Posisi Long dan Short: apa itu dan bagaimana cara memperdagangkannya di pasar spot

Apa itu posisi long dan short? Kedua pendekatan ini merupakan prinsip utama dalam perdagangan margin yang memungkinkan trader mendapatkan keuntungan baik saat harga aset naik maupun turun. Memahami perbedaan antara strategi ini sangat penting untuk keberhasilan dalam menggunakan leverage di pasar spot.

Memahami Konsep Dasar: Long versus Short

Posisi long — adalah strategi di mana trader mengharapkan harga akan naik di masa depan. Jika harga bergerak naik, investor dapat membeli aset dengan harga lebih rendah dan menjualnya saat harga meningkat, mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual. Sistem perdagangan margin memungkinkan meminjam dana tambahan (misalnya USDT) untuk meningkatkan volume posisi, lalu mengembalikan dana pinjaman beserta bunga setelah meraih keuntungan.

Posisi short — adalah pendekatan yang berlawanan. Trader membuka posisi short jika memperkirakan harga aset akan turun. Jika prediksi benar dan harga memang turun, trader dapat memperoleh keuntungan dengan menjual aset pada harga tinggi dan membelinya kembali dengan harga lebih rendah. Dalam hal ini, sistem meminjam sejumlah koin (misalnya BTC), yang kemudian harus dikembalikan dengan bunga.

Perbedaan utama terletak pada arah ekspektasi: long mengarah ke kenaikan harga, short ke penurunan. Keduanya menggunakan leverage untuk meningkatkan potensi keuntungan.

Contoh Praktis: Membuka Posisi Long

Bayangkan seorang trader (kita sebut dia Alexei) yakin harga Bitcoin akan naik. Berikut parameter trading-nya:

Kondisi awal:

  • Pasangan trading: BTC/USDT
  • Harga BTC saat ini: 50.000 USDT (contoh)
  • Leverage yang diinginkan: 5x
  • Saldo sendiri: 10.000 USDT

Alexei memutuskan membuka posisi long 1 BTC. Dengan leverage 5x, modal sendiri 10.000 USDT sudah cukup. Saat memasang order, sistem secara otomatis meminjam 40.000 USDT untuk menyelesaikan pembelian 1 BTC dengan harga penuh 50.000 USDT.

Perkembangan skenario:

Dua hari kemudian, harga Bitcoin naik menjadi 52.000 USDT. Alexei memutuskan menutup posisi: dia menjual 1 BTC seharga 52.000 USDT dan mengembalikan pinjaman 40.000 USDT plus bunga.

Perhitungan keuntungan: Keuntungan kotor = (52.000 − 50.000) × 1 = 2.000 USDT

Contoh ini menunjukkan bagaimana posisi long memungkinkan mendapatkan keuntungan saat harga naik, dengan leverage meningkatkan potensi laba.

Contoh Praktis: Membuka Posisi Short

Sekarang, kita lihat skenario berlawanan. Trader (Boris) memperkirakan harga Bitcoin akan turun dan memutuskan membuka posisi short. Parameternya:

Kondisi awal:

  • Pasangan trading: BTC/USDT
  • Harga BTC saat ini: 50.000 USDT
  • Leverage yang diinginkan: 5x
  • Saldo sendiri: 10.000 USDT

Boris berencana menjual 0,8 BTC. Dengan leverage 5x, modalnya cukup untuk melakukan ini. Saat memasang order, sistem meminjam 0,8 BTC dan membuka posisi short pada harga 50.000 USDT. Di akun spot Boris muncul 40.000 USDT (0,8 × 50.000).

Perkembangan skenario:

Dua hari kemudian, harga Bitcoin turun ke 48.000 USDT, sesuai prediksi Boris. Dia membeli kembali 0,8 BTC dengan harga lebih rendah (0,8 × 48.000 = 38.400 USDT) dan mengembalikan pinjaman.

Perhitungan keuntungan: Keuntungan kotor = 50.000 − 38.400 − 10.000 = 1.600 USDT

Dalam contoh ini, posisi short memungkinkan memperoleh keuntungan dari penurunan harga. Koin yang dipinjam dikembalikan ke platform, dan selisih harga jual dan beli menjadi laba.

Faktor Kunci untuk Perdagangan Leverage yang Sukses

Saat menggunakan strategi long dan short, penting untuk mengingat beberapa poin kritis. Contoh di atas tidak memperhitungkan biaya transaksi dan bunga pinjaman, yang dapat mengurangi total keuntungan. Semakin lama posisi terbuka, semakin besar bunga yang dikenakan.

Leverage adalah alat dua arah. Ia meningkatkan potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian. Prediksi yang salah tentang arah harga dapat menyebabkan kerugian melebihi modal awal.

Perdagangan margin membutuhkan pemantauan aktif posisi dan pemahaman mekanisme long dan short. Trader yang sukses menggunakan alat manajemen risiko seperti stop-loss order untuk membatasi kerugian potensial.

Seperti yang terlihat dari contoh di atas, posisi long diarahkan untuk keuntungan saat harga naik, sementara posisi short memungkinkan keuntungan saat harga turun. Pilihan antara keduanya bergantung pada analisis pasar dan prediksi arah pergerakan harga aset.

BTC-0,3%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)