Banyak pemula yang akan memulai perdagangan aset kripto akan bingung memilih dari berbagai metode perdagangan yang tersedia. Terutama, memahami apa itu perdagangan margin sangat penting untuk membangun strategi perdagangan yang paling sesuai dengan diri Anda. Panduan ini akan membandingkan tiga metode utama yang tersedia di pasar aset kripto, serta menjelaskan karakteristik, risiko, dan situasi penggunaan yang tepat dari masing-masing.
Dasar yang harus diketahui pemula: Cara kerja perdagangan margin
Metode perdagangan aset kripto secara umum dibagi menjadi tiga kategori utama. Pertama, perdagangan spot adalah cara paling sederhana untuk memiliki aset secara langsung. Di sisi lain, perdagangan margin adalah metode meminjam dana dari platform untuk memegang posisi yang lebih besar. Kemudian, perdagangan futures adalah derivatif yang memungkinkan Anda bertaruh pada pergerakan harga di masa depan.
Perdagangan spot: Cara langsung memiliki aset kripto
Perdagangan spot adalah membeli aset nyata seperti Bitcoin atau Ethereum dengan harga pasar saat ini dan menyimpannya di dompet Anda sendiri. Dengan membeli, Anda langsung memperoleh hak kepemilikan atas aset tersebut, dan aset tersebut sepenuhnya menjadi milik Anda.
Karakteristik utama perdagangan spot meliputi:
Pengambilan aset secara langsung: Anda mendapatkan aset kripto saat pembelian
Kepemilikan penuh: Aset dikelola di dompet Anda dan dapat ditarik kapan saja
Sistem yang sederhana: Tidak menggunakan leverage, hanya bertransaksi dengan dana yang dimiliki
Risiko terbatas: Kerugian tidak melebihi jumlah investasi awal
Oleh karena itu, perdagangan spot dianggap sebagai pilihan paling aman bagi pemula di aset kripto. Namun, potensi keuntungannya sangat bergantung pada kenaikan nilai aset yang dimiliki.
Perbedaan dasar antara perdagangan spot, margin, dan futures
Perdagangan margin adalah metode melakukan transaksi dengan meminjam dana dari platform untuk memperbesar posisi. Dengan ini, Anda dapat melakukan transaksi dalam skala yang lebih besar dari dana yang dimiliki. Misalnya, dengan hanya memiliki 10 USDT, Anda bisa melakukan transaksi sebesar 100 USDT dengan leverage 10 kali lipat.
Perdagangan margin: Memanfaatkan leverage untuk transaksi aset spot
Inti dari perdagangan margin adalah “leverage”. Dengan meminjam dana tambahan dari platform, Anda dapat membeli dan menjual aset dalam jumlah yang lebih besar dengan modal terbatas. Namun, kenyamanan ini datang dengan risiko yang sepadan.
Karakteristik penting dari perdagangan margin:
Fungsi leverage: Memungkinkan transaksi beberapa kali lipat dari modal yang dimiliki (biasanya hingga 10 kali lipat)
Persyaratan jaminan: Memerlukan aset sebagai jaminan untuk pinjaman
Kepemilikan aset: Anda memiliki aset spot, tetapi ada kewajiban pelunasan
Risiko forced liquidation: Jika rasio margin (MMR) mencapai 100%, posisi akan otomatis dilikuidasi
Perdagangan margin juga mengenakan bunga. Bunga dihitung setiap jam berdasarkan jumlah pinjaman dan akan terus dikenakan selama posisi tetap terbuka.
Perdagangan futures: Bertaruh pada harga di masa depan
Perdagangan futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual aset di harga tertentu di masa depan tanpa memiliki aset tersebut secara langsung. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga.
Karakteristik utama futures:
Tanggal kadaluarsa: Biasanya memiliki masa berlaku dari 1 hari hingga 3 bulan
Kontrak tanpa batas waktu: Ada juga kontrak tanpa tanggal kadaluarsa
Leverage tinggi: Leverage bisa sampai 25 hingga 125 kali lipat (tergantung pasangan mata uang)
Dua arah keuntungan: Bisa mendapatkan keuntungan baik dari tren naik (long) maupun tren turun (short)
Fungsi spekulasi dan lindung nilai: Digunakan untuk spekulasi jangka pendek maupun mengurangi risiko posisi yang sudah ada
Leverage dan risiko: Menghindari forced liquidation
Leverage yang digunakan dalam perdagangan margin dan futures dapat memperbesar keuntungan, tetapi juga memperbesar kerugian. Ada konsep penting yang harus dipahami.
