Bagi trader aktif di pasar derivatif kripto, pengelolaan risiko adalah keterampilan yang sangat penting. Dua instrumen kunci yang harus diketahui setiap orang adalah stop-loss dan take-profit. Perintah ini membantu trader secara otomatis mengamankan keuntungan dan melindungi modal dari kerugian besar, bekerja 24/7 bahkan saat Anda menjauh dari layar.
Apa itu stop-loss dan take-profit? Konsep utama
Platform perdagangan derivatif modern menawarkan dua jenis perintah perlindungan utama:
Take-profit (TP) — adalah perintah yang menutup posisi Anda saat mencapai target harga keuntungan. Ketika harga pasar mencapai level yang ditetapkan, sistem secara otomatis mengeksekusi perintah tersebut, memungkinkan Anda mengamankan pendapatan dan keluar dari transaksi tanpa perlu memantau grafik secara terus-menerus.
Stop-loss (SL) — adalah mekanisme perlindungan yang aktif saat mencapai level kerugian tertentu. Alih-alih menunggu penurunan harga lebih jauh, perintah ini dieksekusi secara otomatis, meminimalkan kerugian dengan keluar cepat dari posisi yang merugi.
Kombinasi kedua instrumen ini menciptakan sistem perlindungan lengkap: di satu sisi Anda menentukan target keuntungan yang diinginkan, di sisi lain batas kerugian maksimum yang dapat diterima. Pendekatan ini mendisiplinkan trading dan menghilangkan pengambilan keputusan emosional.
Bagaimana cara kerja perintah ini: mekanisme trigger
Fungsi take-profit dan stop-loss didasarkan pada sistem trigger. Setiap perintah memiliki harga trigger — nilai ambang batas yang saat tercapai akan mengaktifkan perintah tersebut.
Saat Anda membuka posisi, Anda dapat sekaligus menetapkan beberapa TP/SL dengan parameter berbeda. Sistem terus memantau harga pasar saat ini melalui mekanisme penandaan (harga wajar berbobot rata-rata), dan saat harga menyentuh harga trigger, perintah terkait dieksekusi.
Penting: trigger bekerja secara independen. Mencapai satu trigger tidak membatalkan trigger lain — selama posisi belum ditutup sepenuhnya, level perlindungan yang tersisa tetap aktif. Ini memungkinkan trader menggunakan strategi keluar bertahap.
Dua pendekatan penempatan perintah TP/SL
Dalam praktik perdagangan derivatif, ada dua cara berbeda dalam menggunakan instrumen perlindungan ini:
1. Perlindungan seluruh posisi
Pendekatan ini melibatkan penempatan satu perintah TP/SL tunggal untuk seluruh volume posisi terbuka. Saat trigger aktif, seluruh posisi ditutup dengan satu perintah pasar. Metode ini sederhana dan mudah dipahami, cocok untuk trader yang berencana keluar seluruhnya.
Keuntungan: kejelasan dan prediktabilitas penuh. Anda tahu pasti apa yang akan terjadi saat harga mencapai level tertentu.
Keterbatasan: tidak memungkinkan penggunaan beberapa target keuntungan sekaligus.
2. Perlindungan parsial dan keluar bertahap
Pendekatan yang lebih fleksibel — menempatkan beberapa perintah TP/SL untuk bagian-bagian tertentu dari posisi. Saat salah satu trigger aktif, volume terkait ditutup, sementara sisa posisi tetap terbuka dengan level perlindungan aktif.
Dengan metode ini Anda dapat:
Mengamankan keuntungan secara bertahap seiring kenaikan harga
Menetapkan berbagai jenis perintah untuk level berbeda (misalnya, pasar untuk bagian pertama dan limit untuk bagian berikutnya)
Mengadaptasi strategi keluar secara fleksibel
Keuntungan: fleksibilitas maksimal dan kemampuan menggunakan strategi keluar bertahap.
Memerlukan perhatian lebih terhadap detail dan perencanaan.
