Perintah Trailing Stop: Perlindungan Dinamis untuk Perdagangan Spot dan Margin

Saat bertransaksi di lingkungan Spot atau dengan leverage, banyak trader menghadapi dilema: bagaimana melindungi keuntungan tanpa sepenuhnya meninggalkan posisi yang menjanjikan? Jawabannya terletak pada alat canggih yang disebut Trailing Stop, yang bekerja secara cerdas dan otomatis untuk mengoptimalkan strategi keluar Anda. Berbeda dari order stop tetap, trailing stop mengikuti pergerakan harga yang menguntungkan dan menyesuaikan secara dinamis, mengaktifkan order hanya saat pasar berbalik arah.

Apa itu Trailing Stop dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Trailing stop adalah order dinamis yang terus-menerus mengikuti harga terbaik yang dicapai sejak diaktifkan dan secara otomatis menyesuaikan level pemicunya. Berfungsi dalam dua skenario utama: dalam pembelian, ia menggeser posisi ke atas jika harga turun, dan dalam penjualan, ia menggeser posisi ke bawah jika harga naik. Mekanismanya sederhana, tetapi kuat: setelah harga mencapai titik maksimum (atau minimum) dan kemudian berbalik sebesar jumlah tertentu yang Anda tetapkan, order pasar akan dieksekusi secara langsung.

Keunggulan utamanya adalah Anda tidak perlu memantau grafik secara konstan. Trailing stop bekerja untuk Anda 24 jam, menangkap keuntungan saat pasar bergerak menguntungkan dan memungkinkan laba berkembang selama tren tetap menguntungkan. Fleksibilitas ini sangat berguna di pasar yang volatil, di mana harga dapat berbalik dengan cepat.

Dua Cara Mengatur Trailing Stop Anda

Ada dua metodologi utama untuk menetapkan trigger trailing stop. Keduanya sama efektif; pilihan tergantung preferensi pribadi dan strategi trading Anda.

Berdasarkan Jarak Absolut Harga

Pendekatan pertama adalah menetapkan trailing stop berdasarkan jarak tetap dalam USDT (atau mata uang dasar lainnya). Dalam hal ini, Anda menentukan nilai dalam dolar atau aset lain. Jika harga maksimum yang tercapai adalah 50.000 USDT dan Anda menetapkan jarak retraksi sebesar 1.000 USDT, trailing stop akan aktif di 49.000 USDT. Metodologi ini lebih intuitif bagi trader yang berpikir dalam hal jumlah risiko atau keuntungan absolut.

Berdasarkan Persentase dari Harga Terbaik

Pendekatan kedua menggunakan persentase dari harga terbaik yang tercatat. Trailing stop yang dikonfigurasi di 10% akan mengikuti harga saat naik atau turun, dan hanya akan aktif saat harga turun (atau naik) sebesar persentase tertentu dari puncaknya. Pendekatan ini lebih fleksibel terhadap berbagai level harga dan sering dipilih oleh trader profesional karena mempertahankan proporsionalitas dengan pergerakan pasar.

Contoh Praktis: Bagaimana Trailing Stop Bekerja

Untuk memahami cara kerjanya secara praktis, mari kita tinjau dua contoh berbeda yang menggambarkan kedua metode tersebut.

Contoh 1: Pembelian dengan Trailing Stop Berdasarkan Jarak

Bayangkan seorang trader menempatkan order beli BTC/USDT dengan trailing stop yang diatur pada retraksi 1.000 USDT. Harga saat ini adalah 50.000 USDT.

Beberapa skenario yang mungkin terjadi:

Skenario A: Jika harga naik dari 50.000 USDT dan terus meningkat, trailing stop akan menyesuaikan ke atas. Ketika mencapai 51.000 USDT tanpa berbalik, order beli pasar akan dieksekusi di level tersebut.

Skenario B: Jika harga turun ke 48.000 USDT, trailing stop secara otomatis akan menggeser ke 49.000 USDT (minimum baru + 1.000 USDT). Order hanya akan dieksekusi jika harga kembali ke level tersebut dan melewati retraksi yang ditetapkan.

Skenario C: Jika kemudian harga turun ke 47.000 USDT, trailing stop tetap di 49.000 USDT dan tidak mengikuti ke bawah. Sistem “mengunci” di level terakhir sampai trigger terjadi atau dibatalkan secara manual.

