Di pertengahan Januari, Bitcoin mencapai momen kritis di pasar. Setelah kenaikan singkat di atas 95 ribu dolar — level yang belum pernah dicapai oleh kripto sejak November tahun lalu — harga melonjak mendekati 98 ribu. Namun, hanya beberapa jam kemudian, situasi berubah secara drastis, dan BTC turun ke sekitar 92 ribu dolar, menyebabkan penutupan posisi senilai sekitar 850 juta dolar di pasar global.
Penyebab kenaikan jangka pendek ke 95 ribu dolar
Kenaikan kripto ini dipicu oleh beberapa faktor positif sekaligus. Pertama, aliran modal ke ETF Bitcoin tetap stabil, menunjukkan permintaan yang kuat dari investor institusional. Kedua, data inflasi lebih lemah dari perkiraan, mengurangi kekhawatiran tentang pengetatan kebijakan moneter. Selain itu, Bitcoin menunjukkan pemulihan dalam dinamika perdagangan dibandingkan dengan aset fisik, memperkuat reputasinya sebagai penyimpan nilai digital.
Penurunan tajam ke 92 ribu: peran faktor politik
Laporan tak terduga tentang Trump yang mengenakan tarif pada delapan negara Eropa menciptakan gelombang risiko makroekonomi di pasar. Langkah ini langsung membalik tren positif, memaksa trader menutup posisi panjang. Uni Eropa sebagai balasan mulai menyiapkan langkah-langkah balasan senilai sekitar 93 miliar euro, yang semakin meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global. Ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap peristiwa geopolitik dan konflik perdagangan.
Perkembangan tokenisasi dan inisiatif regulasi
Di tengah fluktuasi harga, tren regulasi penting terus berkembang. Undang-undang tentang kejelasan (Clarity Act) menghadapi hambatan dalam proses pengesahan karena perbedaan pendapat internal. Pada saat yang sama, Goldman Sachs aktif mempelajari penerapan praktis teknologi tokenisasi, mengakui potensi aset digital. Korea Selatan meninjau kembali regulasi tentang sekuritas tokenized, dan Bursa Efek New York sedang mempelajari mekanisme penerapan perdagangan tokenized, yang menunjukkan tren global integrasi blockchain ke dalam sistem keuangan tradisional.
Kondisi saat ini dan prospek
Saat ini, pasar sangat perlu menjaga Bitcoin di atas level 92 ribu dolar, karena level ini menjadi support kritis. Pada akhir Januari 2026, harga BTC mencapai 81,28 ribu dolar, menunjukkan koreksi signifikan setelah peristiwa Januari. Rentang 24 jam berkisar antara 80,83 dan 84,63 ribu dolar, menunjukkan volatilitas yang terus berlanjut. Pergerakan selanjutnya dari kripto ini sangat bergantung pada perkembangan hubungan perdagangan dan kemajuan dalam bidang regulasi, yang menambah ketidakpastian dalam jangka pendek.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BTC kembali ke level 92 ribu dolar di tengah langkah tarif yang tak terduga
Di pertengahan Januari, Bitcoin mencapai momen kritis di pasar. Setelah kenaikan singkat di atas 95 ribu dolar — level yang belum pernah dicapai oleh kripto sejak November tahun lalu — harga melonjak mendekati 98 ribu. Namun, hanya beberapa jam kemudian, situasi berubah secara drastis, dan BTC turun ke sekitar 92 ribu dolar, menyebabkan penutupan posisi senilai sekitar 850 juta dolar di pasar global.
Penyebab kenaikan jangka pendek ke 95 ribu dolar
Kenaikan kripto ini dipicu oleh beberapa faktor positif sekaligus. Pertama, aliran modal ke ETF Bitcoin tetap stabil, menunjukkan permintaan yang kuat dari investor institusional. Kedua, data inflasi lebih lemah dari perkiraan, mengurangi kekhawatiran tentang pengetatan kebijakan moneter. Selain itu, Bitcoin menunjukkan pemulihan dalam dinamika perdagangan dibandingkan dengan aset fisik, memperkuat reputasinya sebagai penyimpan nilai digital.
Penurunan tajam ke 92 ribu: peran faktor politik
Laporan tak terduga tentang Trump yang mengenakan tarif pada delapan negara Eropa menciptakan gelombang risiko makroekonomi di pasar. Langkah ini langsung membalik tren positif, memaksa trader menutup posisi panjang. Uni Eropa sebagai balasan mulai menyiapkan langkah-langkah balasan senilai sekitar 93 miliar euro, yang semakin meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global. Ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap peristiwa geopolitik dan konflik perdagangan.
Perkembangan tokenisasi dan inisiatif regulasi
Di tengah fluktuasi harga, tren regulasi penting terus berkembang. Undang-undang tentang kejelasan (Clarity Act) menghadapi hambatan dalam proses pengesahan karena perbedaan pendapat internal. Pada saat yang sama, Goldman Sachs aktif mempelajari penerapan praktis teknologi tokenisasi, mengakui potensi aset digital. Korea Selatan meninjau kembali regulasi tentang sekuritas tokenized, dan Bursa Efek New York sedang mempelajari mekanisme penerapan perdagangan tokenized, yang menunjukkan tren global integrasi blockchain ke dalam sistem keuangan tradisional.
Kondisi saat ini dan prospek
Saat ini, pasar sangat perlu menjaga Bitcoin di atas level 92 ribu dolar, karena level ini menjadi support kritis. Pada akhir Januari 2026, harga BTC mencapai 81,28 ribu dolar, menunjukkan koreksi signifikan setelah peristiwa Januari. Rentang 24 jam berkisar antara 80,83 dan 84,63 ribu dolar, menunjukkan volatilitas yang terus berlanjut. Pergerakan selanjutnya dari kripto ini sangat bergantung pada perkembangan hubungan perdagangan dan kemajuan dalam bidang regulasi, yang menambah ketidakpastian dalam jangka pendek.