Evolusi fungsi: dari dasar hingga fitur canggih
Pasar modern menawarkan trader lebih banyak opsi daripada sekadar trigger harga. Berikut evolusi utama di bidang ini:
Parameter
Level dasar
Fitur lanjutan
Jenis trigger
Hanya berdasarkan harga
Berdasarkan harga, ROI (%), perubahan %, P&L
Jumlah perintah
1 perintah per posisi
Hingga 20 sekaligus untuk level berbeda
Jenis eksekusi
Hanya perintah pasar
Perintah pasar + limit order
Penerapan
Untuk seluruh posisi
Untuk seluruh posisi atau bagian dari posisi
Fleksibilitas penetapan harga
Kaku
Pengaturan bebas sebelum setiap perintah
Penyesuaian ukuran
Ukuran tetap
Penyesuaian otomatis saat posisi berubah
Fitur canggih ini memungkinkan trader menggunakan berbagai kriteria trigger. Misalnya, alih-alih bergantung pada harga absolut, bisa mengatur trigger saat ROI tertentu atau P&L tercapai. Sangat berguna saat trading margin, di mana yang penting adalah pengembalian relatif, bukan harga absolut.
Skema praktis: kapan dan bagaimana menggunakan TP/SL
Mari kita bahas beberapa situasi trading nyata agar lebih memahami penerapan instrumen ini secara praktis.
Skema pertama: keluar bertahap dengan target berbeda
Trader membuka posisi long 1 BTC pada harga saat ini $25.000. Rencananya:
Saat harga mencapai $26.000, tutup 0,5 BTC dengan perintah pasar (mengamankan keuntungan pertama)
Saat harga mencapai $30.000, tutup lagi 0,5 BTC dengan limit order di $30.500 (menangkap gelombang kenaikan kedua)
Saat harga turun ke $23.000, tutup posisi tersisa (perlindungan dari kerugian)
Seiring perkembangan:
Harga mencapai $26.000 → 0,5 BTC ditutup, sisa 0,5 BTC tetap terbuka
Harga terus naik ke $27.000, trader manual menutup 0,1 BTC → posisi tersisa 0,4 BTC
Pada $30.000, TP kedua terpenuhi, limit order di $30.500 menunggu eksekusi
Jika harga mencapai $30.500 → TP kedua terpenuhi, posisi tertutup seluruhnya
Jika harga turun ke $23.000 lebih dulu → SL aktif untuk sisa posisi
Skema ini menunjukkan bagaimana trader bisa memakai strategi keluar bertahap untuk memaksimalkan keuntungan.
Skema kedua: menambah posisi dengan TP/SL baru
Situasi awal: trader sudah memegang 1 BTC dengan TP di $26.000 (0,5 BTC).
Kemudian dia menempatkan limit order beli 1 BTC di $24.000 dengan TP/SL sendiri:
TP: $27.000
SL: $22.000
Jika order terpenuhi:
Posisi baru 1 BTC memiliki TP/SL sendiri yang berjalan independen
Saat harga mencapai $26.000, TP awal terpenuhi (0,5 BTC)
Saat harga mencapai $27.000, TP order baru aktif
Saat harga turun ke $22.000, SL order baru aktif melindungi bagian ini
Intinya: setiap order yang masuk tetap memiliki level perlindungan sendiri, memberi trader kontrol atas bagian berbeda dari posisi dengan strategi berbeda.
Skema ketiga: mengganti TP/SL saat menambah posisi
Trader memegang 1 BTC dengan SL di $20.000. Kemudian dia menempatkan limit order beli 0,5 BTC di $28.000 dengan SL baru di $18.000 untuk seluruh posisi.
Saat order terpenuhi:
Posisi bertambah menjadi 1,5 BTC
SL lama dibatalkan dan diganti dengan SL baru di $18.000 untuk 1,5 BTC
Sistem sepenuhnya menghitung ulang perlindungan sesuai ukuran posisi baru
Ini menunjukkan bagaimana sistem menyesuaikan TP/SL saat volume posisi berubah.
Skema keempat: limit TP dengan SL pasar
Trader menempatkan order long 0,8 BTC di $30.000 dengan perlindungan:
TP limit di $40.000, ditempatkan di order book di $41.000
SL pasar di $20.000
Perkembangan:
Order terpenuhi di $30.000
Harga naik ke $40.000 → TP limit aktif dan masuk order book
Pada saat ini, sistem membatalkan SL pasar (karena dianggap sebagai satu set TP/SL)
Jika TP limit terpenuhi di $41.000 → posisi tertutup
Jika harga tidak mencapai $41.000 dan turun → sistem akan menempatkan kembali SL
Ini menunjukkan kombinasi berbagai jenis order untuk mencapai target.
Faktor yang mempengaruhi eksekusi perintah perlindungan
Harga penandaan vs harga terakhir transaksi
Penting: sistem TP/SL menggunakan harga penandaan, bukan harga transaksi terakhir. Harga penandaan dihitung berdasarkan indeks harga wajar berbobot dan indikator mikro, mencegah manipulasi trigger melalui transaksi tunggal.
