Sebelum melakukan perdagangan kontrak perpetual, memahami logika perhitungan keuntungan dan kerugian adalah fondasi keberhasilan trading. Tidak peduli apakah Anda adalah pemula yang baru masuk pasar atau trader berpengalaman, memahami secara akurat bagaimana setiap transaksi menghasilkan profit atau loss secara langsung berkaitan dengan pengelolaan risiko dan alokasi dana yang tepat. Artikel ini akan menguraikan satu per satu setiap aspek perhitungan keuntungan dan kerugian, membantu Anda menguasai sistem perhitungan laba-rugi secara menyeluruh.
Bagaimana Harga Pembukaan Menentukan Dasar Perhitungan Keuntungan dan Kerugian
Dalam perdagangan kontrak perpetual, harga pembukaan pertama Anda bukanlah angka akhir. Setiap kali Anda menambahkan posisi dengan harga order baru, harga rata-rata pembukaan akan disesuaikan, yang secara langsung mempengaruhi titik dasar keuntungan dan kerugian posisi tersebut.
Berikut adalah logika perhitungan harga pembukaan rata-rata:
Misalnya trader A saat ini memegang posisi long 0,5 BTCUSDT dengan harga pembukaan 5000 USD. Satu jam kemudian, menambah posisi 0,3 BTC dengan harga 6000 USD. Berapa sebenarnya harga pembukaan rata-rata posisi Anda?
Langkah perhitungan:
Nilai kontrak pertama = 0,5 × 5000 = 2500 USDT
Nilai kontrak kedua = 0,3 × 6000 = 1800 USDT
Total nilai kontrak = 2500 + 1800 = 4300 USDT
Total jumlah kontrak = 0,5 + 0,3 = 0,8 BTC
Harga pembukaan rata-rata = 4300 ÷ 0,8 = 5375 USD
Harga 5375 USD ini menjadi patokan pengukuran profit dan loss untuk posisi 0,8 BTC Anda. Hanya ketika harga pasar menembus angka ini, posisi Anda akan masuk ke zona profit.
Cara Perhitungan Real-Time Profit dan Loss yang Belum Direalisasikan
Setelah order terisi, Anda dapat langsung melihat perubahan profit dan loss yang belum direalisasikan di bagian posisi. Angka ini akan terus diperbarui mengikuti fluktuasi harga pasar terbaru, tetapi logika perhitungannya berbeda tergantung arah posisi.
Dalam skenario posisi long:
Trader B memegang posisi long 0,2 BTCUSDT dengan harga pembukaan 7000 USD. Ketika harga pasar naik ke 7500 USD:
Unrealized P&L = Jumlah kontrak × (Harga pasar terbaru - Harga pembukaan)
= 0,2 × (7500 - 7000)
= 100 USDT
Dalam skenario posisi short:
Trader C memegang posisi short 0,4 BTCUSDT dengan harga pembukaan 6000 USD. Ketika harga turun ke 5000 USD:
Unrealized P&L = Jumlah kontrak × (Harga pembukaan - Harga pasar terbaru)
= 0,4 × (6000 - 5000)
= 400 USDT
Perhatikan poin penting berikut:
Perbedaan mata uang penyelesaian: Pada kontrak USDT, keuntungan dan kerugian dihitung dalam USDT; sedangkan kontrak inverse (berdasarkan koin) dihitung dalam mata uang kripto yang diperdagangkan, misalnya BTC dalam BTCUSD inverse contract.
Komposisi unrealized P&L: Angka ini tidak termasuk biaya transaksi atau biaya dana. Hanya mencerminkan keuntungan atau kerugian nominal posisi berdasarkan pergerakan harga pasar.
Cara tampilan: Sistem secara default menampilkan berdasarkan harga pasar terbaru, tetapi jika Anda mengarahkan mouse ke angka tersebut, akan beralih ke perhitungan berdasarkan harga mark.
Persentase unrealized P&L (%): Cerminan langsung dari ROI
Persentase unrealized P&L mengubah profit dan loss menjadi bentuk persentase, secara visual menunjukkan tingkat pengembalian investasi (ROI) posisi tersebut:
Ini menunjukkan bahwa terhadap modal yang Anda investasikan, posisi tersebut saat ini memberikan pengembalian sebesar 71.07%.
