Sebelum terlibat dalam perdagangan opsi dengan margin, penting untuk memahami bagaimana rumus margin pemeliharaan dan mekanisme perhitungan margin secara lebih luas bekerja. Konsep-konsep ini menjadi fondasi pengelolaan risiko dalam perdagangan opsi leverage. Mari kita uraikan rumus margin pemeliharaan, persyaratan margin awal, dan bagaimana keduanya berinteraksi untuk melindungi trader maupun bursa.
Dasar: Penjelasan Margin Awal dan Margin Pemeliharaan
Dalam perdagangan opsi, terdapat dua konsep margin penting yang mengatur kapasitas trading dan keamanan akun Anda:
Margin Awal (IM) mewakili jumlah minimum modal yang harus Anda sisihkan untuk membuka posisi baru. Anggap saja sebagai biaya masuk yang diperlukan untuk memulai sebuah perdagangan.
Margin Pemeliharaan (MM) adalah saldo minimum yang harus Anda pertahankan saat memegang posisi. Jika margin akun Anda turun di bawah ambang ini, posisi Anda akan otomatis dilikuidasi. Ini adalah jaring pengaman yang mencegah kehabisan dana di akun.
Perbedaan penting antara posisi opsi long dan short:
Long Options (Pembeli): Saat membeli Call atau Put Option, Anda hanya perlu membayar premi di muka. Tidak diperlukan margin pemeliharaan. Risiko terbatas pada premi yang dibayar.
Short Options (Penjual): Saat menjual opsi, Anda mengambil kewajiban dan harus mempertahankan margin yang cukup. Di sinilah rumus margin pemeliharaan menjadi krusial.
Cara Kerja Rumus Margin Pemeliharaan untuk Posisi Short
Rumus margin pemeliharaan memastikan bahwa penjual opsi memiliki jaminan yang cukup untuk memenuhi kewajibannya jika opsi dieksekusi. Berbeda dengan posisi long, posisi short secara langsung memicu kebutuhan MM.
Memahami Rumus Margin Pemeliharaan
Margin pemeliharaan tingkat akun dihitung sebagai jumlah dari semua margin pemeliharaan posisi short:
Persentase MM Akun = MM Akun / Saldo Margin × 100%
MM Akun = Jumlah (MM Posisi Short)
Untuk setiap posisi short, rumus margin pemeliharaan mengikuti struktur ini:
MM Posisi = [Max (Faktor MM × Harga Indeks, Faktor MM × Harga Mark Opsi) + Harga Mark Opsi + Tarif Biaya Likuidasi × Harga Indeks] × ABS (Ukuran Posisi)
Penjelasan bagian-bagiannya:
Faktor MM: parameter spesifik aset (3% untuk BTC, 5% untuk ETH, dll.)
Harga Indeks: harga spot saat ini dari aset dasar
Harga Mark Opsi: nilai pasar dari opsi
Tarif Biaya Likuidasi: biasanya 0,2% dari harga indeks
Ukuran Posisi: jumlah kontrak yang dipegang (nilai mutlak)
Contoh: Rumus Margin Pemeliharaan dalam Praktik
Misalnya, seorang trader menjual 1 opsi call BTC di BTCUSDT-Options dengan parameter berikut:
Harga Indeks BTC: $30.000
Harga Mark Opsi: $300
Faktor MM BTC: 3%
Tarif Biaya Likuidasi: 0,2%
Menggunakan rumus margin pemeliharaan:
MM Posisi = [Max (3% × $30.000, 3% × $300) + $300 + 0,2% × $30.000] × 1
MM Posisi = [Max ($900, $9) + $300 + $60]
MM Posisi = $1.260 USDT
Jika trader ini memiliki saldo margin sebesar $10.000 dan hanya posisi ini, persentase MM akun adalah:
$1.260 / $10.000 = 12,6%
Ini berarti masih tersisa 87,4% margin untuk posisi lain. Jika margin akun turun di bawah $1.260, likuidasi akan terjadi.
Perhitungan Margin Awal: Persyaratan Order dan Posisi
Sementara margin pemeliharaan melindungi posisi yang sudah ada, margin awal mengatur kemampuan Anda membuka perdagangan baru. Margin awal tingkat akun terdiri dari dua komponen:
Persentase IM Akun = IM Akun / Saldo Margin × 100%
IM Akun = IM Order Akun + IM Posisi Akun
IM Order Akun mencerminkan margin yang digunakan oleh order tertunda
IM Posisi Akun menunjukkan modal yang dialokasikan untuk posisi terbuka. Hanya posisi short yang memerlukan IM Posisi; opsi long tidak.