Harga likuidasi dan risiko margin call
Saat menggunakan leverage, perlu memperhatikan harga likuidasi. Jika harga pasar turun di bawah level ini, sistem akan menutup posisi secara paksa, terlepas dari TP/SL.
Contoh menarik: dengan leverage 100x pada BTCUSDT, SL bisa saja sama dengan harga likuidasi. Misalnya, margin awal 1%, margin support 0,5% (50% dari margin awal). Jadi, level perlindungan bisa bertepatan dengan titik likuidasi.
Ada juga skenario di mana SL ditempatkan di bawah harga likuidasi. Saat likuidasi terjadi, SL akan dibatalkan karena posisi sudah ditutup melalui mekanisme likuidasi yang terjadi terlebih dahulu.
Eksekusi berulang saat posisi besar
Jika volume posisi melebihi batas maksimum platform, saat TP terpenuhi, sistem akan membagi penutupan menjadi beberapa bagian. Artinya:
Setiap bagian dieksekusi pada harga pasar saat trigger
Ada fluktuasi harga antar bagian
Pada satu akun, sistem bisa mengirim maksimal 6 order berulang untuk menutup posisi
Untuk sisa posisi yang belum tertutup, trader harus menempatkan order baru secara manual.
Pertanyaan umum tentang stop-loss dan take-profit
Mengapa posisi dilikuidasi padahal SL aktif?
Ini bisa terjadi karena beberapa alasan:
Pengaturan trigger berbeda: jika SL berdasarkan harga penandaan, dan likuidasi terjadi terlebih dahulu berdasarkan trigger yang sama
Kekurangan margin: saat SL dieksekusi, jika saldo negatif (lebih buruk dari harga likuidasi), sistem akan melikuidasi posisi secara paksa untuk menutup defisit
Slippage: harga terbaik di order book bisa lebih buruk dari perkiraan, menyebabkan kerugian margin lebih besar
Mengapa jumlah order untuk posisi parsial bisa melebihi volume posisi?
Karena sistem memungkinkan menempatkan TP/SL untuk volume yang lebih besar dari posisi terbuka. Tapi saat dieksekusi, order hanya akan menutup bagian yang sesuai dengan volume posisi saat itu. Volume berlebih tidak dieksekusi dan menjadi tidak aktif. Ini memberi fleksibilitas dalam perencanaan.
Bagaimana cara memeriksa riwayat TP/SL saya?
Order aktif terlihat di bagian “Order Saat Ini”, sedangkan yang sudah dieksekusi atau dibatalkan di bagian “Riwayat Order”. Di sana lengkap informasi trigger, eksekusi, dan harga akhir.
Apakah SL bisa ditempatkan di bawah harga likuidasi?
Bisa, tergantung strategi trader. Tapi ingat: saat harga mencapai level likuidasi, posisi akan ditutup otomatis melalui mekanisme likuidasi, sehingga SL tidak akan terpicu.
Mengapa harga SL sama dengan harga likuidasi?
Pada leverage sangat tinggi, rasio margin sedemikian rupa sehingga level perlindungan sama dengan titik likuidasi. Contohnya, di leverage 100x, margin awal 1%, dan margin support 0,5%, sehingga level perlindungan bisa bertepatan dengan likuidasi.
Apa yang terjadi saat saya menambah volume ke posisi terbuka?
Sistem akan menghitung ulang TP/SL:
Saat memperbesar posisi: order baru bisa menggantikan TP/SL lama atau membuat level baru
Saat mengurangi posisi: volume TP/SL disesuaikan secara proporsional
Memahami mekanisme stop-loss dan take-profit adalah fondasi trading disiplin dan efektif di derivatif. Instrumen ini memungkinkan trader menetapkan zona risiko dan keuntungan secara dini, mengubah trading dari proses emosional menjadi kegiatan sistematis. Penggunaan yang tepat dari perintah ini secara signifikan meningkatkan hasil dan melindungi modal dalam jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Stop-loss dan take-profit: panduan lengkap pengelolaan risiko dalam derivatif
Bagi trader aktif di pasar derivatif kripto, pengelolaan risiko adalah keterampilan yang sangat penting. Dua instrumen kunci yang harus diketahui setiap orang adalah stop-loss dan take-profit. Perintah ini membantu trader secara otomatis mengamankan keuntungan dan melindungi modal dari kerugian besar, bekerja 24/7 bahkan saat Anda menjauh dari layar.
