Efek "Keguncangan Trump": Sebagian besar volatilitas baru-baru ini berasal dari kebijakan perdagangan yang mengganggu dan pengenalan "Dewan Perdamaian," yang membuat pasar tetap waspada. Dominasi Safe-Haven: Dengan DXY (Indeks Dolar) mencapai level terendah empat tahun baru-baru ini dan bank sentral (terutama di pasar berkembang) secara agresif mendiversifikasi cadangan mereka, emas kembali memegang tahta sebagai lindung nilai utama. Perdagangan "Anti-Fiat": Kita melihat pergeseran struktural di mana investor melakukan lindung nilai terhadap depresiasi mata uang. Tingkat utang yang mencapai rekor tertinggi relatif terhadap PDB global telah menjadikan "aset keras" sebagai prioritas. Koneksi Bitcoin (BTC) Hubungan antara Emas dan Bitcoin pada awal 2026 sangat menarik untuk diamati: Korelasi Terbalik: Baru-baru ini, sementara Emas mencapai rekor tertinggi baru (ATH), Bitcoin menunjukkan pergerakan datar atau sedikit stagnan. Analis seperti Michael van de Poppe mencatat bahwa koreksi tajam pada emas sebenarnya bisa menjadi katalis yang akhirnya mendorong BTC ke kisaran $95.000–$100.000. Token yang Dipatok Emas: Menariknya, kita melihat lonjakan cryptocurrency yang dipatok emas (seperti PAXG) karena trader mencari efisiensi pajak dari crypto dengan stabilitas logam. Tekanan Risiko-Risiko: Dalam jangka pendek, "pelarian ke kualitas" ke emas dapat menyedot likuiditas dari aset berisiko. Namun, narasi jangka panjang "terdesentralisasi" untuk BTC biasanya akan mengikuti setelah guncangan makro awal mereda.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MrFlower_
· 1jam yang lalu
GOGOGO 2026 👊
Lihat AsliBalas0
EagleEye
· 4jam yang lalu
Posting yang sangat menginspirasi! Terima kasih telah berbagi wawasan Anda dengan kami.
#MiddleEastTensionsEscalate Mengapa $5.200 Penting Saat Ini
Efek "Keguncangan Trump": Sebagian besar volatilitas baru-baru ini berasal dari kebijakan perdagangan yang mengganggu dan pengenalan "Dewan Perdamaian," yang membuat pasar tetap waspada.
Dominasi Safe-Haven: Dengan DXY (Indeks Dolar) mencapai level terendah empat tahun baru-baru ini dan bank sentral (terutama di pasar berkembang) secara agresif mendiversifikasi cadangan mereka, emas kembali memegang tahta sebagai lindung nilai utama.
Perdagangan "Anti-Fiat": Kita melihat pergeseran struktural di mana investor melakukan lindung nilai terhadap depresiasi mata uang. Tingkat utang yang mencapai rekor tertinggi relatif terhadap PDB global telah menjadikan "aset keras" sebagai prioritas.
Koneksi Bitcoin (BTC)
Hubungan antara Emas dan Bitcoin pada awal 2026 sangat menarik untuk diamati:
Korelasi Terbalik: Baru-baru ini, sementara Emas mencapai rekor tertinggi baru (ATH), Bitcoin menunjukkan pergerakan datar atau sedikit stagnan. Analis seperti Michael van de Poppe mencatat bahwa koreksi tajam pada emas sebenarnya bisa menjadi katalis yang akhirnya mendorong BTC ke kisaran $95.000–$100.000.
Token yang Dipatok Emas: Menariknya, kita melihat lonjakan cryptocurrency yang dipatok emas (seperti PAXG) karena trader mencari efisiensi pajak dari crypto dengan stabilitas logam.
Tekanan Risiko-Risiko: Dalam jangka pendek, "pelarian ke kualitas" ke emas dapat menyedot likuiditas dari aset berisiko. Namun, narasi jangka panjang "terdesentralisasi" untuk BTC biasanya akan mengikuti setelah guncangan makro awal mereda.