Dalam perdagangan kontrak kripto, perhitungan forced liquidation (likuidasi paksa) adalah pengetahuan inti yang harus dikuasai trader. Saat Anda menggunakan leverage untuk perdagangan kontrak USDT, akurasi perhitungan harga forced liquidation secara langsung berkaitan dengan keamanan dana Anda. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci bagaimana menggunakan mekanisme perhitungan forced liquidation untuk memahami dan memprediksi risiko.
Konsep Inti dan Logika Perhitungan Forced Liquidation
Forced liquidation (yaitu posisi terlikuidasi) terjadi ketika 標記價格 menyentuh harga forced liquidation, sistem akan menutup posisi pada harga 破產價格 (harga saat margin menjadi nol). Pada saat ini, saldo posisi 保證金 Anda telah turun di bawah persyaratan 維持保證金.
Contoh: Jika harga forced liquidation diatur pada 15.000 USDT dan harga penanda saat ini adalah 20.000 USDT. Ketika harga turun ke 15.000 USDT, kerugian belum terealisasi dari posisi Anda akan mencapai tingkat margin pemeliharaan, yang akan memicu mekanisme forced liquidation. Untuk mempelajari cara melihat harga penanda, silakan lihat 相關資源.
Perhitungan forced liquidation melibatkan beberapa parameter kunci: harga masuk, leverage, margin awal, tingkat margin pemeliharaan, dan margin tambahan (margin tambahan). Memahami bagaimana parameter ini saling berinteraksi adalah dasar untuk menguasai perhitungan forced liquidation.
Rumus Perhitungan Forced Liquidation dalam Mode Margin Terpisah (逐倉)
Dalam 逐倉保證金模式, setiap posisi mendapatkan alokasi margin yang terpisah dari total saldo akun Anda. Desain ini memungkinkan trader mengontrol risiko maksimum dari satu posisi secara tepat. Saat forced liquidation terjadi, kerugian dibatasi dalam batas margin posisi tersebut.
Definisi Rumus dan Parameter
Untuk posisi long (beli):
Harga forced liquidation (long) = Harga masuk - [(Margin awal - Margin pemeliharaan) / Jumlah kontrak] - (Margin tambahan / Jumlah kontrak)
Untuk posisi short (jual):
Harga forced liquidation (short) = Harga masuk + [(Margin awal - Margin pemeliharaan) / Jumlah kontrak] + (Margin tambahan / Jumlah kontrak)
Contoh Perhitungan Forced Liquidation dalam Mode Margin Terpisah
Contoh 1: Posisi long leverage tinggi
Trader A menggunakan leverage 50x, membuka posisi long 1 BTC pada harga 20.000 USDT. Asumsikan rasio margin pemeliharaan 0,5% dan tidak menambahkan margin tambahan:
Margin tambahan 3.000 USDT secara signifikan meningkatkan harga forced liquidation posisi short tersebut, memberi buffer kerugian yang lebih besar.
Contoh 3: Pengaruh biaya dana terhadap forced liquidation
Trader dengan leverage 50x, membuka posisi long 1 BTC pada harga 20.000 USDT, harga awal forced liquidation adalah 19.700 USDT. Kemudian terjadi biaya dana sebesar 200 USDT, tetapi saldo yang tersedia tidak cukup untuk membayar:
Ketika biaya dana dikurangi dari margin posisi, harga forced liquidation akan mendekati harga penanda saat ini, meningkatkan risiko likuidasi. Perhitungan baru:
Pengurangan biaya dana menyebabkan harga forced liquidation naik dari 19.700 ke 19.900 USDT, mempersempit risiko likuidasi.
Rumus Perhitungan Forced Liquidation dalam Mode Margin Penuh (全倉)
Berbeda dengan mode margin terpisah, 全倉保證金模式, harga forced liquidation dalam mode full margin bersifat dinamis. Karena semua posisi berbagi saldo yang tersedia, kerugian yang belum terealisasi dari satu posisi akan mempengaruhi harga forced liquidation posisi lain. Dalam mode full margin, forced liquidation hanya terjadi saat saldo yang tersedia habis dan margin pemeliharaan tidak mencukupi.
