Dalam perdagangan leverage, posisi long dan short adalah dua arah perdagangan yang berlawanan. Memahami arti posisi long adalah dasar dari melakukan trading. Secara sederhana, posisi long berarti memperkirakan harga token akan naik, sehingga membeli di harga rendah dan berharap menjual di harga tinggi untuk mendapatkan selisihnya. Melalui alat leverage, Anda dapat mengendalikan volume perdagangan yang lebih besar dengan modal kecil, sehingga memperbesar potensi keuntungan.
Apa itu posisi long? Arah perdagangan untuk mendapatkan selisih harga
Inti dari posisi long adalah bullish. Ketika Anda membuka posisi long pada pasangan trading tertentu, Anda percaya bahwa harganya akan naik. Dalam trading leverage, Anda dapat meminjam USDT untuk membeli lebih banyak token, sehingga meskipun modal awal hanya 10.000 USDT, dengan leverage 5x Anda bisa meminjam 40.000 USDT, sehingga total mengendalikan perdagangan sebesar 50.000 USDT.
Logika ini sangat sederhana:
Membeli di harga rendah (membuka posisi)
Menunggu harga naik
Menjual di harga tinggi (menutup posisi)
Selisih penjualan dikurangi modal pinjaman dan bunga, sisanya adalah keuntungan Anda
Keuntungan dari posisi long adalah dapat menyiapkan posisi terlebih dahulu pada aset yang diperkirakan akan naik. Jika Anda yakin dengan prospek BTC di masa depan, Anda tidak perlu memiliki seluruh 1 BTC secara langsung, cukup melalui leverage untuk berpartisipasi dalam volume trading yang lebih besar.
Contoh praktik: Posisi long BTC dengan leverage 5x
Misalnya, investor memperkirakan harga BTC akan naik. Pengaturan parameter trading sebagai berikut:
Pasangan trading: BTC/USDT
Harga saat ini: 50.000 USDT per BTC
Leverage: 5x
Saldo tersedia di akun spot: 10.000 USDT
Setelah mengajukan order long, sistem otomatis meminjam 40.000 USDT, digabungkan dengan 10.000 USDT milik Anda, sehingga total 50.000 USDT untuk membeli 1 BTC.
Setelah 48 jam, situasi berubah:
Harga BTC naik menjadi 52.000 USDT. Investor memutuskan untuk menutup posisi, menjual 1 BTC yang dimiliki, mendapatkan 52.000 USDT. Setelah dikurangi modal pinjaman 40.000 USDT, keuntungan bersih investor adalah 2.000 USDT.
Dalam transaksi ini, investor menginvestasikan modal 10.000 USDT dan melalui posisi long mendapatkan keuntungan 2.000 USDT, sehingga tingkat pengembaliannya adalah 20%. Ini adalah aplikasi nyata dari arti posisi long.
Perbandingan posisi short: operasi berlawanan untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga
Berbeda dengan posisi long, posisi short adalah memperkirakan harga akan turun. Dengan meminjam dan menjual aset di harga tinggi, kemudian membeli kembali di harga rendah, Anda juga bisa mendapatkan selisihnya.
Contoh: Investor memperkirakan BTC akan turun. Dengan leverage 5x dan saldo 10.000 USDT, mereka ingin melakukan short 0,8 BTC di harga 50.000 USDT. Sistem otomatis meminjam 0,5 BTC, ditambah 0,3 BTC dari modal sendiri, sehingga total 0,8 BTC dijual di harga 50.000 USDT.
Setelah 48 jam, harga BTC turun menjadi 48.000 USDT. Investor membeli kembali 0,8 BTC dengan 38.400 USDT (0,8 × 48.000). Setelah pelunasan pinjaman, keuntungan bersih adalah 50.000 − 38.400 = 11.600 USDT. Setelah dikurangi modal awal 10.000 USDT, keuntungan bersih adalah 1.600 USDT.
Perbedaan utama antara posisi long dan short terletak pada arah: posisi long mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga, posisi short dari penurunan harga. Memilih arah yang tepat adalah kunci untuk meraih keuntungan dalam trading leverage.
