Bagaimana cara keluar dari posisi terjebak? Pertama-tama, harus memahami bagaimana posisi terjebak bisa terjadi dan bagaimana terjebak.
Pertama: arah yang salah, mengikuti tren naik turun di jalur yang salah. Di garis atas, perlu mengurangi posisi long, menjaga modal dan meningkatkan stop loss, sekaligus menjadi waktu yang tepat untuk mencoba masuk posisi short. Ketika suatu koin tidak bergerak di level resistance, yaitu saat mencoba membuka posisi short, seharusnya mengurangi posisi long atau keluar dari pasar, bukan mengikuti tren naik. Sebaliknya, saat harga turun tajam, itu adalah membalikkan posisi dari jalur sebelumnya, semua ini menunjukkan arah yang salah.
Kedua: manajemen posisi yang buruk, manajemen posisi sangat penting, nilainya hanya kalah penting dari penilaian arah. Jika posisi pertama diambil dengan beban penuh, maka tidak akan mampu menambah posisi lagi di kemudian hari, dan semakin banyak menambah, semakin berat, akhirnya hasilnya hanya satu—margin call atau爆仓.
Strategi yang benar adalah: tanda pada posisi pertama dengan 1U, kemudian masuk posisi kedua dengan posisi ringan, dan posisi ketiga dengan posisi normal, jangan terlalu besar. Beban besar akan menyebabkan tidak mampu menambah posisi, jadi harus menyisakan ruang cukup di atas level resistance saat ini untuk menambah posisi jika diperlukan.
Ketiga: keserakahan. Tidak mengurangi posisi saat profit, keuntungan yang mengambang hanyalah bayangan, yang benar-benar di tangan hanyalah yang sudah direalisasikan, sisanya hanya bayangan. Setelah menempatkan stop loss dan take profit, posisi akan selalu menguntungkan dan tidak akan mengalami kerugian floating.
Keempat: tidak menjalankan strategi trading sendiri secara disiplin. Tidak berani mencoba saat waktunya masuk pasar, sehingga kehilangan peluang masuk. Saat waktunya masuk posisi ringan, malah masuk posisi besar, dan mengikuti tren naik turun secara serampangan. Faktor-faktor ini secara bersamaan akan menyebabkan posisi terjebak dan tidak bisa keluar untuk sementara waktu. Oleh karena itu, menjalankan strategi trading secara disiplin dapat membantu menghindari posisi terjebak.
Keempat alasan ini saling bertumpuk dan menyebabkan posisi terjebak.
Ringkasan: 1: Mengikuti tren naik turun di arah yang salah. 2: Manajemen posisi yang buruk, posisi pertama besar, tidak mampu menambah posisi. 3: Keserakahan, keuntungan mengambang berubah menjadi kerugian floating, memperburuk dua faktor sebelumnya. 4: Meski sudah membuat rencana, tidak menjalankan strategi trading secara disiplin.
Bagaimana cara keluar dari posisi terjebak: 1: Dekati harga pembukaan posisi (melebihi atau mendekati harga pembukaan) atau sedikit profit harus keluar. (solusi terbaik) 2: Saat arah pasar tidak salah, tetapi karena tidak memantau pasar tepat waktu menyebabkan posisi terjebak. (1) Pertama, jika posisi besar dan terjebak, ikuti poin pertama, jangan tambah posisi, jika posisi long terjebak, dekat level resistance berikutnya, lakukan satu langkah tegas, yaitu kurangi posisi, langsung keluar juga bisa, akui kesalahan dan anggap sebagai biaya belajar. (2) Kedua, posisi ringan, ada dua cara: - Langsung keluar di dekat level resistance, lari, lari, lari. - Atau melewatkan waktu pengurangan posisi di level resistance saat ini, lalu melakukan penggandaan posisi tiga kali di garis bawah untuk menambah rata-rata harga, kemudian keluar saat sedikit profit di dekat harga pembukaan, dan jangan berharap keuntungan besar berikutnya, jangan serakah.
Perlu diingat: profit bisa tidak mengurangi posisi, melihat ke posisi yang lebih baik boleh, tetapi harus menempatkan stop loss dan take profit untuk menjaga modal, tujuannya agar tidak rugi, tetapi tetap bisa tidak untung.
Dari analisis, apa solusi terbaik untuk keluar dari posisi terjebak?
