Lembaga berbelanja besar di luar tren pasar sebesar 2,13 miliar dolar AS untuk membeli kembali: Logika di balik Strategy yang membeli kembali 22.305 Bitcoin
Di saat harga Bitcoin mengalami koreksi sementara, raksasa pengelola dana Strategy memilih untuk melawan tren dan menambah posisi, menghabiskan sekitar 21,3 miliar dolar AS untuk membeli 22.305 BTC sekaligus, sehingga total kepemilikan Bitcoin mereka meningkat menjadi 709.715 BTC, mencatat rekor tertinggi sepanjang masa, sekitar 3,5% dari pasokan Bitcoin yang beredar saat ini. Namun, kontras dengan pembelian institusional yang signifikan ini adalah bahwa harga Bitcoin dalam jangka pendek tetap mengalami tekanan, dan ketidaksesuaian antara aliran dana institusional dan performa harga pasar mendorong para investor untuk meninjau kembali struktur pertarungan kekuatan bullish dan bearish saat ini serta logika penetapan harga pasar.
Tinjauan Peristiwa: Pembelian “dengan buku teks” saat harga turun
Berdasarkan informasi yang diungkapkan secara terbuka, selama periode 12 hingga 19 Januari 2026, harga Bitcoin mengalami koreksi. Saat sentimen pasar mulai berpecah, perusahaan kepemilikan Bitcoin publik terbesar di dunia — Strategy (sebelumnya MicroStrategy) — dengan tegas melaksanakan strategi jangka panjangnya. Perusahaan ini dengan harga rata-rata sekitar 75.979 dolar AS per BTC, menginvestasikan total sekitar 21,3 miliar dolar AS, dan berhasil menambah 22.305 BTC.
Operasi ini bukanlah kejadian tunggal. Hanya dalam bulan Januari tahun ini, Strategy telah membeli lebih dari 37.000 BTC, menunjukkan keyakinan bullish yang tidak goyah. Hingga saat ini, total nilai dari 709.715 BTC yang dimilikinya telah melebihi 63 miliar dolar AS, menghasilkan keuntungan unrealized sekitar 10 miliar dolar AS. Tindakan ini secara luas dianggap sebagai contoh klasik dari investor institusional yang “mengakumulasi saat harga turun” (Accumulating on Dips) dalam pasar yang bergejolak.
Respon pasar: Ketidaksesuaian sementara antara harga dan aliran dana
Fenomena yang membingungkan sebagian investor adalah: di tengah aliran dana institusional yang besar, harga Bitcoin tidak langsung melonjak, malah sempat menembus di bawah angka 89.000 dolar AS. Berdasarkan data Gate, hingga 22 Januari 2026, harga (BTC) adalah $89.917,8, dengan penurunan -6,59% dalam 7 hari terakhir.
Situasi “beli besar tapi harga turun” ini mengungkapkan kompleksitas pasar mata uang digital. Ada beberapa kemungkinan penyebab:
Sumber tekanan jual berbeda: Saat institusi membeli, mereka mungkin menghadapi tekanan jual dari pengambilan keuntungan jangka pendek, likuidasi leverage, atau pemegang besar lainnya.
Sentimen pasar tertinggal: Perilaku institusional biasanya mencerminkan strategi jangka panjang, dan pengaruhnya membutuhkan waktu untuk meresap ke dalam sentimen pasar yang lebih luas dan aliran dana ritel.
Faktor makroekonomi yang menekan: Indikator ekonomi makro yang lebih luas, seperti ekspektasi suku bunga atau pergerakan dolar AS, mungkin mendominasi harga aset dalam jangka pendek.
Analisis mendalam: Mengapa Strategy terus “beli saat harga turun”?
Perilaku Strategy bukan sekadar spekulasi sederhana, melainkan didukung oleh strategi cadangan dana perusahaan (Corporate Treasury Strategy) yang jelas:
Aset jangka panjang melawan inflasi: Manajemen perusahaan secara terbuka menyatakan bahwa mereka memandang Bitcoin sebagai penyimpan nilai jangka panjang yang lebih baik daripada uang tunai, untuk mengimbangi inflasi fiat dan risiko depresiasi mata uang.
Disiplin investasi yang didorong keyakinan: Strategy telah menginstitusionalisasi dan memprogramkan pembelian Bitcoin mereka, tidak sepenuhnya bergantung pada fluktuasi harga jangka pendek, melainkan berdasarkan keyakinan kuat terhadap pertumbuhan nilai jangka panjang jaringan Bitcoin.
Siklus positif pasar modal: Dengan menerbitkan obligasi atau saham untuk mengumpulkan dana guna membeli Bitcoin, harga saham mereka sangat berkorelasi dengan performa harga Bitcoin, membentuk sebuah siklus strategis tertutup. Meski pembelian ini menyebabkan harga saham mereka turun sekitar 6% hingga 7% dalam jangka pendek, secara jangka panjang, peningkatan kepemilikan Bitcoin memberikan eksposur aset digital langsung kepada pemegang sahamnya.
