Larry Ellison, pada usia 81 tahun, akhirnya menjadi orang terkaya di dunia - Pembalasan tokoh teknologi generasi lama di era AI

Pada pertengahan September 2025, harga saham Oracle melonjak lebih dari 40% dalam satu hari. Larry Ellison yang berusia 81 tahun berada di pusat kenaikan yang menakjubkan ini. Setelah pengumuman kontrak kemitraan cloud selama 5 tahun senilai 30 miliar dolar dengan OpenAI, kekayaan bersihnya mencatat angka 393 miliar dolar dalam sekejap, menggeser Elon Musk dan menempati posisi orang terkaya di dunia berdasarkan indeks miliarder Bloomberg. Penambahan kekayaan lebih dari 100 miliar dolar dalam satu hari. Ini adalah hasil dari hampir 50 tahun sejak Ellison bersama-sama mendirikan Oracle dengan modal 2.000 dolar (dengan investasinya sendiri sebesar 1.200 dolar) pada tahun 1977, dan juga momen kebangkitan luar biasa dari raksasa IT generasi lama.

Dari Orphan ke Pengusaha Silicon Valley - Perjalanan Tersembunyi Larry Ellison

Kehidupan Larry Ellison tidak pernah berjalan mulus. Lahir di Bronx, New York, pada tahun 1944, ia diadopsi oleh orang tua angkat saat berusia 9 bulan. Orang tua angkatnya adalah pegawai negeri biasa, dan kondisi ekonomi keluarga tidaklah cukup. Ia masuk universitas, tetapi berhenti di tahun kedua setelah meninggalnya ibu angkatnya, dan setelah kembali mendaftar di University of Chicago, ia hanya bertahan satu semester. Kepribadiannya yang tidak cocok dengan sistem pendidikan formal membuatnya kemudian berpindah-pindah di seluruh Amerika Serikat untuk melakukan pekerjaan pemrograman secara sporadis, hingga akhirnya menuju California pada awal 1970-an.

Di tengah suasana bebas di Berkeley, Ellison bergabung dengan perusahaan teknologi Ampex Corporation pada awal 1970-an. Di sana, ia terlibat dalam proyek pengelolaan data dan sistem kueri CIA, pengalaman yang benar-benar mengubah hidupnya. Nama kode proyek tersebut adalah “Oracle”, dan Ellison menyadari potensi komersialisasi teknologi model data relasional yang diperolehnya dari proyek tersebut.

Pada tahun 1977, pada usia 32 tahun, Ellison bersama mantan rekannya Bob Miner dan Ed Oates mendirikan Software Development Laboratory (SDL) dengan modal 2.000 dolar. Keputusan inovatif mereka adalah mengembangkan sistem basis data komersial universal berbasis model data relasional dari proyek CIA tersebut. Inilah awal mula Oracle.

Meskipun bukan pencipta teknologi basis data, Ellison adalah orang pertama yang menyadari nilai komersial teknologi ini, dan melalui itu ia membuka jalan pasar perangkat lunak perusahaan. Pada tahun 1986, Oracle go public di NASDAQ dan menjadi bintang yang sedang naik daun, dan selama menjabat sebagai eksekutif utama dari 1978 hingga 1996, Ellison memimpin perusahaan tersebut dan menjadi legenda Silicon Valley. Pada tahun 1992, ia hampir kehilangan nyawanya dalam kecelakaan selancar, tetapi kemudian pulih, dan meskipun mundur dari posisi CEO pada 2014, ia tetap memimpin Oracle sebagai ketua dan chief technology officer (CTO) hingga saat ini.

Perjalanan 40 Tahun Oracle, Sukses ‘Kembali Besar’ di Era AI

Sejarah Oracle adalah cerminan dari industri teknologi. Dulu menguasai pasar basis data, Oracle tertinggal dari Amazon AWS dan Microsoft Azure saat awal era komputasi awan. Pada musim panas 2025, perusahaan melakukan pengurangan ribuan karyawan terutama di divisi penjualan perangkat keras dan perangkat lunak lama. Namun, secara bersamaan, mereka mulai memperbesar investasi besar-besaran di pusat data dan infrastruktur AI.

Titik balik terjadi pada September 2025. Pengumuman Oracle tentang kemitraan cloud selama 5 tahun senilai 30 miliar dolar dengan OpenAI mengirim sinyal kuat ke pasar. Dengan pertumbuhan pesat industri AI generatif, pusat data dan infrastruktur menjadi aset utama, dan teknologi basis data Oracle serta hubungan pelanggan korporat mereka mulai mendapatkan sorotan baru.

Ini menandai transformasi Oracle dari “penyedia perangkat lunak tradisional” menjadi “dark horse infrastruktur AI”. Lonjakan harga saham mencerminkan bahwa pasar sangat menilai positif perubahan ini. Larry Ellison, yang merupakan pemenang awal revolusi digital di tahun 1990-an, kembali meraih posisi pemenang di era AI tahun 2020-an.

Kekayaan 3,93 Triliun Dolar, Strategi Membangun Kekaisaran Media Keluarga Ellison

Kekayaan Larry Ellison tidak hanya sebatas kekayaan pribadi. Putranya, David Ellison, baru-baru ini mengakuisisi raksasa media Paramount Global seharga 8 miliar dolar, dengan 6 miliar dolar di antaranya didanai dari kekayaan keluarga Ellison. Strategi ekspansi kekayaan keluarga yang menggabungkan kekaisaran teknologi Silicon Valley dan media Hollywood ini pun mulai matang.