Apa itu stop-loss dan take-profit? Konsep utama
Platform perdagangan derivatif modern menawarkan dua jenis perintah perlindungan utama:
Take-profit (TP) — adalah perintah yang menutup posisi Anda saat mencapai target harga keuntungan. Ketika harga pasar mencapai level yang ditetapkan, sistem secara otomatis mengeksekusi perintah tersebut, memungkinkan Anda mengamankan pendapatan dan keluar dari transaksi tanpa perlu memantau grafik secara terus-menerus.
Stop-loss (SL) — adalah mekanisme perlindungan yang aktif saat mencapai level kerugian tertentu. Alih-alih menunggu penurunan harga lebih jauh, perintah ini dieksekusi secara otomatis, meminimalkan kerugian dengan keluar cepat dari posisi yang merugi.
Kombinasi kedua instrumen ini menciptakan sistem perlindungan lengkap: di satu sisi Anda menentukan target keuntungan yang diinginkan, di sisi lain batas kerugian maksimum yang dapat diterima. Pendekatan ini mendisiplinkan trading dan menghilangkan pengambilan keputusan emosional.
Bagaimana cara kerja perintah ini: mekanisme trigger
Fungsi take-profit dan stop-loss didasarkan pada sistem trigger. Setiap perintah memiliki harga trigger — nilai ambang batas yang saat tercapai akan mengaktifkan perintah tersebut.
Saat Anda membuka posisi, Anda dapat sekaligus menetapkan beberapa TP/SL dengan parameter berbeda. Sistem terus memantau harga pasar saat ini melalui mekanisme penandaan (harga wajar berbobot rata-rata), dan saat harga menyentuh harga trigger, perintah terkait dieksekusi.
Penting: trigger bekerja secara independen. Mencapai satu trigger tidak membatalkan trigger lain — selama posisi belum ditutup sepenuhnya, level perlindungan yang tersisa tetap aktif. Ini memungkinkan trader menggunakan strategi keluar bertahap.
Dua pendekatan penempatan perintah TP/SL
Dalam praktik perdagangan derivatif, ada dua cara berbeda dalam menggunakan instrumen perlindungan ini:
1. Perlindungan seluruh posisi
Pendekatan ini melibatkan penempatan satu perintah TP/SL tunggal untuk seluruh volume posisi terbuka. Saat trigger aktif, seluruh posisi ditutup dengan satu perintah pasar. Metode ini sederhana dan mudah dipahami, cocok untuk trader yang berencana keluar seluruhnya.
Keuntungan: kejelasan dan prediktabilitas penuh. Anda tahu pasti apa yang akan terjadi saat harga mencapai level tertentu.
Keterbatasan: tidak memungkinkan penggunaan beberapa target keuntungan sekaligus.
2. Perlindungan parsial dan keluar bertahap
Pendekatan yang lebih fleksibel — menempatkan beberapa perintah TP/SL untuk bagian-bagian tertentu dari posisi. Saat salah satu trigger aktif, volume terkait ditutup, sementara sisa posisi tetap terbuka dengan level perlindungan aktif.
Dengan metode ini Anda dapat:
Keuntungan: fleksibilitas maksimal dan kemampuan menggunakan strategi keluar bertahap.
Memerlukan perhatian lebih terhadap detail dan perencanaan.
Evolusi fungsi: dari dasar hingga fitur canggih
Pasar modern menawarkan trader lebih banyak opsi daripada sekadar trigger harga. Berikut evolusi utama di bidang ini:
Fitur canggih ini memungkinkan trader menggunakan berbagai kriteria trigger. Misalnya, alih-alih bergantung pada harga absolut, bisa mengatur trigger saat ROI tertentu atau P&L tercapai. Sangat berguna saat trading margin, di mana yang penting adalah pengembalian relatif, bukan harga absolut.
Skema praktis: kapan dan bagaimana menggunakan TP/SL
Mari kita bahas beberapa situasi trading nyata agar lebih memahami penerapan instrumen ini secara praktis.
Skema pertama: keluar bertahap dengan target berbeda
Trader membuka posisi long 1 BTC pada harga saat ini $25.000. Rencananya:
Seiring perkembangan:
Skema ini menunjukkan bagaimana trader bisa memakai strategi keluar bertahap untuk memaksimalkan keuntungan.
Skema kedua: menambah posisi dengan TP/SL baru
Situasi awal: trader sudah memegang 1 BTC dengan TP di $26.000 (0,5 BTC).
