Arbitrase merupakan strategi investasi klasik yang memanfaatkan ketidaksesuaian harga dari aset yang sama di berbagai platform perdagangan. Metode ini menjadi semakin relevan di pasar cryptocurrency, di mana volatilitas tinggi dan struktur perdagangan berlapis menciptakan banyak peluang. Dalam ekosistem crypto, arbitrase dibagi menjadi beberapa tipe utama, masing-masing memerlukan pemahaman terhadap mekanisme pasar spot, futures, dan kontrak tanpa waktu kedaluwarsa.
Prinsip Dasar Arbitrase dalam Perdagangan Derivatif
Arbitrase antara pasar spot dan pasar kontrak berjangka bekerja berdasarkan prinsip sederhana: ketika harga永续合约 (kontrak tanpa waktu kedaluwarsa) jauh berbeda dari harga aset di pasar spot, muncul peluang untuk mendapatkan keuntungan dari selisih tersebut. Mekanisme ini dilakukan melalui pembukaan posisi berlawanan secara bersamaan di kedua pasar.
Proses ini didasarkan pada konvergensi harga kontrak forward seiring waktu ke harga spot. Ketika premi pada futures lebih tinggi dari level normal, trader dapat membeli aset di pasar spot dan menjual kontrak futures, mengunci selisih harga. Ini memungkinkan menghindari risiko harga yang tidak diinginkan dan memperoleh pendapatan relatif pasti dari ketidakseimbangan harga sementara.
Metodologi Arbitrase: Pembiayaan dan Perbedaan Harga
Arbitrase Berdasarkan Suku Pembiayaan
Dalam sistem kontrak tanpa waktu kedaluwarsa, terdapat mekanisme pembiayaan yang mengatur keseimbangan antara posisi long dan short. Ketika satu pihak dominan (misalnya, banyak posisi long), pemegang posisi short menerima pembayaran dari pemegang posisi long. Dinamika ini menciptakan bentuk arbitrase kedua.
Suku pembiayaan positif menunjukkan bahwa posisi long membayar posisi short. Dalam situasi ini, trader dapat melakukan arbitrase dengan cara: membeli Bitcoin di pasar spot dan sekaligus membuka posisi short pada kontrak tanpa waktu kedaluwarsa yang setara. Konfigurasi ini menciptakan posisi hedge, di mana fluktuasi harga saling mengimbangi, dan keuntungan berasal dari pembayaran pembiayaan saja.
Sebaliknya, jika suku pembiayaan negatif, posisi short membayar posisi long. Trader dapat membuka posisi short di pasar spot (atau menggunakan margin jual) dan posisi long di kontrak, meraih keuntungan dari selisih ini.
Contoh konkret menggambarkan konsep ini: jika kontrak tanpa waktu kedaluwarsa BTCUSDT diperdagangkan dengan suku pembiayaan +0,01%, pemegang posisi short menerima pembayaran kecil dari posisi long. Investor bisa membeli 1 BTC di pasar spot dan membuka posisi short 1 BTC di kontrak, memperoleh keuntungan dari pembayaran pembiayaan, sekaligus mengurangi risiko harga.
Arbitrase Berdasarkan Spread antar Pasar
Pendekatan kedua fokus pada perbedaan harga yang lebih nyata antara spot dan futures. Jika spot diperdagangkan jauh di bawah kontrak futures, muncul peluang klasik: membeli di pasar yang lebih murah dan menjual di pasar yang lebih mahal.
Misalnya, saat BTC dipatok $50.000 di pasar spot dan kontrak futures tiga bulan di $52.000, trader dapat membeli BTC di $50.000 dan menjual kontrak di $52.000. Sebelum kontrak berakhir, spread akan menyempit, dan pada saat jatuh tempo, harga kontrak harus menyatu dengan harga spot. Investor akan mengamankan selisih $2.000 (dikurangi biaya), tanpa bergantung ke arah pasar.
Mekanisme Penempatan Posisi Berlawanan
Keberhasilan arbitrase bergantung pada kemampuan menempatkan order secara bersamaan di kedua pasar dalam arah berlawanan. Tantangan utama adalah sinkronisasi: jika membeli di spot tetapi tidak menjual di forward, investor tetap menghadapi risiko harga.