Perhatian umum:
Banyak trader salah paham bahwa meningkatkan leverage akan memperbesar unrealized P&L. Faktanya, terlepas dari leverage 5x, 10x, atau 20x, nilai absolut unrealized P&L (misalnya 100 USDT) tetap sama. Yang berubah adalah persentasenya—karena margin berkurang. Jika trader B mengubah leverage menjadi 5x, persentase turun menjadi sekitar 35.62%; jika naik ke 20x, naik menjadi sekitar 141.45%. Tetapi jumlah profit/loss tetap 100 USDT.
Realisasi Profit dan Loss saat Penutupan Posisi
Ketika Anda memutuskan untuk menutup posisi sepenuhnya, unrealized P&L akan benar-benar menjadi profit atau loss yang sudah direalisasikan. Pada titik ini, perhitungannya akan berbeda—semua biaya transaksi akan dimasukkan ke dalam perhitungan.
Formula lengkap perhitungan profit dan loss saat penutupan:
Realized P&L = Unrealized P&L – Biaya pembukaan – Biaya penutupan – Total biaya dana
Contoh kasus trader C yang memegang posisi short 0,4 BTCUSDT dengan harga pembukaan 6000 USD dan menutup posisi di harga pasar 5000 USD, dengan biaya dana selama posisi berlangsung sebesar 2.10 USDT:
Meskipun terlihat profit 400 USDT, setelah dikurangi semua biaya, saldo yang masuk ke rekening adalah 395.48 USDT.
Perlakuan saat melakukan partial close:
Jika Anda menutup sebagian posisi, semua biaya akan dibagi secara proporsional. Misalnya, dari 0.4 BTC, Anda menutup 0.3 BTC, biaya pembukaan, penutupan, dan dana akan dihitung berdasarkan 75% dari total posisi.
Akumulasi Keuntungan dan Kerugian yang Telah Direalisasikan
Perbedaan utama antara unrealized P&L dan realized P&L adalah sifat akumulasinya. Realized P&L mencatat total kerugian atau keuntungan dari semua posisi yang telah ditutup dalam satu arah posisi tertentu.
Logika perhitungan realized P&L:
Realized P&L = Jumlah keuntungan/kerugian dari posisi tertutup – Biaya transaksi – Biaya dana selama posisi berlangsung
Contoh: trader C memegang posisi short 0.4 BTC. Pertama, menutup 0.3 BTC di harga 5000 USD, kemudian membuka posisi short baru 0.2 BTC di harga 5500 USD.
Saat ini, Anda masih memegang posisi short 0.3 BTC (0.4 – 0.3 = 0.1, ditambah posisi baru 0.2). Realized P&L akan terus diperbarui dan terakumulasi setiap kali posisi sebagian ditutup.
Lima Kesalahan Umum dalam Perhitungan Keuntungan dan Kerugian dengan Leverage
Banyak trader yang salah paham dalam memahami perhitungan P&L, berikut lima kesalahan paling umum:
Kesalahan 1: Leverage memperbesar profit
Meningkatkan leverage memang menurunkan margin awal yang diperlukan, tetapi tidak secara langsung memperbesar jumlah profit. Profit ditentukan oleh ukuran posisi dan pergerakan harga, bukan leverage.
Kesalahan 2: Batas leverage maksimum dalam mode full position
Dalam mode full position, sistem menggunakan batas risiko tertinggi dari mata uang tersebut untuk menghitung margin. Misalnya, BTCUSD maksimal 100x leverage, yang hanya mempengaruhi perhitungan margin, bukan profit/loss aktual.
Kesalahan 3: Mengabaikan biaya transaksi
Unrealized P&L tidak termasuk biaya, tetapi saat close, biaya akan dipotong. Transaksi yang tampaknya profit bisa berubah menjadi kerugian setelah biaya dipotong.
Kesalahan 4: Pengaruh biaya dana jangka panjang
Dalam posisi yang dipegang lama, biaya dana yang terkumpul bisa cukup besar. Semakin lama posisi dipertahankan, semakin besar pengaruh biaya dana terhadap profit akhir.
Kesalahan 5: Perbedaan harga mark dan harga pasar
Sistem menggunakan harga pasar untuk perhitungan unrealized P&L, tetapi Anda dapat beralih ke harga mark untuk melihat perhitungan alternatif. Dalam kondisi pasar tertentu, keduanya bisa berbeda.