Rumus Perhitungan Mode Full Margin
Ketika posisi memiliki keuntungan belum terealisasi:
LP (long) = [Harga masuk - (Saldo tersedia + Margin awal - Margin pemeliharaan)] / Jumlah posisi bersih
LP (short) = [Harga masuk + (Saldo tersedia + Margin awal - Margin pemeliharaan)] / Jumlah posisi bersih
Ketika posisi mengalami kerugian belum terealisasi:
LP (long) = [Harga penanda saat ini - (Saldo tersedia + Margin awal - Margin pemeliharaan)] / Jumlah posisi bersih
LP (short) = [Harga penanda saat ini + (Saldo tersedia + Margin awal - Margin pemeliharaan)] / Jumlah posisi bersih
Perhatikan: Karena biaya transaksi, harga forced liquidation aktual mungkin sedikit berbeda.
Situasi Perhitungan Mode Full Margin
Skema dasar tanpa biaya transaksi
Misalnya trader A menggunakan leverage 100x, membuka posisi long 2 BTC pada harga 10.000 USDT, saldo tersedia 2.000 USDT:
維持保證金 = Rasio margin pemeliharaan × Nilai order = 2 × 10.000 × 0,5% = 100 USDT
Total kerugian yang dapat ditanggung = Saldo tersedia - Margin pemeliharaan = 2.000 - 100 = 1.900 USDT
Harga yang dapat ditanggung penurunan = 1.900 / 2 = 950 USDT
Harga forced liquidation = 10.000 - 950 = 9.050 USDT
Saat posisi dibuka, sistem mengunci 200 USDT sebagai margin awal, sisa saldo tersedia 1.800 USDT.
Situasi perubahan keuntungan belum terealisasi secara dinamis
Setelah beberapa waktu, harga BTC naik ke 10.500 USDT, posisi menghasilkan keuntungan belum terealisasi sebesar 1.000 USDT (500 × 2):
Total kerugian yang dapat ditanggung = 1.800 + 200 - 100 + 1.000 = 2.900 USDT
Harga yang dapat ditanggung penurunan = 2.900 / 2 = 1.450 USDT
Harga forced liquidation baru = 10.500 - 1.450 = 9.050 USDT
Perlu dicatat, meskipun keuntungan belum terealisasi menambah total kerugian yang dapat ditanggung, harga forced liquidation tetap di 9.050 USDT berdasarkan perhitungan awal, karena ini didasarkan pada kondisi risiko awal.
Posisi hedge sempurna tanpa risiko
Dalam mode full margin, jika trader memegang posisi long dan short yang sama jumlahnya (misalnya 1 BTC long dan 1 BTC short), posisi tersebut tidak akan dilikuidasi. Keuntungan dan kerugian belum terealisasi dari satu posisi akan saling meniadakan.
Situasi hedge parsial yang kompleks
Trader B dengan leverage 100x memegang posisi long dan short berbeda jumlah, saldo tersedia 3.000 USDT, harga penanda 9.500 USDT:
Dari contoh di atas, terlihat bahwa dalam mode full margin, kerugian yang belum terealisasi dari satu posisi akan mempengaruhi harga forced liquidation posisi lain. Ketika kerugian belum terealisasi meningkat, harga forced liquidation posisi lain akan mendekati harga penanda, karena saldo yang tersedia digunakan untuk menutupi kerugian tersebut. Jika saldo habis, harga forced liquidation tidak akan berubah lagi, karena posisi dipertahankan oleh margin awal masing-masing.
Satu-satunya pengecualian adalah biaya dana, yang jika dipotong dari saldo, akan menyebabkan harga forced liquidation bergerak mendekati harga penanda, meningkatkan risiko likuidasi.
Aplikasi Perhitungan Forced Liquidation: Mengoptimalkan Risiko Perdagangan
Menguasai perhitungan forced liquidation bukan hanya pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan penting dalam trading nyata. Berikut beberapa saran praktis menggunakan perhitungan ini:
1. Prediksi batas kerugian maksimum
Dengan rumus perhitungan forced liquidation, Anda dapat mengetahui batas kerugian terburuk sebelum membuka posisi. Harga forced liquidation yang dihitung menjadi garis stop-loss Anda; jika harga melewati batas ini, sistem akan menutup posisi secara otomatis.
2. Alokasi margin secara rasional
Dalam mode margin terpisah, menambah margin posisi (margin tambahan) secara langsung meningkatkan jarak aman harga forced liquidation. Dalam mode full margin, menjaga saldo yang cukup juga penting karena mempengaruhi harga forced liquidation semua posisi.