Gambaran pasar saat ini: Insight dari data Gate
Dalam menganalisis peristiwa besar seperti ini, penting untuk menggabungkan data pasar secara real-time dan komprehensif. Berikut adalah data utama Bitcoin dari Gate per 22 Januari 2026, yang memberi gambaran akurat tentang kondisi pasar saat ini:
Harga dan volatilitas: Harga Bitcoin saat ini adalah $89.917,8, dengan harga tertinggi 24 jam mencapai $90.574,5 dan terendah $87.256,2, menunjukkan pola konsolidasi setelah koreksi. Harga tertinggi sepanjang masa tetap di $126.080.
Kapitalisasi pasar dan aktivitas: Kapitalisasi pasar Bitcoin tetap di kisaran $1,79 triliun, menguasai 56,36% dari seluruh pasar kripto, posisi terdepan yang stabil. Volume perdagangan 24 jam sebesar $1,35 miliar menunjukkan likuiditas pasar tetap tinggi.
Pasokan dan kelangkaan: Pasokan Bitcoin yang beredar adalah 19,97 juta, sangat mendekati batas maksimal 21 juta, dan narasi kelangkaan semakin diperkuat oleh setiap proses halving dan akumulasi institusional.
Performa terkini: Meski turun -6,59% dalam seminggu terakhir, Bitcoin tetap naik +1,77% dalam 30 hari terakhir. Jika diperpanjang ke satu tahun, harga mengalami penurunan -15,07%, memberikan konteks penting bagi investor jangka panjang.
Pandangan ke depan: Peluang dan narasi jangka panjang dalam volatilitas
Pembelian besar-besaran oleh Strategy ini memberikan sinyal kuat akan “keyakinan jangka panjang” (Long-term Conviction). Bagi investor biasa, ini menyampaikan beberapa pesan utama:
Permintaan institusional tetap kokoh: Tren perusahaan besar yang menjadikan Bitcoin sebagai aset di neraca mereka belum berubah meski harga berfluktuasi.
Proses penemuan harga yang kompleks: Harga jangka pendek dipengaruhi banyak faktor, tetapi aksi akumulasi para whale bisa menjadi energi untuk kenaikan berikutnya.
Fokus pada nilai, bukan noise: Dalam volatilitas, memusatkan perhatian pada fundamental jaringan Bitcoin (seperti hash rate, adopsi, kejelasan regulasi) jauh lebih penting daripada fluktuasi harga harian.
Berdasarkan data historis dan analisis model, beberapa proyeksi jangka panjang memperkirakan bahwa rentang volatilitas Bitcoin mungkin membesar. Beberapa analis memperkirakan bahwa harga rata-rata Bitcoin tahun 2026 bisa sekitar $89.963,3, dengan fluktuasi lebar antara $68.372,1 dan $134.045,31. Untuk pandangan yang lebih jauh, misalnya hingga 2031, ada yang berpendapat bahwa harga bisa mencapai $239.667,61, yang berarti potensi perubahan lebih dari +151,00%. Penting untuk diingat bahwa semua prediksi harga memiliki tingkat ketidakpastian tinggi, dipengaruhi oleh faktor makro global, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi yang tidak pasti.
Penutup
Langkah Strategy yang menambah 22.305 BTC saat harga turun kembali menegaskan pepatah investasi “Ketika orang lain takut, saya serakah” yang sering berlaku di dunia kripto. Bagi pengguna yang melakukan trading dan investasi di Gate, peristiwa semacam ini menjadi jendela pengamatan yang sangat baik: sinyal pasar sejati sering tersembunyi di balik fluktuasi harga yang tampak. Seiring aset kripto semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari portofolio aset global, memahami dan menganalisis secara rasional strategi institusional membantu kita membuat keputusan yang lebih jernih dan berorientasi jangka panjang. Pasar adalah pemungut suara dalam jangka pendek, dan timbangan dalam jangka panjang, dan Strategy sedang menggunakan uang nyata untuk memberi suara terhadap berat jangka panjang Bitcoin.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lembaga berbelanja besar di luar tren pasar sebesar 2,13 miliar dolar AS untuk membeli kembali: Logika di balik Strategy yang membeli kembali 22.305 Bitcoin
Di saat harga Bitcoin mengalami koreksi sementara, raksasa pengelola dana Strategy memilih untuk melawan tren dan menambah posisi, menghabiskan sekitar 21,3 miliar dolar AS untuk membeli 22.305 BTC sekaligus, sehingga total kepemilikan Bitcoin mereka meningkat menjadi 709.715 BTC, mencatat rekor tertinggi sepanjang masa, sekitar 3,5% dari pasokan Bitcoin yang beredar saat ini. Namun, kontras dengan pembelian institusional yang signifikan ini adalah bahwa harga Bitcoin dalam jangka pendek tetap mengalami tekanan, dan ketidaksesuaian antara aliran dana institusional dan performa harga pasar mendorong para investor untuk meninjau kembali struktur pertarungan kekuatan bullish dan bearish saat ini serta logika penetapan harga pasar.