Perbandingan Kerangka Perhitungan Keuntungan dan Kerugian
Agar Anda lebih mudah memahami seluruh sistem perhitungan, berikut perbandingan lengkap setiap aspek:
Aspek Perhitungan
Unrealized P&L
Realized P&L
Profit/Kerugian posisi
✓ termasuk
✓ termasuk
Biaya pembukaan
✗ tidak termasuk
✓ dikurangi
Biaya penutupan
✗ tidak termasuk
✓ dikurangi
Biaya dana
✗ tidak termasuk
✓ dikurangi
Pembaruan real-time
✓ ya
✗ tidak
Dengan memahami tabel ini, Anda akan mengerti mengapa unrealized P&L dan profit/loss saat penutupan posisi sering berbeda.
Saran Praktis Perhitungan Keuntungan dan Kerugian dalam Perpetual Contract
Memahami perhitungan P&L bukan hanya soal rumus matematika, tetapi juga penerapannya dalam pengambilan keputusan trading:
Perhitungan masuk yang akurat: Berdasarkan toleransi risiko dan target profit, tentukan harga masuk dan ukuran posisi yang realistis.
Perkiraan biaya keluar: Sebelum menutup posisi, hitung biaya transaksi dan biaya dana yang mungkin timbul, agar profit yang diharapkan lebih besar dari biaya tersebut.
Pantau persentase unrealized P&L: Ini lebih mencerminkan pengembalian investasi nyata dibandingkan angka USDT saja.
Lakukan review secara rutin: Catat setiap transaksi lengkap dengan biaya dan profit/loss yang direalisasikan, untuk mengidentifikasi pola biaya dan mengoptimalkan strategi.
Evaluasi pengaturan leverage: Pahami bahwa leverage berfungsi untuk mengurangi margin yang diperlukan, bukan untuk memperbesar keuntungan. Gunakan leverage secara bijak sesuai toleransi risiko.
Memahami sistem perhitungan profit dan loss kontrak perpetual mungkin tampak rumit, tetapi jika Anda mempelajari setiap bagian dan memahami logika di balik rumusnya, Anda akan mampu membuat keputusan trading yang lebih akurat. Ingat, perhitungan P&L yang tepat adalah langkah pertama dalam pengelolaan risiko dan kunci untuk meningkatkan tingkat keberhasilan trading Anda.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan lengkap perhitungan keuntungan dan kerugian kontrak berkelanjutan: dari pembukaan posisi hingga penutupan posisi
Sebelum melakukan perdagangan kontrak perpetual, memahami logika perhitungan keuntungan dan kerugian adalah fondasi keberhasilan trading. Tidak peduli apakah Anda adalah pemula yang baru masuk pasar atau trader berpengalaman, memahami secara akurat bagaimana setiap transaksi menghasilkan profit atau loss secara langsung berkaitan dengan pengelolaan risiko dan alokasi dana yang tepat. Artikel ini akan menguraikan satu per satu setiap aspek perhitungan keuntungan dan kerugian, membantu Anda menguasai sistem perhitungan laba-rugi secara menyeluruh.
Bagaimana Harga Pembukaan Menentukan Dasar Perhitungan Keuntungan dan Kerugian
Dalam perdagangan kontrak perpetual, harga pembukaan pertama Anda bukanlah angka akhir. Setiap kali Anda menambahkan posisi dengan harga order baru, harga rata-rata pembukaan akan disesuaikan, yang secara langsung mempengaruhi titik dasar keuntungan dan kerugian posisi tersebut.
Berikut adalah logika perhitungan harga pembukaan rata-rata:
Misalnya trader A saat ini memegang posisi long 0,5 BTCUSDT dengan harga pembukaan 5000 USD. Satu jam kemudian, menambah posisi 0,3 BTC dengan harga 6000 USD. Berapa sebenarnya harga pembukaan rata-rata posisi Anda?
Langkah perhitungan:
Harga 5375 USD ini menjadi patokan pengukuran profit dan loss untuk posisi 0,8 BTC Anda. Hanya ketika harga pasar menembus angka ini, posisi Anda akan masuk ke zona profit.