Platform modern mengatasi ini melalui fitur eksekusi dua tahap. Sistem memantau order book dan likuiditas secara simultan di kedua pasangan, memastikan order limit ditempatkan di titik optimal. Ketika satu order sebagian terpenuhi, sistem harus menjamin order berlawanan mendapatkan pengisian proporsional.
Secara teknis, ini dicapai melalui rebalancing otomatis yang memeriksa tingkat eksekusi setiap 2 detik. Jika volume yang terpenuhi di satu arah (misalnya, 0,6 BTC dibeli di spot) berbeda dari volume di arah lain (misalnya, 0,4 BTC dijual di kontrak), sistem secara otomatis menempatkan order pasar sebesar 0,2 BTC ke arah yang diperlukan. Proses ini berlanjut hingga seluruh posisi terpenuhi atau hingga 24 jam berlalu.
Persyaratan Margin dan Penggunaan Multi-Aset
Secara tradisional, margin hanya diperlukan untuk posisi derivatif. Namun, strategi arbitrase gabungan membutuhkan modal di kedua pasar: untuk pembelian di spot dan pembukaan posisi kontrak. Akun perdagangan tunggal (ЕТА) menyelesaikan masalah ini dengan memungkinkan penggunaan satu pool margin untuk kedua operasi.
Selain itu, sistem mendukung lebih dari 80 aset berbeda, tidak hanya stablecoin. Jika trader memiliki portofolio berisi berbagai token, seluruh portofolio tersebut dapat digunakan sebagai margin untuk melakukan arbitrase. Misalnya, pemilik BTC dapat menggunakan Bitcoin sebagai margin untuk membuka posisi di spot dan kontrak secara bersamaan, tanpa menjual aset utama.
Ini membuka dinamika menarik: jika trader memegang BTC dan melihat spread yang melebar antara spot dan futures, ia dapat menggunakan BTC sebagai margin untuk membuka posisi short kontrak. Saat futures terpenuhi dan spread menyempit, posisi spot tetap tidak dilikuidasi berkat cross-margin.
Langkah-langkah Eksekusi Strategi Arbitrase
Identifikasi dan Penilaian Peluang
Langkah pertama adalah mengidentifikasi pasangan perdagangan yang menarik. Platform mengurutkan pasangan berdasarkan dua kriteria: suku pembiayaan dan spread absolut. Trader dapat melihat pasangan mana yang menawarkan kondisi paling menguntungkan saat ini.
Untuk setiap pasangan, ditampilkan suku pembiayaan (dalam persen tahunan) atau spread saat ini. Trader menilai daya tariknya dengan memperhitungkan biaya komisi dan kerangka waktu menahan posisi.
Pengaturan Arah dan Ukuran Posisi
Setelah memilih pasangan, trader menentukan apakah akan membuka posisi long atau short di tahap pertama. Sistem secara otomatis menghasilkan arah berlawanan untuk pasar kedua. Ukuran harus sama di kedua tahap untuk melakukan hedge penuh. Jika ingin membuka posisi long 1 BTC di spot, maka harus membuka short 1 BTC di kontrak.
Investor memilih jenis order: pasar (eksekusi langsung) atau limit (eksekusi di harga tertentu). Pada order limit, ditampilkan juga indikator perkiraan (suku pembiayaan atau spread) untuk membantu menilai potensi keuntungan di masa depan.
Aktifkan Fungsi Rebalancing Otomatis
Fungsi rebalancing diaktifkan secara default dan disarankan untuk sebagian besar skenario. Fungsi ini melindungi dari situasi di mana satu order terpenuhi sepenuhnya, tetapi yang lain tersisa sebagian, menimbulkan risiko harga yang tidak diinginkan.
Setelah order dikonfirmasi, sistem mulai memantau setiap 2 detik. Jika rasio volume yang terpenuhi menjadi tidak seimbang, order pasar akan ditempatkan untuk menyeimbangkan posisi. Proses ini berlanjut hingga seluruh posisi terpenuhi atau hingga 24 jam berlalu, setelah itu semua order yang belum terpenuhi dibatalkan.
Pengelolaan Posisi Setelah Eksekusi
Seiring pemenuhan order, trader dapat memantau posisi di bagian terkait: aset spot muncul di portofolio spot, dan posisi kontrak di halaman posisi derivatif. Keuntungan dari pembayaran pembiayaan akan terakumulasi dan tercatat di riwayat transaksi.
