Harga Bitcoin setelah mengalami kenaikan yang kuat saat ini beroperasi di sekitar $90.140, dengan tertinggi dalam 24 jam mencapai $90.570. Meskipun mengalami koreksi dari puncak sebelumnya di $97.800, analis secara umum berpendapat bahwa koreksi ini justru mencerminkan pilihan rasional pasar, bukan sinyal pembalikan tren. Beberapa analis institusi menunjukkan bahwa posisi harga Bitcoin saat ini masih didukung oleh fondasi teknis yang kokoh.
Signifikansi Teknis Level $95.000: Pola Bullish Jelas
Melihat kembali tren sebelumnya, level $95.000 pernah lama menjadi penghalang yang menekan Bitcoin secara signifikan. Menurut sumber industri, dalam dua bulan terakhir, pasar sering mengalami penurunan saat mendekati $95.000, mengumpulkan tekanan jual yang berat. Kini, harga Bitcoin berhasil bertahan di level ini dan menembus ke $97.800, kemudian melakukan koreksi moderat ke kisaran $90.000, yang justru menunjukkan peningkatan kedewasaan peserta pasar.
Alex Kuptsikevich, Kepala Analis Pasar FxPro, menyatakan bahwa dari sudut pandang teknis, Bitcoin telah membuka jalur kenaikan menuju kisaran $100.000 hingga $106.000. Ia menekankan bahwa saat ini harga Bitcoin jauh di atas Simple Moving Average 50 hari (50-day SMA), dan posisi relatif terhadap Moving Average 200 hari (200-day MA) menunjukkan pola bullish yang jelas. Ini berarti, meskipun harga jangka pendek berfluktuasi, tren jangka menengah tetap menunjukkan kenaikan. Level $95.000 di bawah masih dapat dianggap sebagai support psikologis, sementara resistance teknis berada di atas yang ditentukan oleh Moving Average 200 hari.
Lingkungan Makroekonomi Mendukung Bullish: Preferensi Risiko Menguat
QCP Capital, perusahaan perdagangan kripto dari Singapura, menunjukkan bahwa ekonomi global saat ini berada dalam apa yang disebut sebagai “Goldilocks Scenario” — kondisi ekonomi yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Data ketenagakerjaan AS tetap solid, inflasi relatif stabil, dan kondisi ini mendorong penguatan preferensi risiko secara menyeluruh. Dari pasar saham, logam mulia, dolar AS, hingga kripto, muncul tanda-tanda aliran dana kembali.
Logam mulia yang menguat akhir-akhir ini, sebagai aset lindung nilai selama ketidakpastian geopolitik, secara tidak langsung mendukung pergerakan Bitcoin. QCP Capital berpendapat bahwa selama logam mulia terus didukung oleh ekspektasi depresiasi mata uang, nilai relatif Bitcoin sebagai “emas digital” akan semakin menonjol, menarik aliran dana kembali ke pasar kripto. Performa stabil pasar keuangan tradisional juga memberikan dukungan, dengan pasar saham AS tetap stabil dan imbal hasil obligasi cenderung stabil, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk rebound pasar kripto.
Sinyal Likuiditas: Pasar Opsi Optimis Bullish
Berdasarkan data dari Deribit, bursa opsi kripto terbesar di dunia, dalam 24 jam terakhir, opsi beli (call options) dengan strike price di $96.000, $98.000, dan $100.000 paling aktif diperdagangkan. Ini menunjukkan bahwa pasar secara aktif bertaruh bahwa Bitcoin akan menuju “harga enam digit”. Joel Kruger, Strategi Pasar LMAX Group, menyatakan bahwa menembusnya level $95.000 adalah sinyal bahwa preferensi risiko di pasar kripto secara keseluruhan kembali menguat, dan tren ini telah membangkitkan kembali momentum bullish, bahkan membuka kemungkinan untuk menantang rekor tertinggi.
Kruger menambahkan bahwa lonjakan volume perdagangan yang menyertai penembusan ini menunjukkan bahwa kenaikan harga Bitcoin didorong oleh permintaan baru, bukan spekulasi atau pelanggaran palsu. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa biaya dana di pasar kontrak perpetual tetap rendah, menandakan tidak adanya spekulasi berlebihan atau leverage yang tidak terkendali, sehingga mendukung kesehatan tren ke depan.
Ekspektasi Masa Depan dan Sinyal Konfirmasi: Performa Mingguan Kunci
Kruger menekankan bahwa jika harga Bitcoin mampu menutup minggu di atas $95.000, atau Ethereum berhasil menembus level $3.500 secara efektif, ini akan menjadi sinyal konfirmasi penting untuk gelombang kenaikan berikutnya. Meskipun saat ini harga Bitcoin telah mengalami koreksi dari puncaknya, pola koreksi ini justru sesuai dengan fase “penguatan konsolidasi” dalam tren kenaikan yang sehat, dan jika harga kembali menembus level atas, tren ini akan memiliki keberlanjutan yang lebih kuat.