Dalam dunia politik, pengaruh Ellison juga cukup besar. Ia aktif sebagai donatur utama Partai Republik, mendukung kampanye Marco Rubio pada 2015, dan menyumbang 15 juta dolar ke Super PAC Senator Tim Scott pada 2022. Pada Januari 2026, bersama CEO SoftBank Masayoshi Son dan CEO OpenAI Sam Altman, ia mengunjungi Gedung Putih dan mengumumkan rencana pembangunan jaringan pusat data AI senilai 500 miliar dolar. Ini bukan sekadar inisiatif komersial, tetapi juga ekspansi kekuasaan yang memengaruhi geopolitik dan kebijakan nasional.

Surfing, Yacht, Tennis… Ahli Self-Management, Kehidupan Ganda Larry Ellison

Ellison memiliki citra yang kontradiktif. Di satu sisi, ia adalah orang yang sangat mewah dengan memiliki 98% dari pulau Lanai di Hawaii dan yacht kelas dunia, tetapi di sisi lain, ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan mandiri dalam pengelolaan diri.

Karena ketertarikan nalurinya terhadap air dan ombak, Ellison hampir kehilangan nyawanya dalam kecelakaan selancar tahun 1992, tetapi ia tetap mencari sensasi. Setelah itu, ia fokus pada sailing, dan pada 2013, tim Oracle USA yang ia dukung meraih kemenangan legendaris di America’s Cup. Pada 2018, ia mendirikan SailGP, liga balap layar cepat yang melibatkan tokoh terkenal seperti aktris Anne Hathaway dan pesepakbola Kylian Mbappé sebagai investor.

Tennis juga menjadi salah satu passion-nya. Ia menghidupkan kembali turnamen Indian Wells di California, menjadikannya “Grand Slam ke-5”. Aktivitas olahraga ini bukan sekadar hobi, tetapi kunci utama dalam menjaga kesehatan fisik dan mentalnya.

Selama era 1990-an dan 2000-an, ia rutin berolahraga beberapa jam setiap hari, dan hampir tidak pernah minum minuman manis, hanya air dan teh hijau. Disiplin ini membuatnya tetap tampil energik dan awet muda di usia 81 tahun, bahkan lebih segar dari rekan-rekannya yang berusia 20 tahun lebih muda.

Dalam hubungan pribadi, ia dikenal impulsif. Pada 2024, ia menikahi wanita keturunan Tionghoa-Amerika yang berusia 47 tahun lebih muda, Jolin Zhou. Ini adalah pernikahan keempatnya. Beberapa netizen bercanda bahwa Ellison tertarik pada sensasi ombak sekaligus romansa, yang sebenarnya mencerminkan kepribadiannya yang kompleks.

Setelah 10 Tahun Menandatangani Giving Pledge, Pilihan Filantropi Mandiri Ellison

Pada 2010, Ellison menandatangani Giving Pledge, berjanji menyumbangkan minimal 95% kekayaannya. Namun, ia tidak aktif terlibat dalam organisasi filantropi seperti Bill Gates atau Warren Buffett. Dalam wawancara dengan New York Times, ia menyatakan, “Saya menghargai kesendirian dan tidak terpengaruh oleh standar luar.”

Pada 2016, ia menyumbang 200 juta dolar ke USC untuk mendirikan pusat penelitian kanker. Baru-baru ini, melalui kolaborasi dengan Oxford University, ia mendirikan Ellison Institute of Technology untuk investasi di bidang kesehatan, makanan, dan perubahan iklim. Ia menyatakan di media sosial, “Kami akan mengembangkan obat baru yang menyelamatkan nyawa generasi berikutnya, membangun sistem pertanian berbiaya rendah, dan mengembangkan energi bersih dan efisien.”

Pendekatan filantropinya sangat personal dan independen. Ia lebih suka merancang masa depan sesuai visinya sendiri daripada bergabung dengan rekan-rekannya.

Kemenangan Tidak Sempurna dari Tokoh IT Generasi Lama, dan Pengaruh yang Terus Berlanjut

Pada usia 81 tahun, Larry Ellison akhirnya menempati posisi orang terkaya di dunia. Namun, posisi ini mungkin hanya sementara. Kekayaan Musk juga sangat fluktuatif, dan volatilitas pasar teknologi tetap tinggi.

Namun, yang jelas adalah perjalanan Ellison menunjukkan kemampuan beradaptasi dan kekuatan teknologi. Dimulai dari kontrak CIA, membangun kekaisaran basis data, mundur dari era komputasi awan, lalu bangkit kembali di era AI.

Kekayaan, kekuasaan, pernikahan, olahraga, filantropi, politik — semua aspek kehidupannya penuh drama dan perhatian. Cerita dari pengusaha keras kepala, tidak mau berkompromi, dan kompetitif ini tidak hanya sekadar biografi pribadi, tetapi juga mencerminkan sejarah Silicon Valley dan industri teknologi Amerika.

Tak peduli apakah tahta orang terkaya dunia akan berganti, momen ini membuktikan bahwa warisan Larry Ellison, tokoh IT generasi lama yang terus relevan di era AI yang sedang membentuk ulang semuanya, tetap berlaku.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)