Trader saat menggunakan limit order, sering kali menghadapi kebingungan: padahal sudah menetapkan batas harga, order langsung terisi dalam sekejap setelah dipasang, bahkan tanpa mencapai harga yang diharapkan. Ini bukan gangguan sistem, melainkan mekanisme kerja normal dari limit order. Memahami logika ini dapat membantu Anda mengendalikan harga beli/jual dengan lebih baik, serta menghindari slippage pasar yang tidak perlu.
Mengapa Limit Order Bisa Langsung Terisi
Karakter utama dari limit order adalah memungkinkan trader menentukan harga transaksi secara mandiri, tetapi dengan konsekuensi bahwa tidak ada jaminan order akan selalu terisi. Namun, dalam beberapa situasi, limit order akan bertentangan dengan niat awal trader dan langsung terisi pada harga yang diterima lawan transaksi.
Hal ini terutama bergantung pada tiga faktor:
1. Harga order beli melebihi harga jual terbaik di pasar
Ketika harga beli Anda lebih tinggi dari harga jual terbaik (ASK) saat ini, sistem akan menganggap ada kondisi untuk langsung terisi. Singkatnya, jika harga jual terendah di pasar adalah 10.183 USD, dan Anda bersedia membeli dengan harga 10.207 USD, maka bursa akan memprioritaskan transaksi pada harga 10.183 USD untuk memenuhi order Anda.
2. Harga order jual di bawah harga beli terbaik di pasar
Sebaliknya, jika harga jual Anda lebih rendah dari harga beli terbaik (BID) saat ini, sistem juga akan memicu eksekusi langsung. Misalnya, harga beli tertinggi di pasar adalah 10.182,50 USD, dan Anda ingin menjual dengan harga 10.100 USD, maka transaksi akan langsung terjadi pada harga 10.182,50 USD.
3. Fitur order pasif (Post-Only Order) tidak diaktifkan
Jika saat memasang order Anda tidak mencentang opsi Post-Only Order, sistem secara default mengizinkan eksekusi aktif, sehingga lebih mudah terisi secara langsung.
Mekanisme Eksekusi Limit Buy
Misalnya, Anda memasang limit buy di harga 10.207 USD, dan ingin memahami logika sistem:
Ketika Anda memasang order beli di harga 10.207 USD, sistem akan memeriksa harga jual terbaik saat ini. Jika harga jual terbaik adalah 10.183 USD, maka sistem akan membandingkan berdasarkan prinsip “jual tinggi beli rendah”.
Ini berarti: harga yang Anda tawarkan (10.207 USD) sudah lebih tinggi dari harga jual terendah di pasar (10.183 USD). Pada kondisi ini, sistem tidak akan menunggu, melainkan langsung mengeksekusi order Anda secara FIFO (first-in, first-out) pada harga 10.183 USD, yaitu harga jual yang tersedia.
Proses eksekusi akan terus berlangsung sampai jumlah kontrak yang diinginkan tercapai, atau sampai harga turun ke 10.207 USD. Setelah itu, sistem akan mencatat seluruh proses transaksi tersebut.
Logika Eksekusi Limit Sell
Logika yang serupa berlaku untuk order jual. Misalnya, Anda memasang limit sell di harga 10.100 USD:
Ketika order jual dipasang di harga 10.100 USD, sistem akan mencari harga beli terbaik saat ini. Jika harga beli tertinggi adalah 10.182,50 USD, maka sistem akan membandingkan sesuai prinsip “jual tinggi beli rendah”.
Dalam kondisi ini, harga jual Anda (10.100 USD) lebih rendah dari harga beli tertinggi di pasar (10.182,50 USD). Sistem akan langsung mengeksekusi order Anda secara FIFO, dan transaksi terjadi pada harga 10.182,50 USD.
Proses ini berlanjut sampai jumlah kontrak terpenuhi atau harga turun ke 10.100 USD.
Tips Menghindari Eksekusi Tak Terduga
Agar limit order tidak secara tak terduga langsung terisi, berikut strategi yang perlu diterapkan saat memasang order:
Aktifkan fitur order pasif (Post-Only): Centang opsi Post-Only Order agar limit order hanya menjadi order pasif, tidak otomatis dieksekusi aktif.
Tetapkan batas harga yang masuk akal: Untuk buy, atur harga di bawah harga jual terbaik; untuk sell, di atas harga beli terbaik.
Pantau harga real-time: Sebelum memasang order, cek spread ASK dan BID saat ini, dan pertimbangkan kemungkinan terpicunya eksekusi langsung.
