Tanpa menjaga nilai aset, seberapa jauh kekayaan keluarga Anda bisa bertahan? — Dari pendirian negara hingga 2026: Panduan bertahan melewati siklus inflasi
Pendahuluan: Mengapa Uang Semakin “Kurus”?
Apakah Anda menyadari, generasi kakek nenek, satu sen bisa membeli satu permen; sekarang, satu yuan jatuh ke tanah pun mungkin tidak perlu membungkuk? Orang tua sering bilang, di tahun 80-an gaji puluhan yuan cukup untuk menghidupi satu keluarga, sekarang gaji ribuan yuan tetap terasa kurang. Ini bukan ilusi, melainkan inflasi yang diam-diam mengikis kekayaan. 1 yuan tahun 1978, jika dihitung daya beli, setara dengan 14,47 juta yuan Februari 2026; 1 yuan tahun 1988 setara dengan 1,66 juta yuan saat ini. Artinya, jika menyimpan uang tunai di bawah kasur, kekayaan akan menyusut lebih dari separuh setiap sepuluh tahun.
Artikel ini akan menggunakan garis besar ekonomi selama 76 tahun sejak berdirinya negara, menganalisis pengaruh inflasi terhadap kekayaan keluarga, serta merangkum tren pergerakan kekayaan di berbagai tahap sejarah.
Bagian Pertama: Perubahan Mata Uang Setelah Berdirinya Negara dan Kebenaran Tentang Inflasi (1949-Februari 2026)
1949-1952: Reruntuhan Inflasi Parah
Saat China baru berdiri, inflasi parah yang diwariskan dari Kuomintang membuat harga melambung seperti kuda liar yang lepas kendali. Januari 1949, 1 dolar AS setara 80 yuan RMB lama; hingga Maret 1950, turun menjadi 1 dolar AS setara 42.000 yuan RMB lama. Setelah reformasi mata uang tahun 1955, rasio tukar RMB baru dan lama mencapai 1:10.000, sehingga nilai mata uang mulai stabil. Pelajaran penting: selama masa pemulihan ekonomi pasca perang, uang tunai adalah racun, beras dan emas adalah penyelamat.
1953-1978: Ekonomi Terencana dan “Inflasi Tersembunyi”
Tiket beras dan kain menjadi alat pembayaran utama, harga tampak stabil, tetapi daya beli uang secara sengaja ditekan. Pada 1960-an, 0,14 yuan untuk 1 jin beras harus menggunakan tiket beras, sementara pekerja dengan gaji bulanan 40 yuan tidak mampu membeli beberapa barang. Fakta kekayaan: di tahap ini, inti pengumpulan kekayaan bukan menyimpan uang, melainkan “mendapatkan tiket”—keluarga yang bisa mendapatkan tiket beras dan kain, tingkat hidupnya jauh di atas pekerja biasa.
1979-2026: Siklus Inflasi yang Berulang
Setelah reformasi dan keterbukaan tahun 1979, siklus inflasi resmi dimulai:
1985-1988: Harga melonjak menyebabkan inflasi melambung, CPI mencapai 18,8%, pengusaha kecil dengan pendapatan tahunan 50.000 yuan menabung di bank, daya beli mereka menyusut lebih dari 60%.
1994: CPI mencapai puncak 24,1%, tabungan “ribu yuan” pun terkikis oleh inflasi.
1998-2002: Krisis keuangan Asia menyebabkan deflasi, CPI selama 39 bulan berturut-turut negatif, uang tunai menjadi aset paling aman.
2003-2007: Setelah bergabung WTO, ekonomi melonjak, harga properti naik rata-rata 20% per tahun, tetapi krisis keuangan 2008 membuat kekayaan menyusut 30%.
2016-2020: Program perumahan yang dipermudah mendorong harga rumah naik dua kali lipat di kota tingkat tiga dan empat, tetapi kebijakan “tiga garis merah” tahun 2021 membuat pasar properti menyesuaikan diri.