IM Order Akun: Tiga Skenario Perdagangan Dijelaskan
Saat menempatkan order opsi, kebutuhan margin awal tergantung pada jenis aksi Anda. Mari kita bahas setiap skenario:
Skenario 1: Buy to Open (Pembelian Opsi Long)
IM order sederhana—meliputi premi plus biaya trading:
IM Order = Premi + Biaya Trading
Dimana:
Premi = Ukuran Order × Harga Order
Biaya Trading = Min (Taker Fee Rate × Harga Indeks, Prosentase Maksimum × Harga Order) × Ukuran Order
Taker Fee Rate adalah 0,03%, dan Prosentase Maksimum Transaksi dalam Harga Order adalah 7%.
Contoh Praktis: Trader memasang order beli 1 BTC call di harga $300, dengan harga indeks BTC di $30.000.
Premi = 1 × $300 = $300
Biaya Trading = Min (0,03% × $30.000, 7% × $300) = Min ($9, $21) = $9
IM Order = $300 + $9 = $309
Skenario 2: Sell to Open (Penjualan Opsi Short)
Menjual opsi membutuhkan margin jauh lebih besar karena menanggung kewajiban. Rumusnya memperhitungkan potensi kerugian:
IM Order = Max (IM Order’ , MM Posisi) + Biaya − Premi
Dimana IM Order’ memperhitungkan:
Faktor IM Maksimum dan Minimum (parameter risiko aset)
Jumlah Out-of-the-Money (OTM): jarak dari harga strike ke harga indeks
Harga Order vs Harga Mark: nilai konservatif yang digunakan
Contoh Praktis: Trader menjual 1 call BTC di strike $350, dengan indeks $30.000 dan harga mark $300.
Faktor IM Maksimum BTC: 10%
Faktor IM Minimum BTC: 5%
OTM = Max (0, Strike − Harga Indeks) = Max (0, $350 − $300) = $50
IM Order = Max ($3.300, $1.260) + $9 − $350 = $2.959
Skenario 3: Buy to Close (Menutup posisi short)
Menutup posisi biasanya tidak memerlukan IM order, karena margin dilepaskan dari posisi. Namun, jika margin yang dilepaskan tidak cukup untuk menutup premi, IM tambahan mungkin diperlukan:
IM Order = Max (0, Premi + Biaya − IM Order’ yang dapat dikembalikan)
Dimana IM Order’ adalah margin yang dapat dipulihkan dari penutupan posisi:
IM Order’ = (Ukuran Order / Ukuran Posisi) × Min (Saldo Margin / IM Posisi, 100%) × IM Posisi
Contoh Praktis: Trader memegang posisi short 2 BTC dengan:
Saldo Margin: $10.000
IM Posisi: $2.000
MM Posisi: $800
Untuk menutup 1 BTC di harga $350, indeks $30.000, mark $300:
IM Order’ = (1/2) × Min ($10.000 / $2.000, 1) × $2.000
= 0,5 × 1 × $2.000 = $1.000
Premi = 1 × $350 = $350
Biaya = $9
IM Order = Max (0, $350 + $9 − $1.000) = Max (0, −$641) = $0
Tidak diperlukan margin tambahan karena margin dari posisi yang dilepaskan cukup untuk menutup biaya.
IM Posisi Akun: Melindungi dari Risiko Likuidasi
IM posisi berlaku hanya untuk posisi short opsi dan menunjukkan kebutuhan margin yang lebih tinggi daripada MM. Ini mencegah posisi menjadi underwater antara pemeriksaan likuidasi.
Persentase IM Posisi = IM Posisi / Saldo Margin × 100%
IM Posisi = Jumlah (IM Posisi’)
IM Posisi’ = [Max (Faktor IM Maksimum × Harga Indeks − OTM, Faktor IM Minimum × Harga Indeks) + Rata-rata Harga Masuk Posisi / Harga Mark] × ABS (Ukuran Posisi)
Langkah 2: Bandingkan dengan MM Posisi ($1.260 dari contoh sebelumnya)
IM Posisi = Max ($2.350, $1.260) = $2.350
Langkah 3: Hitung Persentase Margin
IM Posisi% = $2.350 / $10.000 = 23,5%
Ini menunjukkan 23,5% dari margin Anda digunakan untuk posisi short ini.
