Arbitrase merupakan salah satu strategi paling menjanjikan dalam trading cryptocurrency modern. Inti dari metode ini adalah mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga antara berbagai platform perdagangan atau antara pasar spot dan futures. Trading dengan memanfaatkan peluang arbitrase memungkinkan meminimalkan pengaruh volatilitas dan memperoleh pendapatan yang relatif stabil, jika memilih waktu masuk posisi dengan tepat.
Tiga Jenis Utama Perdagangan Arbitrase
Pasar cryptocurrency menyediakan beberapa jalur utama bagi trader untuk menerapkan arbitrase. Masing-masing memiliki karakteristik, risiko, dan potensi keuntungan tersendiri.
Arbitrase di pasar spot dan futures
Jenis arbitrase ini didasarkan pada pengelolaan simultan dengan satu aset di dua segmen pasar berbeda. Intinya sangat sederhana: Anda membeli aset di tempat di mana harganya lebih rendah, dan sekaligus menjual di tempat lain di mana harganya lebih tinggi. Misalnya, jika Bitcoin lebih murah di pasar spot dibandingkan kontrak futures BTCUSDT, trader dapat membeli BTC secara spot dan menjual futures. Saat masa berlaku futures berakhir, harga kontrak akan menyatu dengan harga spot, dan trader merealisasikan keuntungan dari selisih tersebut.
Arbitrase pada biaya pendanaan (funding rates)
Metode ini aktif digunakan di pasar kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa. Mekanismenya sebagai berikut: di sebagian besar platform, trader dengan posisi long di kontrak tanpa batas waktu secara berkala membayar biaya (biaya pendanaan) kepada mereka yang memegang posisi short. Jika biaya ini positif, arbitraseur dapat membeli aset di pasar spot dan membuka posisi short di kontrak tanpa batas waktu dengan jumlah yang sama. Dengan demikian, trader mendapatkan dua aliran pendapatan: potensi penyamaan harga (mengurangi kerugian) dan pembayaran reguler dari biaya pendanaan.
Contoh konkret: kontrak BTCUSDT tanpa batas waktu memiliki biaya pendanaan positif +0,01% per jam. Trader membeli 1 BTC di pasar spot dan membuka posisi short 1 BTC di kontrak tanpa batas waktu. Dengan melakukan hedging, fluktuasi harga BTC tidak mempengaruhi hasil akhir, tetapi trader secara rutin menerima biaya pendanaan dari posisi long.
Arbitrase pada spread harga antar kontrak
Jenis arbitrase ini fokus pada perbedaan antara pasar spot dan kontrak futures. Ketika spread antara harga spot dan futures cukup besar, arbitraseur mengunci selisih tersebut dengan membeli di pasar spot dan menjual futures (atau sebaliknya) secara bersamaan. Saat masa berlaku futures berakhir, harga akan menyatu, memungkinkan trader meraih keuntungan dari spread awal.
Infrastruktur Trading Arbitrase: Alat dan Peluang
Platform trading cryptocurrency modern menyediakan alat khusus untuk bekerja dengan arbitrase. Alat ini sangat memudahkan pencarian peluang dan pengelolaan posisi.
Pencarian dan peringkat peluang
Langkah pertama dalam arbitrase adalah menemukan peluang yang benar-benar menguntungkan. Platform profesional menawarkan fitur peringkat otomatis pasangan trading berdasarkan besar spread atau biaya pendanaan. Ini membantu trader dengan cepat mengidentifikasi pasangan yang paling menarik dan menilai potensi profitabilitas sebelum membuka posisi.
Peringkat dapat diatur dengan dua cara:
Berdasarkan biaya pendanaan (dari tinggi ke rendah), untuk memilih pasangan dengan pendapatan dari biaya terbesar
Berdasarkan spread (dari besar ke kecil), untuk menemukan peluang paling menguntungkan dalam trading futures
Penempatan order simultan di dua pasar
Fitur utama arbitrase adalah kemampuan menempatkan order secara bersamaan dan independen di dua pasar berbeda dari satu layar. Trader dapat melihat kutipan harga dan tingkat likuiditas kedua pasangan secara bersamaan, sehingga dapat mengambil keputusan dengan cepat. Jumlah aset yang diperdagangkan harus sama di kedua pasar, tetapi arah transaksi harus berlawanan (beli di satu pasar, jual di pasar lain).