2023-2026 Februari: CPI tetap rendah (rata-rata 0,8% tahun 2025), volume penjualan properti meningkat secara tahunan, ekonomi memasuki fase “pemulihan lembut + tekanan deflasi”.
Catatan Inflasi Beras dan Barang Konsumsi
1 jin beras tahun 1985 seharga 0,14 yuan, naik menjadi 3,0 yuan Februari 2026;
1 jin daging babi tahun 1985 seharga 0,95 yuan, naik menjadi 20,0 yuan tahun 2026. Temuan utama: kenaikan harga barang kebutuhan pokok sekitar 21 kali lipat, tetapi harga rumah di kota utama dari 1998 sebesar 500 yuan/m2 naik menjadi 60.000 yuan/m2 tahun 2026, kenaikan lebih dari 120 kali lipat. Ini berarti, dengan jumlah yang sama, investasi properti lebih menguntungkan daripada menyimpan di bank, dengan keuntungan lebih dari 10 kali lipat.
Bagian Kedua: Era Keemasan Pergerakan Kekayaan dan Pelajaran (1978-2026)
1978-1984: “Bertani untuk Kaya” di bawah Sistem Kontrak Tanah
Sistem kontrak keluarga membuat petani beralih dari “bertani untuk negara” menjadi “bertani untuk diri sendiri”. Pada 1979, produksi beras meningkat 9%, pendapatan petani melonjak. Contoh kekayaan: petani di desa Xiaogang, Fengyang, Anhui, tahun 1980, penghasilan dari bertani sebesar 500 yuan (sementara pekerja dengan gaji tahunan 400 yuan), tetapi karena kurangnya kesadaran investasi, mereka hanya bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara itu, petani di Zhejiang menggunakan sisa hasil panen untuk menukar uang dan berinvestasi dalam perdagangan barang kecil, pendapatan mereka berlipat ganda. Pelajaran: tanah adalah dasar, tetapi tanpa investasi, kekayaan berhenti di tingkat kebutuhan pokok.
1980-1990: “Jebakan Kekayaan Mendadak” Pengusaha Kecil
Legalitas usaha kecil tahun 1980, pada 1985, penghasilan bulanan pengusaha kecil bisa mencapai 300 yuan, 7,5 kali lipat dari pekerja BUMN (40 yuan). Fakta kekayaan: saat itu, “penjual telur rebus lebih kaya dari insinyur”, tetapi kebanyakan orang menyimpan uang di bank. Inflasi 1988 sebesar 18,8%, nilai riil tabungan turun 10%; tahun 1994 inflasi 24,1%, daya beli tabungan menyusut 60%. Contoh: Pengusaha kecil di Shanghai, Wang, menyimpan 50.000 yuan, tahun 1994 nilainya tinggal 20.000 yuan; sementara Li, yang membeli rumah seharga 30.000 yuan, menjualnya tahun 2005 dan mendapatkan keuntungan 20 kali lipat.
1992-2007: Gelombang “Keluar Laut” dan Emas 20 Tahun Properti
1992, Deng Xiaoping berbicara di Selatan, memicu gelombang keluar laut; 1998, reformasi properti dimulai, pasar properti melonjak. Pergerakan kekayaan:
1998, harga rumah di Beijing 500 yuan/m2, tahun 2007 naik menjadi 8.000 yuan/m2 (rata-rata kenaikan 25% per tahun);
2005, indeks Shanghai Composite 1200 poin, tahun 2007 melonjak ke 6124 poin (rata-rata kenaikan 50%).
Pelajaran penting: investor yang masuk pasar saat indeks 6124 poin tahun 2007, mengalami kerugian 73% saat pasar turun ke 1664 poin tahun 2008; sedangkan investor yang rutin membeli indeks selama 10 tahun, memperoleh keuntungan lebih dari 200%.