Mekanisme forced liquidation
Dalam perdagangan margin, jika rasio margin pemeliharaan (MMR) turun ke 100%, posisi akan otomatis dilikuidasi (cut loss). Ini adalah mekanisme perlindungan untuk melindungi aset Anda, tetapi juga berarti kerugian pasti terjadi.
Misalnya, dengan modal 10 USDT dan leverage 10 kali, Anda membeli Bitcoin senilai 100 USDT. Jika harga turun sekitar 1%, posisi akan dilikuidasi secara otomatis. Semakin tinggi leverage, semakin kecil perubahan harga yang dapat memicu likuidasi.
Perbedaan margin awal dan margin pemeliharaan
Margin awal (IM): Dana yang diperlukan saat membuka posisi
Margin pemeliharaan (MMR): Dana minimum yang harus dipertahankan untuk menjaga posisi tetap terbuka
Jika rasio margin pemeliharaan mencapai 100%, posisi akan dilikuidasi otomatis. Oleh karena itu, penting untuk memantau pergerakan pasar dan mengelola risiko dengan baik.
Panduan untuk pemula: Memilih metode perdagangan yang tepat
Pemilihan metode tergantung pada tujuan investasi, toleransi risiko, dan kepercayaan diri dalam analisis pasar.
Metode Perdagangan
Investor yang Disarankan
Keuntungan
Risiko Utama
Perdagangan spot
Pemula yang ingin investasi jangka panjang
Risiko terbatas, sederhana
Bergantung pada kenaikan nilai aset
Perdagangan margin (lebih tingkat lanjut)
Trader jangka pendek
Leverage meningkatkan potensi keuntungan
Risiko forced liquidation, bunga pinjaman
Futures
Pengalaman yang ingin memanfaatkan pergerakan harga
Leverage tinggi, bisa short
Risiko terbesar, forced liquidation
Bagi pemula, disarankan memulai dengan perdagangan spot yang lebih aman dan mudah dikendalikan. Setelah memperoleh pengalaman, pelajari lebih dalam tentang perdagangan margin dan secara bertahap menggunakannya. Hindari keputusan impulsif yang didasarkan pada keinginan untuk mengembalikan kerugian; rencanakan dan kelola risiko secara matang.
Manajemen risiko: Menggunakan perdagangan margin secara aman
Perdagangan margin bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk diversifikasi portofolio jika digunakan dengan benar, tetapi selalu prioritaskan pengelolaan risiko.
Tiga aturan utama untuk pemula:
Mulai dari kecil: Gunakan leverage rendah (2-3 kali) untuk belajar dan berlatih
Pasang order stop-loss: Tentukan batas kerugian sebelum bertransaksi untuk menghindari emosi
Batasi ukuran posisi: Jangan mengambil risiko lebih dari 5% dari total aset Anda dan hindari leverage berlebihan
Dalam kedua metode, forced liquidation bisa terjadi kapan saja, terutama saat volatilitas pasar tinggi. Diversifikasi dan pengelolaan risiko yang ketat akan membantu membangun strategi trading yang lebih berkelanjutan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa itu perdagangan margin? Panduan lengkap tentang tiga metode perdagangan: spot, futures, dan margin
Banyak pemula yang akan memulai perdagangan aset kripto akan bingung memilih dari berbagai metode perdagangan yang tersedia. Terutama, memahami apa itu perdagangan margin sangat penting untuk membangun strategi perdagangan yang paling sesuai dengan diri Anda. Panduan ini akan membandingkan tiga metode utama yang tersedia di pasar aset kripto, serta menjelaskan karakteristik, risiko, dan situasi penggunaan yang tepat dari masing-masing.
Dasar yang harus diketahui pemula: Cara kerja perdagangan margin
Metode perdagangan aset kripto secara umum dibagi menjadi tiga kategori utama. Pertama, perdagangan spot adalah cara paling sederhana untuk memiliki aset secara langsung. Di sisi lain, perdagangan margin adalah metode meminjam dana dari platform untuk memegang posisi yang lebih besar. Kemudian, perdagangan futures adalah derivatif yang memungkinkan Anda bertaruh pada pergerakan harga di masa depan.