Parameter dan Faktor Margin Spesifik Aset
Berbagai aset dasar memiliki profil risiko berbeda. Bursa mencerminkan ini melalui parameter tertentu:
Aset
Faktor MM
Faktor IM Maksimum
Faktor IM Minimum
BTC
3%
10%
5%
ETH
5%
10%
5%
SOL
3%
15%
10%
XRP
10%
20%
13%
MNT
10%
20%
13%
DOGE
10%
20%
13%
Parameter Standar Umum:
Maksimum Proporsi Transaksi dalam Harga Order: 7%
Tarif Biaya Likuidasi: 0,2%
Taker Fee Rate: 0,03%
Faktor MM yang lebih rendah (BTC, ETH, SOL) menunjukkan aset ini dianggap berisiko lebih rendah, membutuhkan margin pemeliharaan lebih sedikit. Faktor yang lebih tinggi (XRP, MNT, DOGE) mencerminkan volatilitas yang lebih tinggi.
Margin Silang vs Margin Portofolio: Dampaknya pada Perdagangan Anda
Perhitungan margin dan rumus margin pemeliharaan beroperasi berbeda tergantung mode akun Anda:
Mode Margin Silang (Cross Margin)
Saat menempatkan order, baik premi maupun biaya trading langsung mengurangi margin
Setelah order terisi, margin awal disesuaikan berdasarkan nilai order yang terisi
Margin yang dilepaskan dikurangi dari saldo kas
Mode ini memberikan fleksibilitas tetapi menggabungkan semua posisi dalam satu pool margin
Likuidasi posisi apa pun mempengaruhi seluruh akun
Mode Margin Portofolio
Margin awal tidak mengurangi margin setelah order terisi
Kebutuhan margin dihitung lebih efisien berdasarkan korelasi portofolio
Penggunaan margin lebih rendah secara keseluruhan, tetapi memerlukan pemahaman risiko yang lebih canggih
Perlindungan lebih besar terhadap likuidasi paksa pada posisi tunggal
Menutup Posisi dan Order Reduce-Only
Saat menutup posisi, ada dua pendekatan:
Dengan Fungsi Reduce-Only:
Ukuran order tidak boleh melebihi posisi saat ini
Order penutupan hanya mengurangi eksposur yang ada
Mencegah pembalikan posisi secara tidak sengaja
Perhitungan margin lebih sederhana (hanya sisi penutupan yang dipertimbangkan)
Tanpa Fungsi Reduce-Only:
Anda bisa menutup dan sekaligus membuka posisi di arah berlawanan
IM order menghitung komponen penutupan dan pembukaan
Memberikan fleksibilitas tetapi memerlukan perencanaan margin yang hati-hati
Bisa mengkonsumsi margin awal lebih banyak
Menyatukan Semuanya
Rumus margin pemeliharaan dan sistem perhitungan margin secara keseluruhan berfungsi sebagai kerangka risiko terintegrasi. Memahami mekanisme ini memungkinkan Anda untuk:
Memperkirakan kebutuhan margin sebelum menempatkan order
Menghindari likuidasi tak terduga dengan memantau persentase MM akun
Mengoptimalkan efisiensi modal dengan memahami perbedaan IM Posisi dan MM
Memilih mode margin yang sesuai dengan strategi trading Anda
Mengelola leverage secara aman saat menjual opsi dibandingkan membeli opsi
Rumus margin pemeliharaan secara khusus melindungi penjual opsi short dengan memastikan kolateral yang cukup tetap ada di akun. Dikombinasikan dengan perhitungan margin awal, sistem ini menciptakan lapisan perlindungan yang memungkinkan perdagangan opsi berjalan lancar sambil mengelola risiko counterparty dan sistemik. Menguasai rumus-rumus ini akan mengubah Anda dari sekadar pelaku order mekanis menjadi trader yang memahami risiko posisi secara mendalam.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Perdagangan Opsi: Rumus Margin Pemeliharaan dan Perhitungan Margin
Sebelum terlibat dalam perdagangan opsi dengan margin, penting untuk memahami bagaimana rumus margin pemeliharaan dan mekanisme perhitungan margin secara lebih luas bekerja. Konsep-konsep ini menjadi fondasi pengelolaan risiko dalam perdagangan opsi leverage. Mari kita uraikan rumus margin pemeliharaan, persyaratan margin awal, dan bagaimana keduanya berinteraksi untuk melindungi trader maupun bursa.