Trader bertanggung jawab atas pengelolaan aktif. Meski order dieksekusi otomatis, penutupan posisi tetap memerlukan tindakan manual. Penting untuk memantau waktu penutupan posisi, terutama jika mendekati jatuh tempo kontrak atau terjadi perubahan kondisi pembiayaan.
Risiko Utama dan Faktor Pembatas
Risiko Likuidasi Akibat Eksekusi Tidak Seimbang
Meski ada mekanisme rebalancing, risiko tetap ada selama periode pemeriksaan. Jika margin tidak cukup, pergerakan harga yang tidak diinginkan dapat menyebabkan likuidasi. Risiko ini lebih tinggi jika margin hanya sedikit di atas level margin minimum dan pasar mengalami volatilitas ekstrem.
Slippage dari Order Pasar untuk Rebalancing
Ketika sistem menempatkan order pasar untuk mencapai keseimbangan, harga eksekusi bisa berbeda dari harga spot saat order ditempatkan. Slippage ini dapat mengurangi sebagian keuntungan yang diharapkan, terutama di pasar dengan likuiditas rendah.
Pengelolaan Posisi oleh Trader
Alat otomatis membantu eksekusi, tetapi tidak mengelola seluruh siklus hidup posisi. Trader harus secara aktif menutup posisi, memantau profit, dan memutuskan kapan menghentikan strategi.
Kebutuhan Modal yang Memadai
Arbitrase membutuhkan margin yang cukup saat menempatkan order. Jika margin terkuras oleh posisi lain, order arbitrase mungkin tidak terpenuhi. Ukuran posisi harus disesuaikan dengan margin yang tersedia.
Perhitungan Profitabilitas: Rumus dan Metodologi
Rumus Spread
Spread Absolut = Harga aset yang dijual − Harga aset yang dibeli
Spread Persentase = (Harga jual − Harga beli) / Harga jual
Metodologi Perhitungan Imbal Hasil Tahunan
Untuk menilai suku pembiayaan, sering digunakan imbal hasil tahunan (APR). Perhitungan umum menggunakan total suku bunga pembiayaan selama periode 3 hari, menjumlahkan semua pembayaran interval, lalu mengeskalasi ke tahunan:
Imbal Hasil Tahunan Pembiayaan = Total suku bunga 3 hari ÷ 3 × 365 ÷ 2
Koefisien ÷ 2 digunakan karena keuntungan dibagi antara dua pihak.
Untuk spread:
Imbal Hasil Tahunan Spread = Spread saat ini ÷ Durasi maksimal sampai jatuh tempo × 365 ÷ 2
Contoh Praktis
Misalnya, BTC diperdagangkan di spot $60.000 dan futures tiga bulan di $61.500, sehingga spread $1.500. Durasi maksimal 3 bulan = 0,25 tahun. Imbal hasil tahunan = ($1.500 ÷ $60.000) ÷ 0,25 × 365 ÷ 2 ≈ 6%. Setelah dikurangi biaya, imbal hasil nyata sekitar 5%.
Aplikasi Praktis dan Skema
Mengunci Spread saat Ketidakpastian
Ketika spread antara dua pasar melebar karena ketidakseimbangan sementara, arbitrase memungkinkan mengambil keuntungan tanpa spekulasi arah. Sangat berguna saat volatilitas ekstrem, di mana pergerakan harga sulit diprediksi.
Pengelolaan Biaya untuk Order Besar
Trader yang ingin menempatkan volume besar sering menghadapi slippage. Menggunakan posisi berlawanan di kedua pasar membantu menyebar risiko dan mengurangi slippage secara keseluruhan.
Penutupan Posisi dengan Presisi
Arbitrase juga berfungsi sebagai alat keluar. Jika portofolio berisi posisi panjang di satu pasar dan trader ingin menutupnya dengan dampak minimal, ia dapat menggunakan arbitrase untuk keluar secara sinkron.
Pertanyaan Umum tentang Arbitrase
Jenis kontrak apa yang didukung untuk arbitrase?
Arbitrase standar bekerja dengan tiga pasangan utama: spot (USDT) dengan kontrak tanpa waktu kedaluwarsa USDT, spot (USDC) dengan kontrak tanpa waktu kedaluwarsa USDC, dan spot (USDC) dengan kontrak futures USDC.