Salah satu tantangan utama arbitrase adalah order di dua pasar mungkin tidak terisi secara merata. Jika satu pasar terisi 70% dan pasar lain hanya 40%, ini menciptakan ketidakseimbangan dan meningkatkan risiko likuidasi. Platform modern mengatasi masalah ini dengan fitur penyeimbangan otomatis yang bekerja sebagai berikut:
Sistem memeriksa jumlah order yang terisi setiap 2-3 detik di masing-masing arah. Jika ditemukan ketidakseimbangan, secara otomatis ditempatkan order pasar untuk menyeimbangkan posisi. Misalnya, jika di pasar spot dibeli 0,6 BTC dan di kontrak tanpa batas waktu terjual 0,4 BTC, sistem akan otomatis menjual lagi 0,2 BTC di kontrak tersebut. Proses ini berlanjut sampai semua order terisi penuh atau dalam periode tertentu (biasanya 24 jam).
Fitur lanjutan margin trading
Akun trading terpadu memungkinkan penggunaan lebih dari 80 aset sebagai jaminan margin. Artinya, trader tidak harus menyimpan dana hanya dalam USDT atau USDC. Aset apa pun dalam portofolio dapat digunakan sebagai jaminan, membuat modal lebih fleksibel dan memudahkan pengelolaan posisi dengan beberapa aset sekaligus.
Panduan Langkah-demi-Langkah: Memulai Trading Arbitrase
Agar dapat menerapkan strategi arbitrase secara praktis, penting memahami proses penempatan order dan pengelolaan posisi.
Langkah pertama: pilih pasangan yang sesuai
Buka bagian alat trading khusus dan lihat daftar pasangan yang tersedia. Analisis biaya pendanaan atau spread, tergantung strategi yang dipilih. Pilih pasangan yang paling menarik dari segi potensi keuntungan.
Langkah kedua: tentukan arah dan ukuran posisi
Tentukan arah order pertama (long atau short di salah satu pasar). Setelah memilih arah di satu pasar, sistem secara otomatis menyiapkan arah berlawanan di pasar lain. Masukkan ukuran posisi yang diinginkan. Biasanya cukup masukkan ukuran untuk satu arah — sistem akan otomatis mengisi ukuran di arah lainnya.
Langkah ketiga: pilih jenis order
Anda dapat menggunakan order pasar (eksekusi langsung dengan harga saat ini) atau limit (eksekusi saat harga mencapai level tertentu). Order pasar memastikan eksekusi cepat, tetapi berisiko slippage. Limit memberi kontrol lebih, tetapi tidak menjamin terisi jika harga tidak mencapai level yang ditentukan.
Langkah keempat: aktifkan smart rebalancing
Disarankan mengaktifkan fitur penyeimbangan otomatis portofolio. Ini sangat mengurangi risiko salah satu order terisi lebih dulu dan menciptakan ketidakseimbangan berbahaya. Fitur ini aktif secara default dan bekerja selama 24 jam setelah posisi dibuka.
Langkah kelima: konfirmasi dan pantau
Tekan tombol konfirmasi, dan kedua order (berlawanan arah) akan dikirim ke pasar secara bersamaan. Setelah itu, pantau status order di bagian posisi aktif. Seiring terisi, sistem akan otomatis mengelola penyeimbangan.
Langkah keenam: kelola hasil
Setelah semua order terisi, posisi akan muncul di bagian terkait platform:
Aset spot muncul di bagian trading spot di bagian “Aset”
Posisi kontrak tanpa batas waktu dan futures muncul di bagian “Derivatif”
Biaya pendanaan dan transaksi terkait dapat dilihat di riwayat transaksi utama
Perhitungan Praktis: Menilai Keuntungan
Perhitungan keuntungan yang akurat adalah fondasi trading arbitrase yang sukses. Berikut rumus utama yang perlu diketahui.