Kemudian dia menempatkan limit order beli 1 BTC di $24.000 dengan TP/SL sendiri:
Jika order terpenuhi:
Intinya: setiap order yang masuk tetap memiliki level perlindungan sendiri, memberi trader kontrol atas bagian berbeda dari posisi dengan strategi berbeda.
Skema ketiga: mengganti TP/SL saat menambah posisi
Trader memegang 1 BTC dengan SL di $20.000. Kemudian dia menempatkan limit order beli 0,5 BTC di $28.000 dengan SL baru di $18.000 untuk seluruh posisi.
Saat order terpenuhi:
Ini menunjukkan bagaimana sistem menyesuaikan TP/SL saat volume posisi berubah.
Skema keempat: limit TP dengan SL pasar
Trader menempatkan order long 0,8 BTC di $30.000 dengan perlindungan:
Perkembangan:
Ini menunjukkan kombinasi berbagai jenis order untuk mencapai target.
Faktor yang mempengaruhi eksekusi perintah perlindungan
Harga penandaan vs harga terakhir transaksi
Penting: sistem TP/SL menggunakan harga penandaan, bukan harga transaksi terakhir. Harga penandaan dihitung berdasarkan indeks harga wajar berbobot dan indikator mikro, mencegah manipulasi trigger melalui transaksi tunggal.
Harga likuidasi dan risiko margin call
Saat menggunakan leverage, perlu memperhatikan harga likuidasi. Jika harga pasar turun di bawah level ini, sistem akan menutup posisi secara paksa, terlepas dari TP/SL.
Contoh menarik: dengan leverage 100x pada BTCUSDT, SL bisa saja sama dengan harga likuidasi. Misalnya, margin awal 1%, margin support 0,5% (50% dari margin awal). Jadi, level perlindungan bisa bertepatan dengan titik likuidasi.
Ada juga skenario di mana SL ditempatkan di bawah harga likuidasi. Saat likuidasi terjadi, SL akan dibatalkan karena posisi sudah ditutup melalui mekanisme likuidasi yang terjadi terlebih dahulu.
Eksekusi berulang saat posisi besar
Jika volume posisi melebihi batas maksimum platform, saat TP terpenuhi, sistem akan membagi penutupan menjadi beberapa bagian. Artinya:
Untuk sisa posisi yang belum tertutup, trader harus menempatkan order baru secara manual.
Pertanyaan umum tentang stop-loss dan take-profit
Mengapa posisi dilikuidasi padahal SL aktif?
Ini bisa terjadi karena beberapa alasan:
Mengapa jumlah order untuk posisi parsial bisa melebihi volume posisi?
Karena sistem memungkinkan menempatkan TP/SL untuk volume yang lebih besar dari posisi terbuka. Tapi saat dieksekusi, order hanya akan menutup bagian yang sesuai dengan volume posisi saat itu. Volume berlebih tidak dieksekusi dan menjadi tidak aktif. Ini memberi fleksibilitas dalam perencanaan.
Bagaimana cara memeriksa riwayat TP/SL saya?
Order aktif terlihat di bagian “Order Saat Ini”, sedangkan yang sudah dieksekusi atau dibatalkan di bagian “Riwayat Order”. Di sana lengkap informasi trigger, eksekusi, dan harga akhir.
Apakah SL bisa ditempatkan di bawah harga likuidasi?
Bisa, tergantung strategi trader. Tapi ingat: saat harga mencapai level likuidasi, posisi akan ditutup otomatis melalui mekanisme likuidasi, sehingga SL tidak akan terpicu.
Mengapa harga SL sama dengan harga likuidasi?
Pada leverage sangat tinggi, rasio margin sedemikian rupa sehingga level perlindungan sama dengan titik likuidasi. Contohnya, di leverage 100x, margin awal 1%, dan margin support 0,5%, sehingga level perlindungan bisa bertepatan dengan likuidasi.
Apa yang terjadi saat saya menambah volume ke posisi terbuka?
Sistem akan menghitung ulang TP/SL:
Memahami mekanisme stop-loss dan take-profit adalah fondasi trading disiplin dan efektif di derivatif. Instrumen ini memungkinkan trader menetapkan zona risiko dan keuntungan secara dini, mengubah trading dari proses emosional menjadi kegiatan sistematis. Penggunaan yang tepat dari perintah ini secara signifikan meningkatkan hasil dan melindungi modal dalam jangka panjang.