Take-profit (TP) dan stop-loss (SL) adalah alat utama untuk pengelolaan risiko saat trading spot. Perintah TP memungkinkan trader secara otomatis mengamankan keuntungan saat mencapai harga target, sementara perintah SL membatasi kerugian potensial jika pasar bergerak berlawanan arah. Kedua alat ini bekerja bersama-sama, menciptakan strategi perlindungan untuk portofolio Anda.
Memahami TP/SL dan Jenis Perintah Lainnya
Trader sering bingung membedakan perintah take-profit dengan jenis perintah lain seperti OCO (one cancels the other) dan perintah kondisional. Meskipun memiliki fungsi serupa, ada perbedaan penting, terutama terkait reservasi aset.
Perbandingan karakteristik utama perintah:
Jenis Perintah
Reservasi Aset
TP/SL
Aset langsung reservasi saat perintah ditempatkan
OCO (satu membatalkan yang lain)
Hanya satu sisi margin yang reservasi, karena saat salah satu terpenuhi, yang lain otomatis dibatalkan
Perintah Kondisional
Aset tidak reservasi saat ditempatkan — reservasi terjadi hanya saat harga mencapai level trigger
Perbedaan ini mempengaruhi berapa banyak dana yang tersisa untuk trader saat menempatkan beberapa perintah sekaligus.
Mekanisme Kerja Take-Profit dan Stop-Loss
Saat Anda menempatkan perintah TP/SL, perlu menetapkan tiga parameter utama:
Harga trigger — level di mana perintah aktif
Harga perintah — harga eksekusi (untuk limit order)
Jumlah — volume aset yang dijual atau dibeli
Aset langsung reservasi saat perintah ditempatkan. Ketika harga transaksi terakhir mencapai harga trigger yang ditetapkan, sistem akan menempatkan order baru (market atau limit) dengan parameter yang sudah ditentukan.
Market Order dengan Take-Profit
Saat menempatkan perintah TP/SL pasar, aset dijual atau dibeli segera dengan harga pasar terbaik yang tersedia. Sistem menggunakan prinsip IOC (Immediate or Cancel): bagian dari order yang tidak dapat dieksekusi karena kurangnya likuiditas otomatis dibatalkan.
Limit Order dengan Take-Profit
Perintah TP/SL limit ditempatkan di buku order dan menunggu eksekusi pada harga yang ditetapkan. Jika harga bid atau ask terbaik lebih baik dari harga order Anda, limit order dieksekusi secara otomatis dengan harga optimal.
Penting: Trader harus memahami bahwa eksekusi limit order tidak dijamin — tergantung pada pergerakan harga dan likuiditas pasar.
Penempatan dan Eksekusi Perintah TP/SL: Variasi Market dan Limit
Perintah take-profit dapat ditempatkan dengan dua cara:
Cara 1: Langsung dari zona order
Anda dapat menempatkan TP/SL terlepas dari posisi lain. Pada saat ini, aset langsung reservasi. Setiap kali harga transaksi terakhir mencapai level trigger, sistem mengaktifkan order sesuai parameter.
Cara 2: Pra-atur saat menempatkan limit order
Saat menempatkan limit order biasa, Anda dapat sekaligus mengatur TP dan SL. Setelah order utama terpenuhi, sistem otomatis menempatkan order TP/SL yang sudah diatur sebelumnya.
Pendekatan ini menggunakan logika OCO: saat salah satu order terpenuhi (TP atau SL), order lainnya otomatis dibatalkan.
Catatan penting: Jika Anda menempatkan limit TP atau SL bersamaan dengan order utama, order pasangan akan dibatalkan segera setelah aktif, meskipun belum dieksekusi. Dalam kondisi harga memantul, ini bisa menyebabkan harga tidak mencapai level eksekusi, sementara order lain sudah dibatalkan.
Contoh Praktis Kerja Take-Profit
Mari kita lihat skenario nyata di mana take-profit membantu trader mendapatkan keuntungan secara terkendali.
Contoh 1: Market TP/SL saat harga turun
Misalnya, BTC diperdagangkan di 20.000 USDT. Anda menempatkan stop-loss order jual:
Harga trigger: 19.000 USDT
Jenis order: Market
Jika harga turun ke 19.000 USDT, sistem langsung menempatkan order jual dengan harga pasar terbaik, membatasi kerugian Anda.
Contoh 2: Limit Take-Profit saat harga naik
BTC diperdagangkan di 20.000 USDT. Anda mengharapkan kenaikan dan menempatkan order take-profit beli:
Harga trigger: 21.000 USDT
Harga order: 20.000 USDT
Saat harga mencapai 21.000 USDT, sistem menempatkan limit order beli di 20.000 USDT di buku order. Jika harga turun ke 20.000 USDT, order dieksekusi.