Bisakah arbitrase digunakan untuk menutup posisi?
Ya, arbitrase dapat digunakan untuk membuka maupun menutup posisi. Ini memungkinkan sinkronisasi keluar dari kedua sisi portofolio secara bersamaan.
Apakah arbitrase tersedia di akun demo?
Saat ini, sebagian besar platform tidak menyediakan akses ke arbitrase di mode demo. Untuk latihan, diperlukan akun nyata dengan mode aktif.
Apakah diperlukan izin khusus atau aktivasi?
Biasanya, diperlukan beralih ke Akun Perdagangan Tunggal (ЕТА) dengan mode cross-margin. Ini memungkinkan penggunaan pool margin gabungan untuk kedua pasar.
Apa yang terjadi jika pasar bergerak melawan ekspektasi?
Karena arbitrase menciptakan posisi hedge (long di satu pasar, short di lain), pergerakan harga di satu arah akan saling mengimbangi. Risiko likuidasi minimal jika margin cukup.
Bisakah rebalancing dihentikan sebelum seluruh eksekusi?
Jika order tidak terpenuhi dalam 24 jam sejak aktivasi rebalancing, fungsi otomatis ini berhenti dan order yang belum terpenuhi dibatalkan. Ini mencegah monitoring tak berujung dan biaya transaksi yang tak terkendali.
Bagaimana menghindari ketidakseimbangan eksekusi?
Pastikan margin cukup, likuiditas memadai di kedua pasar, dan ukuran order lebih kecil dari volume harian pasangan. Mengaktifkan rebalancing sangat penting untuk perlindungan dari eksekusi asinkron.
Apakah pembatalan di satu pasar mempengaruhi arbitrase?
Dengan rebalancing aktif, pembatalan order di satu pasar otomatis membatalkan order berlawanan dan menghentikan strategi. Tanpa rebalancing, order berjalan independen dan strategi tetap berjalan.
Arbitrase tetap menjadi alat yang kuat bagi trader berpengalaman yang ingin secara sistematis mendapatkan keuntungan dari ketidakefisienan pasar, tanpa bergantung ke arah pergerakan harga.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Strategi Arbitrase dalam Cryptocurrency: Panduan Lengkap
Arbitrase merupakan strategi investasi klasik yang memanfaatkan ketidaksesuaian harga dari aset yang sama di berbagai platform perdagangan. Metode ini menjadi semakin relevan di pasar cryptocurrency, di mana volatilitas tinggi dan struktur perdagangan berlapis menciptakan banyak peluang. Dalam ekosistem crypto, arbitrase dibagi menjadi beberapa tipe utama, masing-masing memerlukan pemahaman terhadap mekanisme pasar spot, futures, dan kontrak tanpa waktu kedaluwarsa.
Prinsip Dasar Arbitrase dalam Perdagangan Derivatif
Arbitrase antara pasar spot dan pasar kontrak berjangka bekerja berdasarkan prinsip sederhana: ketika harga永续合约 (kontrak tanpa waktu kedaluwarsa) jauh berbeda dari harga aset di pasar spot, muncul peluang untuk mendapatkan keuntungan dari selisih tersebut. Mekanisme ini dilakukan melalui pembukaan posisi berlawanan secara bersamaan di kedua pasar.
Proses ini didasarkan pada konvergensi harga kontrak forward seiring waktu ke harga spot. Ketika premi pada futures lebih tinggi dari level normal, trader dapat membeli aset di pasar spot dan menjual kontrak futures, mengunci selisih harga. Ini memungkinkan menghindari risiko harga yang tidak diinginkan dan memperoleh pendapatan relatif pasti dari ketidakseimbangan harga sementara.
Metodologi Arbitrase: Pembiayaan dan Perbedaan Harga
Arbitrase Berdasarkan Suku Pembiayaan
Dalam sistem kontrak tanpa waktu kedaluwarsa, terdapat mekanisme pembiayaan yang mengatur keseimbangan antara posisi long dan short. Ketika satu pihak dominan (misalnya, banyak posisi long), pemegang posisi short menerima pembayaran dari pemegang posisi long. Dinamika ini menciptakan bentuk arbitrase kedua.