Dasar: Penjelasan Margin Awal dan Margin Pemeliharaan
Dalam perdagangan opsi, terdapat dua konsep margin penting yang mengatur kapasitas trading dan keamanan akun Anda:
Margin Awal (IM) mewakili jumlah minimum modal yang harus Anda sisihkan untuk membuka posisi baru. Anggap saja sebagai biaya masuk yang diperlukan untuk memulai sebuah perdagangan.
Margin Pemeliharaan (MM) adalah saldo minimum yang harus Anda pertahankan saat memegang posisi. Jika margin akun Anda turun di bawah ambang ini, posisi Anda akan otomatis dilikuidasi. Ini adalah jaring pengaman yang mencegah kehabisan dana di akun.
Perbedaan penting antara posisi opsi long dan short:
Cara Kerja Rumus Margin Pemeliharaan untuk Posisi Short
Rumus margin pemeliharaan memastikan bahwa penjual opsi memiliki jaminan yang cukup untuk memenuhi kewajibannya jika opsi dieksekusi. Berbeda dengan posisi long, posisi short secara langsung memicu kebutuhan MM.
Memahami Rumus Margin Pemeliharaan
Margin pemeliharaan tingkat akun dihitung sebagai jumlah dari semua margin pemeliharaan posisi short:
Persentase MM Akun = MM Akun / Saldo Margin × 100%
MM Akun = Jumlah (MM Posisi Short)
Untuk setiap posisi short, rumus margin pemeliharaan mengikuti struktur ini:
MM Posisi = [Max (Faktor MM × Harga Indeks, Faktor MM × Harga Mark Opsi) + Harga Mark Opsi + Tarif Biaya Likuidasi × Harga Indeks] × ABS (Ukuran Posisi)
Penjelasan bagian-bagiannya:
Contoh: Rumus Margin Pemeliharaan dalam Praktik
Misalnya, seorang trader menjual 1 opsi call BTC di BTCUSDT-Options dengan parameter berikut:
Menggunakan rumus margin pemeliharaan:
MM Posisi = [Max (3% × $30.000, 3% × $300) + $300 + 0,2% × $30.000] × 1
MM Posisi = [Max ($900, $9) + $300 + $60]
MM Posisi = $1.260 USDT
Jika trader ini memiliki saldo margin sebesar $10.000 dan hanya posisi ini, persentase MM akun adalah:
$1.260 / $10.000 = 12,6%
Ini berarti masih tersisa 87,4% margin untuk posisi lain. Jika margin akun turun di bawah $1.260, likuidasi akan terjadi.
Perhitungan Margin Awal: Persyaratan Order dan Posisi
Sementara margin pemeliharaan melindungi posisi yang sudah ada, margin awal mengatur kemampuan Anda membuka perdagangan baru. Margin awal tingkat akun terdiri dari dua komponen:
Persentase IM Akun = IM Akun / Saldo Margin × 100%
IM Akun = IM Order Akun + IM Posisi Akun
IM Order Akun: Tiga Skenario Perdagangan Dijelaskan
Saat menempatkan order opsi, kebutuhan margin awal tergantung pada jenis aksi Anda. Mari kita bahas setiap skenario:
Skenario 1: Buy to Open (Pembelian Opsi Long)
IM order sederhana—meliputi premi plus biaya trading:
IM Order = Premi + Biaya Trading
Dimana:
Taker Fee Rate adalah 0,03%, dan Prosentase Maksimum Transaksi dalam Harga Order adalah 7%.
Contoh Praktis: Trader memasang order beli 1 BTC call di harga $300, dengan harga indeks BTC di $30.000.
Premi = 1 × $300 = $300
Biaya Trading = Min (0,03% × $30.000, 7% × $300) = Min ($9, $21) = $9
IM Order = $300 + $9 = $309
Skenario 2: Sell to Open (Penjualan Opsi Short)
Menjual opsi membutuhkan margin jauh lebih besar karena menanggung kewajiban. Rumusnya memperhitungkan potensi kerugian:
IM Order = Max (IM Order’ , MM Posisi) + Biaya − Premi
Dimana IM Order’ memperhitungkan:
Contoh Praktis: Trader menjual 1 call BTC di strike $350, dengan indeks $30.000 dan harga mark $300.
