Amerika Serikat memasuki tahap kunci dalam pembangunan kerangka regulasi cryptocurrency. Komite Pertanian Senat mengonfirmasi bahwa mereka akan mengadakan sidang terhadap RUU “Undang-Undang Perantara Barang Digital” versi terbaru pada Selasa depan (28 Januari), yang dipandang sebagai titik penting dalam mendorong pengaturan cryptocurrency di tingkat federal. Namun, RUU ini masih kekurangan konsensus bipartisan yang jelas di Kongres, dan CFTC yang bertanggung jawab atas pengawasan spesifik juga menghadapi tantangan dari segi sumber daya dan anggaran.
Isi Inti RUU dan Kerangka Regulasi
Menurut laporan terbaru, RUU ini dirilis oleh Ketua Komite Pertanian Senat John Boozman, dengan tujuan utama membangun kerangka pengawasan terpadu berbasis CFTC untuk pasar cryptocurrency Amerika Serikat. Secara rinci, poin-poin utama dari RUU ini meliputi:
Mengatur platform perdagangan aset digital, penyimpanan, dan layanan perantara terkait di bawah pengawasan CFTC
Entitas yang diakui sebagai “Perantara Barang Digital” harus terdaftar di CFTC
Mematuhi serangkaian aturan kepatuhan dan pengendalian risiko
Ini berarti ekosistem perdagangan cryptocurrency di AS akan mendapatkan jalur kepatuhan yang lebih jelas di tingkat federal untuk pertama kalinya. Dibandingkan dengan kondisi pengawasan yang sebelumnya bersifat “berdiri sendiri”, kerangka ini diharapkan dapat memberikan panduan kepatuhan yang jelas bagi platform perdagangan, lembaga penyimpanan, dan lainnya.
Persiapan CFTC dan Tantangan Realistis
Perlu dicatat bahwa CFTC tampaknya sudah mulai mempersiapkan perluasan kewenangannya. Berdasarkan informasi terkait, Ketua CFTC yang baru, Mike Selig, meluncurkan program “Future Proof” pada 20 Januari, bertujuan memodernisasi cara lembaga ini mengawasi aset digital. Selain itu, pada 21 Januari, CFTC mengangkat pengacara cryptocurrency berpengalaman, Michael Passalacqua, sebagai penasihat senior, memperkuat kompetensi profesional di bidang ini.
Namun, ada kesenjangan yang jelas antara persiapan dan kondisi nyata. Menurut laporan, beberapa petugas pengawas di internal CFTC telah memperingatkan bahwa memperluas tanggung jawab pengawasan tanpa penambahan sumber daya yang sepadan dapat malah meningkatkan risiko sistemik. Komentar dari Bloomberg juga menyoroti bahwa anggaran CFTC hanya sekitar sebagian kecil dari SEC, dan sumber daya manusia serta penegakan hukum mereka secara jangka panjang tetap terbatas. Ini berarti, meskipun RUU disahkan, efektivitas pelaksanaan oleh CFTC masih menjadi pertanyaan besar.
Dukungan Politik dan Perbedaan di Kongres
Secara politik, dukungan dari pemerintahan Trump cukup tegas. Presiden Trump menyatakan di Forum Ekonomi Dunia Davos bahwa ia berharap segera menandatangani RUU terkait, dan Direktur Eksekutif Dewan Penasihat Aset Digital Patrick Witt bahkan menyebut legislasi ini “hanya masalah waktu, bukan apakah akan terjadi.”
Namun, sikap optimisme ini tidak sepenuhnya disepakati. Komite Perbankan Senat justru memilih memperlambat prosesnya, menunda legislasi terkait struktur pasar cryptocurrency. Situasi “satu mempercepat, satu memperlambat” ini membuat prospek kemajuan RUU di Kongres menjadi lebih tidak pasti, dan mencerminkan adanya perbedaan pendapat yang nyata di kalangan politik AS terkait pengaturan aset digital.
Suara Industri dan Risiko Praktis
Sikap industri terhadap RUU ini juga beragam. CEO Digital Chamber Cody Carbone berpendapat bahwa draf terbaru dari Komite Pertanian menunjukkan bahwa Kongres AS masih berniat mendorong kerangka regulasi cryptocurrency pada 2026. Namun, CEO Certora Seth Hallem mengungkapkan kekhawatiran yang lebih mendalam: alat regulasi tradisional dirancang untuk keuangan terpusat dan tidak sepenuhnya cocok untuk pasar di blockchain, yang berpotensi menimbulkan gesekan baru saat pelaksanaan.
Kesimpulan
Pembangunan kerangka regulasi cryptocurrency di AS memang semakin cepat, dan sidang di Senat minggu depan akan menjadi titik kunci. Namun, proses ini menghadapi tiga tantangan utama: pertama, perbedaan kebijakan internal Kongres; kedua, keterbatasan sumber daya CFTC; dan ketiga, kecocokan alat regulasi tradisional dengan pasar di blockchain.