2008-2026: Kebijaksanaan Bertahan dalam Siklus
Setelah krisis keuangan 2008, stimulus “empat triliun” mendorong harga properti naik; tahun 2016, kebijakan “rumah bukan untuk spekulasi” diterapkan, dan penjualan properti mulai pulih tahun 2023. Saat ini, harga rumah di kota utama stabil, tetapi di kota tingkat tiga dan empat masih dalam penyesuaian. Pelajaran kekayaan: siklus properti sekitar 20 tahun, dari 1998 hingga 2017 adalah masa kenaikan, setelah 2018 memasuki fase diferensiasi dan penyesuaian.
Bagian Ketiga: Senjata Utama untuk Melindungi Nilai Kekayaan—Belajar dari Buffett dan Munger
Pertama, “Aturan Lingkup Kemampuan” Buffett: Investasi fokus dalam lingkup pemahaman, tidak harus tersebar
Buffett tidak pernah menyebar investasinya, melainkan fokus dalam lingkup pemahamannya. Saat awal, dia menginvestasikan 80% dana di satu bisnis saat membeli tekstil Berkshire; kemudian beralih ke Coca-Cola karena dia minum Coca-Cola setiap hari dan memahami nilai mereknya. Pada 2016, dia mengakumulasi saham Apple karena putrinya menggunakan iPhone, memahami ekosistem mobile.
Panduan Operasi:
Tanya diri sendiri: Apakah saya benar-benar memahami aset ini? (Contoh: jika tidak paham teknologi chip, jangan beli saham semikonduktor)
Lalu tanya: Apakah pengetahuan saya cukup mendalam? (Contoh: Buffett mempelajari Coca-Cola selama 20 tahun sebelum berinvestasi besar)
Akhirnya: Investasikan hanya 1-2 aset inti, bukan 10 aset “sedikit tahu”.
Contoh: Awal pandemi 2020, Buffett menjual saham maskapai karena tidak memahami industri, tetapi tetap memegang Coca-Cola yang pemahamannya jelas, dan harga sahamnya naik 35% tahun 2023.
Kedua, “Margin Keamanan” Munger: Selalu Sisakan Ruang
Munger berkata: “Investasi bukan untuk menghasilkan uang, tetapi untuk menghindari kerugian.” Dia mengharuskan membeli di harga di bawah nilai intrinsik minimal 20%.
Tolak “yang sedang tren”: Tahun 2021, gelombang kendaraan listrik baru, Munger mengingatkan “jangan ikut tren jika tidak paham teknologi”, dan banyak saham konsep terjun bebas.
Contoh: Tahun 2022, saham properti di A-share anjlok, Evergrande dan R&F jatuh lebih dari 90%, tetapi Poly dan Vanke turun hanya 20% karena valuasinya di bawah nilai intrinsik 30%.
Ketiga, Sertifikat Deposito Bank Besar: “Pelindung Nilai Uang” yang Stabil
Mulai 2023, sertifikat deposito besar (mulai dari 200.000 yuan) suku bunganya terus meningkat:
3 tahun, suku bunga 2,75% (Februari 2026), lebih tinggi 0,75% dari deposito biasa;
Deposito di bawah 1 juta yuan dilindungi oleh “Peraturan Asuransi Simpanan”, aman tanpa risiko.
Mengapa penting: di masa CPI rendah 2023-2026, sertifikat deposito besar bisa mengalahkan inflasi (rata-rata 0,8% per tahun CPI), dan likuiditasnya lebih baik dari deposito berjangka.
Saran praktis: alokasikan 50% dana darurat (3-6 bulan biaya hidup) ke sertifikat deposito besar, dan 50% ke dana pasar uang (seperti Yu’ebao, dengan hasil tahunan 2,5%).
Bagian Keempat: Panduan Praktis Alokasi Aset Februari 2026
Pertama, Prinsip “Buffett” dalam Alokasi Aset Keluarga
Prinsip Investasi Terdiversifikasi Tradisional Investasi Fokus ala Buffett
Logika Inti “Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang” “Taruh semua telur dalam satu keranjang, tapi keranjanya harus cukup besar”
Kelompok Sasaran Penghindar risiko, pemula Mereka yang punya pemahaman jelas dan mampu riset
Rekomendasi 2026 40% obligasi + 30% saham + 20% properti + 10% emas 60% aset inti (misalnya indeks fund + properti kota utama) + 40% uang tunai + obligasi
Alasan Pengaturan Ini:
CPI rendah di 2026 (0,8%), obligasi dengan hasil 3,5% per tahun bisa mengalahkan inflasi;
Pasar saham di valuasi rendah (PE Shanghai 12 kali), cocok untuk investasi rutin;
Properti harus di lokasi utama kota inti, hindari kota tingkat tiga dan empat;
Emas (harga emas sekitar 930 yuan/gram tahun 2026) sebagai alat lindung nilai.
