Royal Australian Mint meluncurkan serangkaian koin perak peringatan untuk merayakan warisan Ratu Elizabeth II. Koin-koin tersebut, yang diperdagangkan dalam denominasi 5 dolar Australia dan 5 sen Australia, dengan cepat menjadi bahan diskusi di media sosial karena representasi potret dari monarki yang telah meninggal tersebut.
Inisiatif lembaga Australia ini memicu reaksi berbeda di kalangan komentator daring. Banyak pengguna internet mengaitkan gambar yang terukir di koin perak tersebut dengan karakter dari budaya pop, membandingkannya dengan tokoh utama film “Uma Babá Quase Perfeita” dan juga dengan karakter animasi Shrek. Menurut laporan dari Ming Pao, perbandingan ini memicu perdebatan tentang kualitas dan keakuratan potret yang digunakan pada koin peringatan tersebut.
Kontroversi seputar koin perak ini menunjukkan bagaimana representasi visual tokoh-tokoh bersejarah dapat menimbulkan interpretasi yang beragam dari masyarakat. Meski ada kritik yang bersifat lucu dan lelucon yang beredar di media sosial, koin perak tetap menjadi dokumen numismatik yang bernilai sejarah, menandai seratus tahun monarki yang memerintah selama lebih dari tujuh dekade di Inggris dan negara-negara Persemakmuran.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Australia Menghormati Ratu Elizabeth II dengan Koin Perak Perayaan
Royal Australian Mint meluncurkan serangkaian koin perak peringatan untuk merayakan warisan Ratu Elizabeth II. Koin-koin tersebut, yang diperdagangkan dalam denominasi 5 dolar Australia dan 5 sen Australia, dengan cepat menjadi bahan diskusi di media sosial karena representasi potret dari monarki yang telah meninggal tersebut.
Inisiatif lembaga Australia ini memicu reaksi berbeda di kalangan komentator daring. Banyak pengguna internet mengaitkan gambar yang terukir di koin perak tersebut dengan karakter dari budaya pop, membandingkannya dengan tokoh utama film “Uma Babá Quase Perfeita” dan juga dengan karakter animasi Shrek. Menurut laporan dari Ming Pao, perbandingan ini memicu perdebatan tentang kualitas dan keakuratan potret yang digunakan pada koin peringatan tersebut.
Kontroversi seputar koin perak ini menunjukkan bagaimana representasi visual tokoh-tokoh bersejarah dapat menimbulkan interpretasi yang beragam dari masyarakat. Meski ada kritik yang bersifat lucu dan lelucon yang beredar di media sosial, koin perak tetap menjadi dokumen numismatik yang bernilai sejarah, menandai seratus tahun monarki yang memerintah selama lebih dari tujuh dekade di Inggris dan negara-negara Persemakmuran.