Contoh 3: Skema gabungan dengan order utama limit
Trader A menempatkan order limit beli BTC di 40.000 USDT dengan TP/SL pra-atur:
Parameter order utama:
Harga: 40.000 USDT
Jumlah: 1 BTC
Pengaturan take-profit:
Harga trigger: 50.000 USDT
Harga order: 50.500 USDT
Pengaturan stop-loss:
Harga trigger: 30.000 USDT
Jenis: Market
Skema A — Harga naik ke 50.000 USDT:
Order utama terpenuhi di 40.000 USDT. Saat harga mencapai 50.000 USDT, TP aktif. Sistem menempatkan limit order jual di 50.500 USDT di buku order, menunggu eksekusi. Stop-loss otomatis dibatalkan.
Skema B — Harga turun ke 30.000 USDT:
Order utama terpenuhi di 40.000 USDT. Saat harga turun ke 30.000 USDT, SL aktif. Sistem langsung menempatkan order jual market, dan 1 BTC dijual dengan harga terbaik. TP dibatalkan.
Pentingnya Batasan dan Aturan Penggunaan TP/SL
Dalam penggunaan TP/SL, perlu memperhatikan beberapa batasan teknis:
Persyaratan harga trigger:
Untuk TP/SL yang ditambahkan ke limit buy: trigger harus lebih tinggi dari harga utama, SL lebih rendah
Untuk TP/SL yang ditambahkan ke limit sell: trigger harus lebih rendah dari harga utama, SL lebih tinggi
Batasan harga:
Harga order untuk TP dan SL tidak boleh melebihi batas harga yang ditetapkan untuk pasangan trading tertentu. Misalnya, jika volatilitas harga maksimal 3% untuk BTC/USDT, maka:
Harga order TP beli tidak boleh lebih dari 103% dari harga trigger
Harga order SL jual tidak boleh kurang dari 97% dari harga trigger
Jumlah minimum order:
Jika setelah eksekusi order utama jumlahnya tidak memenuhi syarat minimum, TP/SL mungkin tidak ditempatkan atau dieksekusi.
Batas volume:
Limit dan market order spot memiliki batas maksimum berbeda. Jika volume limit order melebihi batas maksimum market order, penempatan akan ditolak. Misalnya, batas limit order 1 BTC, sedangkan batas market 0,5 BTC, maka order limit 1 BTC dengan TP/SL market akan ditolak.
Informasi batas harga untuk setiap pasangan tersedia dalam aturan resmi trading spot.
Penggunaan take-profit dan stop-loss adalah keterampilan dasar untuk trading spot yang sukses. Alat ini memungkinkan trader bertindak secara otomatis tanpa emosi dan mengikuti strategi trading secara disiplin, terlepas dari fluktuasi pasar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana take-profit membantu mengendalikan risiko dalam perdagangan spot
Take-profit (TP) dan stop-loss (SL) adalah alat utama untuk pengelolaan risiko saat trading spot. Perintah TP memungkinkan trader secara otomatis mengamankan keuntungan saat mencapai harga target, sementara perintah SL membatasi kerugian potensial jika pasar bergerak berlawanan arah. Kedua alat ini bekerja bersama-sama, menciptakan strategi perlindungan untuk portofolio Anda.
Memahami TP/SL dan Jenis Perintah Lainnya
Trader sering bingung membedakan perintah take-profit dengan jenis perintah lain seperti OCO (one cancels the other) dan perintah kondisional. Meskipun memiliki fungsi serupa, ada perbedaan penting, terutama terkait reservasi aset.
Perbandingan karakteristik utama perintah:
Perbedaan ini mempengaruhi berapa banyak dana yang tersisa untuk trader saat menempatkan beberapa perintah sekaligus.
Mekanisme Kerja Take-Profit dan Stop-Loss
Saat Anda menempatkan perintah TP/SL, perlu menetapkan tiga parameter utama:
Aset langsung reservasi saat perintah ditempatkan. Ketika harga transaksi terakhir mencapai harga trigger yang ditetapkan, sistem akan menempatkan order baru (market atau limit) dengan parameter yang sudah ditentukan.
Market Order dengan Take-Profit
Saat menempatkan perintah TP/SL pasar, aset dijual atau dibeli segera dengan harga pasar terbaik yang tersedia. Sistem menggunakan prinsip IOC (Immediate or Cancel): bagian dari order yang tidak dapat dieksekusi karena kurangnya likuiditas otomatis dibatalkan.
