Trader saat melakukan order, sering kali menemukan bahwa jumlah kontrak yang sama untuk posisi long dan short memiliki biaya order yang tidak sepenuhnya sama. Perbedaan kecil ini sebenarnya tersembunyi di balik logika manajemen risiko platform trading. Apa faktor utama yang menyebabkan perbedaan perhitungan biaya antara posisi long dan short? Terutama berasal dari dua aspek: perbedaan harga kebangkrutan dan cara pengaturan harga order dalam limit order.
Bagaimana Perbedaan Harga Kebangkrutan Menentukan Biaya Komisi
Untuk memahami alasan utama mengapa biaya order long dan short berbeda, pertama-tama perlu memahami konsep “harga kebangkrutan”. Ketika trader membuka posisi, sistem akan menghitung secara pre-emptive sebuah “harga kebangkrutan” berdasarkan leverage yang digunakan, harga masuk, dan parameter lainnya—yaitu titik likuidasi posisi dalam kondisi pasar ekstrem.
Perhitungan harga kebangkrutan untuk posisi long dan short berbeda, yang secara langsung menyebabkan perbedaan biaya penutupan posisi. Sebagai contoh, kita gunakan kontrak BTCUSD dengan asumsi harga masuk USD 7.500, jumlah kontrak 1.000, dan leverage 20x:
Harga kebangkrutan posisi long = 7.500 × [20 ÷ (20 + 1)] = 7.143
Harga kebangkrutan posisi short = 7.500 × [20 ÷ (20 - 1)] = 7.894,50
Dapat dilihat bahwa, dengan leverage yang sama, harga kebangkrutan posisi short lebih tinggi, sedangkan posisi long lebih rendah. Hal ini karena risiko yang dihadapi posisi short berbeda dari posisi long. Sistem kemudian menggunakan harga kebangkrutan ini untuk menghitung biaya penutupan posisi:
Biaya penutupan = (jumlah kontrak ÷ harga kebangkrutan) × 0,055%
Karena harga kebangkrutan posisi short lebih tinggi, biaya penutupan yang dihitung akan sedikit lebih rendah. Sebaliknya, posisi long dengan harga kebangkrutan lebih rendah akan memiliki biaya penutupan yang relatif lebih tinggi.
Perlu ditekankan bahwa biaya penutupan yang disediakan sistem hanyalah perkiraan risiko terburuk secara teoritis—yaitu biaya yang harus dibayar dalam kondisi volatilitas ekstrem dan likuidasi paksa. Dalam praktiknya, sebagian besar trader menutup posisi secara aktif saat mengambil keuntungan atau menghentikan kerugian, dan jika saldo margin masih mencukupi, biaya ini akan dikembalikan ke saldo yang tersedia.
Pengaruh Pengaturan Harga Order terhadap Biaya Pembukaan Posisi
Selain perbedaan harga kebangkrutan, posisi trader dalam menetapkan harga order limit juga mempengaruhi biaya pembukaan posisi, dan secara tidak langsung mempengaruhi total biaya order. Sistem akan menghitung biaya berdasarkan posisi harga order relatif terhadap harga pasar saat ini, dan akan menggunakan metode berbeda tergantung posisi tersebut.
Ketika harga order lebih baik dari harga pasar (posisi long = harga order di bawah harga pasar, posisi short = harga order di atas harga pasar)
Sistem akan langsung menggunakan harga order yang Anda tetapkan untuk menghitung biaya pembukaan posisi. Artinya, jika Anda menempatkan order dengan harga lebih baik, biaya yang dihitung akan lebih rendah, dan biaya total akan lebih hemat.
Ketika harga order lebih buruk dari harga pasar (posisi long = harga order di atas harga pasar, posisi short = harga order di bawah harga pasar)
Sistem akan menggunakan harga pasar terbaik dari order book (biasanya harga terbaik dari lawan transaksi) untuk menghitung biaya pembukaan posisi. Dalam kondisi ini, trader tidak dapat menurunkan biaya dengan menempatkan order di harga yang lebih baik, karena sistem akan memakai harga pasar terbaik yang tersedia saat itu.
Memahami Logika Sistem di Balik Perbedaan Ini
Perbedaan biaya order long dan short secara fundamental mencerminkan penilaian risiko dan persyaratan modal dari platform trading derivatif terhadap posisi yang berbeda. Posisi short memiliki karakteristik risiko yang berbeda dari posisi long dalam kondisi ekstrem pasar. Oleh karena itu, sistem menggunakan metode perhitungan harga kebangkrutan yang berbeda untuk memastikan manajemen risiko yang konsisten.