Perhitungan spread antara dua harga
Spread = Harga jual − Harga beli
Rumus ini menunjukkan selisih mutlak antara dua harga. Contoh: membeli BTC di spot seharga $43.000 dan menjual futures seharga $43.200, maka spread adalah $200.
Perhitungan persentase spread relatif
Persentase spread = (Harga jual − Harga beli) / Harga jual × 100%
Ini memberi gambaran efisiensi transaksi dalam persen. Spread $200 pada harga $43.200 sekitar 0,46%, yang cukup baik.
Perhitungan pendapatan tahunan (APR) dari biaya pendanaan
APR biaya pendanaan = (Total biaya selama 3 hari / 3) × 365 / 2
Rumus ini mengonversi biaya pendanaan saat ini ke tingkat tahunan. Jika biaya saat ini 0,01% per jam, maka sekitar 87% per tahun, sangat menarik tetapi memerlukan pengelolaan aktif.
Perhitungan APR untuk spread futures
APR spread = (Spread saat ini / periode maksimal) × 365 / 2
Di mana periode maksimal adalah jumlah hari sampai kontrak berakhir. Rumus ini menunjukkan potensi pendapatan tahunan jika spread tetap sama sampai kontrak ditutup.
Risiko dan Tantangan Trading Arbitrase
Meskipun terlihat menarik, arbitrase memiliki risiko serius yang harus dipahami dan dikelola dengan baik.
Risiko likuidasi akibat eksekusi tidak merata
Jika order tidak terisi secara seimbang (misalnya 80% di satu pasar dan 20% di pasar lain), margin di salah satu sisi bisa menjadi sangat rendah. Hal ini dapat menyebabkan posisi dilikuidasi secara paksa dengan kerugian. Oleh karena itu, fitur smart rebalancing sangat penting.
Slippage dan deviasi harga
Saat sistem menempatkan order pasar untuk penyeimbangan, harga bisa menyimpang dari perkiraan. Ini sangat berpengaruh di pasangan dengan likuiditas rendah atau saat kondisi pasar volatile. Setiap persen deviasi mengurangi keuntungan yang diharapkan.
Kurangnya likuiditas pasar
Beberapa pasangan memiliki volume perdagangan rendah, sehingga order besar mungkin tidak terisi penuh. Ini menciptakan ketidakseimbangan yang sulit dikompensasi dengan order pasar.
Faktor waktu dan batas waktu smart rebalancing
Fitur ini aktif selama 24 jam. Jika dalam periode ini salah satu order tidak terisi, sistem akan membatalkan proses dan membatalkan order yang tersisa. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya peluang transaksi yang direncanakan.
Biaya dan komisi
Arbitrase memerlukan trading aktif, sehingga biaya transaksi akan terkumpul. Setiap order (baik saat membuka maupun menutup posisi) dikenai biaya persentase dari jumlah transaksi. Pada profit tinggi, biaya ini relatif kecil, tetapi pada margin tipis bisa menghapus keuntungan.
Pertanyaan Umum tentang Strategi Arbitrase
Kapan waktu terbaik membuka posisi arbitrase?
Arbitrase paling efektif saat:
Spread antara dua pasar lebih dari 0,5–1%, cukup untuk menutup biaya dan mendapatkan keuntungan
Saat volatilitas tinggi, yang menyebabkan perbedaan harga jangka pendek
Ketika biaya pendanaan sangat tinggi (lebih dari 0,05% per jam), menandakan peluang strategi pendanaan
Saat perlu eksekusi cepat untuk posisi besar — arbitrase membantu meminimalkan dampak pasar
Berapa spread yang dianggap menguntungkan?
Profit minimal tergantung struktur biaya Anda. Jika biaya transaksi 0,1% per transaksi, total 0,2%, ditambah slippage 0,1–0,3%, maka spread minimal sekitar 0,5–0,7% agar tetap menguntungkan.
Bisakah arbitrase digunakan untuk menutup atau memindahkan posisi?
