Dalam beberapa waktu terakhir, dolar AS mengalami penurunan yang signifikan, mencapai level terendahnya dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan perubahan besar dalam sentimen pasar valuta asing global. Donald Trump, Presiden AS saat ini, tidak menunjukkan kekhawatiran terhadap penurunan ini, malah menegaskan bahwa mata uang tersebut “berkinerja dengan baik”, sebuah sikap yang bertentangan dengan indikator pasar yang mengkhawatirkan.
Indeks dolar mencatat keruntuhan sejarah
Indeks dolar AS turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir, tepatnya sejak tahun 2021. Penurunan tajam ini menunjukkan titik balik penting dalam perilaku investor global, di mana mereka mulai meragukan kelayakan mempertahankan aset yang terkait dengan dolar AS. Penyebab utama dari keruntuhan ini beragam dan kompleks, tetapi secara utama berfokus pada pengikisan kepercayaan terhadap kebijakan keuangan AS dalam jangka panjang.
Krisis kepercayaan terhadap kebijakan keuangan menekan mata uang AS
Secara ekonomi domestik, pasar mencerminkan apa yang disebut para ahli sebagai “kehilangan kredibilitas”, terutama setelah pernyataan terakhir dari pemerintahan Donald Trump mengenai kemungkinan penyelidikan pidana terhadap Jerome Powell, Ketua Federal Reserve yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei mendatang. Perkembangan politik ini meningkatkan ketidakpastian tentang jalur kebijakan moneter dan fiskal Amerika Serikat, yang menyebabkan meningkatnya kekhawatiran investor tentang stabilitas kebijakan ekonomi.
Emas dan mata uang asing menjadi prioritas bagi investor
Seiring meningkatnya keraguan terhadap kondisi ekonomi AS, para investor mulai mengalihkan modal mereka ke aset aman dan mata uang asing demi perlindungan investasi yang lebih baik. Emas memasuki tahap baru dari kenaikan berkelanjutan, mencapai level tertinggi baru yang belum pernah dicapai sebelumnya. Perubahan preferensi ini mencerminkan kedalaman ketidakpercayaan terhadap mata uang kertas tradisional, terutama dolar AS yang selama ini dianggap sebagai tempat aman utama bagi investor global.
Sikap optimis Donald Trump di tengah tantangan ekonomi
Meskipun indikator negatif ini terus berlanjut, Presiden AS Donald Trump tetap menegaskan untuk meredam pentingnya penurunan dolar, dengan menegaskan pandangannya yang optimis terhadap kinerja ekonomi. Trump percaya bahwa dolar mempertahankan kekuatannya secara relatif, dan dia tidak merasa khawatir secara besar terhadap tren saat ini. Sikap ini menunjukkan adanya pemisahan yang jelas antara penilaian sang presiden dan indikator nyata di pasar valuta asing global, di mana para investor lebih memilih mendengarkan data pasar yang ketat daripada pernyataan politik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dolar AS turun ke level terendah dalam beberapa tahun.. Donald Trump meremehkan angka-angka yang mengkhawatirkan
Dalam beberapa waktu terakhir, dolar AS mengalami penurunan yang signifikan, mencapai level terendahnya dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan perubahan besar dalam sentimen pasar valuta asing global. Donald Trump, Presiden AS saat ini, tidak menunjukkan kekhawatiran terhadap penurunan ini, malah menegaskan bahwa mata uang tersebut “berkinerja dengan baik”, sebuah sikap yang bertentangan dengan indikator pasar yang mengkhawatirkan.
Indeks dolar mencatat keruntuhan sejarah
Indeks dolar AS turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir, tepatnya sejak tahun 2021. Penurunan tajam ini menunjukkan titik balik penting dalam perilaku investor global, di mana mereka mulai meragukan kelayakan mempertahankan aset yang terkait dengan dolar AS. Penyebab utama dari keruntuhan ini beragam dan kompleks, tetapi secara utama berfokus pada pengikisan kepercayaan terhadap kebijakan keuangan AS dalam jangka panjang.
Krisis kepercayaan terhadap kebijakan keuangan menekan mata uang AS
Secara ekonomi domestik, pasar mencerminkan apa yang disebut para ahli sebagai “kehilangan kredibilitas”, terutama setelah pernyataan terakhir dari pemerintahan Donald Trump mengenai kemungkinan penyelidikan pidana terhadap Jerome Powell, Ketua Federal Reserve yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei mendatang. Perkembangan politik ini meningkatkan ketidakpastian tentang jalur kebijakan moneter dan fiskal Amerika Serikat, yang menyebabkan meningkatnya kekhawatiran investor tentang stabilitas kebijakan ekonomi.
Emas dan mata uang asing menjadi prioritas bagi investor
Seiring meningkatnya keraguan terhadap kondisi ekonomi AS, para investor mulai mengalihkan modal mereka ke aset aman dan mata uang asing demi perlindungan investasi yang lebih baik. Emas memasuki tahap baru dari kenaikan berkelanjutan, mencapai level tertinggi baru yang belum pernah dicapai sebelumnya. Perubahan preferensi ini mencerminkan kedalaman ketidakpercayaan terhadap mata uang kertas tradisional, terutama dolar AS yang selama ini dianggap sebagai tempat aman utama bagi investor global.
Sikap optimis Donald Trump di tengah tantangan ekonomi
Meskipun indikator negatif ini terus berlanjut, Presiden AS Donald Trump tetap menegaskan untuk meredam pentingnya penurunan dolar, dengan menegaskan pandangannya yang optimis terhadap kinerja ekonomi. Trump percaya bahwa dolar mempertahankan kekuatannya secara relatif, dan dia tidak merasa khawatir secara besar terhadap tren saat ini. Sikap ini menunjukkan adanya pemisahan yang jelas antara penilaian sang presiden dan indikator nyata di pasar valuta asing global, di mana para investor lebih memilih mendengarkan data pasar yang ketat daripada pernyataan politik.