Perdagangan spot: Cara langsung memiliki aset kripto
Perdagangan spot adalah membeli aset nyata seperti Bitcoin atau Ethereum dengan harga pasar saat ini dan menyimpannya di dompet Anda sendiri. Dengan membeli, Anda langsung memperoleh hak kepemilikan atas aset tersebut, dan aset tersebut sepenuhnya menjadi milik Anda.
Karakteristik utama perdagangan spot meliputi:
Oleh karena itu, perdagangan spot dianggap sebagai pilihan paling aman bagi pemula di aset kripto. Namun, potensi keuntungannya sangat bergantung pada kenaikan nilai aset yang dimiliki.
Perbedaan dasar antara perdagangan spot, margin, dan futures
Perdagangan margin adalah metode melakukan transaksi dengan meminjam dana dari platform untuk memperbesar posisi. Dengan ini, Anda dapat melakukan transaksi dalam skala yang lebih besar dari dana yang dimiliki. Misalnya, dengan hanya memiliki 10 USDT, Anda bisa melakukan transaksi sebesar 100 USDT dengan leverage 10 kali lipat.
Perdagangan margin: Memanfaatkan leverage untuk transaksi aset spot
Inti dari perdagangan margin adalah “leverage”. Dengan meminjam dana tambahan dari platform, Anda dapat membeli dan menjual aset dalam jumlah yang lebih besar dengan modal terbatas. Namun, kenyamanan ini datang dengan risiko yang sepadan.
Karakteristik penting dari perdagangan margin:
Perdagangan margin juga mengenakan bunga. Bunga dihitung setiap jam berdasarkan jumlah pinjaman dan akan terus dikenakan selama posisi tetap terbuka.
Perdagangan futures: Bertaruh pada harga di masa depan
Perdagangan futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual aset di harga tertentu di masa depan tanpa memiliki aset tersebut secara langsung. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga.
Karakteristik utama futures:
Leverage dan risiko: Menghindari forced liquidation
Leverage yang digunakan dalam perdagangan margin dan futures dapat memperbesar keuntungan, tetapi juga memperbesar kerugian. Ada konsep penting yang harus dipahami.
Mekanisme forced liquidation
Dalam perdagangan margin, jika rasio margin pemeliharaan (MMR) turun ke 100%, posisi akan otomatis dilikuidasi (cut loss). Ini adalah mekanisme perlindungan untuk melindungi aset Anda, tetapi juga berarti kerugian pasti terjadi.
Misalnya, dengan modal 10 USDT dan leverage 10 kali, Anda membeli Bitcoin senilai 100 USDT. Jika harga turun sekitar 1%, posisi akan dilikuidasi secara otomatis. Semakin tinggi leverage, semakin kecil perubahan harga yang dapat memicu likuidasi.
Perbedaan margin awal dan margin pemeliharaan
Jika rasio margin pemeliharaan mencapai 100%, posisi akan dilikuidasi otomatis. Oleh karena itu, penting untuk memantau pergerakan pasar dan mengelola risiko dengan baik.
Panduan untuk pemula: Memilih metode perdagangan yang tepat
Pemilihan metode tergantung pada tujuan investasi, toleransi risiko, dan kepercayaan diri dalam analisis pasar.
Bagi pemula, disarankan memulai dengan perdagangan spot yang lebih aman dan mudah dikendalikan. Setelah memperoleh pengalaman, pelajari lebih dalam tentang perdagangan margin dan secara bertahap menggunakannya. Hindari keputusan impulsif yang didasarkan pada keinginan untuk mengembalikan kerugian; rencanakan dan kelola risiko secara matang.
Manajemen risiko: Menggunakan perdagangan margin secara aman
Perdagangan margin bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk diversifikasi portofolio jika digunakan dengan benar, tetapi selalu prioritaskan pengelolaan risiko.
Tiga aturan utama untuk pemula:
Dalam kedua metode, forced liquidation bisa terjadi kapan saja, terutama saat volatilitas pasar tinggi. Diversifikasi dan pengelolaan risiko yang ketat akan membantu membangun strategi trading yang lebih berkelanjutan.