Peran Influencer Keuangan dalam Fintech

Nicky Senyard adalah CEO dan Pendiri Fintel Connect


Temukan berita dan acara fintech teratas!

Berlangganan newsletter FinTech Weekly

Dibaca oleh eksekutif di JP Morgan, Coinbase, Blackrock, Klarna, dan lainnya


Kebangkitan influencer keuangan, sering disebut “finfluencer,” telah mengubah cara perusahaan fintech menjangkau konsumen. Para pembuat konten ini telah mendapatkan pengikut setia dengan berbagi tips, wawasan, dan rekomendasi tentang uang di platform media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok.

Bagi merek fintech, bekerja sama dengan para influencer ini bisa menjadi cara yang efektif untuk membangun kesadaran dan kepercayaan dengan calon pelanggan. Pendekatan ini memang memiliki tantangan, terutama terkait perubahan aturan dan regulasi yang terus-menerus.

Meskipun ada risiko tersebut, ini adalah strategi yang banyak di industri keuangan antusias untuk diterapkan, dan kemungkinan akan terus berkembang karena audiens yang terlibat dan berharga yang tidak selalu dapat ditemukan melalui saluran tradisional.

Perusahaan fintech semakin mengandalkan influencer untuk terhubung dengan audiens secara tulus dan relatable. Para influencer ini memecah ide keuangan yang rumit, sehingga lebih mudah dipahami oleh orang awam tentang produk fintech.

Baik mereka mempromosikan aplikasi perbankan, layanan investasi, maupun platform cryptocurrency, influencer keuangan memainkan peran kunci dalam menghubungkan keuangan tradisional dengan teknologi modern. Kolaborasi ini telah menghasilkan kampanye populer yang secara signifikan meningkatkan minat dan keterlibatan pengguna untuk merek fintech.

Manfaat Bekerja dengan Influencer Keuangan

1. Kepercayaan dan Autentisitas:

Influencer keuangan sering dianggap sebagai figur yang relatable yang berbagi pengalaman dan wawasan pribadi mereka. Pengikut mereka biasanya lebih percaya daripada iklan tradisional, sehingga kemitraan dengan influencer ini menguntungkan bagi merek keuangan.

2. Keterlibatan dan Jangkauan:

Influencer telah membangun bisnis dari membangun, mengembangkan, dan terus berinteraksi dengan audiens mereka melalui komentar, obrolan langsung, dan sesi tanya jawab. Interaksi semacam ini memungkinkan Anda memanfaatkan jangkauan mereka dan membangun koneksi yang lebih dalam dengan calon pelanggan.

3. Audiens yang Terfokus:

Influencer keuangan sering menarik sub-audiens atau kelompok tertentu, seperti investor muda, penggemar cryptocurrency, pemilik usaha kecil, atau individu yang ingin meningkatkan skor kredit mereka. Dengan bereksperimen dengan daftar finfluencer, Anda dapat mempelajari lebih banyak tentang produk dan pesan Anda sendiri. Pendekatan yang terfokus ini membantu merek menemukan dan terhubung dengan orang yang tepat yang tertarik pada layanan mereka.

4. Pemasaran yang Hemat Biaya:

Jika disusun dengan benar, dengan tujuan yang jelas dan keberhasilan yang dapat diukur, influencer bisa lebih hemat biaya daripada iklan tradisional. Ini terutama berlaku saat bekerja sama dengan influencer kecil, yang dikenal sebagai micro- atau nano-influencer, yang memiliki pengikut niche dan terlibat.

Tantangan Kemitraan dengan Influencer Keuangan

1. Risiko Kepatuhan:

Salah satu tantangan terbesar dalam bekerja dengan influencer keuangan adalah memastikan bahwa konten mereka mematuhi regulasi iklan keuangan. Hal ini biasanya disebabkan oleh sifat langsung atau video dari influencer. Berbeda dengan penerbit tradisional yang dapat mengajukan posting blog untuk ditinjau sebelum dipublikasikan, Anda harus mengandalkan poin-poin pembicaraan dan brief yang sangat jelas untuk memastikan aset yang dibuat dapat digunakan.

2. Risiko Reputasi:

Jika seorang influencer terlibat dalam perilaku tidak etis, menyebarkan informasi yang menyesatkan, atau menghadapi backlash karena alasan pribadi, merek fintech yang terkait juga dapat mengalami kerusakan reputasi.

3. Kurangnya Pengetahuan Industri:

Tidak semua influencer keuangan memiliki pendidikan formal atau keahlian di bidang keuangan. Beberapa tanpa sengaja dapat memberikan informasi yang menyesatkan, sehingga penting bagi merek fintech untuk memeriksa atau mendidik mitra mereka dengan cermat tentang produk mereka.

4. Pengawasan Regulasi:

Lembaga pengatur seperti Securities and Exchange Commission (SEC) di AS, Federal Trade Commission (FTC), dan Financial Conduct Authority (FCA) memantau ketat pemasaran influencer di layanan keuangan. Kegagalan mematuhi pedoman pengungkapan dan iklan dapat berujung pada denda besar dan tindakan hukum.

Menjaga Kepatuhan Influencer Keuangan

Untuk mengurangi risiko dan memaksimalkan manfaat pemasaran influencer, merek fintech harus menerapkan strategi kepatuhan yang terstruktur. Berikut beberapa praktik terbaiknya:

1. Persyaratan Pengungkapan yang Jelas:

Pastikan influencer mengungkapkan konten bersponsor dengan benar sesuai pedoman regulasi.

2. Berikan Pedoman Kepatuhan yang Jelas:

Edukasi influencer tentang regulasi keuangan dan berikan mereka panduan yang jelas tentang cara menyajikan produk fintech Anda secara akurat dan etis.

3. Persetujuan Sebelum Konten Dipublikasikan:

Kesalahan umum yang kami lihat di fintech adalah ketidakmampuan mereka mendapatkan persetujuan terkait aturan kepatuhan dan representasi merek dari semua pemangku kepentingan sebelum bekerja sama dengan influencer.

Kepatuhan seringkali ambigu, jadi menjadi tanggung jawab merek untuk menetapkan ‘aturan’ yang jelas agar finfluencer memahami cara menavigasi pedoman ini dengan sukses. Ketika interpretasi terhadap aturan kepatuhan berbeda-beda, hal ini dapat merusak kemitraan influencer yang potensial.

Buat proses review di mana poin-poin pembicaraan influencer disetujui. Ini memastikan keakuratan, transparansi, dan kesesuaian dengan standar kepatuhan.

4. Pemantauan dan Audit Berkala:

Gunakan alat dan teknologi untuk memantau konten influencer agar sesuai dengan regulasi. Lakukan audit berkala untuk memastikan kepatuhan yang berkelanjutan.

5. Bekerja dengan Influencer yang Berpengalaman di Industri:

Berkolaborasilah dengan influencer yang memiliki sertifikasi keuangan, pengalaman relevan, atau koneksi dengan lembaga keuangan terkemuka. Ini meningkatkan kredibilitas dan membantu menghindari penyebaran informasi yang salah.

Influencer keuangan semakin memainkan peran besar dalam pemasaran fintech, memberi merek kesempatan untuk terhubung dengan audiens yang terlibat secara tulus dan terpercaya. Namun, penting untuk mengelola kemitraan ini dengan hati-hati agar terhindar dari masalah kepatuhan dan risiko reputasi.

Dengan membuat pedoman kepatuhan yang solid, mendidik influencer, dan memantau konten mereka, merek fintech dapat secara efektif mengatasi tantangan pemasaran influencer.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)