Tentu. Arbitrase dapat digunakan untuk membuka maupun menutup posisi. Sangat berguna saat ingin cepat berpindah dari satu aset ke aset lain tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.
Apakah arbitrase berlaku di sub-akun?
Tergantung jenis akunnya. Pada sub-akun standar, arbitrase biasanya tidak tersedia, tetapi di Akun Perdagangan Terpadu (ETA), fitur ini didukung sepenuhnya.
Apa yang terjadi jika saya menonaktifkan smart rebalancing?
Jika fitur ini dimatikan, sistem akan memperlakukan setiap order secara independen. Jika satu order terisi dan lainnya tidak, ketidakseimbangan tidak otomatis diperbaiki, meningkatkan risiko likuidasi. Anda harus mengelola posisi secara manual.
Mengapa order arbitrase saya tidak terisi?
Penyebab utama:
Margin tidak cukup untuk mengeksekusi kedua order sekaligus
Kurangnya likuiditas di pasangan trading
Harga limit tidak pernah tercapai
Coba kurangi ukuran order atau pilih pasangan yang lebih likuid.
Berapa lama smart rebalancing berlaku?
Secara otomatis aktif selama 24 jam setelah posisi dibuka. Setelah periode ini, order yang tidak terisi akan dibatalkan, dan proses berhenti. Ini mencegah posisi “terjebak” terlalu lama.
Mode margin apa yang digunakan dalam arbitrase?
Arbitrase bekerja secara eksklusif dalam mode cross-margin. Dalam mode ini, seluruh margin akun berfungsi sebagai satu pool, mengurangi risiko likuidasi posisi individual.
Mengapa smart rebalancing berhenti padahal order belum sepenuhnya terisi?
Ini terjadi setelah periode 24 jam. Sistem otomatis menghentikan proses dan membatalkan order yang belum terisi untuk mencegah posisi “terjebak” dalam ketidakpastian antara spot dan futures.
Di mana saya bisa melihat posisi dan aset setelah order terisi?
Setelah semua bagian transaksi selesai:
Aset spot muncul di bagian “Aset” di trading spot
Posisi kontrak tanpa batas waktu dan futures muncul di bagian “Posisi” di bagian derivatif
Biaya pendanaan dan transaksi terkait dapat dilihat di riwayat transaksi utama
Menguasai arbitrase secara efektif membutuhkan pembelajaran terus-menerus, analisis pasar yang cermat, dan pengelolaan risiko yang disiplin. Ingat, meskipun strategi ini membantu meminimalkan pengaruh volatilitas, tidak ada jaminan keuntungan dan tetap memerlukan partisipasi aktif dari trader.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Arbitrase dalam perdagangan kripto: panduan lengkap untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga
Arbitrase merupakan salah satu strategi paling menjanjikan dalam trading cryptocurrency modern. Inti dari metode ini adalah mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga antara berbagai platform perdagangan atau antara pasar spot dan futures. Trading dengan memanfaatkan peluang arbitrase memungkinkan meminimalkan pengaruh volatilitas dan memperoleh pendapatan yang relatif stabil, jika memilih waktu masuk posisi dengan tepat.
Tiga Jenis Utama Perdagangan Arbitrase
Pasar cryptocurrency menyediakan beberapa jalur utama bagi trader untuk menerapkan arbitrase. Masing-masing memiliki karakteristik, risiko, dan potensi keuntungan tersendiri.
Arbitrase di pasar spot dan futures
Jenis arbitrase ini didasarkan pada pengelolaan simultan dengan satu aset di dua segmen pasar berbeda. Intinya sangat sederhana: Anda membeli aset di tempat di mana harganya lebih rendah, dan sekaligus menjual di tempat lain di mana harganya lebih tinggi. Misalnya, jika Bitcoin lebih murah di pasar spot dibandingkan kontrak futures BTCUSDT, trader dapat membeli BTC secara spot dan menjual futures. Saat masa berlaku futures berakhir, harga kontrak akan menyatu dengan harga spot, dan trader merealisasikan keuntungan dari selisih tersebut.