Bagi trader, memahami logika perhitungan biaya ini dapat membantu dalam menilai biaya transaksi secara lebih akurat dan membuat keputusan strategi trading yang lebih bijaksana. Baik posisi long maupun short, memahami cara perhitungan biaya order adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi trading.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa biaya pesanan untuk posisi long dan short berbeda
Trader saat melakukan order, sering kali menemukan bahwa jumlah kontrak yang sama untuk posisi long dan short memiliki biaya order yang tidak sepenuhnya sama. Perbedaan kecil ini sebenarnya tersembunyi di balik logika manajemen risiko platform trading. Apa faktor utama yang menyebabkan perbedaan perhitungan biaya antara posisi long dan short? Terutama berasal dari dua aspek: perbedaan harga kebangkrutan dan cara pengaturan harga order dalam limit order.
Bagaimana Perbedaan Harga Kebangkrutan Menentukan Biaya Komisi
Untuk memahami alasan utama mengapa biaya order long dan short berbeda, pertama-tama perlu memahami konsep “harga kebangkrutan”. Ketika trader membuka posisi, sistem akan menghitung secara pre-emptive sebuah “harga kebangkrutan” berdasarkan leverage yang digunakan, harga masuk, dan parameter lainnya—yaitu titik likuidasi posisi dalam kondisi pasar ekstrem.
Perhitungan harga kebangkrutan untuk posisi long dan short berbeda, yang secara langsung menyebabkan perbedaan biaya penutupan posisi. Sebagai contoh, kita gunakan kontrak BTCUSD dengan asumsi harga masuk USD 7.500, jumlah kontrak 1.000, dan leverage 20x:
Harga kebangkrutan posisi long = 7.500 × [20 ÷ (20 + 1)] = 7.143
Harga kebangkrutan posisi short = 7.500 × [20 ÷ (20 - 1)] = 7.894,50
Dapat dilihat bahwa, dengan leverage yang sama, harga kebangkrutan posisi short lebih tinggi, sedangkan posisi long lebih rendah. Hal ini karena risiko yang dihadapi posisi short berbeda dari posisi long. Sistem kemudian menggunakan harga kebangkrutan ini untuk menghitung biaya penutupan posisi:
Biaya penutupan = (jumlah kontrak ÷ harga kebangkrutan) × 0,055%
Karena harga kebangkrutan posisi short lebih tinggi, biaya penutupan yang dihitung akan sedikit lebih rendah. Sebaliknya, posisi long dengan harga kebangkrutan lebih rendah akan memiliki biaya penutupan yang relatif lebih tinggi.
Perlu ditekankan bahwa biaya penutupan yang disediakan sistem hanyalah perkiraan risiko terburuk secara teoritis—yaitu biaya yang harus dibayar dalam kondisi volatilitas ekstrem dan likuidasi paksa. Dalam praktiknya, sebagian besar trader menutup posisi secara aktif saat mengambil keuntungan atau menghentikan kerugian, dan jika saldo margin masih mencukupi, biaya ini akan dikembalikan ke saldo yang tersedia.
Pengaruh Pengaturan Harga Order terhadap Biaya Pembukaan Posisi
Selain perbedaan harga kebangkrutan, posisi trader dalam menetapkan harga order limit juga mempengaruhi biaya pembukaan posisi, dan secara tidak langsung mempengaruhi total biaya order. Sistem akan menghitung biaya berdasarkan posisi harga order relatif terhadap harga pasar saat ini, dan akan menggunakan metode berbeda tergantung posisi tersebut.
Ketika harga order lebih baik dari harga pasar (posisi long = harga order di bawah harga pasar, posisi short = harga order di atas harga pasar)
Sistem akan langsung menggunakan harga order yang Anda tetapkan untuk menghitung biaya pembukaan posisi. Artinya, jika Anda menempatkan order dengan harga lebih baik, biaya yang dihitung akan lebih rendah, dan biaya total akan lebih hemat.
Ketika harga order lebih buruk dari harga pasar (posisi long = harga order di atas harga pasar, posisi short = harga order di bawah harga pasar)
Sistem akan menggunakan harga pasar terbaik dari order book (biasanya harga terbaik dari lawan transaksi) untuk menghitung biaya pembukaan posisi. Dalam kondisi ini, trader tidak dapat menurunkan biaya dengan menempatkan order di harga yang lebih baik, karena sistem akan memakai harga pasar terbaik yang tersedia saat itu.
Memahami Logika Sistem di Balik Perbedaan Ini
Perbedaan biaya order long dan short secara fundamental mencerminkan penilaian risiko dan persyaratan modal dari platform trading derivatif terhadap posisi yang berbeda. Posisi short memiliki karakteristik risiko yang berbeda dari posisi long dalam kondisi ekstrem pasar. Oleh karena itu, sistem menggunakan metode perhitungan harga kebangkrutan yang berbeda untuk memastikan manajemen risiko yang konsisten.
Bagi trader, memahami logika perhitungan biaya ini dapat membantu dalam menilai biaya transaksi secara lebih akurat dan membuat keputusan strategi trading yang lebih bijaksana. Baik posisi long maupun short, memahami cara perhitungan biaya order adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi trading.