Skema Ponzi dan skema piramida: bagaimana mengenali penipuan investasi yang tidak diketahui

Dalam semua investasi, mulai dari pembelian Bitcoin hingga bergabung dengan program penawaran koin awal (ICO), investor biasanya menghadapi dua pertanyaan sulit: apa pengembalian investasi saya (ROI) dan seberapa besar risiko yang saya ambil? Pertanyaan ini menjadi sangat penting, terutama mengingat banyak investor secara tidak sengaja terjebak dalam skema Ponzi yang berbeda-beda namun terus melanjutkan aktivitas berbahaya mereka.

Latar Belakang Skema Ponzi dan Cara Kerjanya

Skema Ponzi dinamai dari Charles Ponzi, penipu asal Italia yang pindah ke Amerika Utara dan menjadi terkenal karena sistem penipuan keuangannya. Pada awal 1920-an, skema satu orang ini mampu menipu ratusan investor naif dan berlangsung selama delapan bulan hingga satu tahun.

Sistem skema Ponzi secara esensial sederhana namun efektif. Menurut para ahli, ini adalah bentuk ilusi investasi yang strategi utamanya adalah membayar keuntungan kepada investor lama dengan dana dari investor baru. Masalahnya adalah, investor terbaru tidak pernah mendapatkan apa-apa.

Bagaimana ini bekerja secara praktis? Misalnya, penipu mengambil 1000 dolar dari investor pertama dan berjanji akan mengembalikannya dengan bunga 10% setelah 90 hari. 90 hari berlalu dengan cepat. Penipu menemukan dua investor baru dan mendapatkan masing-masing 1000 dolar dari mereka. Sekarang, dia membayar investor pertama 1100 dolar (modal awal + bunga 10%), menggunakan bagian dari dana 2000 dolar dari dua investor baru. Investor pertama puas dan menginvestasikan kembali.

Skema ini berlanjut: dana dari investor baru digunakan untuk membayar keuntungan yang dijanjikan kepada investor lama. Penipu melakukannya dengan meyakinkan korban baru dengan janji-janji indah. Tetapi untuk mempertahankan sistem, selalu diperlukan investor baru. Akhirnya, sumber dana habis—tidak cukup orang baru yang mau memberi uang—penipu tidak mampu membayar, dan skema berhenti atau pelaku tertangkap.

Struktur Skema Piramida dan Perbedaannya dengan Penipuan Sederhana

Skema piramida (juga disebut penipuan piramida) bekerja sedikit berbeda. Di sini, pemimpin perusahaan, misalnya “Alice”, bisa mendapatkan uang dengan berbagai cara: tidak hanya dari pendaftaran peserta baru, tetapi juga dari orang yang mereka rekrut.

Misalnya, penipu menawarkan Alice dan Bobi kesempatan membeli hak pemasaran perusahaan seharga 1000 dolar. Sekarang mereka memiliki hak untuk menjual hak tersebut dan mendapatkan komisi dari setiap anggota baru yang mereka rekrut. 1000 dolar dari penjualan ini dibagi dua: 500 dolar untuk Alice dan Bobi, dan 500 dolar untuk penipu.

Agar mereka mendapatkan keuntungan, mereka harus menjual setidaknya dua paket hak pemasaran lagi untuk mengembalikan investasi awal mereka. Ketentuan yang sama berlaku untuk orang yang mereka rekrut. Sistem ini membutuhkan rekrutmen terus-menerus—semakin banyak orang yang menginvestasikan uang mereka.

Dalam skema piramida, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar dari mereka tidak menawarkan produk atau layanan nyata. Mereka hidup dari uang yang diperoleh dari rekrutmen anggota baru. Skema piramida lain bisa menyamar sebagai jaringan pemasaran berjenjang (MLM – Multi-Level Marketing) yang sah. Dalam beberapa kasus, mereka memang menawarkan layanan, tetapi ini hanya untuk menutupi penipuan.

Perbandingan Skema Ponzi dan Skema Piramida: Persamaan dan Perbedaan Utama

Kedua sistem ini adalah bentuk penipuan keuangan yang menarik investor dengan janji keuntungan yang menyenangkan. Keduanya juga membutuhkan aliran dana dari investor baru agar tetap berjalan dan berkelanjutan. Biasanya, keduanya tidak menawarkan nilai nyata di pasar—tidak ada produk maupun layanan.

Namun, perbedaannya mendasar:

Dalam skema Ponzi, kegiatan ini disajikan sebagai layanan pengelolaan investasi. Peserta percaya bahwa keuntungan mereka berasal dari investasi yang sah. Faktanya, penipu hanya mencuri uang dari satu orang untuk membayar orang lain. Uang tidak berkembang atau berganda—hanya berpindah tangan.

Dalam skema piramida, uang diperoleh melalui jaringan pemasaran. Peserta harus merekrut anggota baru agar mendapatkan uang. Setiap peserta termotivasi untuk memperbesar jaringannya. Struktur ini mengharuskan setiap orang menginvestasikan uang mereka sebelum uang tersebut diteruskan ke atas organisasi.

Cara Investor Melindungi Diri

Jika sebuah peluang investasi terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu penipuan. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan setiap investor:

Pertama—bersikap skeptis. Investasi yang menjanjikan penghasilan cepat dan tinggi dengan risiko minimal selalu mencurigakan. Selain itu, jika sesuatu tampak rumit dan sulit dipahami, itu adalah tanda bahaya.

Kedua—hindari peluang yang tiba-tiba muncul dan mengundang partisipasi mendadak. Misalnya, undangan mendadak untuk bergabung dalam program investasi jangka panjang sering kali merupakan sinyal bahaya.

Ketiga—teliti penjual dan penyedia. Penasihat keuangan yang terpercaya, broker, dan perusahaan pialang terdaftar dan diawasi oleh otoritas terkait. Dokumentasi mereka harus tersedia secara publik.

Keempat—periksa data pendaftaran. Peluang investasi yang sah biasanya terdaftar secara resmi. Pertanyaan pertama yang harus diajukan adalah: “Bagaimana saya bisa memverifikasi data pendaftaran ini?” Jika tidak terdaftar, penyedia harus memberikan penjelasan yang jelas dan objektif.

Kelima—pastikan Anda memahami investasi tersebut. Jangan pernah menginvestasikan uang ke dalam sesuatu yang tidak Anda pahami sepenuhnya. Gunakan semua sumber daya yang tersedia dan berhati-hatilah, terutama jika peluangnya bersifat rahasia.

Keenam—laporkan. Jika investor menemukan skema Ponzi atau piramida, segera laporkan ke otoritas terkait. Ini membantu melindungi investor lain dari penipuan yang sama di masa depan.

Apakah Bitcoin Sendiri Adalah Skema Piramida?

Akhirnya, penjelasan penting: banyak yang mengklaim bahwa Bitcoin adalah skema piramida besar. Itu tidak benar. Bitcoin hanyalah uang—mata uang digital terdesentralisasi yang dilindungi oleh algoritma matematis dan mekanisme kriptografi, dan dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa.

Seperti uang fiat (uang yang beredar yang dikeluarkan oleh otoritas moneter), Bitcoin dapat digunakan dalam berbagai konteks—secara legal maupun ilegal. Uang ini bisa digunakan dalam skema Ponzi, dalam hibah, maupun dalam transaksi yang sah. Ini tidak berarti bahwa uang itu sendiri adalah penipuan. Bitcoin adalah teknologi dan alat—yang menentukan risiko nyata adalah bagaimana orang menggunakannya.

BTC-2,61%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)