1: Untuk posisi yang tidak bagus, sedikit profit di dekat harga pembukaan (tunggu sampai sinyal pasti) tutup posisi dan keluar, kembalikan kebebasan trading. Bisa juga tidak profit, sedikit kerugian agar bisa keluar, stop loss yang tepat untuk melindungi modal, menjaga modal jauh lebih penting daripada keuntungan. Sebenarnya, saat membuka posisi, yang pertama dipikirkan bukan berapa banyak keuntungan, tetapi berapa besar kerugian yang bisa diterima, pikirkan dulu kerugian yang bisa ditoleransi, baru kemudian menjaga modal, dan terakhir mempertimbangkan keuntungan. (Prioritas menjaga modal lebih tinggi dari keuntungan) Tentu saja, harus berani mencoba dan salah, tanpa percobaan sebelumnya, tidak akan ada kemajuan. Tidak ada kerugian maupun keuntungan.
2: Selama posisi ringan, bisa menambah posisi di level kunci, tiga kali lipat penggandaan posisi. Mengganti rata-rata harga, lalu sedikit profit atau keluar saat mendekati harga pembukaan, atau langsung keluar.
3: Solusi keluar yang tidak direkomendasikan, tetapi tetap bisa dipakai: menambah margin, mengganti rata-rata harga di level kunci, lalu mengulangi solusi terbaik, yaitu keluar di dekat harga pembukaan.
Ada satu hal lagi, tidak pernah ada posisi terbaik, hanya posisi relatif baik, tidak ada yang paling baik, hanya relatif baik~~~Berani mencoba posisi ringan dan salah, itulah kunci keberlanjutan, tanpa mencoba, tidak ada apa-apa.
4: Strategi keluar dalam kondisi ekstrem: segera爆仓, apa yang harus dilakukan, cepat tutup posisi, pertama lindungi modal. Buka posisi hedging di arah berlawanan: buka posisi dengan margin 50% di arah berlawanan, dan setelah profit, atur stop loss dan take profit untuk mencegah kerugian floating, dan perlu keluar lagi.
Perlu diperhatikan: 1: Saat melakukan hedging dan mengunci posisi, jangan atur stop loss dan take profit, karena sistem akan langsung mengeksekusi, yang bisa menyebabkan爆仓, harus keluar secara manual. 2: Jangan terlalu banyak order, maksimal 1-2 order. 3: Usahakan hanya trading satu koin, agar terhindar dari爆仓 dalam kondisi pasar ekstrem.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
《如何解套完整精修版》
Bagaimana cara keluar dari posisi terjebak? Pertama-tama, harus memahami bagaimana posisi terjebak bisa terjadi dan bagaimana terjebak.
Pertama: arah yang salah, mengikuti tren naik turun di jalur yang salah. Di garis atas, perlu mengurangi posisi long, menjaga modal dan meningkatkan stop loss, sekaligus menjadi waktu yang tepat untuk mencoba masuk posisi short. Ketika suatu koin tidak bergerak di level resistance, yaitu saat mencoba membuka posisi short, seharusnya mengurangi posisi long atau keluar dari pasar, bukan mengikuti tren naik. Sebaliknya, saat harga turun tajam, itu adalah membalikkan posisi dari jalur sebelumnya, semua ini menunjukkan arah yang salah.
Kedua: manajemen posisi yang buruk, manajemen posisi sangat penting, nilainya hanya kalah penting dari penilaian arah.
Jika posisi pertama diambil dengan beban penuh, maka tidak akan mampu menambah posisi lagi di kemudian hari, dan semakin banyak menambah, semakin berat, akhirnya hasilnya hanya satu—margin call atau爆仓.
Strategi yang benar adalah: tanda pada posisi pertama dengan 1U, kemudian masuk posisi kedua dengan posisi ringan, dan posisi ketiga dengan posisi normal, jangan terlalu besar.
Beban besar akan menyebabkan tidak mampu menambah posisi, jadi harus menyisakan ruang cukup di atas level resistance saat ini untuk menambah posisi jika diperlukan.
Ketiga: keserakahan.
Tidak mengurangi posisi saat profit, keuntungan yang mengambang hanyalah bayangan, yang benar-benar di tangan hanyalah yang sudah direalisasikan, sisanya hanya bayangan.
Setelah menempatkan stop loss dan take profit, posisi akan selalu menguntungkan dan tidak akan mengalami kerugian floating.
Keempat: tidak menjalankan strategi trading sendiri secara disiplin.
Tidak berani mencoba saat waktunya masuk pasar, sehingga kehilangan peluang masuk.
Saat waktunya masuk posisi ringan, malah masuk posisi besar, dan mengikuti tren naik turun secara serampangan. Faktor-faktor ini secara bersamaan akan menyebabkan posisi terjebak dan tidak bisa keluar untuk sementara waktu.