Suku pembiayaan positif menunjukkan bahwa posisi long membayar posisi short. Dalam situasi ini, trader dapat melakukan arbitrase dengan cara: membeli Bitcoin di pasar spot dan sekaligus membuka posisi short pada kontrak tanpa waktu kedaluwarsa yang setara. Konfigurasi ini menciptakan posisi hedge, di mana fluktuasi harga saling mengimbangi, dan keuntungan berasal dari pembayaran pembiayaan saja.
Sebaliknya, jika suku pembiayaan negatif, posisi short membayar posisi long. Trader dapat membuka posisi short di pasar spot (atau menggunakan margin jual) dan posisi long di kontrak, meraih keuntungan dari selisih ini.
Contoh konkret menggambarkan konsep ini: jika kontrak tanpa waktu kedaluwarsa BTCUSDT diperdagangkan dengan suku pembiayaan +0,01%, pemegang posisi short menerima pembayaran kecil dari posisi long. Investor bisa membeli 1 BTC di pasar spot dan membuka posisi short 1 BTC di kontrak, memperoleh keuntungan dari pembayaran pembiayaan, sekaligus mengurangi risiko harga.
Arbitrase Berdasarkan Spread antar Pasar
Pendekatan kedua fokus pada perbedaan harga yang lebih nyata antara spot dan futures. Jika spot diperdagangkan jauh di bawah kontrak futures, muncul peluang klasik: membeli di pasar yang lebih murah dan menjual di pasar yang lebih mahal.
Misalnya, saat BTC dipatok $50.000 di pasar spot dan kontrak futures tiga bulan di $52.000, trader dapat membeli BTC di $50.000 dan menjual kontrak di $52.000. Sebelum kontrak berakhir, spread akan menyempit, dan pada saat jatuh tempo, harga kontrak harus menyatu dengan harga spot. Investor akan mengamankan selisih $2.000 (dikurangi biaya), tanpa bergantung ke arah pasar.
Mekanisme Penempatan Posisi Berlawanan
Keberhasilan arbitrase bergantung pada kemampuan menempatkan order secara bersamaan di kedua pasar dalam arah berlawanan. Tantangan utama adalah sinkronisasi: jika membeli di spot tetapi tidak menjual di forward, investor tetap menghadapi risiko harga.
Platform modern mengatasi ini melalui fitur eksekusi dua tahap. Sistem memantau order book dan likuiditas secara simultan di kedua pasangan, memastikan order limit ditempatkan di titik optimal. Ketika satu order sebagian terpenuhi, sistem harus menjamin order berlawanan mendapatkan pengisian proporsional.
Secara teknis, ini dicapai melalui rebalancing otomatis yang memeriksa tingkat eksekusi setiap 2 detik. Jika volume yang terpenuhi di satu arah (misalnya, 0,6 BTC dibeli di spot) berbeda dari volume di arah lain (misalnya, 0,4 BTC dijual di kontrak), sistem secara otomatis menempatkan order pasar sebesar 0,2 BTC ke arah yang diperlukan. Proses ini berlanjut hingga seluruh posisi terpenuhi atau hingga 24 jam berlalu.
Persyaratan Margin dan Penggunaan Multi-Aset
Secara tradisional, margin hanya diperlukan untuk posisi derivatif. Namun, strategi arbitrase gabungan membutuhkan modal di kedua pasar: untuk pembelian di spot dan pembukaan posisi kontrak. Akun perdagangan tunggal (ЕТА) menyelesaikan masalah ini dengan memungkinkan penggunaan satu pool margin untuk kedua operasi.
Selain itu, sistem mendukung lebih dari 80 aset berbeda, tidak hanya stablecoin. Jika trader memiliki portofolio berisi berbagai token, seluruh portofolio tersebut dapat digunakan sebagai margin untuk melakukan arbitrase. Misalnya, pemilik BTC dapat menggunakan Bitcoin sebagai margin untuk membuka posisi di spot dan kontrak secara bersamaan, tanpa menjual aset utama.
Ini membuka dinamika menarik: jika trader memegang BTC dan melihat spread yang melebar antara spot dan futures, ia dapat menggunakan BTC sebagai margin untuk membuka posisi short kontrak. Saat futures terpenuhi dan spread menyempit, posisi spot tetap tidak dilikuidasi berkat cross-margin.
