Hutang AS mencapai puncaknya, mimpi Amerika jauh dari jangkauan
Hutang sebesar 38,5 triliun dolar menekan, ini bukan sekadar angka, melainkan jerat yang mengikat masyarakat biasa Amerika untuk mencapai kenaikan sosial. Ingin mengubah nasib melalui jalur tradisional (membeli rumah, menempuh pendidikan)? Siapkan dulu 5 juta dolar. Inilah kenyataan yang dihadapi orang Amerika saat ini.
Eksekutif Wall Street sudah lama menyadari hal ini. Pemimpin JPMorgan secara terbuka mengatakan: biaya perumahan dan pendidikan telah menjadi hambatan mutlak bagi masyarakat umum untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Trump pernah mencoba melarang modal Wall Street mengakuisisi rumah tunggal, menunjukkan tingkat keparahan masalah ini. Tapi akar permasalahannya bukan pada penampakan — akar permasalahannya adalah utang besar.
Angka berbicara. Dalam tiga bulan menjelang akhir 2025, pemerintah AS hanya membayar bunga utang sebesar 276 miliar dolar. Pengeluaran bunga yang besar ini langsung mengurangi dana yang seharusnya dialokasikan untuk infrastruktur, pendidikan, dan lapangan kerja. Lebih parah lagi, pencetakan uang berlebih pasca pandemi yang dipadukan dengan utang tinggi, menyebabkan inflasi terus meningkat — daya beli masyarakat terus terkikis.
Proporsi utang terhadap PDB sudah tidak seimbang lagi, pertumbuhan ekonomi mulai melambat, lapangan pekerjaan berkurang, dan gaji ditekan. Ketika krisis benar-benar meledak, Amerika akan terjebak di jalan buntu: entah memangkas pengeluaran fiskal secara besar-besaran (yang secara politik tidak mungkin), atau menanggung biaya pinjaman yang lebih tinggi, atau terus mencetak uang — yang pasti akan memicu siklus inflasi yang merusak.
Resesi bukan lagi burung unta hitam, melainkan kejadian dengan probabilitas tinggi. Begitu krisis ini sepenuhnya meledak, dampaknya terhadap pasar keuangan global dan pengaruhnya terhadap geopolitik akan jauh melampaui perkiraan.
Bagaimana pendapatmu? Apakah Federal Reserve masih punya kartu lain untuk dimainkan?
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
0xInsomnia
· 8jam yang lalu
The Federal Reserve has long run out of cards, this game is a mess. Just wait and see, btc is the true safe-haven asset.
Lihat AsliBalas0
SchroedingersFrontrun
· 01-21 21:48
The Federal Reserve sudah kehabisan kartu, mesin pencetak uang sudah memanas merah.
Lihat AsliBalas0
PumpingCroissant
· 01-21 21:22
Hutang AS ini adalah bom waktu, pasti akan meledak suatu saat nanti. Daripada bingung dengan apa lagi yang dimiliki Federal Reserve, lebih baik segera masuk ke dunia cryptocurrency...
#2026年BTC价格展望 $AXS $SXT $HEI
Hutang AS mencapai puncaknya, mimpi Amerika jauh dari jangkauan
Hutang sebesar 38,5 triliun dolar menekan, ini bukan sekadar angka, melainkan jerat yang mengikat masyarakat biasa Amerika untuk mencapai kenaikan sosial. Ingin mengubah nasib melalui jalur tradisional (membeli rumah, menempuh pendidikan)? Siapkan dulu 5 juta dolar. Inilah kenyataan yang dihadapi orang Amerika saat ini.
Eksekutif Wall Street sudah lama menyadari hal ini. Pemimpin JPMorgan secara terbuka mengatakan: biaya perumahan dan pendidikan telah menjadi hambatan mutlak bagi masyarakat umum untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Trump pernah mencoba melarang modal Wall Street mengakuisisi rumah tunggal, menunjukkan tingkat keparahan masalah ini. Tapi akar permasalahannya bukan pada penampakan — akar permasalahannya adalah utang besar.
Angka berbicara. Dalam tiga bulan menjelang akhir 2025, pemerintah AS hanya membayar bunga utang sebesar 276 miliar dolar. Pengeluaran bunga yang besar ini langsung mengurangi dana yang seharusnya dialokasikan untuk infrastruktur, pendidikan, dan lapangan kerja. Lebih parah lagi, pencetakan uang berlebih pasca pandemi yang dipadukan dengan utang tinggi, menyebabkan inflasi terus meningkat — daya beli masyarakat terus terkikis.
Proporsi utang terhadap PDB sudah tidak seimbang lagi, pertumbuhan ekonomi mulai melambat, lapangan pekerjaan berkurang, dan gaji ditekan. Ketika krisis benar-benar meledak, Amerika akan terjebak di jalan buntu: entah memangkas pengeluaran fiskal secara besar-besaran (yang secara politik tidak mungkin), atau menanggung biaya pinjaman yang lebih tinggi, atau terus mencetak uang — yang pasti akan memicu siklus inflasi yang merusak.
Resesi bukan lagi burung unta hitam, melainkan kejadian dengan probabilitas tinggi. Begitu krisis ini sepenuhnya meledak, dampaknya terhadap pasar keuangan global dan pengaruhnya terhadap geopolitik akan jauh melampaui perkiraan.
Bagaimana pendapatmu? Apakah Federal Reserve masih punya kartu lain untuk dimainkan?