Laporan Observasi Ekonomi: Beyond Meat (BYND.US) baru-baru ini menghadapi tekanan pada kinerja keuangannya dan telah menyelesaikan pengunduran diri dari seluruh operasi di China, sekaligus mencoba mengembangkan bisnis melalui produk baru sebagai bagian dari transformasi.
Kondisi Kinerja Operasional
Laporan keuangan kuartal ketiga tahun 2025 dari Beyond Meat menunjukkan bahwa pendapatan kumulatif selama sembilan bulan pertama menurun sebesar 14,37% menjadi 214 juta dolar AS, dengan kerugian bersih membesar menjadi 193 juta dolar AS. Pendapatan kuartal ketiga sendiri mencapai 70,218 juta dolar AS, dengan kerugian bersih sebesar 111 juta dolar AS, terutama disebabkan oleh penurunan volume penjualan dan penurunan harga. Data ini mencerminkan tekanan berkelanjutan terhadap pendapatan perusahaan.
Perkembangan Bisnis
Pada Februari 2025, perusahaan mengumumkan penghentian operasi di China, melakukan PHK sebanyak 95% dan menutup pabrik di Jiaxing; pada November tahun yang sama, toko resmi di Tmall dan saluran e-commerce lainnya dihentikan, secara resmi menyelesaikan keluar dari pasar China. Saat ini, produk hanya dijual melalui distributor dengan stok yang ada. Penyesuaian ini merupakan langkah penting dalam pengurangan skala strategi global perusahaan.
Pergerakan Saham Terbaru
Pada 8 Januari 2026, harga saham Beyond Meat mengalami pergerakan aneh, naik 5,71% dalam satu hari menjadi 0,987 dolar AS per saham, dengan volume perdagangan 24,582 juta saham. Fluktuasi harga ini mungkin terkait dengan sentimen pasar terhadap kemajuan transformasi perusahaan dalam jangka pendek.
Kemajuan Strategi
Pada Januari 2026, Beyond Meat meluncurkan produk minuman protein baru bernama “Beyond Immerse”, berusaha menembus batasan daging nabati dan memperluas solusi protein inovatif. CEO Ethan Brown menyatakan bahwa targetnya adalah mencapai laba inti positif pada akhir 2026, melalui pengurangan biaya dan diversifikasi produk untuk mendorong pertumbuhan.
Pandangan Institusi
Hingga Januari 2026, mayoritas lembaga keuangan memberikan rekomendasi jual (misalnya 57% institusi bersikap bearish), mencerminkan sikap hati-hati pasar terhadap fundamental perusahaan. Ke depan, perlu memperhatikan efektivitas langkah-langkah transformasi dan data keuangan kuartalan.
Isi di atas disusun berdasarkan data publik dan tidak merupakan saran investasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Keterlibatan Daging Berbeda Mengalami Kerugian yang Lebih Besar di Kuartal Ketiga 2025, Bisnis di Tiongkok Secara Menyeluruh Mengundurkan Diri
Laporan Observasi Ekonomi: Beyond Meat (BYND.US) baru-baru ini menghadapi tekanan pada kinerja keuangannya dan telah menyelesaikan pengunduran diri dari seluruh operasi di China, sekaligus mencoba mengembangkan bisnis melalui produk baru sebagai bagian dari transformasi.
Kondisi Kinerja Operasional
Laporan keuangan kuartal ketiga tahun 2025 dari Beyond Meat menunjukkan bahwa pendapatan kumulatif selama sembilan bulan pertama menurun sebesar 14,37% menjadi 214 juta dolar AS, dengan kerugian bersih membesar menjadi 193 juta dolar AS. Pendapatan kuartal ketiga sendiri mencapai 70,218 juta dolar AS, dengan kerugian bersih sebesar 111 juta dolar AS, terutama disebabkan oleh penurunan volume penjualan dan penurunan harga. Data ini mencerminkan tekanan berkelanjutan terhadap pendapatan perusahaan.
Perkembangan Bisnis
Pada Februari 2025, perusahaan mengumumkan penghentian operasi di China, melakukan PHK sebanyak 95% dan menutup pabrik di Jiaxing; pada November tahun yang sama, toko resmi di Tmall dan saluran e-commerce lainnya dihentikan, secara resmi menyelesaikan keluar dari pasar China. Saat ini, produk hanya dijual melalui distributor dengan stok yang ada. Penyesuaian ini merupakan langkah penting dalam pengurangan skala strategi global perusahaan.
Pergerakan Saham Terbaru
Pada 8 Januari 2026, harga saham Beyond Meat mengalami pergerakan aneh, naik 5,71% dalam satu hari menjadi 0,987 dolar AS per saham, dengan volume perdagangan 24,582 juta saham. Fluktuasi harga ini mungkin terkait dengan sentimen pasar terhadap kemajuan transformasi perusahaan dalam jangka pendek.
Kemajuan Strategi
Pada Januari 2026, Beyond Meat meluncurkan produk minuman protein baru bernama “Beyond Immerse”, berusaha menembus batasan daging nabati dan memperluas solusi protein inovatif. CEO Ethan Brown menyatakan bahwa targetnya adalah mencapai laba inti positif pada akhir 2026, melalui pengurangan biaya dan diversifikasi produk untuk mendorong pertumbuhan.
Pandangan Institusi
Hingga Januari 2026, mayoritas lembaga keuangan memberikan rekomendasi jual (misalnya 57% institusi bersikap bearish), mencerminkan sikap hati-hati pasar terhadap fundamental perusahaan. Ke depan, perlu memperhatikan efektivitas langkah-langkah transformasi dan data keuangan kuartalan.
Isi di atas disusun berdasarkan data publik dan tidak merupakan saran investasi.