Arbitrase pada biaya pendanaan (funding rates)
Metode ini aktif digunakan di pasar kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa. Mekanismenya sebagai berikut: di sebagian besar platform, trader dengan posisi long di kontrak tanpa batas waktu secara berkala membayar biaya (biaya pendanaan) kepada mereka yang memegang posisi short. Jika biaya ini positif, arbitraseur dapat membeli aset di pasar spot dan membuka posisi short di kontrak tanpa batas waktu dengan jumlah yang sama. Dengan demikian, trader mendapatkan dua aliran pendapatan: potensi penyamaan harga (mengurangi kerugian) dan pembayaran reguler dari biaya pendanaan.
Contoh konkret: kontrak BTCUSDT tanpa batas waktu memiliki biaya pendanaan positif +0,01% per jam. Trader membeli 1 BTC di pasar spot dan membuka posisi short 1 BTC di kontrak tanpa batas waktu. Dengan melakukan hedging, fluktuasi harga BTC tidak mempengaruhi hasil akhir, tetapi trader secara rutin menerima biaya pendanaan dari posisi long.
Arbitrase pada spread harga antar kontrak
Jenis arbitrase ini fokus pada perbedaan antara pasar spot dan kontrak futures. Ketika spread antara harga spot dan futures cukup besar, arbitraseur mengunci selisih tersebut dengan membeli di pasar spot dan menjual futures (atau sebaliknya) secara bersamaan. Saat masa berlaku futures berakhir, harga akan menyatu, memungkinkan trader meraih keuntungan dari spread awal.
Infrastruktur Trading Arbitrase: Alat dan Peluang
Platform trading cryptocurrency modern menyediakan alat khusus untuk bekerja dengan arbitrase. Alat ini sangat memudahkan pencarian peluang dan pengelolaan posisi.
Pencarian dan peringkat peluang
Langkah pertama dalam arbitrase adalah menemukan peluang yang benar-benar menguntungkan. Platform profesional menawarkan fitur peringkat otomatis pasangan trading berdasarkan besar spread atau biaya pendanaan. Ini membantu trader dengan cepat mengidentifikasi pasangan yang paling menarik dan menilai potensi profitabilitas sebelum membuka posisi.
Peringkat dapat diatur dengan dua cara:
Penempatan order simultan di dua pasar
Fitur utama arbitrase adalah kemampuan menempatkan order secara bersamaan dan independen di dua pasar berbeda dari satu layar. Trader dapat melihat kutipan harga dan tingkat likuiditas kedua pasangan secara bersamaan, sehingga dapat mengambil keputusan dengan cepat. Jumlah aset yang diperdagangkan harus sama di kedua pasar, tetapi arah transaksi harus berlawanan (beli di satu pasar, jual di pasar lain).
Penyeimbangan portofolio otomatis (smart rebalancing)
Salah satu tantangan utama arbitrase adalah order di dua pasar mungkin tidak terisi secara merata. Jika satu pasar terisi 70% dan pasar lain hanya 40%, ini menciptakan ketidakseimbangan dan meningkatkan risiko likuidasi. Platform modern mengatasi masalah ini dengan fitur penyeimbangan otomatis yang bekerja sebagai berikut:
Sistem memeriksa jumlah order yang terisi setiap 2-3 detik di masing-masing arah. Jika ditemukan ketidakseimbangan, secara otomatis ditempatkan order pasar untuk menyeimbangkan posisi. Misalnya, jika di pasar spot dibeli 0,6 BTC dan di kontrak tanpa batas waktu terjual 0,4 BTC, sistem akan otomatis menjual lagi 0,2 BTC di kontrak tersebut. Proses ini berlanjut sampai semua order terisi penuh atau dalam periode tertentu (biasanya 24 jam).
Fitur lanjutan margin trading
Akun trading terpadu memungkinkan penggunaan lebih dari 80 aset sebagai jaminan margin. Artinya, trader tidak harus menyimpan dana hanya dalam USDT atau USDC. Aset apa pun dalam portofolio dapat digunakan sebagai jaminan, membuat modal lebih fleksibel dan memudahkan pengelolaan posisi dengan beberapa aset sekaligus.
