Apa itu take-profit dan stop-loss? Panduan lengkap untuk perdagangan spot

Стоп-лосс dan take-profit adalah dua alat kunci yang harus diketahui oleh setiap trader perdagangan spot. Jika Anda baru mulai berdagang di bursa kripto, kemungkinan besar Anda telah mendengar istilah ini, tetapi belum sepenuhnya memahami cara menggunakannya. Mari kita bahas apa itu order ini dan mengapa mereka sangat penting untuk pengelolaan risiko.

Take-profit membantu Anda mengamankan keuntungan pada saat yang tepat, sementara stop-loss melindungi dari kerugian besar. Bersama-sama, alat ini membentuk strategi pengelolaan risiko yang memungkinkan Anda berdagang dengan lebih percaya diri, terutama saat pasar tidak stabil.

Stop-loss dan take-profit adalah prinsip pengelolaan risiko dalam aksi

Stop-loss (SL) secara otomatis menjual aset Anda jika harga turun ke level tertentu. Ini mencegah kerugian besar saat pasar bergerak melawan posisi Anda. Take-profit (TP) bekerja sebaliknya — secara otomatis menjual posisi Anda saat harga mencapai target keuntungan.

Untuk apa order ini diperlukan? Pertama, mereka membebaskan Anda dari keharusan terus-menerus memantau grafik. Kedua, mereka membantu menghindari pengambilan keputusan emosional — saat Anda panik atau euforia. Ketiga, mereka memungkinkan perencanaan risiko dan keuntungan secara tepat sebelum membuka posisi.

Bagaimana TP/SL berbeda dari OCO-order dan order bersyarat

Sekilas, mungkin terlihat bahwa stop-loss dan take-profit adalah hal yang sama dengan OCO-order atau order bersyarat. Sebenarnya, setiap jenis memiliki prinsip yang berbeda.

Perbedaan utama dalam penggunaan aset:

Ketika Anda menempatkan order TP/SL, aset Anda langsung dicadangkan. Artinya, dana tersebut tidak tersedia untuk operasi lain, meskipun order belum terpenuhi.

Dengan OCO (One-Cancels-the-Other), situasinya berbeda. Hanya satu sisi margin yang digunakan. Jika satu order terpenuhi, order lain otomatis dibatalkan, dan margin yang tidak digunakan akan dibebaskan.

Order bersyarat bekerja secara berbeda. Aset tidak dicadangkan sampai harga mencapai level trigger. Baru setelah trigger aktif, dana mulai digunakan.

Mengapa ini penting? Jika Anda memiliki order lain atau berencana membuka posisi tambahan, Anda harus mempertimbangkan bagaimana setiap jenis order mempengaruhi dana yang tersedia.

Mekanisme kerja take-profit dan stop-loss dalam perdagangan spot

Proses trigger TP/SL adalah sebagai berikut: Anda menetapkan harga trigger (level di mana order aktif) dan harga eksekusi (harga di mana transaksi akan dilakukan).

Ketika harga terakhir di pasar mencapai harga trigger yang Anda tetapkan, order otomatis aktif. Tapi apa yang terjadi selanjutnya tergantung pada jenis order.

Jika ini adalah order pasar: Transaksi akan dilakukan segera pada harga terbaik yang tersedia. Semua order pasar menggunakan prinsip IOC (execute or cancel). Artinya, bagian order yang tidak dapat dieksekusi karena kurangnya likuiditas atau batasan harga akan otomatis dibatalkan.

Jika ini adalah order limit: Order akan masuk ke buku order dan menunggu sampai harga cocok dengan harga pasar. Jika saat trigger aktif harga terbaik di penawaran lebih baik dari harga limit Anda, order akan langsung terpenuhi. Jika tidak, order akan tetap tertunda atau dibatalkan sesuai kondisi.

Di sini terdapat risiko utama: order limit TP/SL mungkin tidak terpenuhi sama sekali jika harga tidak mencapai level yang diinginkan atau terjadi loncatan cepat.

Contoh praktis trigger take-profit dan stop-loss

Mari kita lihat bagaimana ini bekerja melalui contoh konkret.

Skenario 1: Stop-loss pasar untuk jual

Harga BTC saat ini 20.000 USDT. Anda menetapkan SL di 19.000 USDT tanpa harga limit (order pasar).