Cara Perhitungan Real-Time Profit dan Loss yang Belum Direalisasikan
Setelah order terisi, Anda dapat langsung melihat perubahan profit dan loss yang belum direalisasikan di bagian posisi. Angka ini akan terus diperbarui mengikuti fluktuasi harga pasar terbaru, tetapi logika perhitungannya berbeda tergantung arah posisi.
Dalam skenario posisi long:
Trader B memegang posisi long 0,2 BTCUSDT dengan harga pembukaan 7000 USD. Ketika harga pasar naik ke 7500 USD:
Unrealized P&L = Jumlah kontrak × (Harga pasar terbaru - Harga pembukaan) = 0,2 × (7500 - 7000) = 100 USDT
Dalam skenario posisi short:
Trader C memegang posisi short 0,4 BTCUSDT dengan harga pembukaan 6000 USD. Ketika harga turun ke 5000 USD:
Unrealized P&L = Jumlah kontrak × (Harga pembukaan - Harga pasar terbaru) = 0,4 × (6000 - 5000) = 400 USDT
Perhatikan poin penting berikut:
Perbedaan mata uang penyelesaian: Pada kontrak USDT, keuntungan dan kerugian dihitung dalam USDT; sedangkan kontrak inverse (berdasarkan koin) dihitung dalam mata uang kripto yang diperdagangkan, misalnya BTC dalam BTCUSD inverse contract.
Komposisi unrealized P&L: Angka ini tidak termasuk biaya transaksi atau biaya dana. Hanya mencerminkan keuntungan atau kerugian nominal posisi berdasarkan pergerakan harga pasar.
Cara tampilan: Sistem secara default menampilkan berdasarkan harga pasar terbaru, tetapi jika Anda mengarahkan mouse ke angka tersebut, akan beralih ke perhitungan berdasarkan harga mark.
Persentase unrealized P&L (%): Cerminan langsung dari ROI
Persentase unrealized P&L mengubah profit dan loss menjadi bentuk persentase, secara visual menunjukkan tingkat pengembalian investasi (ROI) posisi tersebut:
Persentase unrealized P&L = [Unrealized P&L ÷ Margin posisi] × 100%
Misalnya, trader B menggunakan leverage 10x:
Ini menunjukkan bahwa terhadap modal yang Anda investasikan, posisi tersebut saat ini memberikan pengembalian sebesar 71.07%.
Perhatian umum: Banyak trader salah paham bahwa meningkatkan leverage akan memperbesar unrealized P&L. Faktanya, terlepas dari leverage 5x, 10x, atau 20x, nilai absolut unrealized P&L (misalnya 100 USDT) tetap sama. Yang berubah adalah persentasenya—karena margin berkurang. Jika trader B mengubah leverage menjadi 5x, persentase turun menjadi sekitar 35.62%; jika naik ke 20x, naik menjadi sekitar 141.45%. Tetapi jumlah profit/loss tetap 100 USDT.
Realisasi Profit dan Loss saat Penutupan Posisi
Ketika Anda memutuskan untuk menutup posisi sepenuhnya, unrealized P&L akan benar-benar menjadi profit atau loss yang sudah direalisasikan. Pada titik ini, perhitungannya akan berbeda—semua biaya transaksi akan dimasukkan ke dalam perhitungan.
Formula lengkap perhitungan profit dan loss saat penutupan:
Realized P&L = Unrealized P&L – Biaya pembukaan – Biaya penutupan – Total biaya dana
Contoh kasus trader C yang memegang posisi short 0,4 BTCUSDT dengan harga pembukaan 6000 USD dan menutup posisi di harga pasar 5000 USD, dengan biaya dana selama posisi berlangsung sebesar 2.10 USDT:
Meskipun terlihat profit 400 USDT, setelah dikurangi semua biaya, saldo yang masuk ke rekening adalah 395.48 USDT.
Perlakuan saat melakukan partial close:
Jika Anda menutup sebagian posisi, semua biaya akan dibagi secara proporsional. Misalnya, dari 0.4 BTC, Anda menutup 0.3 BTC, biaya pembukaan, penutupan, dan dana akan dihitung berdasarkan 75% dari total posisi.
Akumulasi Keuntungan dan Kerugian yang Telah Direalisasikan
Perbedaan utama antara unrealized P&L dan realized P&L adalah sifat akumulasinya. Realized P&L mencatat total kerugian atau keuntungan dari semua posisi yang telah ditutup dalam satu arah posisi tertentu.
