Pasar opsi tampak rumit, tetapi pada akhirnya didorong oleh dua jenis peserta utama— spekulan dan market maker. Mereka meskipun bertransaksi di pasar yang sama, menggunakan strategi dan logika berpikir yang sama sekali berbeda. Untuk benar-benar memahami cara kerja pasar opsi, kita harus terlebih dahulu memahami peran masing-masing pemain ini.
Logika Perdagangan Spekulan
Spekulan adalah peserta paling umum di pasar. Mereka berpartisipasi dengan membeli opsi tunggal atau membangun strategi kompleks yang melibatkan beberapa opsi, dengan tujuan utama mendapatkan keuntungan dari prediksi yang akurat terhadap pergerakan harga aset dasar di masa depan.
Sumber keuntungan spekulan terutama berasal dari dua hal: pertama, prediksi arah pergerakan harga aset dasar; kedua, prediksi perubahan volatilitas tersirat (IV). Singkatnya, spekulan bertaruh pada arah pasar—jika prediksi mereka benar, mereka bisa mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga.
Bagaimana Market Maker Mendapatkan Keuntungan
Berbeda dengan pola pikir spekulan, market maker biasanya adalah lembaga keuangan besar yang model bisnisnya sepenuhnya berfokus pada “likuiditas”. Market maker tidak memprediksi arah harga, melainkan terus-menerus menyediakan harga beli dan jual, memberikan likuiditas yang konstan ke pasar.
Cara market maker mendapatkan keuntungan sangat sederhana—melalui spread harga beli dan jual. Ketika mereka membeli dengan harga lebih rendah dan menjual dengan harga lebih tinggi, selisih harga tersebut menjadi keuntungan mereka. Meskipun tampak kecil, jika volume transaksi cukup besar, akumulasi dari spread-spread kecil ini dapat menghasilkan pendapatan yang signifikan.
Pasar opsi menjadi kompleks karena setiap aset dasar memiliki beberapa tanggal kedaluwarsa, dan setiap tanggal kedaluwarsa memiliki beberapa tingkat harga strike yang dapat dipilih, serta opsi call dan put untuk setiap harga strike. Oleh karena itu, market maker harus memberikan harga untuk ribuan opsi sekaligus, yang tidak hanya menyediakan kedalaman likuiditas pasar tetapi juga menimbulkan risiko dan kebutuhan modal yang besar.
Tantangan Nyata yang Dihadapi Market Maker
Meskipun terlihat stabil dan menguntungkan, sebenarnya market maker menanggung risiko yang kompleks. Mereka harus mengelola portofolio posisi yang besar dan rumit, dengan sensitivitas terhadap pergerakan harga pasar yang jauh lebih tinggi dibandingkan spekulan.
Terutama saat tren pasar jelas (seperti pasar bullish atau bearish), market maker bisa berada dalam posisi yang sulit. Karena mereka harus menempatkan order beli dan jual secara bersamaan, dalam pasar bullish mereka cenderung memegang terlalu banyak opsi put; dalam pasar bearish, mereka cenderung mengakumulasi opsi call. Ini berarti posisi mereka sering kali berlawanan dengan tren pasar, sehingga harus menanggung risiko eksposur yang besar.
Untuk mengatasi risiko ini, market maker harus menyesuaikan harga penawaran mereka secara cermat—misalnya, meningkatkan harga jual opsi call saat pasar bullish, dan menurunkan harga beli opsi put saat pasar bearish, guna mengurangi akumulasi posisi yang merugikan.
Keseimbangan Halus di Pasar
Spekulan dan market maker bukanlah hubungan yang sekadar berlawanan, melainkan saling bergantung dan saling menyeimbangkan. Spekulan membutuhkan market maker untuk menyediakan likuiditas yang cukup agar mereka bisa masuk dan keluar pasar kapan saja; sementara market maker membutuhkan aktivitas perdagangan dari spekulan untuk menciptakan peluang dan mendapatkan keuntungan dari spread.
Dalam berbagai kondisi pasar, perilaku market maker akan mengalami perubahan halus. Mereka tidak hanya mempertimbangkan harga aset dan volatilitas, tetapi juga harus mengevaluasi posisi mereka sendiri, memprediksi tren pasar, bahkan menyesuaikan strategi berdasarkan pola perilaku spekulan. Interaksi kompleks ini akhirnya menentukan penetapan harga opsi dan kedalaman likuiditas pasar.
