K线 di layar melompat-lompat, seperti grafik elektrokardiogram dari seorang pasien. Tapi hati saya sudah tidak tergerak lagi. Ini bukan pencerahan, hanya hasil dari pelajaran yang dipukul-pukul berulang kali.
Masih ingat saat pertama kali masuk ke dunia cryptocurrency, saya juga seorang maniak yang memantau layar siang dan malam. Pada bull run 2017, melihat angka di akun saya melambung tinggi, saya benar-benar merasa telah menemukan kunci kekayaan. Tapi pasar memberi saya tamparan—perasaan tergelincir dari puncak gunung, hanya yang benar-benar mengalaminya yang tahu betapa sakitnya itu.
Tujuh tahun berlalu dalam sekejap. Kebanyakan teman yang dulu "berselancar" bersama, sudah menghilang dari pasar ini. Bisa bertahan sampai hari ini bukan karena saya lebih pintar dari mereka, tapi karena saya perlahan menemukan satu set aturan bertahan hidup saya sendiri. Hari ini saya ingin bicara bukan tentang cawan suci trading, tapi tentang hal-hal yang membuat saya tetap hidup—sebuah sistem filtrasi tiga lapis, ditambah beberapa aturan keras yang tidak boleh dilanggar.
**Lapisan Pertama: Keaslian Tren adalah Prasyarat**
Dulu, saya melihat setiap lilin K sebagai peluang, ingin memanfaatkan semua fluktuasi. Kesimpulannya? Semakin sering trading, semakin cepat rugi. Sekarang saya mengerti, lebih baik sedikit melakukan daripada terlalu banyak.
Saya hanya fokus pada aset yang benar-benar memiliki tren yang kuat. Tapi hanya tren saja tidak cukup—yang penting adalah apakah tren itu bisa bertahan. Jika sebuah koin jatuh terus-menerus selama beberapa hari, bahkan tidak ada rebound yang layak, saya langsung keluar. Biasanya ini menunjukkan satu hal: dana utama sudah keluar.
**Lapisan Kedua: Ikuti garis bulanan, jangan melawan tren**
Tren adalah temanmu, melawan tren adalah musuhmu. Saya menganggap grafik bulanan sebagai tongkat komando. Buka grafik bulanan, jika indikator tren tidak menunjukkan pola bullish yang jelas, saya tidak akan melihatnya sama sekali. Momentum pasar jauh lebih kuat dari yang kamu bayangkan. Kalau nekat melawannya? Itu sama saja berperang melawan diri sendiri.
Kesempatan bagus tidak datang setiap hari. Saya lebih suka menunggu, daripada masuk di titik yang kurang optimal. Pasar mengajarkan saya bahwa kesabaran adalah aset terbesar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
14 Suka
Hadiah
14
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
RektRecovery
· 01-21 21:45
nah, the "three-layer filter" stuff is just survivorship bias dressed up pretty. sure, you lasted seven years, but so did plenty of people who got absolutely demolished in 2018. the real tell? you're preaching patience now because fomo burned you bad enough to learn. most won't.
Balas0
shadowy_supercoder
· 01-21 21:41
Setelah bertahan selama tujuh tahun, baru menyadari bahwa menghentikan kerugian lebih berharga daripada mendapatkan keuntungan... Tapi kembali lagi, penjelasan tentang pola bullish pada grafik bulanan sudah sering didengar, berapa banyak yang benar-benar bisa bertahan?
Lihat AsliBalas0
SybilSlayer
· 01-21 21:37
Berada di sini selama tujuh tahun, menunjukkan bahwa saya memang telah melewati banyak lubang. Teman-teman yang sering melakukan perdagangan... sudah lama pulang ke rumah menulis jurnal. Saya hanya ingin bertanya, apakah benar-benar ada orang yang bisa bertahan menunggu? Atau akhirnya semuanya menjadi penjudi jangka pendek.
K线 di layar melompat-lompat, seperti grafik elektrokardiogram dari seorang pasien. Tapi hati saya sudah tidak tergerak lagi. Ini bukan pencerahan, hanya hasil dari pelajaran yang dipukul-pukul berulang kali.
Masih ingat saat pertama kali masuk ke dunia cryptocurrency, saya juga seorang maniak yang memantau layar siang dan malam. Pada bull run 2017, melihat angka di akun saya melambung tinggi, saya benar-benar merasa telah menemukan kunci kekayaan. Tapi pasar memberi saya tamparan—perasaan tergelincir dari puncak gunung, hanya yang benar-benar mengalaminya yang tahu betapa sakitnya itu.
Tujuh tahun berlalu dalam sekejap. Kebanyakan teman yang dulu "berselancar" bersama, sudah menghilang dari pasar ini. Bisa bertahan sampai hari ini bukan karena saya lebih pintar dari mereka, tapi karena saya perlahan menemukan satu set aturan bertahan hidup saya sendiri. Hari ini saya ingin bicara bukan tentang cawan suci trading, tapi tentang hal-hal yang membuat saya tetap hidup—sebuah sistem filtrasi tiga lapis, ditambah beberapa aturan keras yang tidak boleh dilanggar.
**Lapisan Pertama: Keaslian Tren adalah Prasyarat**
Dulu, saya melihat setiap lilin K sebagai peluang, ingin memanfaatkan semua fluktuasi. Kesimpulannya? Semakin sering trading, semakin cepat rugi. Sekarang saya mengerti, lebih baik sedikit melakukan daripada terlalu banyak.
Saya hanya fokus pada aset yang benar-benar memiliki tren yang kuat. Tapi hanya tren saja tidak cukup—yang penting adalah apakah tren itu bisa bertahan. Jika sebuah koin jatuh terus-menerus selama beberapa hari, bahkan tidak ada rebound yang layak, saya langsung keluar. Biasanya ini menunjukkan satu hal: dana utama sudah keluar.
**Lapisan Kedua: Ikuti garis bulanan, jangan melawan tren**
Tren adalah temanmu, melawan tren adalah musuhmu. Saya menganggap grafik bulanan sebagai tongkat komando. Buka grafik bulanan, jika indikator tren tidak menunjukkan pola bullish yang jelas, saya tidak akan melihatnya sama sekali. Momentum pasar jauh lebih kuat dari yang kamu bayangkan. Kalau nekat melawannya? Itu sama saja berperang melawan diri sendiri.
**Lapisan Ketiga: Tentukan posisi, tunggu konfirmasi**
Kesempatan bagus tidak datang setiap hari. Saya lebih suka menunggu, daripada masuk di titik yang kurang optimal. Pasar mengajarkan saya bahwa kesabaran adalah aset terbesar.