Kedua, Rencana Alokasi Spesifik Februari 2026 (Versi Keluarga)
Akun Uang Tunai (20%):
10%: Sertifikat deposito besar (3 tahun, 2,75%)
10%: Dana pasar uang (hasil tahunan 2,5%, bisa diambil kapan saja)
30%: Dana obligasi berkualitas tinggi (hasil 3,5% per tahun, risiko rendah)
10%: ETF emas (untuk lindung risiko geopolitik)
Alasan: Siklus suku bunga menurun, hasil obligasi meningkat; emas melindungi nilai saat inflasi kembali naik.
Akun Pertumbuhan (35%):
25%: Indeks fund CSI 300 (dengan rutin investasi, hasil 8% per tahun)
10%: Properti kota utama (untuk tinggal + investasi apartemen kecil, hasil 3-5% per tahun)
Alasan: Buffett bilang “Pasar saham jangka panjang adalah timbangan”, indeks fund adalah pilihan terbaik untuk orang biasa; properti harus di lokasi utama dan fokus, hanya di kota utama/kuat tingkat kedua.
Akun Perlindungan (5%):
Asuransi (perlindungan penyakit kritis + asuransi kesehatan)
Alasan: Munger bilang “Tanpa bantalan keamanan, kekayaan bisa hilang.”
Pengingat Penting:
Di Februari 2026, hindari membeli rumah dengan leverage tinggi, hindari membeli saat harga sedang naik; misalnya, seseorang membeli rumah di kota tingkat tiga dan empat dengan harga tinggi tahun 2023, tahun 2026 mengalami kerugian 20%; sebaliknya, membeli di pusat kota Hangzhou tahun 2020, tahun 2026 nilainya meningkat 25%.
Penutup: Melindungi Kekayaan adalah Maraton Pemahaman
Melihat kembali sejarah ekonomi selama 76 tahun, kita menyadari:
Orang di tahun 80-an yang menabung, kekayaannya terkikis inflasi;
Di tahun 90-an, mereka yang keluar laut, karena tidak tahu pengelolaan, kekayaannya berhenti di tingkat kebutuhan;
Yang membeli di puncak tahun 2008, terjebak selama 15 tahun;
Sementara mereka yang mengikuti prinsip “investasi fokus berdasarkan pemahaman” ala Buffett, kekayaannya bisa diwariskan antar generasi.
Rekomendasi akhir Februari 2026:
Pertama, belajar: luangkan 3 bulan untuk meneliti satu bidang (misalnya konsumsi, teknologi), sampai bisa menjelaskan model keuntungannya;
Kedua, berinvestasi: dalam lingkup pemahaman, taruh 60% dana di 1-2 aset inti;
Selalu siapkan jalan keluar: 40% dana tetap likuid, hindari dikendalikan pasar.
Buffett bilang: “Investasi itu sederhana, tapi tidak mudah.”
Munger bilang: “Kekayaan bukan bergantung keberuntungan, tapi pengetahuan.”
Mulai sekarang, hentikan ilusi “menabung menunggu inflasi”, gunakan pengetahuan untuk menggerakkan kekayaan, agar kekayaan keluarga Anda bisa lebih jauh.
Artikel ini disusun berdasarkan data ekonomi Februari 2026, tidak merupakan saran investasi. Investasi memiliki risiko, keputusan harus hati-hati.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Tanpa menjaga nilai aset, seberapa jauh kekayaan keluarga Anda bisa bertahan? — Dari pendirian negara hingga 2026: Panduan bertahan melewati siklus inflasi
Pendahuluan: Mengapa Uang Semakin “Kurus”?
