Circle Mengajukan IPO $5 Miliar di NYSE Setelah Bertahan dari Guncangan Industri


Temukan berita dan acara fintech teratas!

Berlangganan newsletter FinTech Weekly

Dibaca oleh eksekutif di JP Morgan, Coinbase, Blackrock, Klarna dan lainnya


Circle Ajukan IPO Rp75 Triliun, Targetkan Debut di NYSE dengan Kode CRCL

Circle, perusahaan fintech di balik stablecoin terbesar kedua di dunia, secara resmi mengajukan penawaran umum perdana, dengan target valuasi Rp75 triliun. Perusahaan berencana untuk terdaftar di New York Stock Exchange dengan kode saham CRCL, menandai langkah besar menuju menjadi salah satu penerbit stablecoin pertama yang go public melalui jalur ekuitas tradisional.

JPMorgan Chase dan Citigroup disebut sebagai penjamin emisi utama untuk penawaran ini, menandakan kepercayaan institusional terhadap perusahaan yang telah melewati beberapa tantangan terberat di sektor kripto selama dua tahun terakhir.

Kisah Kembalinya Setelah Gejolak Pasar

Keputusan Circle untuk mengejar IPO pada tahun 2025 menandai perubahan drastis bagi perusahaan yang sebelumnya dianggap sebagai korban ketidakstabilan industri. Pada 2023, perusahaan sangat terdampak oleh runtuhnya mitra perbankan utama, termasuk Silvergate dan Silicon Valley Bank (SVB). Kedua peristiwa ini sementara waktu mengguncang kepercayaan terhadap kemampuan Circle menjaga nilai tukar stablecoin utamanya, USD Coin (USDC), yang berperan penting dalam likuiditas kripto global.

Pada 2022, upaya awal Circle untuk go public melalui merger SPAC gagal karena ketidakpastian regulasi dan kondisi pasar yang berubah. Kesepakatan yang gagal ini menunda rencana ekspansi Circle dan memaksa perusahaan untuk memfokuskan kembali pada operasi inti. Pengajuan IPO saat ini menunjukkan bahwa perusahaan telah mendapatkan kembali stabilitas dan menemukan jalur yang lebih jelas ke depan.

Pertumbuhan Pendapatan Menunjukkan Ketahanan

Meskipun pasar mengalami turbulensi, Circle menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten selama tiga tahun terakhir. Pada 2024, perusahaan melaporkan pendapatan sebesar Rp24,1 triliun dan pendapatan cadangan, naik dari Rp21,2 triliun pada 2023 dan Rp10,4 triliun pada 2022.

Namun, laba bersih menunjukkan cerita yang berbeda. Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp2,3 triliun pada 2024, turun dari Rp4,1 triliun tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan biaya operasional yang lebih tinggi terkait pengembangan produk, kepatuhan regulasi, dan strategi cadangan konservatif yang menekankan likuiditas daripada hasil.

Meski begitu, angka-angka ini menegaskan kemampuan Circle untuk menghasilkan pendapatan utama yang substansial, sebagian besar dari bunga yang diperoleh dari cadangan yang mendukung USDC. Seiring stablecoin semakin digunakan secara luas dalam pembayaran, perdagangan, dan aplikasi keuangan, model pendapatan ini menjadi semakin kokoh.

Dari Penerbit Stablecoin ke Fintech yang Diatur

Pengajuan IPO Circle juga merupakan momen simbolis bagi sektor fintech dan aset digital yang lebih luas. Sebagai penerbit stablecoin, Circle beroperasi di zona abu-abu regulasi—satu kaki di keuangan tradisional, satu kaki di infrastruktur blockchain. Melisting di bursa utama AS menambah pengawasan, tetapi juga menandakan kedewasaan dan kesesuaian dengan harapan regulasi.

Langkah ini dapat membuka jalan bagi perusahaan kripto lainnya untuk mencari listing publik melalui cara konvensional. Sementara beberapa perusahaan memilih jalur internasional atau model penggalangan dana berbasis aset digital, pendekatan Circle mengirim pesan: jika disusun dengan hati-hati, bahkan perusahaan yang terkait kripto pun bisa mendapatkan persetujuan dari Wall Street.

