Penawaran dan Permintaan Ringkasan apa yang perlu diketahui investor untuk memprediksi harga

Ketika Anda melihat grafik harga saham yang terus menurun, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa hal itu bisa terjadi. Jika Anda memahami prinsip dasar permintaan dan penawaran, Anda akan dapat menjawab pertanyaan ini. Selain itu, Anda juga dapat memperkirakan ke arah mana harga akan bergerak selanjutnya. Artikel ini akan merangkum pengetahuan penting tentang permintaan dan penawaran yang bukan hanya teori ekonomi, tetapi juga alat nyata yang membantu investor membuat keputusan dengan cerdas.

Apa yang Menyebabkan Harga Terbentuk: Hubungan Dasar Antara Kekuatan Beli dan Jual

Bayangkan seekor ikan yang disukai semua nelayan. Jika hari itu banyak nelayan datang tetapi ikan tidak cukup, harga ikan akan naik. Sebaliknya, jika nelayan tidak banyak tetapi ikan melimpah, harga ikan akan turun. Itulah kenyataan pasar secara umum, termasuk pasar saham.

Permintaan dan Penawaran dalam bentuk paling sederhana adalah keinginan untuk membeli (Demand) dan keinginan untuk menjual (Supply). Ketika ada orang yang sangat ingin membeli, kekuatan pembelian akan kuat. Ketika ada orang yang ingin menjual dalam jumlah besar, kekuatan penjualan akan kuat. Titik di mana kedua kekuatan ini bertemu adalah titik di mana harga berhenti bergerak, yang disebut sebagai keseimbangan (Equilibrium).

Yang penting adalah, harga tidak hanya ditentukan oleh keinginan terhadap barang itu sendiri. Harga terbentuk dari keseimbangan antara pihak pembeli dan penjual pada saat itu.

Hukum Permintaan: Mengapa Harga Naik Tapi Keinginan Membeli Menurun

Ketika harga suatu barang meningkat, hal pertama yang terjadi adalah orang akan mengurangi keinginan untuk membeli. Tapi mengapa? Bukankah seharusnya jika sesuatu bagus, semakin banyak orang ingin membelinya?

Jawabannya terletak pada dua faktor utama, yaitu Efek Pendapatan (Income Effect) dan Efek Substitusi (Substitution Effect).

Bayangkan Anda memiliki sejumlah uang. Jika harga barang yang Anda inginkan turun, uang Anda bisa membeli lebih banyak. Ini membuat Anda tidak lagi membatasi jumlah pembelian dan bisa membeli lebih banyak lagi. Ini disebut efek pendapatan.

Sedangkan efek substitusi terjadi ketika harga suatu barang turun, Anda mungkin membandingkannya dengan barang lain yang serupa. Jika barang tersebut lebih murah, Anda akan memilih barang itu sebagai pengganti, sehingga jumlah pembeli akan meningkat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Lebih dari Sekadar Harga

Meskipun harga adalah faktor paling berpengaruh, masih ada faktor lain yang dapat mengubah seluruh keinginan untuk membeli:

  • Pendapatan Pembeli – Orang kaya biasanya membeli lebih banyak daripada orang miskin.
  • Selera dan Tren – Jika ada tren di media sosial, permintaan akan melonjak.
  • Harga Barang Terkait – Jika harga televisi naik, permintaan buku kecil mungkin meningkat.
  • Jumlah Orang yang Menginginkan – Semakin banyak orang, semakin besar permintaan.
  • Ekspektasi Masa Depan – Jika orang berpikir bahwa kertas toilet akan habis, mereka akan membeli lebih banyak sebagai cadangan.

Penawaran: Sisi Lain dari Koin

Jika permintaan adalah apa yang diinginkan pembeli, maka penawaran adalah apa yang bersedia disediakan penjual.

Hukum Penawaran berlawanan dengan permintaan — ketika harga naik, penjual bersedia menjual lebih banyak. Ketika harga turun, mereka akan mengurangi jumlah yang ditawarkan karena mereka tidak ingin menjual dengan harga di bawah biaya produksi.

Faktor yang menentukan penawaran biasanya berkaitan dengan biaya produksi. Jika biaya tinggi, penjual membutuhkan harga yang tinggi pula dan tidak bersedia menjual banyak jika harga rendah. Sebaliknya, jika biaya menurun (misalnya karena teknologi baru), penjual akan bersedia menjual lebih banyak dengan harga yang lebih rendah.

Faktor lain seperti jumlah pesaing — semakin banyak pesaing, semakin besar penawaran. Teknologi yang membantu menurunkan biaya, dan kebijakan pemerintah (pajak, regulasi) juga mempengaruhi penawaran.

Keseimbangan: Titik di Mana Pasar Damai

Ketika kekuatan beli dan jual bertemu di satu titik, harga cenderung berhenti bergerak. Mengapa? Karena:

Jika harga berusaha naik lebih tinggi, penjual akan melihat peluang untuk menawarkan lebih banyak, sementara pembeli akan menahan diri karena harga yang lebih mahal. Akibatnya, volume penjualan melebihi volume pembelian, sehingga harga terdorong turun kembali.

Sebaliknya, jika harga berusaha turun, pembeli akan tertarik membeli lebih banyak karena harga lebih murah, tetapi penjual tidak ingin menjual karena harga rendah. Volume pembelian melebihi volume penjualan, sehingga harga terdorong naik kembali.

Ini adalah " tangan tak terlihat pasar" — pasar secara otomatis berusaha menyesuaikan diri agar tetap seimbang.