Apakah Anda menyadari, generasi kakek nenek, satu sen bisa membeli satu permen; sekarang, satu yuan jatuh ke tanah pun mungkin tidak perlu membungkuk? Orang tua sering bilang, di tahun 80-an gaji puluhan yuan cukup untuk menghidupi satu keluarga, sekarang gaji ribuan yuan tetap terasa kurang. Ini bukan ilusi, melainkan inflasi yang diam-diam mengikis kekayaan. 1 yuan tahun 1978, jika dihitung daya beli, setara dengan 14,47 juta yuan Februari 2026; 1 yuan tahun 1988 setara dengan 1,66 juta yuan saat ini. Artinya, jika menyimpan uang tunai di bawah kasur, kekayaan akan menyusut lebih dari separuh setiap sepuluh tahun.
Artikel ini akan menggunakan garis besar ekonomi selama 76 tahun sejak berdirinya negara, menganalisis pengaruh inflasi terhadap kekayaan keluarga, serta merangkum tren pergerakan kekayaan di berbagai tahap sejarah.
Bagian Pertama: Perubahan Mata Uang Setelah Berdirinya Negara dan Kebenaran Tentang Inflasi (1949-Februari 2026)
1949-1952: Reruntuhan Inflasi Parah
Saat China baru berdiri, inflasi parah yang diwariskan dari Kuomintang membuat harga melambung seperti kuda liar yang lepas kendali. Januari 1949, 1 dolar AS setara 80 yuan RMB lama; hingga Maret 1950, turun menjadi 1 dolar AS setara 42.000 yuan RMB lama. Setelah reformasi mata uang tahun 1955, rasio tukar RMB baru dan lama mencapai 1:10.000, sehingga nilai mata uang mulai stabil. Pelajaran penting: selama masa pemulihan ekonomi pasca perang, uang tunai adalah racun, beras dan emas adalah penyelamat.
1953-1978: Ekonomi Terencana dan “Inflasi Tersembunyi”
Tiket beras dan kain menjadi alat pembayaran utama, harga tampak stabil, tetapi daya beli uang secara sengaja ditekan. Pada 1960-an, 0,14 yuan untuk 1 jin beras harus menggunakan tiket beras, sementara pekerja dengan gaji bulanan 40 yuan tidak mampu membeli beberapa barang. Fakta kekayaan: di tahap ini, inti pengumpulan kekayaan bukan menyimpan uang, melainkan “mendapatkan tiket”—keluarga yang bisa mendapatkan tiket beras dan kain, tingkat hidupnya jauh di atas pekerja biasa.
1979-2026: Siklus Inflasi yang Berulang
Setelah reformasi dan keterbukaan tahun 1979, siklus inflasi resmi dimulai:
1985-1988: Harga melonjak menyebabkan inflasi melambung, CPI mencapai 18,8%, pengusaha kecil dengan pendapatan tahunan 50.000 yuan menabung di bank, daya beli mereka menyusut lebih dari 60%.
1994: CPI mencapai puncak 24,1%, tabungan “ribu yuan” pun terkikis oleh inflasi.
1998-2002: Krisis keuangan Asia menyebabkan deflasi, CPI selama 39 bulan berturut-turut negatif, uang tunai menjadi aset paling aman.
2003-2007: Setelah bergabung WTO, ekonomi melonjak, harga properti naik rata-rata 20% per tahun, tetapi krisis keuangan 2008 membuat kekayaan menyusut 30%.
2016-2020: Program perumahan yang dipermudah mendorong harga rumah naik dua kali lipat di kota tingkat tiga dan empat, tetapi kebijakan “tiga garis merah” tahun 2021 membuat pasar properti menyesuaikan diri.
2023-2026 Februari: CPI tetap rendah (rata-rata 0,8% tahun 2025), volume penjualan properti meningkat secara tahunan, ekonomi memasuki fase “pemulihan lembut + tekanan deflasi”.
