Kamu mengira itu adalah keyakinan, padahal sebenarnya itu adalah menyakiti diri sendiri
1, Dulu aku tidak mengerti, mengapa ada orang yang terluka tetapi tidak mau pergi. Hingga aku sendiri berdiri di “puncak gunung”, garis candlestick di bawah kakiku mencetak rekor tertinggi, aku memberi tahu semua orang—tren masih ada, pasar bullish baru saja dimulai. Lalu apa hasilnya? Aku belum sempat pergi, gunung sudah runtuh. 2, Dulu aku tidak mengerti mengapa orang yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga tidak pergi. Hingga aku mulai memegang posisi sendiri, setiap kali bertemu orang aku bilang: “Besok pasti akan baik.” “Hanya sekadar membersihkan likuiditas.” “Penguasa sedang menakut-nakuti.” “Retret adalah peluang masuk.” Lihat, betapa akrabnya kalimat-kalimat itu. Kamu bukan sedang menganalisis pasar, kamu sedang mencari penghiburan psikologis untuk posisi kamu sendiri. 3, “Jangan panik saat retret, arah jangka panjang itu benar.” Hingga suatu malam itu, sebuah garis bayangan atas yang panjang, seperti jarum, Langsung menembus semua ilusi kamu. Saat pesan margin call berbunyi, Tiba-tiba kamu mengerti— Yang disebut jangka panjang hanyalah alasan kamu untuk tidak berhenti kerugian. Yang disebut keyakinan nilai hanyalah penutup malu karena kamu tidak berani mengakui kesalahan. Anak paling keren di puncak gunung Banyak orang rugi bukan karena salah prediksi, Tapi karena—tidak mau mengakui kesalahan. Beli di puncak gunung bukanlah hal yang menakutkan, Yang menakutkan adalah: Turun 5% bilang ini adalah membersihkan likuiditas, turun 15% bilang ini peluang, turun 30% bilang ini penurunan, turun 60% bilang ini menambah posisi, turun 90% bilang ini keyakinan. Akhirnya, hanya tersisa satu kalimat: “Aku masih di sini.” Pasar tidak pernah membutuhkan kamu untuk bertahan. Pasar hanya membutuhkan kamu keluar. Pelajaran paling kejam dalam trading Yang benar-benar harus kamu hentikan bukanlah kerugian. Tapi—yang seperti ini— Meskipun tahu tidak
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kamu mengira itu adalah keyakinan, padahal sebenarnya itu adalah menyakiti diri sendiri
1, Dulu aku tidak mengerti, mengapa ada orang yang terluka tetapi tidak mau pergi.
Hingga aku sendiri berdiri di “puncak gunung”, garis candlestick di bawah kakiku mencetak rekor tertinggi, aku memberi tahu semua orang—tren masih ada, pasar bullish baru saja dimulai.
Lalu apa hasilnya?
Aku belum sempat pergi, gunung sudah runtuh.
2, Dulu aku tidak mengerti mengapa orang yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga tidak pergi.
Hingga aku mulai memegang posisi sendiri, setiap kali bertemu orang aku bilang:
“Besok pasti akan baik.”
“Hanya sekadar membersihkan likuiditas.”
“Penguasa sedang menakut-nakuti.”
“Retret adalah peluang masuk.”
Lihat, betapa akrabnya kalimat-kalimat itu.
Kamu bukan sedang menganalisis pasar, kamu sedang mencari penghiburan psikologis untuk posisi kamu sendiri.
3, “Jangan panik saat retret, arah jangka panjang itu benar.”
Hingga suatu malam itu, sebuah garis bayangan atas yang panjang, seperti jarum,
Langsung menembus semua ilusi kamu.
Saat pesan margin call berbunyi,
Tiba-tiba kamu mengerti—
Yang disebut jangka panjang hanyalah alasan kamu untuk tidak berhenti kerugian.
Yang disebut keyakinan nilai hanyalah penutup malu karena kamu tidak berani mengakui kesalahan.
Anak paling keren di puncak gunung
Banyak orang rugi bukan karena salah prediksi,
Tapi karena—tidak mau mengakui kesalahan.
Beli di puncak gunung bukanlah hal yang menakutkan,
Yang menakutkan adalah:
Turun 5% bilang ini adalah membersihkan likuiditas, turun 15% bilang ini peluang, turun 30% bilang ini penurunan, turun 60% bilang ini menambah posisi, turun 90% bilang ini keyakinan.
Akhirnya, hanya tersisa satu kalimat:
“Aku masih di sini.”
Pasar tidak pernah membutuhkan kamu untuk bertahan.
Pasar hanya membutuhkan kamu keluar.
Pelajaran paling kejam dalam trading
Yang benar-benar harus kamu hentikan bukanlah kerugian.
Tapi—yang seperti ini—
Meskipun tahu tidak