Panduan Langkah-demi-Langkah: Memulai Trading Arbitrase
Agar dapat menerapkan strategi arbitrase secara praktis, penting memahami proses penempatan order dan pengelolaan posisi.
Langkah pertama: pilih pasangan yang sesuai
Buka bagian alat trading khusus dan lihat daftar pasangan yang tersedia. Analisis biaya pendanaan atau spread, tergantung strategi yang dipilih. Pilih pasangan yang paling menarik dari segi potensi keuntungan.
Langkah kedua: tentukan arah dan ukuran posisi
Tentukan arah order pertama (long atau short di salah satu pasar). Setelah memilih arah di satu pasar, sistem secara otomatis menyiapkan arah berlawanan di pasar lain. Masukkan ukuran posisi yang diinginkan. Biasanya cukup masukkan ukuran untuk satu arah — sistem akan otomatis mengisi ukuran di arah lainnya.
Langkah ketiga: pilih jenis order
Anda dapat menggunakan order pasar (eksekusi langsung dengan harga saat ini) atau limit (eksekusi saat harga mencapai level tertentu). Order pasar memastikan eksekusi cepat, tetapi berisiko slippage. Limit memberi kontrol lebih, tetapi tidak menjamin terisi jika harga tidak mencapai level yang ditentukan.
Langkah keempat: aktifkan smart rebalancing
Disarankan mengaktifkan fitur penyeimbangan otomatis portofolio. Ini sangat mengurangi risiko salah satu order terisi lebih dulu dan menciptakan ketidakseimbangan berbahaya. Fitur ini aktif secara default dan bekerja selama 24 jam setelah posisi dibuka.
Langkah kelima: konfirmasi dan pantau
Tekan tombol konfirmasi, dan kedua order (berlawanan arah) akan dikirim ke pasar secara bersamaan. Setelah itu, pantau status order di bagian posisi aktif. Seiring terisi, sistem akan otomatis mengelola penyeimbangan.
Langkah keenam: kelola hasil
Setelah semua order terisi, posisi akan muncul di bagian terkait platform:
Perhitungan Praktis: Menilai Keuntungan
Perhitungan keuntungan yang akurat adalah fondasi trading arbitrase yang sukses. Berikut rumus utama yang perlu diketahui.
Perhitungan spread antara dua harga
Spread = Harga jual − Harga beli
Rumus ini menunjukkan selisih mutlak antara dua harga. Contoh: membeli BTC di spot seharga $43.000 dan menjual futures seharga $43.200, maka spread adalah $200.
Perhitungan persentase spread relatif
Persentase spread = (Harga jual − Harga beli) / Harga jual × 100%
Ini memberi gambaran efisiensi transaksi dalam persen. Spread $200 pada harga $43.200 sekitar 0,46%, yang cukup baik.
Perhitungan pendapatan tahunan (APR) dari biaya pendanaan
APR biaya pendanaan = (Total biaya selama 3 hari / 3) × 365 / 2
Rumus ini mengonversi biaya pendanaan saat ini ke tingkat tahunan. Jika biaya saat ini 0,01% per jam, maka sekitar 87% per tahun, sangat menarik tetapi memerlukan pengelolaan aktif.
Perhitungan APR untuk spread futures
APR spread = (Spread saat ini / periode maksimal) × 365 / 2
Di mana periode maksimal adalah jumlah hari sampai kontrak berakhir. Rumus ini menunjukkan potensi pendapatan tahunan jika spread tetap sama sampai kontrak ditutup.
Risiko dan Tantangan Trading Arbitrase
Meskipun terlihat menarik, arbitrase memiliki risiko serius yang harus dipahami dan dikelola dengan baik.
Risiko likuidasi akibat eksekusi tidak merata
Jika order tidak terisi secara seimbang (misalnya 80% di satu pasar dan 20% di pasar lain), margin di salah satu sisi bisa menjadi sangat rendah. Hal ini dapat menyebabkan posisi dilikuidasi secara paksa dengan kerugian. Oleh karena itu, fitur smart rebalancing sangat penting.