Catatan Inflasi Beras dan Barang Konsumsi
1 jin beras tahun 1985 seharga 0,14 yuan, naik menjadi 3,0 yuan Februari 2026;
1 jin daging babi tahun 1985 seharga 0,95 yuan, naik menjadi 20,0 yuan tahun 2026. Temuan utama: kenaikan harga barang kebutuhan pokok sekitar 21 kali lipat, tetapi harga rumah di kota utama dari 1998 sebesar 500 yuan/m2 naik menjadi 60.000 yuan/m2 tahun 2026, kenaikan lebih dari 120 kali lipat. Ini berarti, dengan jumlah yang sama, investasi properti lebih menguntungkan daripada menyimpan di bank, dengan keuntungan lebih dari 10 kali lipat.
Bagian Kedua: Era Keemasan Pergerakan Kekayaan dan Pelajaran (1978-2026)
1978-1984: “Bertani untuk Kaya” di bawah Sistem Kontrak Tanah
Sistem kontrak keluarga membuat petani beralih dari “bertani untuk negara” menjadi “bertani untuk diri sendiri”. Pada 1979, produksi beras meningkat 9%, pendapatan petani melonjak. Contoh kekayaan: petani di desa Xiaogang, Fengyang, Anhui, tahun 1980, penghasilan dari bertani sebesar 500 yuan (sementara pekerja dengan gaji tahunan 400 yuan), tetapi karena kurangnya kesadaran investasi, mereka hanya bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara itu, petani di Zhejiang menggunakan sisa hasil panen untuk menukar uang dan berinvestasi dalam perdagangan barang kecil, pendapatan mereka berlipat ganda. Pelajaran: tanah adalah dasar, tetapi tanpa investasi, kekayaan berhenti di tingkat kebutuhan pokok.
1980-1990: “Jebakan Kekayaan Mendadak” Pengusaha Kecil
Legalitas usaha kecil tahun 1980, pada 1985, penghasilan bulanan pengusaha kecil bisa mencapai 300 yuan, 7,5 kali lipat dari pekerja BUMN (40 yuan). Fakta kekayaan: saat itu, “penjual telur rebus lebih kaya dari insinyur”, tetapi kebanyakan orang menyimpan uang di bank. Inflasi 1988 sebesar 18,8%, nilai riil tabungan turun 10%; tahun 1994 inflasi 24,1%, daya beli tabungan menyusut 60%. Contoh: Pengusaha kecil di Shanghai, Wang, menyimpan 50.000 yuan, tahun 1994 nilainya tinggal 20.000 yuan; sementara Li, yang membeli rumah seharga 30.000 yuan, menjualnya tahun 2005 dan mendapatkan keuntungan 20 kali lipat.
1992-2007: Gelombang “Keluar Laut” dan Emas 20 Tahun Properti
1992, Deng Xiaoping berbicara di Selatan, memicu gelombang keluar laut; 1998, reformasi properti dimulai, pasar properti melonjak. Pergerakan kekayaan:
1998, harga rumah di Beijing 500 yuan/m2, tahun 2007 naik menjadi 8.000 yuan/m2 (rata-rata kenaikan 25% per tahun);
2005, indeks Shanghai Composite 1200 poin, tahun 2007 melonjak ke 6124 poin (rata-rata kenaikan 50%).
Pelajaran penting: investor yang masuk pasar saat indeks 6124 poin tahun 2007, mengalami kerugian 73% saat pasar turun ke 1664 poin tahun 2008; sedangkan investor yang rutin membeli indeks selama 10 tahun, memperoleh keuntungan lebih dari 200%.
2008-2026: Kebijaksanaan Bertahan dalam Siklus
Setelah krisis keuangan 2008, stimulus “empat triliun” mendorong harga properti naik; tahun 2016, kebijakan “rumah bukan untuk spekulasi” diterapkan, dan penjualan properti mulai pulih tahun 2023. Saat ini, harga rumah di kota utama stabil, tetapi di kota tingkat tiga dan empat masih dalam penyesuaian. Pelajaran kekayaan: siklus properti sekitar 20 tahun, dari 1998 hingga 2017 adalah masa kenaikan, setelah 2018 memasuki fase diferensiasi dan penyesuaian.