3. Monitoring pengaruh biaya dana
Biaya dana yang terus dipotong akan secara dinamis mengubah harga forced liquidation. Periode biaya dana tinggi harus diwaspadai, terutama saat saldo terbatas.
4. Evaluasi leverage
Leverage yang tinggi berarti margin awal lebih kecil, tetapi jarak harga forced liquidation dan harga masuk menjadi lebih dekat. Pemula disarankan mulai dari leverage rendah, lalu secara bertahap memahami hubungan leverage dan risiko forced liquidation.
5. Strategi hedging posisi
Dalam mode full margin, penggunaan hedge long dan short secara rasional dapat mengurangi risiko forced liquidation secara keseluruhan. Namun, perlu diingat bahwa hedge parsial tetap dipengaruhi oleh perubahan saldo yang tersedia.
Penutup
Perhitungan forced liquidation adalah kunci dalam memahami risiko trading kontrak kripto. Baik Anda menggunakan mode margin terpisah maupun full margin, menguasai rumus dan logika parameter terkait akan membantu pengambilan keputusan yang lebih bijaksana. Secara rutin periksa harga forced liquidation posisi Anda dan sesuaikan margin serta leverage sesuai pergerakan pasar. Dengan memahami dan menerapkan mekanisme perhitungan ini, Anda dapat mengendalikan risiko secara lebih efektif dan melindungi modal di pasar kripto yang volatil.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Perhitungan Likuidasi: Mekanisme Pengendalian Risiko dalam Kontrak USDT
Dalam perdagangan kontrak kripto, perhitungan forced liquidation (likuidasi paksa) adalah pengetahuan inti yang harus dikuasai trader. Saat Anda menggunakan leverage untuk perdagangan kontrak USDT, akurasi perhitungan harga forced liquidation secara langsung berkaitan dengan keamanan dana Anda. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci bagaimana menggunakan mekanisme perhitungan forced liquidation untuk memahami dan memprediksi risiko.
Konsep Inti dan Logika Perhitungan Forced Liquidation
Forced liquidation (yaitu posisi terlikuidasi) terjadi ketika 標記價格 menyentuh harga forced liquidation, sistem akan menutup posisi pada harga 破產價格 (harga saat margin menjadi nol). Pada saat ini, saldo posisi 保證金 Anda telah turun di bawah persyaratan 維持保證金.
Contoh: Jika harga forced liquidation diatur pada 15.000 USDT dan harga penanda saat ini adalah 20.000 USDT. Ketika harga turun ke 15.000 USDT, kerugian belum terealisasi dari posisi Anda akan mencapai tingkat margin pemeliharaan, yang akan memicu mekanisme forced liquidation. Untuk mempelajari cara melihat harga penanda, silakan lihat 相關資源.
Perhitungan forced liquidation melibatkan beberapa parameter kunci: harga masuk, leverage, margin awal, tingkat margin pemeliharaan, dan margin tambahan (margin tambahan). Memahami bagaimana parameter ini saling berinteraksi adalah dasar untuk menguasai perhitungan forced liquidation.
Rumus Perhitungan Forced Liquidation dalam Mode Margin Terpisah (逐倉)
Dalam 逐倉保證金模式, setiap posisi mendapatkan alokasi margin yang terpisah dari total saldo akun Anda. Desain ini memungkinkan trader mengontrol risiko maksimum dari satu posisi secara tepat. Saat forced liquidation terjadi, kerugian dibatasi dalam batas margin posisi tersebut.
Definisi Rumus dan Parameter
Untuk posisi long (beli):
Harga forced liquidation (long) = Harga masuk - [(Margin awal - Margin pemeliharaan) / Jumlah kontrak] - (Margin tambahan / Jumlah kontrak)
Untuk posisi short (jual):
Harga forced liquidation (short) = Harga masuk + [(Margin awal - Margin pemeliharaan) / Jumlah kontrak] + (Margin tambahan / Jumlah kontrak)
Parameter penting dalam perhitungan ini meliputi:
Untuk detail perhitungan lebih lengkap, silakan lihat 維持保證金的詳細計算方法(USDT永續).
