Memasuki tahun 2026, pasar global menghadapi lingkungan ketidakpastian yang jarang terjadi. Seiring sinyal kebijakan fiskal dan moneter yang semakin jelas, berbagai bidang investasi seperti cryptocurrency, emas, dan AI menunjukkan peluang baru. Di antaranya, posisi emas sebagai aset mata uang global semakin menonjol, dan logika kenaikan jangka panjang tetap kuat. Berdasarkan Outlook pasar global kuartal pertama dari VanEck terbaru, permintaan emas tetap tangguh, dan grafik tren 10 tahun mencerminkan pendorong ganda berupa strategi alokasi bank sentral dan penurunan dominasi dolar AS.
Perubahan Lingkungan Pasar, Strategi Preferensi Risiko Meningkat
Pada akhir tahun 2025, pasar global mengalami penyesuaian penting. Beberapa saham terkait AI mengalami koreksi tajam, ini bukan sinyal pasar pesimis, melainkan memberikan peluang masuk yang lebih menarik bagi investor. Hingga 31 Desember 2025, reset valuasi ini membuat logika investasi dalam AI dan tema terkait menjadi lebih jelas.
Yang lebih penting, kejelasan mengenai arah kebijakan fiskal dan moneter meningkat secara signifikan. Situasi fiskal AS secara bertahap membaik, rasio defisit terhadap PDB telah kembali dari puncak historis selama pandemi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut tingkat suku bunga saat ini sebagai “normal”, dan pasar memperkirakan tahun 2026 akan menyambut stabilitas kebijakan dan penyesuaian moderat, bukan perubahan agresif. Stabilitas ini menjadi dasar penting dalam mendukung strategi preferensi risiko.
Emas Ditempatkan Ulang sebagai Aset Mata Uang Global, Nilai Alokasi Jangka Panjang Menonjol
Di tengah permintaan berkelanjutan dari bank sentral dan tren de-dolarisasi ekonomi global, emas kembali muncul sebagai aset mata uang global terdepan. Grafik tren emas selama 10 tahun terakhir menunjukkan hal ini—meskipun secara teknikal terlihat tinggi, permintaan struktural tetap kokoh.
Alokasi oleh bank sentral adalah pendorong utama permintaan emas. Dengan perubahan situasi internasional, beberapa bank sentral meningkatkan proporsi cadangan emas mereka, mencerminkan penilaian ulang terhadap posisi cadangan dalam dolar AS. Sebagai aset netral yang tidak dipengaruhi kebijakan negara manapun, daya tarik emas semakin menonjol di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Berdasarkan analisis VanEck, koreksi ini justru menawarkan peluang beli yang lebih baik, bukan sinyal jual.
Grafik tren 10 tahun emas menunjukkan, meskipun ada fluktuasi jangka pendek, tren kenaikan jangka panjang tetap jelas. Bagi investor yang mencari diversifikasi aset dan perlindungan terhadap inflasi, nilai alokasi strategis emas tidak boleh diabaikan.
Penilaian Ulang AI dan Peluang Energi Nuklir, Industri Tradisional Juga Mengalami Penyesuaian
Saham energi nuklir yang terkait dengan permintaan listrik yang didorong AI juga mengalami penyesuaian harga yang signifikan di kuartal keempat. Penyesuaian ini memperbaiki rasio risiko-imbalan bagi investor dengan pandangan menengah hingga panjang. Permintaan potensial untuk komputasi, token, dan peningkatan produktivitas tetap kuat, hanya saja valuasi telah disesuaikan secara wajar.
Perusahaan pengembangan bisnis (BDCs) juga, setelah mengalami masa sulit di 2025, menyambut perhatian baru. Karena hasil yang tetap menarik, kekhawatiran terkait kredit sebagian besar telah diatasi pasar, dan valuasi BDC saat ini menjadi lebih rasional dibandingkan potensi keuntungan jangka panjangnya. Perusahaan manajemen seperti Ares dan lainnya, saat ini menawarkan peluang investasi yang semakin menonjol.
Siklus Cryptocurrency Menghadapi Perubahan, Sinyal Jangka Pendek Rumit
Di bidang cryptocurrency, siklus empat tahunan Bitcoin yang tradisional mengalami gangguan pada tahun 2025, membuat sinyal jangka pendek menjadi kompleks. Divergensi ini mendukung pandangan berhati-hati dalam 3 hingga 6 bulan ke depan. Namun, internal VanEck tidak memiliki pandangan yang seragam; analis Matthew Sigel dan David Schassler tetap bersikap positif terhadap siklus terbaru. Ini mengingatkan investor bahwa logika kenaikan jangka panjang dalam cryptocurrency tetap ada, tetapi masuk pasar dalam jangka pendek memerlukan pemilihan waktu yang lebih hati-hati.
Potensi Pasar Baru dan Strategi Alokasi Jangka Panjang
Selain pasar AS, India tetap menjadi pasar investasi jangka panjang yang sangat potensial, dengan reformasi struktural dan pertumbuhan berkelanjutan yang menawarkan sumber pertumbuhan baru bagi investor.