Posisi harga Bitcoin dalam denominasi dolar saat ini, meskipun belum mencapai puncak sebelumnya, memberikan peluang konfirmasi teknis dan masuknya dana yang lebih baik. Apakah harga akan mampu menembus rekor baru di masa depan sangat bergantung pada keberlanjutan preferensi risiko pasar dan munculnya faktor-faktor baru dari kebijakan atau ekonomi yang dapat menimbulkan sentimen negatif.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Analisis mendalam tentang level harga Bitcoin dalam dolar AS: Dukungan teknis kokoh, mekanisme penembusan pasar selanjutnya menunggu pengujian
Harga Bitcoin setelah mengalami kenaikan yang kuat saat ini beroperasi di sekitar $90.140, dengan tertinggi dalam 24 jam mencapai $90.570. Meskipun mengalami koreksi dari puncak sebelumnya di $97.800, analis secara umum berpendapat bahwa koreksi ini justru mencerminkan pilihan rasional pasar, bukan sinyal pembalikan tren. Beberapa analis institusi menunjukkan bahwa posisi harga Bitcoin saat ini masih didukung oleh fondasi teknis yang kokoh.
Signifikansi Teknis Level $95.000: Pola Bullish Jelas
Melihat kembali tren sebelumnya, level $95.000 pernah lama menjadi penghalang yang menekan Bitcoin secara signifikan. Menurut sumber industri, dalam dua bulan terakhir, pasar sering mengalami penurunan saat mendekati $95.000, mengumpulkan tekanan jual yang berat. Kini, harga Bitcoin berhasil bertahan di level ini dan menembus ke $97.800, kemudian melakukan koreksi moderat ke kisaran $90.000, yang justru menunjukkan peningkatan kedewasaan peserta pasar.
Alex Kuptsikevich, Kepala Analis Pasar FxPro, menyatakan bahwa dari sudut pandang teknis, Bitcoin telah membuka jalur kenaikan menuju kisaran $100.000 hingga $106.000. Ia menekankan bahwa saat ini harga Bitcoin jauh di atas Simple Moving Average 50 hari (50-day SMA), dan posisi relatif terhadap Moving Average 200 hari (200-day MA) menunjukkan pola bullish yang jelas. Ini berarti, meskipun harga jangka pendek berfluktuasi, tren jangka menengah tetap menunjukkan kenaikan. Level $95.000 di bawah masih dapat dianggap sebagai support psikologis, sementara resistance teknis berada di atas yang ditentukan oleh Moving Average 200 hari.
Lingkungan Makroekonomi Mendukung Bullish: Preferensi Risiko Menguat
QCP Capital, perusahaan perdagangan kripto dari Singapura, menunjukkan bahwa ekonomi global saat ini berada dalam apa yang disebut sebagai “Goldilocks Scenario” — kondisi ekonomi yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Data ketenagakerjaan AS tetap solid, inflasi relatif stabil, dan kondisi ini mendorong penguatan preferensi risiko secara menyeluruh. Dari pasar saham, logam mulia, dolar AS, hingga kripto, muncul tanda-tanda aliran dana kembali.
Logam mulia yang menguat akhir-akhir ini, sebagai aset lindung nilai selama ketidakpastian geopolitik, secara tidak langsung mendukung pergerakan Bitcoin. QCP Capital berpendapat bahwa selama logam mulia terus didukung oleh ekspektasi depresiasi mata uang, nilai relatif Bitcoin sebagai “emas digital” akan semakin menonjol, menarik aliran dana kembali ke pasar kripto. Performa stabil pasar keuangan tradisional juga memberikan dukungan, dengan pasar saham AS tetap stabil dan imbal hasil obligasi cenderung stabil, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk rebound pasar kripto.
Sinyal Likuiditas: Pasar Opsi Optimis Bullish
Berdasarkan data dari Deribit, bursa opsi kripto terbesar di dunia, dalam 24 jam terakhir, opsi beli (call options) dengan strike price di $96.000, $98.000, dan $100.000 paling aktif diperdagangkan. Ini menunjukkan bahwa pasar secara aktif bertaruh bahwa Bitcoin akan menuju “harga enam digit”. Joel Kruger, Strategi Pasar LMAX Group, menyatakan bahwa menembusnya level $95.000 adalah sinyal bahwa preferensi risiko di pasar kripto secara keseluruhan kembali menguat, dan tren ini telah membangkitkan kembali momentum bullish, bahkan membuka kemungkinan untuk menantang rekor tertinggi.
Kruger menambahkan bahwa lonjakan volume perdagangan yang menyertai penembusan ini menunjukkan bahwa kenaikan harga Bitcoin didorong oleh permintaan baru, bukan spekulasi atau pelanggaran palsu. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa biaya dana di pasar kontrak perpetual tetap rendah, menandakan tidak adanya spekulasi berlebihan atau leverage yang tidak terkendali, sehingga mendukung kesehatan tren ke depan.
Ekspektasi Masa Depan dan Sinyal Konfirmasi: Performa Mingguan Kunci
Kruger menekankan bahwa jika harga Bitcoin mampu menutup minggu di atas $95.000, atau Ethereum berhasil menembus level $3.500 secara efektif, ini akan menjadi sinyal konfirmasi penting untuk gelombang kenaikan berikutnya. Meskipun saat ini harga Bitcoin telah mengalami koreksi dari puncaknya, pola koreksi ini justru sesuai dengan fase “penguatan konsolidasi” dalam tren kenaikan yang sehat, dan jika harga kembali menembus level atas, tren ini akan memiliki keberlanjutan yang lebih kuat.
Posisi harga Bitcoin dalam denominasi dolar saat ini, meskipun belum mencapai puncak sebelumnya, memberikan peluang konfirmasi teknis dan masuknya dana yang lebih baik. Apakah harga akan mampu menembus rekor baru di masa depan sangat bergantung pada keberlanjutan preferensi risiko pasar dan munculnya faktor-faktor baru dari kebijakan atau ekonomi yang dapat menimbulkan sentimen negatif.