Langkah-langkah Eksekusi Strategi Arbitrase
Identifikasi dan Penilaian Peluang
Langkah pertama adalah mengidentifikasi pasangan perdagangan yang menarik. Platform mengurutkan pasangan berdasarkan dua kriteria: suku pembiayaan dan spread absolut. Trader dapat melihat pasangan mana yang menawarkan kondisi paling menguntungkan saat ini.
Untuk setiap pasangan, ditampilkan suku pembiayaan (dalam persen tahunan) atau spread saat ini. Trader menilai daya tariknya dengan memperhitungkan biaya komisi dan kerangka waktu menahan posisi.
Pengaturan Arah dan Ukuran Posisi
Setelah memilih pasangan, trader menentukan apakah akan membuka posisi long atau short di tahap pertama. Sistem secara otomatis menghasilkan arah berlawanan untuk pasar kedua. Ukuran harus sama di kedua tahap untuk melakukan hedge penuh. Jika ingin membuka posisi long 1 BTC di spot, maka harus membuka short 1 BTC di kontrak.
Investor memilih jenis order: pasar (eksekusi langsung) atau limit (eksekusi di harga tertentu). Pada order limit, ditampilkan juga indikator perkiraan (suku pembiayaan atau spread) untuk membantu menilai potensi keuntungan di masa depan.
Aktifkan Fungsi Rebalancing Otomatis
Fungsi rebalancing diaktifkan secara default dan disarankan untuk sebagian besar skenario. Fungsi ini melindungi dari situasi di mana satu order terpenuhi sepenuhnya, tetapi yang lain tersisa sebagian, menimbulkan risiko harga yang tidak diinginkan.
Setelah order dikonfirmasi, sistem mulai memantau setiap 2 detik. Jika rasio volume yang terpenuhi menjadi tidak seimbang, order pasar akan ditempatkan untuk menyeimbangkan posisi. Proses ini berlanjut hingga seluruh posisi terpenuhi atau hingga 24 jam berlalu, setelah itu semua order yang belum terpenuhi dibatalkan.
Pengelolaan Posisi Setelah Eksekusi
Seiring pemenuhan order, trader dapat memantau posisi di bagian terkait: aset spot muncul di portofolio spot, dan posisi kontrak di halaman posisi derivatif. Keuntungan dari pembayaran pembiayaan akan terakumulasi dan tercatat di riwayat transaksi.
Trader bertanggung jawab atas pengelolaan aktif. Meski order dieksekusi otomatis, penutupan posisi tetap memerlukan tindakan manual. Penting untuk memantau waktu penutupan posisi, terutama jika mendekati jatuh tempo kontrak atau terjadi perubahan kondisi pembiayaan.
Risiko Utama dan Faktor Pembatas
Risiko Likuidasi Akibat Eksekusi Tidak Seimbang
Meski ada mekanisme rebalancing, risiko tetap ada selama periode pemeriksaan. Jika margin tidak cukup, pergerakan harga yang tidak diinginkan dapat menyebabkan likuidasi. Risiko ini lebih tinggi jika margin hanya sedikit di atas level margin minimum dan pasar mengalami volatilitas ekstrem.
Slippage dari Order Pasar untuk Rebalancing
Ketika sistem menempatkan order pasar untuk mencapai keseimbangan, harga eksekusi bisa berbeda dari harga spot saat order ditempatkan. Slippage ini dapat mengurangi sebagian keuntungan yang diharapkan, terutama di pasar dengan likuiditas rendah.
Pengelolaan Posisi oleh Trader
Alat otomatis membantu eksekusi, tetapi tidak mengelola seluruh siklus hidup posisi. Trader harus secara aktif menutup posisi, memantau profit, dan memutuskan kapan menghentikan strategi.
Kebutuhan Modal yang Memadai
Arbitrase membutuhkan margin yang cukup saat menempatkan order. Jika margin terkuras oleh posisi lain, order arbitrase mungkin tidak terpenuhi. Ukuran posisi harus disesuaikan dengan margin yang tersedia.
Perhitungan Profitabilitas: Rumus dan Metodologi
Rumus Spread
Spread Absolut = Harga aset yang dijual − Harga aset yang dibeli
Spread Persentase = (Harga jual − Harga beli) / Harga jual
Metodologi Perhitungan Imbal Hasil Tahunan
Untuk menilai suku pembiayaan, sering digunakan imbal hasil tahunan (APR). Perhitungan umum menggunakan total suku bunga pembiayaan selama periode 3 hari, menjumlahkan semua pembayaran interval, lalu mengeskalasi ke tahunan:
Imbal Hasil Tahunan Pembiayaan = Total suku bunga 3 hari ÷ 3 × 365 ÷ 2
Koefisien ÷ 2 digunakan karena keuntungan dibagi antara dua pihak.