Dengan memahami mekanisme eksekusi limit order, Anda dapat memanfaatkan alat ini secara lebih tepat. Fleksibilitas limit order terletak pada kendali harga, dan kunci utamanya adalah mengetahui kapan sistem menganggap order bisa langsung dieksekusi. Dengan begitu, Anda dapat mengatur ritme transaksi secara lebih efektif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Menguasai logika eksekusi order limit, untuk menghindari eksekusi langsung yang tidak diinginkan
Trader saat menggunakan limit order, sering kali menghadapi kebingungan: padahal sudah menetapkan batas harga, order langsung terisi dalam sekejap setelah dipasang, bahkan tanpa mencapai harga yang diharapkan. Ini bukan gangguan sistem, melainkan mekanisme kerja normal dari limit order. Memahami logika ini dapat membantu Anda mengendalikan harga beli/jual dengan lebih baik, serta menghindari slippage pasar yang tidak perlu.
Mengapa Limit Order Bisa Langsung Terisi
Karakter utama dari limit order adalah memungkinkan trader menentukan harga transaksi secara mandiri, tetapi dengan konsekuensi bahwa tidak ada jaminan order akan selalu terisi. Namun, dalam beberapa situasi, limit order akan bertentangan dengan niat awal trader dan langsung terisi pada harga yang diterima lawan transaksi.
Hal ini terutama bergantung pada tiga faktor:
1. Harga order beli melebihi harga jual terbaik di pasar
Ketika harga beli Anda lebih tinggi dari harga jual terbaik (ASK) saat ini, sistem akan menganggap ada kondisi untuk langsung terisi. Singkatnya, jika harga jual terendah di pasar adalah 10.183 USD, dan Anda bersedia membeli dengan harga 10.207 USD, maka bursa akan memprioritaskan transaksi pada harga 10.183 USD untuk memenuhi order Anda.
2. Harga order jual di bawah harga beli terbaik di pasar
Sebaliknya, jika harga jual Anda lebih rendah dari harga beli terbaik (BID) saat ini, sistem juga akan memicu eksekusi langsung. Misalnya, harga beli tertinggi di pasar adalah 10.182,50 USD, dan Anda ingin menjual dengan harga 10.100 USD, maka transaksi akan langsung terjadi pada harga 10.182,50 USD.
3. Fitur order pasif (Post-Only Order) tidak diaktifkan
Jika saat memasang order Anda tidak mencentang opsi Post-Only Order, sistem secara default mengizinkan eksekusi aktif, sehingga lebih mudah terisi secara langsung.
Mekanisme Eksekusi Limit Buy
Misalnya, Anda memasang limit buy di harga 10.207 USD, dan ingin memahami logika sistem:
Ketika Anda memasang order beli di harga 10.207 USD, sistem akan memeriksa harga jual terbaik saat ini. Jika harga jual terbaik adalah 10.183 USD, maka sistem akan membandingkan berdasarkan prinsip “jual tinggi beli rendah”.
Ini berarti: harga yang Anda tawarkan (10.207 USD) sudah lebih tinggi dari harga jual terendah di pasar (10.183 USD). Pada kondisi ini, sistem tidak akan menunggu, melainkan langsung mengeksekusi order Anda secara FIFO (first-in, first-out) pada harga 10.183 USD, yaitu harga jual yang tersedia.
Proses eksekusi akan terus berlangsung sampai jumlah kontrak yang diinginkan tercapai, atau sampai harga turun ke 10.207 USD. Setelah itu, sistem akan mencatat seluruh proses transaksi tersebut.
Logika Eksekusi Limit Sell
Logika yang serupa berlaku untuk order jual. Misalnya, Anda memasang limit sell di harga 10.100 USD:
Ketika order jual dipasang di harga 10.100 USD, sistem akan mencari harga beli terbaik saat ini. Jika harga beli tertinggi adalah 10.182,50 USD, maka sistem akan membandingkan sesuai prinsip “jual tinggi beli rendah”.
Dalam kondisi ini, harga jual Anda (10.100 USD) lebih rendah dari harga beli tertinggi di pasar (10.182,50 USD). Sistem akan langsung mengeksekusi order Anda secara FIFO, dan transaksi terjadi pada harga 10.182,50 USD.
Proses ini berlanjut sampai jumlah kontrak terpenuhi atau harga turun ke 10.100 USD.
Tips Menghindari Eksekusi Tak Terduga
Agar limit order tidak secara tak terduga langsung terisi, berikut strategi yang perlu diterapkan saat memasang order:
Dengan memahami mekanisme eksekusi limit order, Anda dapat memanfaatkan alat ini secara lebih tepat. Fleksibilitas limit order terletak pada kendali harga, dan kunci utamanya adalah mengetahui kapan sistem menganggap order bisa langsung dieksekusi. Dengan begitu, Anda dapat mengatur ritme transaksi secara lebih efektif.