Jika harga turun ke 19.000 USDT, BTC Anda akan langsung dijual pada harga terbaik yang tersedia. Bisa jadi 18.900 USDT, bisa juga 19.050 USDT — tergantung likuiditas di buku order saat itu.

Skenario 2: Take-profit limit untuk beli

BTC diperdagangkan di 20.000 USDT. Anda menetapkan TP dengan trigger di 21.000 USDT dan harga limit di 20.000 USDT.

Ketika harga mencapai 21.000 USDT, order Anda aktif. Dalam buku order akan masuk order limit beli di harga 20.000 USDT. Jika harga turun ke level ini, transaksi akan terpenuhi. Jika tidak, order akan tetap tertunda atau dibatalkan.

Skenario 3: Pengaturan TP dan SL sebelumnya bersama order utama

Anda menempatkan order limit beli BTC di 40.000 USDT. Secara bersamaan, Anda menetapkan:

  • Take-profit: trigger di 50.000 USDT, harga limit di 50.500 USDT
  • Stop-loss: trigger di 30.000 USDT (order pasar)

Ketika order utama terpenuhi di 40.000 USDT, TP dan SL Anda aktif.

Jika harga naik ke 50.000 USDT, TP akan terpenuhi, dan order limit jual di 50.500 USDT akan masuk ke buku. SL akan dibatalkan. Jika harga turun ke 30.000 USDT lebih dulu, SL akan terpenuhi, dan Anda keluar posisi dengan harga pasar. TP akan dibatalkan.

Kesalahan umum dan situasi berbahaya dengan TP/SL

Trader berpengalaman sering menghadapi kejutan tidak menyenangkan. Berikut hal yang perlu diperhatikan.

Kesalahan №1: Order limit tidak terpenuhi

Banyak pemula menetapkan TP limit dan kemudian heran mengapa transaksi tidak terjadi. Penyebabnya: harga tidak menyentuh level yang ditetapkan, atau menyentuhnya tapi turun kembali sebelum order terpenuhi.

Kesalahan №2: Perhitungan harga trigger yang salah

Saat menggunakan TP dan SL yang sudah ditetapkan sebelumnya, ingat: harga trigger TP harus lebih tinggi dari harga utama, dan harga trigger SL harus lebih rendah. Jika menjual, arahkan sesuai.

Kesalahan №3: Melebihi batas harga

Setiap pasangan trading memiliki batas deviasi harga dalam persen. Misalnya, untuk BTC/USDT bisa ±3%. Jika Anda menetapkan harga TP/SL di luar batas ini, order bisa ditolak. Periksa aturan di platform sebelum menempatkan order.

Kesalahan №4: Ukuran order melebihi batas pasar

Batas untuk order limit dan pasar berbeda. Jika Anda mencoba menempatkan SL pasar bersamaan dengan order utama limit yang melebihi batas maksimum order pasar, sistem akan menolak. Misalnya, batas maksimum order limit 1 BTC, sedangkan untuk order pasar 0,5 BTC. Menempatkan order limit 1 BTC dengan TP/SL pasar akan ditolak.

Kesalahan №5: Ukuran transaksi minimum

Setelah order utama terpenuhi, jumlahnya mungkin di bawah minimum untuk TP/SL. Dalam kasus ini, order mungkin tidak bisa ditempatkan atau tidak terpenuhi saat trigger aktif.

Rekomendasi akhir: cara menggunakan stop-loss dan take-profit dengan benar

Stop-loss dan take-profit bukan sekadar alat — mereka adalah fondasi pengelolaan risiko yang sehat. Gunakan selalu, bahkan saat pasar tampak terkendali.

Saat menempatkan TP dan SL sebelumnya, ingat: begitu order utama limit terpenuhi, kedua order aktif otomatis. Tapi jika TP atau SL limit terpenuhi lebih dulu dari yang seharusnya, order lainnya akan dibatalkan.

Periksa aturan di dokumentasi setiap pasangan trading sebelum menempatkan order. Jangan terlalu mengandalkan order limit — mereka mungkin tidak terpenuhi saat kondisi tidak menguntungkan. Jika Anda membutuhkan perlindungan atau penguncian keuntungan yang pasti, gunakan order pasar, meskipun harganya kurang pasti.

Latihan di jumlah kecil sampai Anda mahir menggunakan alat ini. Seiring waktu, stop-loss dan take-profit akan menjadi bagian alami dari kebiasaan trading Anda.

BTC-0,04%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)