Tinjauan Peristiwa: Pembelian “dengan buku teks” saat harga turun
Berdasarkan informasi yang diungkapkan secara terbuka, selama periode 12 hingga 19 Januari 2026, harga Bitcoin mengalami koreksi. Saat sentimen pasar mulai berpecah, perusahaan kepemilikan Bitcoin publik terbesar di dunia — Strategy (sebelumnya MicroStrategy) — dengan tegas melaksanakan strategi jangka panjangnya. Perusahaan ini dengan harga rata-rata sekitar 75.979 dolar AS per BTC, menginvestasikan total sekitar 21,3 miliar dolar AS, dan berhasil menambah 22.305 BTC.
Operasi ini bukanlah kejadian tunggal. Hanya dalam bulan Januari tahun ini, Strategy telah membeli lebih dari 37.000 BTC, menunjukkan keyakinan bullish yang tidak goyah. Hingga saat ini, total nilai dari 709.715 BTC yang dimilikinya telah melebihi 63 miliar dolar AS, menghasilkan keuntungan unrealized sekitar 10 miliar dolar AS. Tindakan ini secara luas dianggap sebagai contoh klasik dari investor institusional yang “mengakumulasi saat harga turun” (Accumulating on Dips) dalam pasar yang bergejolak.
Respon pasar: Ketidaksesuaian sementara antara harga dan aliran dana
Fenomena yang membingungkan sebagian investor adalah: di tengah aliran dana institusional yang besar, harga Bitcoin tidak langsung melonjak, malah sempat menembus di bawah angka 89.000 dolar AS. Berdasarkan data Gate, hingga 22 Januari 2026, harga (BTC) adalah $89.917,8, dengan penurunan -6,59% dalam 7 hari terakhir.
Situasi “beli besar tapi harga turun” ini mengungkapkan kompleksitas pasar mata uang digital. Ada beberapa kemungkinan penyebab:
Analisis mendalam: Mengapa Strategy terus “beli saat harga turun”?
Perilaku Strategy bukan sekadar spekulasi sederhana, melainkan didukung oleh strategi cadangan dana perusahaan (Corporate Treasury Strategy) yang jelas:
Gambaran pasar saat ini: Insight dari data Gate
Dalam menganalisis peristiwa besar seperti ini, penting untuk menggabungkan data pasar secara real-time dan komprehensif. Berikut adalah data utama Bitcoin dari Gate per 22 Januari 2026, yang memberi gambaran akurat tentang kondisi pasar saat ini:
Pandangan ke depan: Peluang dan narasi jangka panjang dalam volatilitas
Pembelian besar-besaran oleh Strategy ini memberikan sinyal kuat akan “keyakinan jangka panjang” (Long-term Conviction). Bagi investor biasa, ini menyampaikan beberapa pesan utama:
Berdasarkan data historis dan analisis model, beberapa proyeksi jangka panjang memperkirakan bahwa rentang volatilitas Bitcoin mungkin membesar. Beberapa analis memperkirakan bahwa harga rata-rata Bitcoin tahun 2026 bisa sekitar $89.963,3, dengan fluktuasi lebar antara $68.372,1 dan $134.045,31. Untuk pandangan yang lebih jauh, misalnya hingga 2031, ada yang berpendapat bahwa harga bisa mencapai $239.667,61, yang berarti potensi perubahan lebih dari +151,00%. Penting untuk diingat bahwa semua prediksi harga memiliki tingkat ketidakpastian tinggi, dipengaruhi oleh faktor makro global, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi yang tidak pasti.
Penutup
Langkah Strategy yang menambah 22.305 BTC saat harga turun kembali menegaskan pepatah investasi “Ketika orang lain takut, saya serakah” yang sering berlaku di dunia kripto. Bagi pengguna yang melakukan trading dan investasi di Gate, peristiwa semacam ini menjadi jendela pengamatan yang sangat baik: sinyal pasar sejati sering tersembunyi di balik fluktuasi harga yang tampak. Seiring aset kripto semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari portofolio aset global, memahami dan menganalisis secara rasional strategi institusional membantu kita membuat keputusan yang lebih jernih dan berorientasi jangka panjang. Pasar adalah pemungut suara dalam jangka pendek, dan timbangan dalam jangka panjang, dan Strategy sedang menggunakan uang nyata untuk memberi suara terhadap berat jangka panjang Bitcoin.