Oleh karena itu, menjalankan strategi trading secara disiplin dapat membantu menghindari posisi terjebak.
Keempat alasan ini saling bertumpuk dan menyebabkan posisi terjebak.
Ringkasan: 1: Mengikuti tren naik turun di arah yang salah.
2: Manajemen posisi yang buruk, posisi pertama besar, tidak mampu menambah posisi.
3: Keserakahan, keuntungan mengambang berubah menjadi kerugian floating, memperburuk dua faktor sebelumnya.
4: Meski sudah membuat rencana, tidak menjalankan strategi trading secara disiplin.
Bagaimana cara keluar dari posisi terjebak: 1: Dekati harga pembukaan posisi (melebihi atau mendekati harga pembukaan) atau sedikit profit harus keluar. (solusi terbaik)
2: Saat arah pasar tidak salah, tetapi karena tidak memantau pasar tepat waktu menyebabkan posisi terjebak.
(1) Pertama, jika posisi besar dan terjebak, ikuti poin pertama, jangan tambah posisi, jika posisi long terjebak, dekat level resistance berikutnya, lakukan satu langkah tegas, yaitu kurangi posisi, langsung keluar juga bisa, akui kesalahan dan anggap sebagai biaya belajar.
(2) Kedua, posisi ringan, ada dua cara:
- Langsung keluar di dekat level resistance, lari, lari, lari.
- Atau melewatkan waktu pengurangan posisi di level resistance saat ini, lalu melakukan penggandaan posisi tiga kali di garis bawah untuk menambah rata-rata harga, kemudian keluar saat sedikit profit di dekat harga pembukaan, dan jangan berharap keuntungan besar berikutnya, jangan serakah.
Perlu diingat: profit bisa tidak mengurangi posisi, melihat ke posisi yang lebih baik boleh, tetapi harus menempatkan stop loss dan take profit untuk menjaga modal, tujuannya agar tidak rugi, tetapi tetap bisa tidak untung.
Dari analisis, apa solusi terbaik untuk keluar dari posisi terjebak?
1: Untuk posisi yang tidak bagus, sedikit profit di dekat harga pembukaan (tunggu sampai sinyal pasti) tutup posisi dan keluar, kembalikan kebebasan trading. Bisa juga tidak profit, sedikit kerugian agar bisa keluar, stop loss yang tepat untuk melindungi modal, menjaga modal jauh lebih penting daripada keuntungan.
Sebenarnya, saat membuka posisi, yang pertama dipikirkan bukan berapa banyak keuntungan, tetapi berapa besar kerugian yang bisa diterima, pikirkan dulu kerugian yang bisa ditoleransi, baru kemudian menjaga modal, dan terakhir mempertimbangkan keuntungan. (Prioritas menjaga modal lebih tinggi dari keuntungan) Tentu saja, harus berani mencoba dan salah, tanpa percobaan sebelumnya, tidak akan ada kemajuan. Tidak ada kerugian maupun keuntungan.
2: Selama posisi ringan, bisa menambah posisi di level kunci, tiga kali lipat penggandaan posisi. Mengganti rata-rata harga, lalu sedikit profit atau keluar saat mendekati harga pembukaan, atau langsung keluar.
3: Solusi keluar yang tidak direkomendasikan, tetapi tetap bisa dipakai: menambah margin, mengganti rata-rata harga di level kunci, lalu mengulangi solusi terbaik, yaitu keluar di dekat harga pembukaan.
Ada satu hal lagi, tidak pernah ada posisi terbaik, hanya posisi relatif baik, tidak ada yang paling baik, hanya relatif baik~~~Berani mencoba posisi ringan dan salah, itulah kunci keberlanjutan, tanpa mencoba, tidak ada apa-apa.
4: Strategi keluar dalam kondisi ekstrem: segera爆仓, apa yang harus dilakukan, cepat tutup posisi, pertama lindungi modal.
Buka posisi hedging di arah berlawanan: buka posisi dengan margin 50% di arah berlawanan, dan setelah profit, atur stop loss dan take profit untuk mencegah kerugian floating, dan perlu keluar lagi.
Perlu diperhatikan:
1: Saat melakukan hedging dan mengunci posisi, jangan atur stop loss dan take profit, karena sistem akan langsung mengeksekusi, yang bisa menyebabkan爆仓, harus keluar secara manual.
2: Jangan terlalu banyak order, maksimal 1-2 order.
3: Usahakan hanya trading satu koin, agar terhindar dari爆仓 dalam kondisi pasar ekstrem.