Seorang kolumnis dari surat kabar Financial Times telah mengeluarkan prediksi tentang masa depan Bitcoin yang memicu perdebatan di komunitas cryptocurrency. Menurut laporan dari NS3.AI, ahli tersebut berpendapat bahwa Bitcoin saat ini sangat overvalued dan pada akhirnya akan mengalami penurunan drastis, bahkan mencapai nol dalam analisis yang paling pesimis.
Tesis pesimis: Bitcoin akhirnya runtuh
Argumen utama dari analis tersebut berfokus pada overvaluasi aset digital. Meskipun menyebutkan harga sekitar $70.000 sebagai acuan overvaluasi, Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar $67,93K menurut data tanggal 22 Februari 2026. Pandangan bearish semacam ini telah memicu perdebatan yang cukup besar di media sosial dan forum-forum khusus, menunjukkan berbagai interpretasi tentang masa depan pasar kripto.
Komunitas kripto menafsirkan negativitas sebagai sinyal bullish
Secara paradoks, komunitas cryptocurrency menerima prediksi ini sebagai indikator positif. Pengguna dan influencer industri menyatakan kepercayaan terhadap kemampuan Bitcoin untuk bertahan dari narasi media negatif tersebut. Dinamika ini, di mana prediksi bearish diartikan sebagai peluang membeli, mencerminkan kedewasaan pasar dalam menghadapi kritik eksternal.
Ketahanan pasar terhadap prediksi penurunan
Yang menarik dari fenomena ini bukanlah prediksinya sendiri, melainkan bagaimana akhirnya tesis pesimis ini justru memperkuat argumen untuk membeli di kalangan investor kripto. Bitcoin secara historis telah membuktikan bahwa ia mampu mengatasi adversitas media dan narasi penurunan. Kepercayaan saat ini terhadap aset tersebut menunjukkan bahwa prediksi ini, jauh dari menakut-nakuti pasar, justru memperkuat narasi bullish di dalam komunitas.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Analis dari Financial Times memprediksi bahwa Bitcoin akhirnya akan jatuh: komunitas kripto melihat peluang
Seorang kolumnis dari surat kabar Financial Times telah mengeluarkan prediksi tentang masa depan Bitcoin yang memicu perdebatan di komunitas cryptocurrency. Menurut laporan dari NS3.AI, ahli tersebut berpendapat bahwa Bitcoin saat ini sangat overvalued dan pada akhirnya akan mengalami penurunan drastis, bahkan mencapai nol dalam analisis yang paling pesimis.
Tesis pesimis: Bitcoin akhirnya runtuh
Argumen utama dari analis tersebut berfokus pada overvaluasi aset digital. Meskipun menyebutkan harga sekitar $70.000 sebagai acuan overvaluasi, Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar $67,93K menurut data tanggal 22 Februari 2026. Pandangan bearish semacam ini telah memicu perdebatan yang cukup besar di media sosial dan forum-forum khusus, menunjukkan berbagai interpretasi tentang masa depan pasar kripto.
Komunitas kripto menafsirkan negativitas sebagai sinyal bullish
Secara paradoks, komunitas cryptocurrency menerima prediksi ini sebagai indikator positif. Pengguna dan influencer industri menyatakan kepercayaan terhadap kemampuan Bitcoin untuk bertahan dari narasi media negatif tersebut. Dinamika ini, di mana prediksi bearish diartikan sebagai peluang membeli, mencerminkan kedewasaan pasar dalam menghadapi kritik eksternal.
Ketahanan pasar terhadap prediksi penurunan
Yang menarik dari fenomena ini bukanlah prediksinya sendiri, melainkan bagaimana akhirnya tesis pesimis ini justru memperkuat argumen untuk membeli di kalangan investor kripto. Bitcoin secara historis telah membuktikan bahwa ia mampu mengatasi adversitas media dan narasi penurunan. Kepercayaan saat ini terhadap aset tersebut menunjukkan bahwa prediksi ini, jauh dari menakut-nakuti pasar, justru memperkuat narasi bullish di dalam komunitas.