Komentar Ekonomi | Mengapa Emosi Bisa Menjadi Komoditas

Beberapa tahun terakhir, tren konsumsi yang mencolok di pasar Tahun Baru Imlek adalah peningkatan penjualan produk berbasis emosi dan spiritual, jauh melebihi produk material.

Misalnya tahun ini, reservasi di pusat pengalaman DIY kerajinan tangan di pusat kota Chongqing sudah penuh hingga akhir liburan, antrean di depan museum mengular dari pagi hingga siang, dan karaoke swalayan larut malam dipenuhi oleh anak muda yang tidak ingin pulang.

Ini bukan kebetulan. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, pesanan konsumsi layanan terkait “hidup bahagia” meningkat 36% dibanding tahun sebelumnya, permintaan layanan penyembuhan meningkat dua kali lipat, dan perkiraan ukuran pasar konsumsi emosi akan menembus dua puluh triliun yuan.

Jelas, emosi sedang menjadi barang yang dapat diberi harga dan diperdagangkan.

Ini bukan sekadar peningkatan konsumsi. Jika hanya pendapatan yang meningkat, orang bisa saja menghabiskan uang untuk barang berkualitas lebih tinggi. Tetapi pengeluaran yang besar tidak diarahkan pada daya tahan, melainkan untuk membeli pengalaman—suasana, ritual, penyembuhan, dan rasa aman.

Emosi menjadi barang, dan konsumsi semakin berkembang pesat. Di baliknya, pertama-tama adalah perubahan mendasar dalam cara memperoleh emosi. Dulu, emosi bergantung pada hubungan dan skenario. Keramaian saat festival berasal dari skala keluarga, dari interaksi tetangga, dari struktur sosial yang stabil dan jangka panjang. Emosi adalah produk sampingan dari kehidupan, yang tidak perlu dibeli secara khusus.

Namun sekarang, banyak struktur pendukung menjadi semakin tipis. Keluarga lebih kecil, mobilitas lebih tinggi, hubungan komunitas lebih longgar. Sistem yang dulu menyediakan emosi secara gratis tidak lagi sekuat dulu.

Menurut pengetahuan ekonomi, ketika pasokan alami berkurang, pasar akan mengisi kekosongan tersebut. Maka, kebahagiaan dikemas menjadi pengalaman, kesepian diubah menjadi konsumsi konten, dan kecemasan diarahkan ke kursus, perjalanan, dan pelarian singkat. Bahkan perayaan sendiri semakin bergantung pada perilaku konsumsi untuk diselesaikan. Esensi dari barang emosi adalah mekanisme pengganti—menggantikan kedekatan hubungan, kedalaman kehidupan bersama, dan rasa aman yang datang dari kestabilan jangka panjang.

Ada satu latar belakang yang lebih nyata, yaitu meningkatnya ketidakpastian. Ketika prospek karier dan harapan pendapatan menjadi sulit diprediksi, keinginan manusia terhadap hasil yang dapat dikendalikan semakin meningkat. Membeli satu aksesori dekoratif bisa langsung mengubah suasana ruang; mengikuti satu kelas pengalaman bisa segera memberi umpan balik emosional. Pembelian kecil, instan, dan pasti adalah daya tarik utama dari konsumsi emosi. Ia menawarkan rasa kendali dalam jangka pendek, dan dengan kata lain, saat hal besar tidak pasti, orang-orang memilih hal kecil untuk menstabilkan diri.

Konsumsi emosi memang memenuhi kebutuhan nyata, ini tidak dapat disangkal. Tetapi, hal ini juga menimbulkan pertanyaan: ketika emosi bergantung jangka panjang pada barang untuk diaktifkan, apakah hubungan emosional yang sejati akan menjadi lebih malas dan rapuh?

Ini bukan untuk meniadakan nilai konsumsi emosi, melainkan mengingatkan pasar dan kebijakan untuk melihat batasannya secara bersama-sama.

Pasar dapat mengisi kekosongan emosi sesaat, tetapi tidak bisa mengisi kehangatan hubungan dan rasa aman sosial. Dari sudut pandang ini, kejayaan konsumsi emosi adalah peluang ekonomi besar sekaligus cermin yang menunjukkan bahwa masyarakat modern masih memiliki utang dalam hal dukungan keluarga, pembangunan komunitas, dan kehidupan budaya publik.

Mengatasi utang-utang ini adalah hal yang lebih mendasar daripada sekadar memperbesar pasar konsumsi emosi. Membuat orang tidak hanya mencari penghiburan melalui konsumsi, tetapi juga menemukan kembali rasa percaya diri dalam hubungan kehidupan nyata—mungkin inilah yang lebih layak dipandang serius di balik pasar dua puluh triliun yuan ini.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)