Contoh Perhitungan Forced Liquidation dalam Mode Margin Terpisah
Contoh 1: Posisi long leverage tinggi
Trader A menggunakan leverage 50x, membuka posisi long 1 BTC pada harga 20.000 USDT. Asumsikan rasio margin pemeliharaan 0,5% dan tidak menambahkan margin tambahan:
Ketika harga BTC turun ke 19.700 USDT, posisi tersebut akan dilikuidasi.
Contoh 2: Pengaruh margin tambahan pada posisi short
Trader B menggunakan leverage 50x, membuka posisi short 1 BTC pada harga 20.000 USDT, kemudian secara manual menambahkan margin sebesar 3.000 USDT:
Margin tambahan 3.000 USDT secara signifikan meningkatkan harga forced liquidation posisi short tersebut, memberi buffer kerugian yang lebih besar.
Contoh 3: Pengaruh biaya dana terhadap forced liquidation
Trader dengan leverage 50x, membuka posisi long 1 BTC pada harga 20.000 USDT, harga awal forced liquidation adalah 19.700 USDT. Kemudian terjadi biaya dana sebesar 200 USDT, tetapi saldo yang tersedia tidak cukup untuk membayar:
Ketika biaya dana dikurangi dari margin posisi, harga forced liquidation akan mendekati harga penanda saat ini, meningkatkan risiko likuidasi. Perhitungan baru:
Pengurangan biaya dana menyebabkan harga forced liquidation naik dari 19.700 ke 19.900 USDT, mempersempit risiko likuidasi.
Rumus Perhitungan Forced Liquidation dalam Mode Margin Penuh (全倉)
Berbeda dengan mode margin terpisah, 全倉保證金模式, harga forced liquidation dalam mode full margin bersifat dinamis. Karena semua posisi berbagi saldo yang tersedia, kerugian yang belum terealisasi dari satu posisi akan mempengaruhi harga forced liquidation posisi lain. Dalam mode full margin, forced liquidation hanya terjadi saat saldo yang tersedia habis dan margin pemeliharaan tidak mencukupi.
Rumus Perhitungan Mode Full Margin
Ketika posisi memiliki keuntungan belum terealisasi:
Ketika posisi mengalami kerugian belum terealisasi:
Perhatikan: Karena biaya transaksi, harga forced liquidation aktual mungkin sedikit berbeda.
Situasi Perhitungan Mode Full Margin
Skema dasar tanpa biaya transaksi
Misalnya trader A menggunakan leverage 100x, membuka posisi long 2 BTC pada harga 10.000 USDT, saldo tersedia 2.000 USDT:
維持保證金 = Rasio margin pemeliharaan × Nilai order = 2 × 10.000 × 0,5% = 100 USDT
Total kerugian yang dapat ditanggung = Saldo tersedia - Margin pemeliharaan = 2.000 - 100 = 1.900 USDT
Harga yang dapat ditanggung penurunan = 1.900 / 2 = 950 USDT
Harga forced liquidation = 10.000 - 950 = 9.050 USDT
Saat posisi dibuka, sistem mengunci 200 USDT sebagai margin awal, sisa saldo tersedia 1.800 USDT.
Situasi perubahan keuntungan belum terealisasi secara dinamis
Setelah beberapa waktu, harga BTC naik ke 10.500 USDT, posisi menghasilkan keuntungan belum terealisasi sebesar 1.000 USDT (500 × 2):
Total kerugian yang dapat ditanggung = 1.800 + 200 - 100 + 1.000 = 2.900 USDT
Harga yang dapat ditanggung penurunan = 2.900 / 2 = 1.450 USDT
Harga forced liquidation baru = 10.500 - 1.450 = 9.050 USDT
Perlu dicatat, meskipun keuntungan belum terealisasi menambah total kerugian yang dapat ditanggung, harga forced liquidation tetap di 9.050 USDT berdasarkan perhitungan awal, karena ini didasarkan pada kondisi risiko awal.
Posisi hedge sempurna tanpa risiko
Dalam mode full margin, jika trader memegang posisi long dan short yang sama jumlahnya (misalnya 1 BTC long dan 1 BTC short), posisi tersebut tidak akan dilikuidasi. Keuntungan dan kerugian belum terealisasi dari satu posisi akan saling meniadakan.
