhan. Kedua perusahaan beroperasi di pasar yang berkembang pesat, dengan teknologi canggih dan potensi ekspansi besar. Trip.com mendapat manfaat dari pemulihan pasar Asia, sementara Uber dari komersialisasi teknologi kendaraan otonom.

Peluang bagi investor nilai

United Airlines (UAL) dan Carnival (CCL) menawarkan peluang nilai yang menarik. UAL dengan Forward P/E hanya 7,53 dan Carnival yang bangkit dari restrukturisasi utang memiliki potensi kenaikan yang signifikan.

Pilihan bagi investor penghasilan

Royal Caribbean (RCL), Marriott (MAR), dan Expedia (EXPE) menawarkan yield dividen yang menarik, masing-masing sekitar 0,97%, 0,98%, dan 0,95%. Ketiga perusahaan ini stabil dan memiliki arus kas yang kuat.

Investor seimbang

Disney (DIS) dengan portofolio bisnis yang beragam menawarkan imbal hasil yang baik dengan risiko yang relatif terdiversifikasi. Pendapatan dari taman hiburan, streaming, dan film memberikan pendapatan stabil dan peluang pertumbuhan.

Investor global

Booking Holdings (BKNG) meskipun valuasinya tinggi (Forward P/E 32,74), posisi pasar yang dominan dan prospek pertumbuhan yang stabil menjadikannya alat terbaik untuk mengikuti pemulihan pariwisata global.

Tiga cara memulai investasi saham pariwisata

Cara pertama: membeli langsung saham luar negeri

Melalui platform perdagangan saham daring lokal Thailand seperti Dime, Innovest X, dan lainnya, investor dapat langsung memiliki saham หุ้นท่องเที่ยว yang berkualitas ini.

Langkah-langkah:

  1. Unduh dan lakukan verifikasi identitas
  2. Tukar mata uang lokal dan simpan di akun trading
  3. Cari kode saham target (misalnya TCOM, RCL, dll.)
  4. Tempatkan order dan miliki sebagai aset jangka panjang

Keuntungan: Mendapatkan hak pemegang saham langsung, termasuk dividen dan hak suara, cocok untuk investasi jangka panjang.

Cara kedua: trading kontrak selisih harga (CFD)

Dengan CFD, investor dapat memanfaatkan leverage untuk trading saham pariwisata secara fleksibel tanpa harus membayar seluruh harga saham. Platform seperti Mitrade dan IC Markets menyediakan layanan ini.

Contoh operasi (misalnya Airbnb):

  1. Daftar dan verifikasi (hanya 3 menit)
  2. Deposit mulai dari USD 50 atau gunakan akun demo dengan USD 50.000 virtual
  3. Cari simbol ABNB di platform
  4. Atur leverage, target harga (take profit), dan stop loss
  5. Tempatkan order dan buka posisi

Keuntungan: Fleksibel, efisien, modal kecil, bisa long atau short, cocok untuk trading jangka pendek.

Cara ketiga: berpartisipasi secara tidak langsung melalui dana atau ETF

Bagi yang tidak ingin memilih saham satu per satu, dana indeks atau ETF bertema pariwisata menawarkan solusi lengkap yang dikelola oleh manajer dana profesional.

Rekomendasi akhir untuk investasi saham pariwisata tahun 2026

หุ้นท่องเที่ยว memang layak menjadi tema investasi yang menarik. Meskipun pertumbuhan tahun 2025 lebih rendah dari perkiraan, dasar fundamental industri tetap kokoh—pengeluaran wisata global mencapai rekor tertinggi, lapangan kerja terus berkembang, dan prospek jangka panjangnya jelas.

Jawaban ตัวไหนดี (yang mana yang terbaik) tergantung preferensi masing-masing:

  • Investor yang mencari pertumbuhan bisa memilih Trip.com atau Uber
  • Investor yang mencari nilai bisa mempertimbangkan United Airlines atau Carnival
  • Investor yang mengutamakan pendapatan cocok memilih perusahaan kapal pesiar dan hotel
  • Investor yang menginginkan stabilitas bisa mengalokasikan dana ke Disney

Intinya, sesuaikan pilihan dengan toleransi risiko, jangka waktu investasi, dan tujuan keuangan Anda. Tren pertumbuhan industri pariwisata jangka panjang tetap kuat; dengan memilih perusahaan yang tepat dan bersabar, Anda dapat turut serta dalam pertumbuhan ekonomi global yang penting ini.

Catatan penting: Artikel ini hanya sebagai referensi dan bukan saran investasi. Investasi selalu mengandung risiko, lakukan analisis dan keputusan sesuai kondisi pribadi.

TCOM0,43%
DIS2,53%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский язык
  • Français
  • Deutsch
  • Português (Portugal)
  • ภาษาไทย
  • Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)