Oleh karena itu, untuk memahami pasar opsi secara lebih mendalam, kita harus menyadari peran penting market maker dalam menjaga ketertiban pasar—mereka adalah pengambil risiko sekaligus penjaga likuiditas pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Market Maker dan Spekulan: Kebenaran tentang Likuiditas Pasar Opsi
Pasar opsi tampak rumit, tetapi pada akhirnya didorong oleh dua jenis peserta utama— spekulan dan market maker. Mereka meskipun bertransaksi di pasar yang sama, menggunakan strategi dan logika berpikir yang sama sekali berbeda. Untuk benar-benar memahami cara kerja pasar opsi, kita harus terlebih dahulu memahami peran masing-masing pemain ini.
Logika Perdagangan Spekulan
Spekulan adalah peserta paling umum di pasar. Mereka berpartisipasi dengan membeli opsi tunggal atau membangun strategi kompleks yang melibatkan beberapa opsi, dengan tujuan utama mendapatkan keuntungan dari prediksi yang akurat terhadap pergerakan harga aset dasar di masa depan.
Sumber keuntungan spekulan terutama berasal dari dua hal: pertama, prediksi arah pergerakan harga aset dasar; kedua, prediksi perubahan volatilitas tersirat (IV). Singkatnya, spekulan bertaruh pada arah pasar—jika prediksi mereka benar, mereka bisa mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga.
Bagaimana Market Maker Mendapatkan Keuntungan
Berbeda dengan pola pikir spekulan, market maker biasanya adalah lembaga keuangan besar yang model bisnisnya sepenuhnya berfokus pada “likuiditas”. Market maker tidak memprediksi arah harga, melainkan terus-menerus menyediakan harga beli dan jual, memberikan likuiditas yang konstan ke pasar.
Cara market maker mendapatkan keuntungan sangat sederhana—melalui spread harga beli dan jual. Ketika mereka membeli dengan harga lebih rendah dan menjual dengan harga lebih tinggi, selisih harga tersebut menjadi keuntungan mereka. Meskipun tampak kecil, jika volume transaksi cukup besar, akumulasi dari spread-spread kecil ini dapat menghasilkan pendapatan yang signifikan.
Pasar opsi menjadi kompleks karena setiap aset dasar memiliki beberapa tanggal kedaluwarsa, dan setiap tanggal kedaluwarsa memiliki beberapa tingkat harga strike yang dapat dipilih, serta opsi call dan put untuk setiap harga strike. Oleh karena itu, market maker harus memberikan harga untuk ribuan opsi sekaligus, yang tidak hanya menyediakan kedalaman likuiditas pasar tetapi juga menimbulkan risiko dan kebutuhan modal yang besar.
Tantangan Nyata yang Dihadapi Market Maker
Meskipun terlihat stabil dan menguntungkan, sebenarnya market maker menanggung risiko yang kompleks. Mereka harus mengelola portofolio posisi yang besar dan rumit, dengan sensitivitas terhadap pergerakan harga pasar yang jauh lebih tinggi dibandingkan spekulan.
Terutama saat tren pasar jelas (seperti pasar bullish atau bearish), market maker bisa berada dalam posisi yang sulit. Karena mereka harus menempatkan order beli dan jual secara bersamaan, dalam pasar bullish mereka cenderung memegang terlalu banyak opsi put; dalam pasar bearish, mereka cenderung mengakumulasi opsi call. Ini berarti posisi mereka sering kali berlawanan dengan tren pasar, sehingga harus menanggung risiko eksposur yang besar.
Untuk mengatasi risiko ini, market maker harus menyesuaikan harga penawaran mereka secara cermat—misalnya, meningkatkan harga jual opsi call saat pasar bullish, dan menurunkan harga beli opsi put saat pasar bearish, guna mengurangi akumulasi posisi yang merugikan.
Keseimbangan Halus di Pasar
Spekulan dan market maker bukanlah hubungan yang sekadar berlawanan, melainkan saling bergantung dan saling menyeimbangkan. Spekulan membutuhkan market maker untuk menyediakan likuiditas yang cukup agar mereka bisa masuk dan keluar pasar kapan saja; sementara market maker membutuhkan aktivitas perdagangan dari spekulan untuk menciptakan peluang dan mendapatkan keuntungan dari spread.
Dalam berbagai kondisi pasar, perilaku market maker akan mengalami perubahan halus. Mereka tidak hanya mempertimbangkan harga aset dan volatilitas, tetapi juga harus mengevaluasi posisi mereka sendiri, memprediksi tren pasar, bahkan menyesuaikan strategi berdasarkan pola perilaku spekulan. Interaksi kompleks ini akhirnya menentukan penetapan harga opsi dan kedalaman likuiditas pasar.
Oleh karena itu, untuk memahami pasar opsi secara lebih mendalam, kita harus menyadari peran penting market maker dalam menjaga ketertiban pasar—mereka adalah pengambil risiko sekaligus penjaga likuiditas pasar.