Bagian Ketiga: Senjata Utama untuk Melindungi Nilai Kekayaan—Belajar dari Buffett dan Munger
Pertama, “Aturan Lingkup Kemampuan” Buffett: Investasi fokus dalam lingkup pemahaman, tidak harus tersebar
Buffett tidak pernah menyebar investasinya, melainkan fokus dalam lingkup pemahamannya. Saat awal, dia menginvestasikan 80% dana di satu bisnis saat membeli tekstil Berkshire; kemudian beralih ke Coca-Cola karena dia minum Coca-Cola setiap hari dan memahami nilai mereknya. Pada 2016, dia mengakumulasi saham Apple karena putrinya menggunakan iPhone, memahami ekosistem mobile.
Panduan Operasi:
Tanya diri sendiri: Apakah saya benar-benar memahami aset ini? (Contoh: jika tidak paham teknologi chip, jangan beli saham semikonduktor)
Lalu tanya: Apakah pengetahuan saya cukup mendalam? (Contoh: Buffett mempelajari Coca-Cola selama 20 tahun sebelum berinvestasi besar)
Akhirnya: Investasikan hanya 1-2 aset inti, bukan 10 aset “sedikit tahu”.
Contoh: Awal pandemi 2020, Buffett menjual saham maskapai karena tidak memahami industri, tetapi tetap memegang Coca-Cola yang pemahamannya jelas, dan harga sahamnya naik 35% tahun 2023.
Kedua, “Margin Keamanan” Munger: Selalu Sisakan Ruang
Munger berkata: “Investasi bukan untuk menghasilkan uang, tetapi untuk menghindari kerugian.” Dia mengharuskan membeli di harga di bawah nilai intrinsik minimal 20%.
Panduan Operasi: Hitung margin keamanan: misalnya, properti dinilai 1 juta yuan, beli seharga 700.000 yuan;
Tolak “yang sedang tren”: Tahun 2021, gelombang kendaraan listrik baru, Munger mengingatkan “jangan ikut tren jika tidak paham teknologi”, dan banyak saham konsep terjun bebas.
Contoh: Tahun 2022, saham properti di A-share anjlok, Evergrande dan R&F jatuh lebih dari 90%, tetapi Poly dan Vanke turun hanya 20% karena valuasinya di bawah nilai intrinsik 30%.
Ketiga, Sertifikat Deposito Bank Besar: “Pelindung Nilai Uang” yang Stabil
Mulai 2023, sertifikat deposito besar (mulai dari 200.000 yuan) suku bunganya terus meningkat:
3 tahun, suku bunga 2,75% (Februari 2026), lebih tinggi 0,75% dari deposito biasa;
Deposito di bawah 1 juta yuan dilindungi oleh “Peraturan Asuransi Simpanan”, aman tanpa risiko.
Mengapa penting: di masa CPI rendah 2023-2026, sertifikat deposito besar bisa mengalahkan inflasi (rata-rata 0,8% per tahun CPI), dan likuiditasnya lebih baik dari deposito berjangka.
Saran praktis: alokasikan 50% dana darurat (3-6 bulan biaya hidup) ke sertifikat deposito besar, dan 50% ke dana pasar uang (seperti Yu’ebao, dengan hasil tahunan 2,5%).
Bagian Keempat: Panduan Praktis Alokasi Aset Februari 2026
Pertama, Prinsip “Buffett” dalam Alokasi Aset Keluarga
Prinsip Investasi Terdiversifikasi Tradisional Investasi Fokus ala Buffett
Logika Inti “Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang” “Taruh semua telur dalam satu keranjang, tapi keranjanya harus cukup besar”
Kelompok Sasaran Penghindar risiko, pemula Mereka yang punya pemahaman jelas dan mampu riset
Rekomendasi 2026 40% obligasi + 30% saham + 20% properti + 10% emas 60% aset inti (misalnya indeks fund + properti kota utama) + 40% uang tunai + obligasi
Alasan Pengaturan Ini:
CPI rendah di 2026 (0,8%), obligasi dengan hasil 3,5% per tahun bisa mengalahkan inflasi;
Pasar saham di valuasi rendah (PE Shanghai 12 kali), cocok untuk investasi rutin;
Properti harus di lokasi utama kota inti, hindari kota tingkat tiga dan empat;
Emas (harga emas sekitar 930 yuan/gram tahun 2026) sebagai alat lindung nilai.