Logika perhitungan realized P&L:
Realized P&L = Jumlah keuntungan/kerugian dari posisi tertutup – Biaya transaksi – Biaya dana selama posisi berlangsung
Contoh: trader C memegang posisi short 0.4 BTC. Pertama, menutup 0.3 BTC di harga 5000 USD, kemudian membuka posisi short baru 0.2 BTC di harga 5500 USD.
Hasil penutupan pertama:
Selanjutnya, posisi baru:
Saat ini, Anda masih memegang posisi short 0.3 BTC (0.4 – 0.3 = 0.1, ditambah posisi baru 0.2). Realized P&L akan terus diperbarui dan terakumulasi setiap kali posisi sebagian ditutup.
Lima Kesalahan Umum dalam Perhitungan Keuntungan dan Kerugian dengan Leverage
Banyak trader yang salah paham dalam memahami perhitungan P&L, berikut lima kesalahan paling umum:
Kesalahan 1: Leverage memperbesar profit
Meningkatkan leverage memang menurunkan margin awal yang diperlukan, tetapi tidak secara langsung memperbesar jumlah profit. Profit ditentukan oleh ukuran posisi dan pergerakan harga, bukan leverage.
Kesalahan 2: Batas leverage maksimum dalam mode full position
Dalam mode full position, sistem menggunakan batas risiko tertinggi dari mata uang tersebut untuk menghitung margin. Misalnya, BTCUSD maksimal 100x leverage, yang hanya mempengaruhi perhitungan margin, bukan profit/loss aktual.
Kesalahan 3: Mengabaikan biaya transaksi
Unrealized P&L tidak termasuk biaya, tetapi saat close, biaya akan dipotong. Transaksi yang tampaknya profit bisa berubah menjadi kerugian setelah biaya dipotong.
Kesalahan 4: Pengaruh biaya dana jangka panjang
Dalam posisi yang dipegang lama, biaya dana yang terkumpul bisa cukup besar. Semakin lama posisi dipertahankan, semakin besar pengaruh biaya dana terhadap profit akhir.
Kesalahan 5: Perbedaan harga mark dan harga pasar
Sistem menggunakan harga pasar untuk perhitungan unrealized P&L, tetapi Anda dapat beralih ke harga mark untuk melihat perhitungan alternatif. Dalam kondisi pasar tertentu, keduanya bisa berbeda.
Perbandingan Kerangka Perhitungan Keuntungan dan Kerugian
Agar Anda lebih mudah memahami seluruh sistem perhitungan, berikut perbandingan lengkap setiap aspek:
Dengan memahami tabel ini, Anda akan mengerti mengapa unrealized P&L dan profit/loss saat penutupan posisi sering berbeda.
Saran Praktis Perhitungan Keuntungan dan Kerugian dalam Perpetual Contract
Memahami perhitungan P&L bukan hanya soal rumus matematika, tetapi juga penerapannya dalam pengambilan keputusan trading:
Perhitungan masuk yang akurat: Berdasarkan toleransi risiko dan target profit, tentukan harga masuk dan ukuran posisi yang realistis.
Perkiraan biaya keluar: Sebelum menutup posisi, hitung biaya transaksi dan biaya dana yang mungkin timbul, agar profit yang diharapkan lebih besar dari biaya tersebut.
Pantau persentase unrealized P&L: Ini lebih mencerminkan pengembalian investasi nyata dibandingkan angka USDT saja.
Lakukan review secara rutin: Catat setiap transaksi lengkap dengan biaya dan profit/loss yang direalisasikan, untuk mengidentifikasi pola biaya dan mengoptimalkan strategi.
Evaluasi pengaturan leverage: Pahami bahwa leverage berfungsi untuk mengurangi margin yang diperlukan, bukan untuk memperbesar keuntungan. Gunakan leverage secara bijak sesuai toleransi risiko.
Memahami sistem perhitungan profit dan loss kontrak perpetual mungkin tampak rumit, tetapi jika Anda mempelajari setiap bagian dan memahami logika di balik rumusnya, Anda akan mampu membuat keputusan trading yang lebih akurat. Ingat, perhitungan P&L yang tepat adalah langkah pertama dalam pengelolaan risiko dan kunci untuk meningkatkan tingkat keberhasilan trading Anda.