Limit Order dengan Take-Profit
Perintah TP/SL limit ditempatkan di buku order dan menunggu eksekusi pada harga yang ditetapkan. Jika harga bid atau ask terbaik lebih baik dari harga order Anda, limit order dieksekusi secara otomatis dengan harga optimal.
Penting: Trader harus memahami bahwa eksekusi limit order tidak dijamin — tergantung pada pergerakan harga dan likuiditas pasar.
Penempatan dan Eksekusi Perintah TP/SL: Variasi Market dan Limit
Perintah take-profit dapat ditempatkan dengan dua cara:
Cara 1: Langsung dari zona order
Anda dapat menempatkan TP/SL terlepas dari posisi lain. Pada saat ini, aset langsung reservasi. Setiap kali harga transaksi terakhir mencapai level trigger, sistem mengaktifkan order sesuai parameter.
Cara 2: Pra-atur saat menempatkan limit order
Saat menempatkan limit order biasa, Anda dapat sekaligus mengatur TP dan SL. Setelah order utama terpenuhi, sistem otomatis menempatkan order TP/SL yang sudah diatur sebelumnya.
Pendekatan ini menggunakan logika OCO: saat salah satu order terpenuhi (TP atau SL), order lainnya otomatis dibatalkan.
Catatan penting: Jika Anda menempatkan limit TP atau SL bersamaan dengan order utama, order pasangan akan dibatalkan segera setelah aktif, meskipun belum dieksekusi. Dalam kondisi harga memantul, ini bisa menyebabkan harga tidak mencapai level eksekusi, sementara order lain sudah dibatalkan.
Contoh Praktis Kerja Take-Profit
Mari kita lihat skenario nyata di mana take-profit membantu trader mendapatkan keuntungan secara terkendali.
Contoh 1: Market TP/SL saat harga turun
Misalnya, BTC diperdagangkan di 20.000 USDT. Anda menempatkan stop-loss order jual:
Jika harga turun ke 19.000 USDT, sistem langsung menempatkan order jual dengan harga pasar terbaik, membatasi kerugian Anda.
Contoh 2: Limit Take-Profit saat harga naik
BTC diperdagangkan di 20.000 USDT. Anda mengharapkan kenaikan dan menempatkan order take-profit beli:
Saat harga mencapai 21.000 USDT, sistem menempatkan limit order beli di 20.000 USDT di buku order. Jika harga turun ke 20.000 USDT, order dieksekusi.
Contoh 3: Skema gabungan dengan order utama limit
Trader A menempatkan order limit beli BTC di 40.000 USDT dengan TP/SL pra-atur:
Parameter order utama:
Pengaturan take-profit:
Pengaturan stop-loss:
Skema A — Harga naik ke 50.000 USDT: Order utama terpenuhi di 40.000 USDT. Saat harga mencapai 50.000 USDT, TP aktif. Sistem menempatkan limit order jual di 50.500 USDT di buku order, menunggu eksekusi. Stop-loss otomatis dibatalkan.
Skema B — Harga turun ke 30.000 USDT: Order utama terpenuhi di 40.000 USDT. Saat harga turun ke 30.000 USDT, SL aktif. Sistem langsung menempatkan order jual market, dan 1 BTC dijual dengan harga terbaik. TP dibatalkan.
Pentingnya Batasan dan Aturan Penggunaan TP/SL
Dalam penggunaan TP/SL, perlu memperhatikan beberapa batasan teknis:
Persyaratan harga trigger:
Batasan harga: Harga order untuk TP dan SL tidak boleh melebihi batas harga yang ditetapkan untuk pasangan trading tertentu. Misalnya, jika volatilitas harga maksimal 3% untuk BTC/USDT, maka:
Jumlah minimum order: Jika setelah eksekusi order utama jumlahnya tidak memenuhi syarat minimum, TP/SL mungkin tidak ditempatkan atau dieksekusi.
Batas volume: Limit dan market order spot memiliki batas maksimum berbeda. Jika volume limit order melebihi batas maksimum market order, penempatan akan ditolak. Misalnya, batas limit order 1 BTC, sedangkan batas market 0,5 BTC, maka order limit 1 BTC dengan TP/SL market akan ditolak.
Informasi batas harga untuk setiap pasangan tersedia dalam aturan resmi trading spot.
Penggunaan take-profit dan stop-loss adalah keterampilan dasar untuk trading spot yang sukses. Alat ini memungkinkan trader bertindak secara otomatis tanpa emosi dan mengikuti strategi trading secara disiplin, terlepas dari fluktuasi pasar.