IM Order’ = [Max (0,10% × $30.000 − $50, 5% × $30.000) + Max ($350, $300)]
= [Max ($3.000 − $50, $1.500) + $350]
= [Max ($2.950, $1.500) + $350] = $2.950 + $350 = $3.300
IM Order = Max ($3.300, $1.260) + $9 − $350 = $2.959
Skenario 3: Buy to Close (Menutup posisi short)
Menutup posisi biasanya tidak memerlukan IM order, karena margin dilepaskan dari posisi. Namun, jika margin yang dilepaskan tidak cukup untuk menutup premi, IM tambahan mungkin diperlukan:
IM Order = Max (0, Premi + Biaya − IM Order’ yang dapat dikembalikan)
Dimana IM Order’ adalah margin yang dapat dipulihkan dari penutupan posisi:
IM Order’ = (Ukuran Order / Ukuran Posisi) × Min (Saldo Margin / IM Posisi, 100%) × IM Posisi
Contoh Praktis: Trader memegang posisi short 2 BTC dengan:
Untuk menutup 1 BTC di harga $350, indeks $30.000, mark $300:
IM Order’ = (1/2) × Min ($10.000 / $2.000, 1) × $2.000
= 0,5 × 1 × $2.000 = $1.000
Premi = 1 × $350 = $350
Biaya = $9
IM Order = Max (0, $350 + $9 − $1.000) = Max (0, −$641) = $0
Tidak diperlukan margin tambahan karena margin dari posisi yang dilepaskan cukup untuk menutup biaya.
IM Posisi Akun: Melindungi dari Risiko Likuidasi
IM posisi berlaku hanya untuk posisi short opsi dan menunjukkan kebutuhan margin yang lebih tinggi daripada MM. Ini mencegah posisi menjadi underwater antara pemeriksaan likuidasi.
Persentase IM Posisi = IM Posisi / Saldo Margin × 100%
IM Posisi = Jumlah (IM Posisi’)
IM Posisi’ = [Max (Faktor IM Maksimum × Harga Indeks − OTM, Faktor IM Minimum × Harga Indeks) + Rata-rata Harga Masuk Posisi / Harga Mark] × ABS (Ukuran Posisi)
Contoh Praktis: Menghitung IM Posisi
Trader memegang posisi short call 1 BTC dengan:
Langkah 1: Hitung IM Posisi’
OTM = Max (0, Strike − Harga Indeks) = $1.000
IM Posisi’ = [Max (10% × $30.000 − $1.000, 5% × $30.000) + Max ($350, $300)]
= [Max ($3.000 − $1.000, $1.500) + $350]
= [Max ($2.000, $1.500) + $350] = $2.000 + $350 = $2.350
Langkah 2: Bandingkan dengan MM Posisi ($1.260 dari contoh sebelumnya)
IM Posisi = Max ($2.350, $1.260) = $2.350
Langkah 3: Hitung Persentase Margin
IM Posisi% = $2.350 / $10.000 = 23,5%
Ini menunjukkan 23,5% dari margin Anda digunakan untuk posisi short ini.
Parameter dan Faktor Margin Spesifik Aset
Berbagai aset dasar memiliki profil risiko berbeda. Bursa mencerminkan ini melalui parameter tertentu:
Parameter Standar Umum:
Faktor MM yang lebih rendah (BTC, ETH, SOL) menunjukkan aset ini dianggap berisiko lebih rendah, membutuhkan margin pemeliharaan lebih sedikit. Faktor yang lebih tinggi (XRP, MNT, DOGE) mencerminkan volatilitas yang lebih tinggi.
Margin Silang vs Margin Portofolio: Dampaknya pada Perdagangan Anda
Perhitungan margin dan rumus margin pemeliharaan beroperasi berbeda tergantung mode akun Anda:
Mode Margin Silang (Cross Margin)
Mode Margin Portofolio
Menutup Posisi dan Order Reduce-Only
Saat menutup posisi, ada dua pendekatan:
Dengan Fungsi Reduce-Only:
Tanpa Fungsi Reduce-Only:
Menyatukan Semuanya
Rumus margin pemeliharaan dan sistem perhitungan margin secara keseluruhan berfungsi sebagai kerangka risiko terintegrasi. Memahami mekanisme ini memungkinkan Anda untuk:
Rumus margin pemeliharaan secara khusus melindungi penjual opsi short dengan memastikan kolateral yang cukup tetap ada di akun. Dikombinasikan dengan perhitungan margin awal, sistem ini menciptakan lapisan perlindungan yang memungkinkan perdagangan opsi berjalan lancar sambil mengelola risiko counterparty dan sistemik. Menguasai rumus-rumus ini akan mengubah Anda dari sekadar pelaku order mekanis menjadi trader yang memahami risiko posisi secara mendalam.