Kedua, Rencana Alokasi Spesifik Februari 2026 (Versi Keluarga)
Akun Uang Tunai (20%):
10%: Sertifikat deposito besar (3 tahun, 2,75%)
10%: Dana pasar uang (hasil tahunan 2,5%, bisa diambil kapan saja)
Alasan: Mengantisipasi potensi fluktuasi ekonomi 2026, menjaga likuiditas.
Akun Stabil (40%):
30%: Dana obligasi berkualitas tinggi (hasil 3,5% per tahun, risiko rendah)
10%: ETF emas (untuk lindung risiko geopolitik)
Alasan: Siklus suku bunga menurun, hasil obligasi meningkat; emas melindungi nilai saat inflasi kembali naik.
Akun Pertumbuhan (35%):
25%: Indeks fund CSI 300 (dengan rutin investasi, hasil 8% per tahun)
10%: Properti kota utama (untuk tinggal + investasi apartemen kecil, hasil 3-5% per tahun)
Alasan: Buffett bilang “Pasar saham jangka panjang adalah timbangan”, indeks fund adalah pilihan terbaik untuk orang biasa; properti harus di lokasi utama dan fokus, hanya di kota utama/kuat tingkat kedua.
Akun Perlindungan (5%):
Asuransi (perlindungan penyakit kritis + asuransi kesehatan)
Alasan: Munger bilang “Tanpa bantalan keamanan, kekayaan bisa hilang.”
Pengingat Penting:
Di Februari 2026, hindari membeli rumah dengan leverage tinggi, hindari membeli saat harga sedang naik; misalnya, seseorang membeli rumah di kota tingkat tiga dan empat dengan harga tinggi tahun 2023, tahun 2026 mengalami kerugian 20%; sebaliknya, membeli di pusat kota Hangzhou tahun 2020, tahun 2026 nilainya meningkat 25%.
Penutup: Melindungi Kekayaan adalah Maraton Pemahaman
Melihat kembali sejarah ekonomi selama 76 tahun, kita menyadari:
Orang di tahun 80-an yang menabung, kekayaannya terkikis inflasi;
Di tahun 90-an, mereka yang keluar laut, karena tidak tahu pengelolaan, kekayaannya berhenti di tingkat kebutuhan;
Yang membeli di puncak tahun 2008, terjebak selama 15 tahun;
Sementara mereka yang mengikuti prinsip “investasi fokus berdasarkan pemahaman” ala Buffett, kekayaannya bisa diwariskan antar generasi.
Rekomendasi akhir Februari 2026:
Pertama, belajar: luangkan 3 bulan untuk meneliti satu bidang (misalnya konsumsi, teknologi), sampai bisa menjelaskan model keuntungannya;
Kedua, berinvestasi: dalam lingkup pemahaman, taruh 60% dana di 1-2 aset inti;
Selalu siapkan jalan keluar: 40% dana tetap likuid, hindari dikendalikan pasar.
Buffett bilang: “Investasi itu sederhana, tapi tidak mudah.”
Munger bilang: “Kekayaan bukan bergantung keberuntungan, tapi pengetahuan.”
Mulai sekarang, hentikan ilusi “menabung menunggu inflasi”, gunakan pengetahuan untuk menggerakkan kekayaan, agar kekayaan keluarga Anda bisa lebih jauh.
Artikel ini disusun berdasarkan data ekonomi Februari 2026, tidak merupakan saran investasi. Investasi memiliki risiko, keputusan harus hati-hati.