Di saat regulator keuangan tetap berhati-hati terhadap aset digital, IPO Circle dapat menjadi studi kasus tentang bagaimana penerbit stablecoin dapat menampilkan diri sebagai entitas fintech yang terpercaya, transparan, dan patuh regulasi.

Apa Makna IPO bagi Pasar Stablecoin

Stablecoin USDC milik Circle berada di posisi kedua setelah USDT Tether dalam kapitalisasi pasar. Namun, USDC memposisikan dirinya sebagai alternatif yang lebih transparan dan diatur. Stablecoin ini sepenuhnya didukung oleh kas dan surat berharga jangka pendek AS, dengan attestasi rutin dari pihak ketiga.

Dengan menjadi perusahaan publik, Circle akan diwajibkan mengungkapkan laporan keuangan, faktor risiko, dan metrik operasional pada tingkat yang jauh melampaui standar industri saat ini. Tingkat transparansi ini dapat memperkuat reputasi USDC sebagai opsi yang lebih aman untuk penggunaan institusional.

Seiring bank sentral terus mengeksplorasi mata uang digital dan pemerintah mempertimbangkan regulasi stablecoin, IPO Circle dapat mempercepat diskusi tersebut. Listing publik berarti pengawasan yang lebih ketat—tetapi juga memberi Circle platform untuk mempengaruhi arah kebijakan dan standar pasar.

Dukungan Institusional Mencerminkan Kepercayaan Pasar

Partisipasi JPMorgan Chase dan Citigroup sebagai penjamin emisi utama menambah bobot pada penawaran ini. Kedua perusahaan ini secara hati-hati memperluas keterlibatan mereka di ruang aset digital, dan keputusan mereka untuk mendukung Circle mencerminkan penerimaan yang semakin besar terhadap instrumen keuangan berbasis blockchain dalam keuangan tradisional.

Peran mereka juga dapat memberi sinyal kepada investor institusional lain bahwa IPO ini lebih dari sekadar spekulasi—ini adalah taruhan pada lapisan infrastruktur dari ekonomi digital masa depan. Dengan USDC yang semakin banyak digunakan dalam remitansi internasional, penyelesaian lintas batas, dan DeFi, potensi pertumbuhan Circle jauh melampaui pertukaran kripto.

Implikasi Strategis untuk Fintech dan Aset Digital

Perjalanan Circle dari startup menjadi calon IPO mencerminkan tren yang lebih luas di fintech. Industri ini telah beralih dari peluncuran aplikasi mandiri ke pembangunan infrastruktur dasar—alat yang mendukung pembayaran, kredit, kustodian, dan kini, uang yang dapat diprogram.

Bagi pengamat fintech, IPO ini menawarkan gambaran tentang bagaimana perusahaan digital-native beradaptasi dengan regulasi dunia nyata, menjalin hubungan dengan institusi warisan, dan memasuki pasar publik bukan sebagai pengganggu, tetapi sebagai kolaborator.

Langkah ini juga menghidupkan kembali diskusi tentang stablecoin sebagai bagian masa depan dari keuangan arus utama. Jika Circle berhasil go public dengan atau mendekati target Rp75 triliun, hal ini dapat memvalidasi stablecoin tidak hanya sebagai alat untuk pasar kripto tetapi sebagai pilar yang layak dalam masa depan layanan keuangan.

Kesimpulan: Moment Penentu untuk Stablecoin di Pasar Publik

Pengajuan IPO Circle adalah tonggak bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi evolusi keuangan digital. Ini menandai konvergensi teknologi blockchain dan struktur keuangan tradisional—momen langka ketika perusahaan yang lahir dari kripto memasuki tingkat pengawasan publik dan visibilitas institusional tertinggi.

Dengan menargetkan valuasi Rp75 triliun, Circle menegaskan posisinya tidak hanya sebagai penerbit stablecoin utama tetapi juga sebagai fintech dengan kekuatan ekonomi nyata, daya tarik pendapatan, dan visi jangka panjang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)