Jaksa Korea Selatan secara aktif menantang keputusan pembebasan sebagian dari pengadilan tingkat bawah dalam kasus yang menandai penuntutan pertama berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Pengguna Aset Virtual negara tersebut. Kasus ini berfokus pada tuduhan bahwa terdakwa secara ilegal memperoleh keuntungan sebesar 5,1 juta dolar melalui taktik manipulasi pasar yang melanggar hukum, termasuk volume perdagangan yang dibesar-besarkan dan transaksi palsu yang dirancang untuk secara artifisial meningkatkan harga aset.
Inti Tantangan Hukum
Menurut NS3.AI, jaksa berpendapat bahwa pengadilan tingkat bawah secara mendasar salah menafsirkan kerangka hukum maupun bukti faktual yang diajukan. Terdakwa dituduh menggunakan teknik wash trading dan manipulasi volume perdagangan untuk menipu peserta pasar dan secara artifisial meningkatkan nilai cryptocurrency. Alih-alih menerima pembebasan sebagian, otoritas hukum sedang mengejar penilaian ulang penuh terhadap kasus ini.
Mengapa Kasus Ini Penting
Penuntutan ini merupakan ujian penting bagi kerangka regulasi kripto yang sedang berkembang di Korea Selatan. Sebagai penerapan pertama dari Undang-Undang Perlindungan Pengguna Aset Virtual, hasilnya akan menetapkan preseden penting tentang bagaimana kasus manipulasi di masa depan akan dituntut dan diputuskan. Banding dari otoritas menunjukkan komitmen mereka untuk menegakkan standar ketat terhadap manipulasi pasar di ruang aset digital.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Otoritas Korea Selatan Menantang Pembebasan dalam Kasus Manipulasi Cryptocurrency Bersejarah
Jaksa Korea Selatan secara aktif menantang keputusan pembebasan sebagian dari pengadilan tingkat bawah dalam kasus yang menandai penuntutan pertama berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Pengguna Aset Virtual negara tersebut. Kasus ini berfokus pada tuduhan bahwa terdakwa secara ilegal memperoleh keuntungan sebesar 5,1 juta dolar melalui taktik manipulasi pasar yang melanggar hukum, termasuk volume perdagangan yang dibesar-besarkan dan transaksi palsu yang dirancang untuk secara artifisial meningkatkan harga aset.
Inti Tantangan Hukum
Menurut NS3.AI, jaksa berpendapat bahwa pengadilan tingkat bawah secara mendasar salah menafsirkan kerangka hukum maupun bukti faktual yang diajukan. Terdakwa dituduh menggunakan teknik wash trading dan manipulasi volume perdagangan untuk menipu peserta pasar dan secara artifisial meningkatkan nilai cryptocurrency. Alih-alih menerima pembebasan sebagian, otoritas hukum sedang mengejar penilaian ulang penuh terhadap kasus ini.
Mengapa Kasus Ini Penting
Penuntutan ini merupakan ujian penting bagi kerangka regulasi kripto yang sedang berkembang di Korea Selatan. Sebagai penerapan pertama dari Undang-Undang Perlindungan Pengguna Aset Virtual, hasilnya akan menetapkan preseden penting tentang bagaimana kasus manipulasi di masa depan akan dituntut dan diputuskan. Banding dari otoritas menunjukkan komitmen mereka untuk menegakkan standar ketat terhadap manipulasi pasar di ruang aset digital.