Skenario D: Jika Anda menetapkan harga aktivasi awal (opsional), trailing stop akan tetap tidak aktif sampai harga tersebut tercapai. Setelah itu, akan mulai mengikuti harga terakhir yang diperdagangkan.

Contoh 2: Penjualan dengan Trailing Stop Berdasarkan Persentase

Sekarang, bayangkan seorang trader menempatkan order jual ETH/USDT dengan retraksi 10%. Harga saat ini adalah 4.000 USDT.

Skenario kerjanya meliputi:

Skenario A: Jika harga terus naik dan tidak pernah turun di bawah 4.000 USDT, trailing stop akan aktif di 3.600 USDT (4.000 x 90%).

Skenario B: Jika harga naik ke 4.100 USDT, trailing stop otomatis naik ke 3.690 USDT [4.100 x (1 - 10%)]. Sistem mengikuti harga tertinggi yang tercapai.

Skenario C: Jika kemudian harga turun ke 3.700 USDT, trailing stop tetap di 3.690 USDT. Tidak turun mengikuti harga, hanya akan dieksekusi saat trigger tercapai.

Skenario D: Order akan aktif jika terjadi retraksi 10% dari puncak tertinggi (4.100 USDT), yaitu saat harga mencapai level trigger yang telah dikonfigurasi.

Rumus Trigger Trailing Stop

Memahami rumus matematis yang mengatur trailing stop membantu dalam merancang strategi yang lebih akurat.

Untuk Order Beli:

  • Harga terendah yang tercatat + Jarak Retraksi (metode jarak)
  • Harga terendah yang tercatat × (1 + Persentase Retraksi) (metode persentase)

Untuk Order Jual:

  • Harga tertinggi yang tercatat - Jarak Retraksi (metode jarak)
  • Harga tertinggi yang tercatat × (1 - Persentase Retraksi) (metode persentase)

Rumus ini memastikan trailing stop selalu mempertahankan proporsi atau jarak yang diinginkan terhadap harga terbaik yang tercapai.

Langkah-langkah Mengaktifkan Trailing Stop dalam Trading Spot

Mengimplementasikan trailing stop di platform trading Anda adalah proses yang mudah dan dapat diakses bahkan oleh trader pemula.

Langkah 1: Buka Antarmuka Trading
Arahkan ke bagian trading Spot di platform Anda dan cari opsi jenis order yang tersedia. Cari fitur “Trailing Stop Order” atau “Order Trailing Stop” di menu jenis order.

Langkah 2: Pilih Metode Retraksi
Putuskan antara mengatur trailing stop berdasarkan jarak absolut (nilai tetap dalam USDT) atau persentase (persentase dari harga terbaik). Kedua metode tersedia; pilih yang sesuai strategi Anda.

Langkah 3: Tentukan Nilai atau Jumlah
Masukkan jumlah retraksi dalam USDT (atau mata uang dasar lainnya) atau persentase yang diinginkan. Juga tentukan jumlah koin yang ingin dibeli atau dijual.

Langkah 4: Atur Harga Aktivasi (Opsional)
Jika ingin trailing stop mulai bekerja setelah harga mencapai level tertentu, tetapkan harga aktivasi tersebut. Jika ingin langsung aktif, biarkan kosong atau nonaktifkan opsi ini.

Langkah 5: Konfirmasi Order
Periksa semua detail order Anda dan klik tombol Beli atau Jual. Order trailing stop Anda kini aktif dan akan mengikuti pasar.

Langkah 6: Pantau dan Kelola Order
Akses bagian Order Terbuka dan pilih Trailing Stop untuk melihat semua order aktif Anda. Jika perlu mengubah parameter, klik ikon edit (pensil). Untuk membatalkan, cukup klik tombol Batalkan.

Penerapan di Berbagai Jenis Trading

Perlu dicatat bahwa fleksibilitas trailing stop berbeda tergantung jenis trading yang Anda lakukan. Dalam trading Spot dan Spot Margin, trailing stop dapat digunakan untuk order beli maupun jual, memberikan perlindungan dua arah. Sedangkan dalam trading Perpetual dan Futures, trailing stop berfungsi terutama sebagai strategi penutupan posisi terbuka, berfungsi sebagai stop-loss canggih.

Trailing stop merupakan evolusi penting dalam alat pengelolaan risiko bagi trader modern. Dengan mengotomatisasi perlindungan keuntungan dan pembatasan kerugian, Anda dapat trading dengan lebih percaya diri dan efisien, terlepas dari volatilitas pasar.

BTC-1,08%
ETH-1,55%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)