Dari informasi yang ada, tahun 2026 kemungkinan besar akan menjadi tahun penting dalam perubahan regulasi cryptocurrency di AS. Tetapi, apakah RUU ini akan lolos dengan lancar, apakah CFTC akan mendapatkan sumber daya yang cukup, dan apakah kerangka regulasi ini dapat dilaksanakan secara efektif, semuanya masih harus diamati. Hasil sidang Komite Pertanian Selasa depan akan menjadi acuan penting untuk perkembangan selanjutnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Senat akan membahas RUU kripto minggu depan, kekuasaan pengawasan CFTC diperluas tetapi kekurangan tenaga kerja
Amerika Serikat memasuki tahap kunci dalam pembangunan kerangka regulasi cryptocurrency. Komite Pertanian Senat mengonfirmasi bahwa mereka akan mengadakan sidang terhadap RUU “Undang-Undang Perantara Barang Digital” versi terbaru pada Selasa depan (28 Januari), yang dipandang sebagai titik penting dalam mendorong pengaturan cryptocurrency di tingkat federal. Namun, RUU ini masih kekurangan konsensus bipartisan yang jelas di Kongres, dan CFTC yang bertanggung jawab atas pengawasan spesifik juga menghadapi tantangan dari segi sumber daya dan anggaran.
Isi Inti RUU dan Kerangka Regulasi
Menurut laporan terbaru, RUU ini dirilis oleh Ketua Komite Pertanian Senat John Boozman, dengan tujuan utama membangun kerangka pengawasan terpadu berbasis CFTC untuk pasar cryptocurrency Amerika Serikat. Secara rinci, poin-poin utama dari RUU ini meliputi:
Ini berarti ekosistem perdagangan cryptocurrency di AS akan mendapatkan jalur kepatuhan yang lebih jelas di tingkat federal untuk pertama kalinya. Dibandingkan dengan kondisi pengawasan yang sebelumnya bersifat “berdiri sendiri”, kerangka ini diharapkan dapat memberikan panduan kepatuhan yang jelas bagi platform perdagangan, lembaga penyimpanan, dan lainnya.
Persiapan CFTC dan Tantangan Realistis
Perlu dicatat bahwa CFTC tampaknya sudah mulai mempersiapkan perluasan kewenangannya. Berdasarkan informasi terkait, Ketua CFTC yang baru, Mike Selig, meluncurkan program “Future Proof” pada 20 Januari, bertujuan memodernisasi cara lembaga ini mengawasi aset digital. Selain itu, pada 21 Januari, CFTC mengangkat pengacara cryptocurrency berpengalaman, Michael Passalacqua, sebagai penasihat senior, memperkuat kompetensi profesional di bidang ini.
Namun, ada kesenjangan yang jelas antara persiapan dan kondisi nyata. Menurut laporan, beberapa petugas pengawas di internal CFTC telah memperingatkan bahwa memperluas tanggung jawab pengawasan tanpa penambahan sumber daya yang sepadan dapat malah meningkatkan risiko sistemik. Komentar dari Bloomberg juga menyoroti bahwa anggaran CFTC hanya sekitar sebagian kecil dari SEC, dan sumber daya manusia serta penegakan hukum mereka secara jangka panjang tetap terbatas. Ini berarti, meskipun RUU disahkan, efektivitas pelaksanaan oleh CFTC masih menjadi pertanyaan besar.
Dukungan Politik dan Perbedaan di Kongres
Secara politik, dukungan dari pemerintahan Trump cukup tegas. Presiden Trump menyatakan di Forum Ekonomi Dunia Davos bahwa ia berharap segera menandatangani RUU terkait, dan Direktur Eksekutif Dewan Penasihat Aset Digital Patrick Witt bahkan menyebut legislasi ini “hanya masalah waktu, bukan apakah akan terjadi.”
Namun, sikap optimisme ini tidak sepenuhnya disepakati. Komite Perbankan Senat justru memilih memperlambat prosesnya, menunda legislasi terkait struktur pasar cryptocurrency. Situasi “satu mempercepat, satu memperlambat” ini membuat prospek kemajuan RUU di Kongres menjadi lebih tidak pasti, dan mencerminkan adanya perbedaan pendapat yang nyata di kalangan politik AS terkait pengaturan aset digital.
Suara Industri dan Risiko Praktis
Sikap industri terhadap RUU ini juga beragam. CEO Digital Chamber Cody Carbone berpendapat bahwa draf terbaru dari Komite Pertanian menunjukkan bahwa Kongres AS masih berniat mendorong kerangka regulasi cryptocurrency pada 2026. Namun, CEO Certora Seth Hallem mengungkapkan kekhawatiran yang lebih mendalam: alat regulasi tradisional dirancang untuk keuangan terpusat dan tidak sepenuhnya cocok untuk pasar di blockchain, yang berpotensi menimbulkan gesekan baru saat pelaksanaan.
Kesimpulan
Pembangunan kerangka regulasi cryptocurrency di AS memang semakin cepat, dan sidang di Senat minggu depan akan menjadi titik kunci. Namun, proses ini menghadapi tiga tantangan utama: pertama, perbedaan kebijakan internal Kongres; kedua, keterbatasan sumber daya CFTC; dan ketiga, kecocokan alat regulasi tradisional dengan pasar di blockchain.
Dari informasi yang ada, tahun 2026 kemungkinan besar akan menjadi tahun penting dalam perubahan regulasi cryptocurrency di AS. Tetapi, apakah RUU ini akan lolos dengan lancar, apakah CFTC akan mendapatkan sumber daya yang cukup, dan apakah kerangka regulasi ini dapat dilaksanakan secara efektif, semuanya masih harus diamati. Hasil sidang Komite Pertanian Selasa depan akan menjadi acuan penting untuk perkembangan selanjutnya.