Slippage dan deviasi harga
Saat sistem menempatkan order pasar untuk penyeimbangan, harga bisa menyimpang dari perkiraan. Ini sangat berpengaruh di pasangan dengan likuiditas rendah atau saat kondisi pasar volatile. Setiap persen deviasi mengurangi keuntungan yang diharapkan.
Kurangnya likuiditas pasar
Beberapa pasangan memiliki volume perdagangan rendah, sehingga order besar mungkin tidak terisi penuh. Ini menciptakan ketidakseimbangan yang sulit dikompensasi dengan order pasar.
Faktor waktu dan batas waktu smart rebalancing
Fitur ini aktif selama 24 jam. Jika dalam periode ini salah satu order tidak terisi, sistem akan membatalkan proses dan membatalkan order yang tersisa. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya peluang transaksi yang direncanakan.
Biaya dan komisi
Arbitrase memerlukan trading aktif, sehingga biaya transaksi akan terkumpul. Setiap order (baik saat membuka maupun menutup posisi) dikenai biaya persentase dari jumlah transaksi. Pada profit tinggi, biaya ini relatif kecil, tetapi pada margin tipis bisa menghapus keuntungan.
Pertanyaan Umum tentang Strategi Arbitrase
Kapan waktu terbaik membuka posisi arbitrase?
Arbitrase paling efektif saat:
Berapa spread yang dianggap menguntungkan?
Profit minimal tergantung struktur biaya Anda. Jika biaya transaksi 0,1% per transaksi, total 0,2%, ditambah slippage 0,1–0,3%, maka spread minimal sekitar 0,5–0,7% agar tetap menguntungkan.
Bisakah arbitrase digunakan untuk menutup atau memindahkan posisi?
Tentu. Arbitrase dapat digunakan untuk membuka maupun menutup posisi. Sangat berguna saat ingin cepat berpindah dari satu aset ke aset lain tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.
Apakah arbitrase berlaku di sub-akun?
Tergantung jenis akunnya. Pada sub-akun standar, arbitrase biasanya tidak tersedia, tetapi di Akun Perdagangan Terpadu (ETA), fitur ini didukung sepenuhnya.
Apa yang terjadi jika saya menonaktifkan smart rebalancing?
Jika fitur ini dimatikan, sistem akan memperlakukan setiap order secara independen. Jika satu order terisi dan lainnya tidak, ketidakseimbangan tidak otomatis diperbaiki, meningkatkan risiko likuidasi. Anda harus mengelola posisi secara manual.
Mengapa order arbitrase saya tidak terisi?
Penyebab utama:
Coba kurangi ukuran order atau pilih pasangan yang lebih likuid.
Berapa lama smart rebalancing berlaku?
Secara otomatis aktif selama 24 jam setelah posisi dibuka. Setelah periode ini, order yang tidak terisi akan dibatalkan, dan proses berhenti. Ini mencegah posisi “terjebak” terlalu lama.
Mode margin apa yang digunakan dalam arbitrase?
Arbitrase bekerja secara eksklusif dalam mode cross-margin. Dalam mode ini, seluruh margin akun berfungsi sebagai satu pool, mengurangi risiko likuidasi posisi individual.
Mengapa smart rebalancing berhenti padahal order belum sepenuhnya terisi?
Ini terjadi setelah periode 24 jam. Sistem otomatis menghentikan proses dan membatalkan order yang belum terisi untuk mencegah posisi “terjebak” dalam ketidakpastian antara spot dan futures.
Di mana saya bisa melihat posisi dan aset setelah order terisi?
Setelah semua bagian transaksi selesai:
Menguasai arbitrase secara efektif membutuhkan pembelajaran terus-menerus, analisis pasar yang cermat, dan pengelolaan risiko yang disiplin. Ingat, meskipun strategi ini membantu meminimalkan pengaruh volatilitas, tidak ada jaminan keuntungan dan tetap memerlukan partisipasi aktif dari trader.