Untuk spread:
Imbal Hasil Tahunan Spread = Spread saat ini ÷ Durasi maksimal sampai jatuh tempo × 365 ÷ 2
Contoh Praktis
Misalnya, BTC diperdagangkan di spot $60.000 dan futures tiga bulan di $61.500, sehingga spread $1.500. Durasi maksimal 3 bulan = 0,25 tahun. Imbal hasil tahunan = ($1.500 ÷ $60.000) ÷ 0,25 × 365 ÷ 2 ≈ 6%. Setelah dikurangi biaya, imbal hasil nyata sekitar 5%.
Aplikasi Praktis dan Skema
Mengunci Spread saat Ketidakpastian
Ketika spread antara dua pasar melebar karena ketidakseimbangan sementara, arbitrase memungkinkan mengambil keuntungan tanpa spekulasi arah. Sangat berguna saat volatilitas ekstrem, di mana pergerakan harga sulit diprediksi.
Pengelolaan Biaya untuk Order Besar
Trader yang ingin menempatkan volume besar sering menghadapi slippage. Menggunakan posisi berlawanan di kedua pasar membantu menyebar risiko dan mengurangi slippage secara keseluruhan.
Penutupan Posisi dengan Presisi
Arbitrase juga berfungsi sebagai alat keluar. Jika portofolio berisi posisi panjang di satu pasar dan trader ingin menutupnya dengan dampak minimal, ia dapat menggunakan arbitrase untuk keluar secara sinkron.
Pertanyaan Umum tentang Arbitrase
Jenis kontrak apa yang didukung untuk arbitrase?
Arbitrase standar bekerja dengan tiga pasangan utama: spot (USDT) dengan kontrak tanpa waktu kedaluwarsa USDT, spot (USDC) dengan kontrak tanpa waktu kedaluwarsa USDC, dan spot (USDC) dengan kontrak futures USDC.
Bisakah arbitrase digunakan untuk menutup posisi?
Ya, arbitrase dapat digunakan untuk membuka maupun menutup posisi. Ini memungkinkan sinkronisasi keluar dari kedua sisi portofolio secara bersamaan.
Apakah arbitrase tersedia di akun demo?
Saat ini, sebagian besar platform tidak menyediakan akses ke arbitrase di mode demo. Untuk latihan, diperlukan akun nyata dengan mode aktif.
Apakah diperlukan izin khusus atau aktivasi?
Biasanya, diperlukan beralih ke Akun Perdagangan Tunggal (ЕТА) dengan mode cross-margin. Ini memungkinkan penggunaan pool margin gabungan untuk kedua pasar.
Apa yang terjadi jika pasar bergerak melawan ekspektasi?
Karena arbitrase menciptakan posisi hedge (long di satu pasar, short di lain), pergerakan harga di satu arah akan saling mengimbangi. Risiko likuidasi minimal jika margin cukup.
Bisakah rebalancing dihentikan sebelum seluruh eksekusi?
Jika order tidak terpenuhi dalam 24 jam sejak aktivasi rebalancing, fungsi otomatis ini berhenti dan order yang belum terpenuhi dibatalkan. Ini mencegah monitoring tak berujung dan biaya transaksi yang tak terkendali.
Bagaimana menghindari ketidakseimbangan eksekusi?
Pastikan margin cukup, likuiditas memadai di kedua pasar, dan ukuran order lebih kecil dari volume harian pasangan. Mengaktifkan rebalancing sangat penting untuk perlindungan dari eksekusi asinkron.
Apakah pembatalan di satu pasar mempengaruhi arbitrase?
Dengan rebalancing aktif, pembatalan order di satu pasar otomatis membatalkan order berlawanan dan menghentikan strategi. Tanpa rebalancing, order berjalan independen dan strategi tetap berjalan.
Arbitrase tetap menjadi alat yang kuat bagi trader berpengalaman yang ingin secara sistematis mendapatkan keuntungan dari ketidakefisienan pasar, tanpa bergantung ke arah pergerakan harga.