Badan Laut dan Atmosfer Nasional (NOAA) minggu lalu mengeluarkan peringatan penting terkait flare matahari yang kuat. Flare matahari yang terjadi pada 4 Februari tersebut memberikan dampak besar bagi Bumi dan menunjukkan perubahan signifikan dalam aktivitas magnetosfer. Fenomena ini bukan sekadar topik astronomi, melainkan harus dipandang sebagai tantangan nyata yang mempengaruhi sistem komunikasi di darat dan infrastruktur teknologi.
Terjadinya flare matahari kuat level X4.2
Menurut laporan Jin10, flare matahari yang diamati pada 4 Februari diklasifikasikan sebagai level X4.2. Dalam sistem klasifikasi flare matahari, huruf “X” menunjukkan tingkat kekuatan tertinggi, dan angka berikutnya menunjukkan intensitas energi. Flare dengan level ini sangat jarang terjadi dan melepaskan energi dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Setelah flare terjadi, pelepasan dan penyerapan energi biasanya memakan waktu dari beberapa menit hingga beberapa jam.
Aktivitas magnetosfer mencapai level G1
Berdasarkan pengamatan NOAA, aktivitas magnetosfer pada 5 Februari mencapai level G1 (gangguan ringan). Tingkat gangguan magnetosfer diklasifikasikan dalam beberapa level, dan G1 termasuk kategori yang relatif ringan. Meski demikian, dampak dari gangguan magnetosfer ini tidak dapat diabaikan di wilayah siang hari di Bumi. Terutama, komunikasi radio frekuensi tinggi menghadapi risiko penurunan kualitas dan gangguan yang signifikan. Industri penerbangan, hobi radio amatir, serta berbagai sektor yang menggunakan sistem komunikasi satelit berpotensi mengalami dampak.
Prediksi dan kesiapsiagaan terhadap gangguan magnetosfer mendatang
Prediksi NOAA menunjukkan bahwa pada 6 dan 8 Februari kemungkinan akan terjadi gangguan magnetosfer level G1 yang serupa. Dengan terus berlanjutnya pelepasan energi dari matahari, diperkirakan aktivitas magnetosfer akan terus berfluktuasi selama beberapa hari ke depan. Berdasarkan prediksi ini, lembaga terkait meningkatkan pengawasan sistem komunikasi dan menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan komunikasi. Interaksi antara aktivitas matahari dan magnetosfer semakin diakui sebagai faktor risiko penting terhadap infrastruktur teknologi masyarakat modern.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Badai geomagnetik yang disebabkan oleh semburan matahari, NOAA memberikan peringatan
Badan Laut dan Atmosfer Nasional (NOAA) minggu lalu mengeluarkan peringatan penting terkait flare matahari yang kuat. Flare matahari yang terjadi pada 4 Februari tersebut memberikan dampak besar bagi Bumi dan menunjukkan perubahan signifikan dalam aktivitas magnetosfer. Fenomena ini bukan sekadar topik astronomi, melainkan harus dipandang sebagai tantangan nyata yang mempengaruhi sistem komunikasi di darat dan infrastruktur teknologi.
Terjadinya flare matahari kuat level X4.2
Menurut laporan Jin10, flare matahari yang diamati pada 4 Februari diklasifikasikan sebagai level X4.2. Dalam sistem klasifikasi flare matahari, huruf “X” menunjukkan tingkat kekuatan tertinggi, dan angka berikutnya menunjukkan intensitas energi. Flare dengan level ini sangat jarang terjadi dan melepaskan energi dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Setelah flare terjadi, pelepasan dan penyerapan energi biasanya memakan waktu dari beberapa menit hingga beberapa jam.
Aktivitas magnetosfer mencapai level G1
Berdasarkan pengamatan NOAA, aktivitas magnetosfer pada 5 Februari mencapai level G1 (gangguan ringan). Tingkat gangguan magnetosfer diklasifikasikan dalam beberapa level, dan G1 termasuk kategori yang relatif ringan. Meski demikian, dampak dari gangguan magnetosfer ini tidak dapat diabaikan di wilayah siang hari di Bumi. Terutama, komunikasi radio frekuensi tinggi menghadapi risiko penurunan kualitas dan gangguan yang signifikan. Industri penerbangan, hobi radio amatir, serta berbagai sektor yang menggunakan sistem komunikasi satelit berpotensi mengalami dampak.
Prediksi dan kesiapsiagaan terhadap gangguan magnetosfer mendatang
Prediksi NOAA menunjukkan bahwa pada 6 dan 8 Februari kemungkinan akan terjadi gangguan magnetosfer level G1 yang serupa. Dengan terus berlanjutnya pelepasan energi dari matahari, diperkirakan aktivitas magnetosfer akan terus berfluktuasi selama beberapa hari ke depan. Berdasarkan prediksi ini, lembaga terkait meningkatkan pengawasan sistem komunikasi dan menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan komunikasi. Interaksi antara aktivitas matahari dan magnetosfer semakin diakui sebagai faktor risiko penting terhadap infrastruktur teknologi masyarakat modern.