Rumah berubah beberapa hari sebelumnya. Lentera merah tergantung di setiap sudut. Spanduk emas dengan kaligrafi yang dilukis dengan hati-hati oleh kakek saya secara manual. Aroma jeruk dan dupa memenuhi udara. 🏮
Kemudian datang Malam Tahun Baru.
🤵🏻👰🏻🧒🏻👩PERAYAAN
Tiga generasi di bawah satu atap. Dapur nenek saya menjadi simfoni – wajan mendesis, pisau memotong, tawa yang meluap seperti kaldu hot pot. Bibi-bibi berdebat tentang resep. Paman-paman pura-pura membantu sambil menyembunyikan gigitan. Sepupu-sepupu berlarian liar di antara kaki semua orang.
Meja berderit di bawah beban tradisi:
🥟 Bakso berbentuk seperti ingot perak kuno 🐟 Ikan utuh – untuk keberuntungan dari awal hingga akhir 🍜 Mie umur panjang yang tidak pernah putus 🍊 Jeruk mandarin emas yang ditumpuk tinggi untuk keberuntungan
🎇 MOMENT
Pada tengah malam, kami keluar. Langit meledak. Kembang api melukis kegelapan dengan warna-warni. Lengan ayah saya di bahu saya. Ibu saya merekam semuanya di ponselnya, menangis sedikit. Adik perempuan saya memegang kembang api kecil, menggambar hati di udara. 🎆
Kemudian amplop merah berganti tangan. Orang tua memberkati yang muda. Harapan yang diucapkan dengan setiap amplop. Nenek saya masih menyelipkan saya tambahan saat tidak ada yang melihat – seperti yang dia lakukan selama 30 tahun. 🧧
😁MALAM
Kami tetap sampai fajar. Bermain kartu. Bercerita. Mengingat mereka yang tidak lagi di meja. Berjanji untuk lebih sering menelepon. Membuat kenangan baru yang akan kami tertawakan tahun depan.
Ini adalah perayaanku. Seribu tahun tradisi yang dibungkus dalam satu malam. Akar dan sayapku, semuanya sekaligus. Selamat Tahun Kuda, semuanya. Semoga tahun 2026 kalian menjadi legendaris. 🐴❤️
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#CelebratingNewYearOnGateSquare
🥂✨ TAHUN BARU, BERKAH BARU! ✨🥂
Rumah berubah beberapa hari sebelumnya. Lentera merah tergantung di setiap sudut. Spanduk emas dengan kaligrafi yang dilukis dengan hati-hati oleh kakek saya secara manual. Aroma jeruk dan dupa memenuhi udara. 🏮
Kemudian datang Malam Tahun Baru.
🤵🏻👰🏻🧒🏻👩PERAYAAN
Tiga generasi di bawah satu atap. Dapur nenek saya menjadi simfoni – wajan mendesis, pisau memotong, tawa yang meluap seperti kaldu hot pot. Bibi-bibi berdebat tentang resep. Paman-paman pura-pura membantu sambil menyembunyikan gigitan. Sepupu-sepupu berlarian liar di antara kaki semua orang.
Meja berderit di bawah beban tradisi:
🥟 Bakso berbentuk seperti ingot perak kuno
🐟 Ikan utuh – untuk keberuntungan dari awal hingga akhir
🍜 Mie umur panjang yang tidak pernah putus
🍊 Jeruk mandarin emas yang ditumpuk tinggi untuk keberuntungan
🎇 MOMENT
Pada tengah malam, kami keluar. Langit meledak. Kembang api melukis kegelapan dengan warna-warni. Lengan ayah saya di bahu saya. Ibu saya merekam semuanya di ponselnya, menangis sedikit. Adik perempuan saya memegang kembang api kecil, menggambar hati di udara. 🎆
Kemudian amplop merah berganti tangan. Orang tua memberkati yang muda. Harapan yang diucapkan dengan setiap amplop. Nenek saya masih menyelipkan saya tambahan saat tidak ada yang melihat – seperti yang dia lakukan selama 30 tahun. 🧧
😁MALAM
Kami tetap sampai fajar. Bermain kartu. Bercerita. Mengingat mereka yang tidak lagi di meja. Berjanji untuk lebih sering menelepon. Membuat kenangan baru yang akan kami tertawakan tahun depan.
Ini adalah perayaanku. Seribu tahun tradisi yang dibungkus dalam satu malam. Akar dan sayapku, semuanya sekaligus.
Selamat Tahun Kuda, semuanya. Semoga tahun 2026 kalian menjadi legendaris. 🐴❤️