Peringatan penting: Perhitungan di atas tidak termasuk biaya transaksi dan bunga pinjaman. Dalam praktiknya, biaya ini akan mempengaruhi hasil akhir keuntungan. Meskipun posisi long terlihat sederhana, sebelum melakukan operasi harus melakukan penilaian risiko pasar dan kemampuan pribadi secara matang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Menguasai posisi long: logika membeli saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi dalam perdagangan leverage
Dalam perdagangan leverage, posisi long dan short adalah dua arah perdagangan yang berlawanan. Memahami arti posisi long adalah dasar dari melakukan trading. Secara sederhana, posisi long berarti memperkirakan harga token akan naik, sehingga membeli di harga rendah dan berharap menjual di harga tinggi untuk mendapatkan selisihnya. Melalui alat leverage, Anda dapat mengendalikan volume perdagangan yang lebih besar dengan modal kecil, sehingga memperbesar potensi keuntungan.
Apa itu posisi long? Arah perdagangan untuk mendapatkan selisih harga
Inti dari posisi long adalah bullish. Ketika Anda membuka posisi long pada pasangan trading tertentu, Anda percaya bahwa harganya akan naik. Dalam trading leverage, Anda dapat meminjam USDT untuk membeli lebih banyak token, sehingga meskipun modal awal hanya 10.000 USDT, dengan leverage 5x Anda bisa meminjam 40.000 USDT, sehingga total mengendalikan perdagangan sebesar 50.000 USDT.
Logika ini sangat sederhana:
Keuntungan dari posisi long adalah dapat menyiapkan posisi terlebih dahulu pada aset yang diperkirakan akan naik. Jika Anda yakin dengan prospek BTC di masa depan, Anda tidak perlu memiliki seluruh 1 BTC secara langsung, cukup melalui leverage untuk berpartisipasi dalam volume trading yang lebih besar.
Contoh praktik: Posisi long BTC dengan leverage 5x
Misalnya, investor memperkirakan harga BTC akan naik. Pengaturan parameter trading sebagai berikut:
Setelah mengajukan order long, sistem otomatis meminjam 40.000 USDT, digabungkan dengan 10.000 USDT milik Anda, sehingga total 50.000 USDT untuk membeli 1 BTC.
Setelah 48 jam, situasi berubah:
Harga BTC naik menjadi 52.000 USDT. Investor memutuskan untuk menutup posisi, menjual 1 BTC yang dimiliki, mendapatkan 52.000 USDT. Setelah dikurangi modal pinjaman 40.000 USDT, keuntungan bersih investor adalah 2.000 USDT.
Perhitungannya: Keuntungan = (52.000 − 50.000) × 1 = 2.000 USDT
Dalam transaksi ini, investor menginvestasikan modal 10.000 USDT dan melalui posisi long mendapatkan keuntungan 2.000 USDT, sehingga tingkat pengembaliannya adalah 20%. Ini adalah aplikasi nyata dari arti posisi long.
Perbandingan posisi short: operasi berlawanan untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga
Berbeda dengan posisi long, posisi short adalah memperkirakan harga akan turun. Dengan meminjam dan menjual aset di harga tinggi, kemudian membeli kembali di harga rendah, Anda juga bisa mendapatkan selisihnya.
Contoh: Investor memperkirakan BTC akan turun. Dengan leverage 5x dan saldo 10.000 USDT, mereka ingin melakukan short 0,8 BTC di harga 50.000 USDT. Sistem otomatis meminjam 0,5 BTC, ditambah 0,3 BTC dari modal sendiri, sehingga total 0,8 BTC dijual di harga 50.000 USDT.
Setelah 48 jam, harga BTC turun menjadi 48.000 USDT. Investor membeli kembali 0,8 BTC dengan 38.400 USDT (0,8 × 48.000). Setelah pelunasan pinjaman, keuntungan bersih adalah 50.000 − 38.400 = 11.600 USDT. Setelah dikurangi modal awal 10.000 USDT, keuntungan bersih adalah 1.600 USDT.
Perbedaan utama antara posisi long dan short terletak pada arah: posisi long mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga, posisi short dari penurunan harga. Memilih arah yang tepat adalah kunci untuk meraih keuntungan dalam trading leverage.
Peringatan penting: Perhitungan di atas tidak termasuk biaya transaksi dan bunga pinjaman. Dalam praktiknya, biaya ini akan mempengaruhi hasil akhir keuntungan. Meskipun posisi long terlihat sederhana, sebelum melakukan operasi harus melakukan penilaian risiko pasar dan kemampuan pribadi secara matang.