Melihat Outlook pasar kuartal pertama 2026, posisi emas sebagai aset mata uang global semakin diperkuat, dan logika investasi di balik grafik tren 10 tahun menjadi lebih jelas. Baik dalam hal alokasi bank sentral, perlindungan inflasi, maupun diversifikasi aset, emas menjadi bagian penting dalam membangun portofolio yang seimbang. Dalam lingkungan yang semakin stabil dan kebijakan yang makin stabil, investor sebaiknya lebih fokus pada perencanaan alokasi jangka panjang daripada mengejar fluktuasi jangka pendek.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Grafik tren emas menyoroti alokasi aset global, memulai babak baru dalam penataan investasi tahun 2026
Memasuki tahun 2026, pasar global menghadapi lingkungan ketidakpastian yang jarang terjadi. Seiring sinyal kebijakan fiskal dan moneter yang semakin jelas, berbagai bidang investasi seperti cryptocurrency, emas, dan AI menunjukkan peluang baru. Di antaranya, posisi emas sebagai aset mata uang global semakin menonjol, dan logika kenaikan jangka panjang tetap kuat. Berdasarkan Outlook pasar global kuartal pertama dari VanEck terbaru, permintaan emas tetap tangguh, dan grafik tren 10 tahun mencerminkan pendorong ganda berupa strategi alokasi bank sentral dan penurunan dominasi dolar AS.
Perubahan Lingkungan Pasar, Strategi Preferensi Risiko Meningkat
Pada akhir tahun 2025, pasar global mengalami penyesuaian penting. Beberapa saham terkait AI mengalami koreksi tajam, ini bukan sinyal pasar pesimis, melainkan memberikan peluang masuk yang lebih menarik bagi investor. Hingga 31 Desember 2025, reset valuasi ini membuat logika investasi dalam AI dan tema terkait menjadi lebih jelas.
Yang lebih penting, kejelasan mengenai arah kebijakan fiskal dan moneter meningkat secara signifikan. Situasi fiskal AS secara bertahap membaik, rasio defisit terhadap PDB telah kembali dari puncak historis selama pandemi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut tingkat suku bunga saat ini sebagai “normal”, dan pasar memperkirakan tahun 2026 akan menyambut stabilitas kebijakan dan penyesuaian moderat, bukan perubahan agresif. Stabilitas ini menjadi dasar penting dalam mendukung strategi preferensi risiko.
Emas Ditempatkan Ulang sebagai Aset Mata Uang Global, Nilai Alokasi Jangka Panjang Menonjol
Di tengah permintaan berkelanjutan dari bank sentral dan tren de-dolarisasi ekonomi global, emas kembali muncul sebagai aset mata uang global terdepan. Grafik tren emas selama 10 tahun terakhir menunjukkan hal ini—meskipun secara teknikal terlihat tinggi, permintaan struktural tetap kokoh.
Alokasi oleh bank sentral adalah pendorong utama permintaan emas. Dengan perubahan situasi internasional, beberapa bank sentral meningkatkan proporsi cadangan emas mereka, mencerminkan penilaian ulang terhadap posisi cadangan dalam dolar AS. Sebagai aset netral yang tidak dipengaruhi kebijakan negara manapun, daya tarik emas semakin menonjol di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Berdasarkan analisis VanEck, koreksi ini justru menawarkan peluang beli yang lebih baik, bukan sinyal jual.
Grafik tren 10 tahun emas menunjukkan, meskipun ada fluktuasi jangka pendek, tren kenaikan jangka panjang tetap jelas. Bagi investor yang mencari diversifikasi aset dan perlindungan terhadap inflasi, nilai alokasi strategis emas tidak boleh diabaikan.
Penilaian Ulang AI dan Peluang Energi Nuklir, Industri Tradisional Juga Mengalami Penyesuaian
Saham energi nuklir yang terkait dengan permintaan listrik yang didorong AI juga mengalami penyesuaian harga yang signifikan di kuartal keempat. Penyesuaian ini memperbaiki rasio risiko-imbalan bagi investor dengan pandangan menengah hingga panjang. Permintaan potensial untuk komputasi, token, dan peningkatan produktivitas tetap kuat, hanya saja valuasi telah disesuaikan secara wajar.
Perusahaan pengembangan bisnis (BDCs) juga, setelah mengalami masa sulit di 2025, menyambut perhatian baru. Karena hasil yang tetap menarik, kekhawatiran terkait kredit sebagian besar telah diatasi pasar, dan valuasi BDC saat ini menjadi lebih rasional dibandingkan potensi keuntungan jangka panjangnya. Perusahaan manajemen seperti Ares dan lainnya, saat ini menawarkan peluang investasi yang semakin menonjol.
Siklus Cryptocurrency Menghadapi Perubahan, Sinyal Jangka Pendek Rumit
Di bidang cryptocurrency, siklus empat tahunan Bitcoin yang tradisional mengalami gangguan pada tahun 2025, membuat sinyal jangka pendek menjadi kompleks. Divergensi ini mendukung pandangan berhati-hati dalam 3 hingga 6 bulan ke depan. Namun, internal VanEck tidak memiliki pandangan yang seragam; analis Matthew Sigel dan David Schassler tetap bersikap positif terhadap siklus terbaru. Ini mengingatkan investor bahwa logika kenaikan jangka panjang dalam cryptocurrency tetap ada, tetapi masuk pasar dalam jangka pendek memerlukan pemilihan waktu yang lebih hati-hati.
Potensi Pasar Baru dan Strategi Alokasi Jangka Panjang
Selain pasar AS, India tetap menjadi pasar investasi jangka panjang yang sangat potensial, dengan reformasi struktural dan pertumbuhan berkelanjutan yang menawarkan sumber pertumbuhan baru bagi investor.
Melihat Outlook pasar kuartal pertama 2026, posisi emas sebagai aset mata uang global semakin diperkuat, dan logika investasi di balik grafik tren 10 tahun menjadi lebih jelas. Baik dalam hal alokasi bank sentral, perlindungan inflasi, maupun diversifikasi aset, emas menjadi bagian penting dalam membangun portofolio yang seimbang. Dalam lingkungan yang semakin stabil dan kebijakan yang makin stabil, investor sebaiknya lebih fokus pada perencanaan alokasi jangka panjang daripada mengejar fluktuasi jangka pendek.