Waktu yang dihabiskan untuk menegosiasikan mineral penting menjadi semakin berharga dalam menghadapi meningkatnya ketegangan geopolitik. Pada konferensi pers pada awal Februari, juru bicara Kementerian Luar Negeri China berbicara tentang proposal yang diajukan oleh beberapa menteri luar negeri di Washington. Proposal tersebut, menurut laporan dari Bloomberg dan Jin10, bertujuan untuk menciptakan kemitraan pada mineral kritis dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada Beijing.
Posisi China: Stabilitas dan Tanggung Jawab dalam Rantai Pasokan Global
Juru bicara Lin Jiang menekankan posisi China yang tidak berubah dalam menjaga stabilitas dan keamanan rantai pasokan mineral kritis global. Menurutnya, ini bukan kebijakan yang terfokus secara sempit, tetapi pendekatan yang bertanggung jawab yang memenuhi kepentingan semua peserta di pasar global. Lin Jiang menekankan bahwa setiap negara harus memberikan kontribusi konstruktif untuk memastikan keandalan dan transparansi segmen strategis ekonomi dunia ini.
Prinsip Perdagangan Adil dan Peran Setiap Negara
Berkenaan dengan memorandum bersama antara Eropa dan Amerika Serikat, China menekankan perlunya menghormati prinsip-prinsip ekonomi pasar dan norma-norma perdagangan internasional. Pendekatan seperti itu, menurut kepemimpinan Tiongkok, berkontribusi untuk memperkuat dialog antara semua pihak yang berkepentingan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri juga mencatat bahwa satu-satunya cara nyata menuju kemakmuran adalah dengan bersama-sama memastikan stabilitas dan fungsi rantai pasokan internasional yang andal, yang akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat global.
Pembangunan bersama sebagai dasar kesejahteraan bersama
Posisi Tiongkok mencerminkan pemahaman bahwa pada saat persaingan global untuk sumber daya penting, dialog dan kerja sama yang konstruktif tetap lebih disukai daripada pendekatan alternatif. Hanya melalui saling pengertian dan kepatuhan terhadap norma-norma internasional, semua negara akan dapat mencapai tujuan ekonomi mereka sambil menjamin stabilitas dan keadilan di pasar dunia.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Di era persaingan untuk sumber daya: China membela keadilan di pasar mineral kritis
Waktu yang dihabiskan untuk menegosiasikan mineral penting menjadi semakin berharga dalam menghadapi meningkatnya ketegangan geopolitik. Pada konferensi pers pada awal Februari, juru bicara Kementerian Luar Negeri China berbicara tentang proposal yang diajukan oleh beberapa menteri luar negeri di Washington. Proposal tersebut, menurut laporan dari Bloomberg dan Jin10, bertujuan untuk menciptakan kemitraan pada mineral kritis dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada Beijing.
Posisi China: Stabilitas dan Tanggung Jawab dalam Rantai Pasokan Global
Juru bicara Lin Jiang menekankan posisi China yang tidak berubah dalam menjaga stabilitas dan keamanan rantai pasokan mineral kritis global. Menurutnya, ini bukan kebijakan yang terfokus secara sempit, tetapi pendekatan yang bertanggung jawab yang memenuhi kepentingan semua peserta di pasar global. Lin Jiang menekankan bahwa setiap negara harus memberikan kontribusi konstruktif untuk memastikan keandalan dan transparansi segmen strategis ekonomi dunia ini.
Prinsip Perdagangan Adil dan Peran Setiap Negara
Berkenaan dengan memorandum bersama antara Eropa dan Amerika Serikat, China menekankan perlunya menghormati prinsip-prinsip ekonomi pasar dan norma-norma perdagangan internasional. Pendekatan seperti itu, menurut kepemimpinan Tiongkok, berkontribusi untuk memperkuat dialog antara semua pihak yang berkepentingan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri juga mencatat bahwa satu-satunya cara nyata menuju kemakmuran adalah dengan bersama-sama memastikan stabilitas dan fungsi rantai pasokan internasional yang andal, yang akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat global.
Pembangunan bersama sebagai dasar kesejahteraan bersama
Posisi Tiongkok mencerminkan pemahaman bahwa pada saat persaingan global untuk sumber daya penting, dialog dan kerja sama yang konstruktif tetap lebih disukai daripada pendekatan alternatif. Hanya melalui saling pengertian dan kepatuhan terhadap norma-norma internasional, semua negara akan dapat mencapai tujuan ekonomi mereka sambil menjamin stabilitas dan keadilan di pasar dunia.