Ekonomi global terguncang oleh keputusan Mahkamah Agung AS untuk membatalkan tarif luas yang sebelumnya diterapkan oleh Presiden Trump dengan alasan penyalahgunaan kekuasaan eksekutif. Meskipun putusan pengadilan—yang menyatakan bahwa Presiden tidak dapat menggunakan undang-undang darurat untuk memberlakukan tarif sebesar itu—memberikan momen singkat kelegaan bagi dunia perdagangan, namun segera digantikan oleh gelombang ketidakpastian baru. Presiden Trump, yang menyebut keputusan pengadilan "anti-Amerika," meluncurkan langkah balasan segera. Mengacu pada Bagian 122 dari Trade Act tahun 1974, ia mengumumkan bea cukai global baru atas impor dari seluruh dunia, awalnya ditetapkan sebesar 10% dan dengan cepat direvisi menjadi 15%. Langkah strategis ini dilakukan melalui otoritas hukum yang berbeda untuk melewati hambatan yudisial sambil mempertahankan kendali yang tegas atas kebijakan perdagangan. Keseimbangan Baru di Pasar Global Gelombang tarif baru ini memaksa penyesuaian ulang rantai pasokan, terutama di sektor teknologi, otomotif, dan pertanian. Meskipun mitra North America seperti Kanada dan Meksiko bergantung pada perlindungan dari perjanjian USMCA, kewajiban tambahan di sektor strategis seperti baja dan aluminium tetap ada di meja. Di Eropa dan Asia, langkah-langkah ini diperkirakan akan meningkatkan biaya impor dan memicu kenaikan harga bagi konsumen akhir. Meskipun ada sinyal kemungkinan pengecualian untuk kelompok produk tertentu seperti semikonduktor dan mineral penting, strategi "America First" yang lebih luas jelas diperkuat melalui hambatan fiskal ini. Meskipun para pemimpin bisnis mengharapkan "penyetelan ulang" setelah intervensi pengadilan, tarif yang baru diumumkan ini menjadi bukti bahwa perang dagang hanya bergeser ke tingkat yang lebih tinggi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Berisi konten yang dihasilkan AI
51 Suka
Hadiah
51
57
1
Bagikan
Komentar
0/400
Falcon_Official
· 9menit yang lalu
GOGOGO 2026 👊
Lihat AsliBalas0
MrFlower_XingChen
· 1jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
MasterChuTheOldDemonMasterChu
· 4jam yang lalu
Selamat Tahun Baru 🧨
Lihat AsliBalas0
LittleGodOfWealthPlutus
· 5jam yang lalu
Selamat Tahun Kuda, semoga keberuntungan dan kekayaan melimpah😘
#TrumpAnnouncesNewTariffs
Ekonomi global terguncang oleh keputusan Mahkamah Agung AS untuk membatalkan tarif luas yang sebelumnya diterapkan oleh Presiden Trump dengan alasan penyalahgunaan kekuasaan eksekutif. Meskipun putusan pengadilan—yang menyatakan bahwa Presiden tidak dapat menggunakan undang-undang darurat untuk memberlakukan tarif sebesar itu—memberikan momen singkat kelegaan bagi dunia perdagangan, namun segera digantikan oleh gelombang ketidakpastian baru.
Presiden Trump, yang menyebut keputusan pengadilan "anti-Amerika," meluncurkan langkah balasan segera. Mengacu pada Bagian 122 dari Trade Act tahun 1974, ia mengumumkan bea cukai global baru atas impor dari seluruh dunia, awalnya ditetapkan sebesar 10% dan dengan cepat direvisi menjadi 15%. Langkah strategis ini dilakukan melalui otoritas hukum yang berbeda untuk melewati hambatan yudisial sambil mempertahankan kendali yang tegas atas kebijakan perdagangan.
Keseimbangan Baru di Pasar Global
Gelombang tarif baru ini memaksa penyesuaian ulang rantai pasokan, terutama di sektor teknologi, otomotif, dan pertanian. Meskipun mitra North America seperti Kanada dan Meksiko bergantung pada perlindungan dari perjanjian USMCA, kewajiban tambahan di sektor strategis seperti baja dan aluminium tetap ada di meja. Di Eropa dan Asia, langkah-langkah ini diperkirakan akan meningkatkan biaya impor dan memicu kenaikan harga bagi konsumen akhir.
Meskipun ada sinyal kemungkinan pengecualian untuk kelompok produk tertentu seperti semikonduktor dan mineral penting, strategi "America First" yang lebih luas jelas diperkuat melalui hambatan fiskal ini. Meskipun para pemimpin bisnis mengharapkan "penyetelan ulang" setelah intervensi pengadilan, tarif yang baru diumumkan ini menjadi bukti bahwa perang dagang hanya bergeser ke tingkat yang lebih tinggi.