Pasar Keuangan vs Pasar Barang: Faktor Apa yang Membedakan Harga Saham dari Harga Beras

Ketika kita berbicara tentang saham di pasar modal, prinsip permintaan dan penawaran juga berlaku. Tetapi, faktor yang mendorong kekuatan beli dan jual berbeda dari pasar barang.

Faktor yang menggerakkan permintaan di pasar keuangan meliputi:

  • Kondisi Ekonomi Secara Umum – Ketika suku bunga rendah, investor mencari hasil dari saham lebih banyak.
  • Kinerja Perusahaan – Jika perusahaan melaporkan laba meningkat, pembeli akan lebih tertarik membeli saham.
  • Likuiditas Uang – Jika bank mengeluarkan banyak uang, investor memiliki lebih banyak dana untuk investasi.
  • Kepercayaan – Berita positif membuat pembeli berani masuk, berita negatif membuat penjual cepat keluar.

Sedangkan faktor yang mempengaruhi penawaran meliputi:

  • Kebijakan Perusahaan – Jika perusahaan melakukan buyback saham, jumlah saham yang beredar di pasar berkurang.
  • Initial Public Offering (IPO) – Ketika perusahaan baru terdaftar, penawaran saham meningkat.
  • Regulasi – Kadang-kadang aturan dapat membatasi atau memperbesar jumlah penjualan saham.

Cara Membaca Permintaan dan Penawaran Asli dari Candlestick dan Grafik Harga

Trader dan investor sering mencari sinyal permintaan dan penawaran dari pola harga (Price Chart) dan candlestick.

Candlestick berwarna hijau (penutupan lebih tinggi dari pembukaan) menunjukkan kekuatan beli mengalahkan jual. Semakin panjang candlestick, semakin kuat kekuatan beli.

Candlestick berwarna merah (penutupan lebih rendah dari pembukaan) menunjukkan kekuatan jual mengalahkan beli. Semakin panjang candlestick, semakin kuat kekuatan jual.

Candlestick doji (penutupan dan pembukaan hampir sama) menunjukkan kedua kekuatan bertemu seimbang, sehingga harga tidak banyak berubah. Ini sering menjadi sinyal pasar sedang menunggu faktor baru.

Melihat tren (trend), jika harga terus membuat titik tertinggi baru, itu menunjukkan permintaan yang berkelanjutan. Jika harga terus membuat titik terendah baru, itu menunjukkan kekuatan penawaran yang dominan di pasar.

Masuknya Penjual: Mengapa Harga Saham Bisa Berubah dari Tren Naik ke Tren Turun Secara Mendadak

Misalnya, perusahaan A sedang dalam tren naik yang konsisten. Trader membeli karena yakin harga akan terus naik. Harga naik ke 100 dari sebelumnya 80.

Tiba-tiba muncul berita bahwa perusahaan menghadapi masalah tertentu. Berita negatif ini membuat investor yang membeli dengan harapan keuntungan mulai menjual. Volume penjualan meningkat, dan harga cepat turun dari puncaknya.

Ini adalah saat di mana permintaan jual masuk dan mengurangi keinginan beli, sehingga keseimbangan pasar berubah. Harga akan menyesuaikan diri untuk menemukan titik keseimbangan baru.

Support dan Resistance: Membaca Sinyal dari Akumulasi Permintaan dan Penawaran

Yang penting adalah titik yang disebut support (dukungan), biasanya merupakan titik di mana permintaan terkumpul dan menahan harga turun. Investor melihatnya sebagai harga yang wajar, sehingga harga berhenti di sana.

Sebaliknya, resistance (perlawanan) adalah titik di mana penawaran terkumpul dan menahan harga naik. Investor menganggapnya mahal dan ingin menjual untuk mendapatkan keuntungan, sehingga harga berhenti di situ.

Ketika harga mampu menembus resistance, itu berarti permintaan cukup kuat untuk mengatasi penawaran yang ada, dan harga bisa terus naik.

Operasi: Cara Menggunakan Permintaan dan Penawaran untuk Merangkum Tren Harga Hari Ini

Trader profesional sering menggunakan teknik “Demand Supply Zone” untuk menangkap momen beli dan jual. Ide dasarnya adalah mencari titik di mana harga bergerak sangat kuat naik atau turun (menunjukkan ketidakseimbangan), lalu berhenti dan berkonsolidasi dalam range tertentu (menunjukkan kekuatan lawan yang kembali).

Ketika range ini ditembus, biasanya menandakan kekuatan awal kembali dominan dan harga akan bergerak ke arah tersebut.

Misalnya, jika harga turun tajam (penawaran besar) lalu berhenti membentuk dasar, dan dasar ini ditembus ke atas, itu bisa menunjukkan bahwa permintaan kembali kuat dan harga akan melanjutkan kenaikannya.

Kesimpulan: Permintaan dan Penawaran, Alat Penting bagi Investor

Baik ekonom, trader, maupun investor, semuanya bergantung pada prinsip permintaan dan penawaran untuk memahami dan memprediksi pergerakan harga. Jika Anda memahami bahwa harga terbentuk dari keseimbangan antara kekuatan beli dan jual, Anda akan mampu menganalisis pasar dengan lebih mendalam.

Singkatnya — perhatikan kekuatan beli, jika meningkat, harga cenderung naik. Perhatikan kekuatan jual, jika meningkat, harga cenderung turun. Masalahnya adalah, bagaimana mengetahui kekuatan mana yang akan lebih dominan selanjutnya. Jawabannya terletak pada studi berbagai faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran, serta latihan berulang melalui pengamatan harga nyata di pasar. Dengan ini, Anda akan membangun intuisi investasi yang tajam.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)