Situasi hedge parsial yang kompleks
Trader B dengan leverage 100x memegang posisi long dan short berbeda jumlah, saldo tersedia 3.000 USDT, harga penanda 9.500 USDT:
Karena jumlah long lebih besar dari short, posisi short tidak akan dilikuidasi. Perhitungan risiko posisi long:
Risiko bersih = |2 BTC - 1 BTC| = 1 BTC
Margin awal = (1 × 10.000) / 100 = 100 USDT
Margin pemeliharaan = 1 × 10.000 × 0,5% = 50 USDT
Harga forced liquidation long = [9.500 - (3.000 + 100 - 50)] / 1 = 6.450 USDT
Studi Kasus Praktis: Menguasai Perhitungan Forced Liquidation
Risiko posisi kontrak ganda
Trader C memegang beberapa posisi kontrak berbeda, saldo tersedia 2.500 USDT:
BTCUSDT long:
ETHUSDT short:
Perhitungan harga forced liquidation:
Penyesuaian posisi dan perhitungan ulang
Trader C menambah posisi short BITUSDT (10.000 BIT @ 0,6 USDT, leverage 25x):
IM = 240 USDT, MM = 60 USDT
Saldo tersedia setelah kerugian tambahan = 2.500 - 500 (kerugian BTC) - 240 (IM BITUSDT) = 1.760 USDT
Perhitungan ulang harga forced liquidation:
Intisari: Risiko berbagi dalam mode full margin
Dari contoh di atas, terlihat bahwa dalam mode full margin, kerugian yang belum terealisasi dari satu posisi akan mempengaruhi harga forced liquidation posisi lain. Ketika kerugian belum terealisasi meningkat, harga forced liquidation posisi lain akan mendekati harga penanda, karena saldo yang tersedia digunakan untuk menutupi kerugian tersebut. Jika saldo habis, harga forced liquidation tidak akan berubah lagi, karena posisi dipertahankan oleh margin awal masing-masing.
Satu-satunya pengecualian adalah biaya dana, yang jika dipotong dari saldo, akan menyebabkan harga forced liquidation bergerak mendekati harga penanda, meningkatkan risiko likuidasi.
Aplikasi Perhitungan Forced Liquidation: Mengoptimalkan Risiko Perdagangan
Menguasai perhitungan forced liquidation bukan hanya pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan penting dalam trading nyata. Berikut beberapa saran praktis menggunakan perhitungan ini:
1. Prediksi batas kerugian maksimum
Dengan rumus perhitungan forced liquidation, Anda dapat mengetahui batas kerugian terburuk sebelum membuka posisi. Harga forced liquidation yang dihitung menjadi garis stop-loss Anda; jika harga melewati batas ini, sistem akan menutup posisi secara otomatis.
2. Alokasi margin secara rasional
Dalam mode margin terpisah, menambah margin posisi (margin tambahan) secara langsung meningkatkan jarak aman harga forced liquidation. Dalam mode full margin, menjaga saldo yang cukup juga penting karena mempengaruhi harga forced liquidation semua posisi.
3. Monitoring pengaruh biaya dana
Biaya dana yang terus dipotong akan secara dinamis mengubah harga forced liquidation. Periode biaya dana tinggi harus diwaspadai, terutama saat saldo terbatas.
4. Evaluasi leverage
Leverage yang tinggi berarti margin awal lebih kecil, tetapi jarak harga forced liquidation dan harga masuk menjadi lebih dekat. Pemula disarankan mulai dari leverage rendah, lalu secara bertahap memahami hubungan leverage dan risiko forced liquidation.
5. Strategi hedging posisi
Dalam mode full margin, penggunaan hedge long dan short secara rasional dapat mengurangi risiko forced liquidation secara keseluruhan. Namun, perlu diingat bahwa hedge parsial tetap dipengaruhi oleh perubahan saldo yang tersedia.
Penutup
Perhitungan forced liquidation adalah kunci dalam memahami risiko trading kontrak kripto. Baik Anda menggunakan mode margin terpisah maupun full margin, menguasai rumus dan logika parameter terkait akan membantu pengambilan keputusan yang lebih bijaksana. Secara rutin periksa harga forced liquidation posisi Anda dan sesuaikan margin serta leverage sesuai pergerakan pasar. Dengan memahami dan menerapkan mekanisme perhitungan ini, Anda dapat mengendalikan risiko secara lebih efektif dan melindungi modal di pasar kripto yang volatil.